Published on

Careers

Apa Itu SIUP? 4 Jenis, Syarat dan Prosedur Pembuatannya!

Anissa Trisdianty

H1_Apa_Itu_SIUP_Berikut_Pengertian_Beserta_Syarat_dan_Prosedur_Pembuatannya.jpg

Salah satu langkah hukum yang harus dipenuhi oleh seorang pengusaha adalah mengurus perizinan. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah salah satu dokumen yang harus dimiliki pemilik usaha baik dalam skala perorangan, UMKM, hingga perusahaan besar.

Baca Juga: Panduan Membuat NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk Pelaku Usaha 2021

Apa itu SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)


SIUP merupakan izin usaha bagi perusahaan (sumber: pexels)

SIUP merupakan izin usaha bagi perusahaan atau badan hukum yang melakukan kegiatan usaha di bidang niaga berupa jual beli barang/jasa. SIUP tukar tambah jasa meliputi penyediaan dan persewaan jasa. Sedangkan SIUP perdagangan komoditi hanya mencakup kegiatan jual beli komoditi yang tidak memerlukan pengolahan atau produksi.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 46/2009, SIUP diperlukan untuk perusahaan dengan kekayaan bersih melebihi Rp50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Namun, perusahaan dengan kekayaan bersih kurang dari Rp50 juta dapat mengajukan SIUP jika operator ekonomi menginginkannya, misalnya, jika mereka memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pinjaman.

Baca juga: Pahami fungsi Non Disclosure Agreement (NDA) untuk Bisnismu

Manfaat SIUP


SIUP mempermudah proses bisnis bagi perusahaan (sumber: pexels)

Terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan memiliki SIUP, antara lain:

  1. Mendapatkan pengakuan dari pemerintah sehingga usaha yang dijalankan akan mendapatkan perlindungan hukum secara penuh
  2. Terbebas dari penertiban liar. SIUP bias digunakan sebagai jaminan legalitas jika terjadi sengketa
  3. Sebagai dokumen penting bagi bisnis ekspor-impor
  4. Mempermudah ketika melakukan peminjaman modal ke bank atau ke koperasi
  5. Mempermudah proses tender atau lelang yang diikuti oleh perusahaan
  6. SIUP menunjukkan kredibilitas usaha yang bisa meningkatkan kepercayaan konsumen

Baca juga: 5 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama dan Cara Membuatnya

Kriteria perusahaan yang tidak diwajibkan mengurus SIUP


Tidak semua perusahaan diwajibkan memiliki SIUP (sumber: pexels)

Menurut Pasal 4 ayat (1) huruf c, Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009, ada pengecualian kewajiban memiliki SIUP. Pengecualian ini diberikan berdasarkan kriteria bisnis tertentu. Usaha perdagangan yang tidak wajib memiliki SIUP adalah:

  1. Perusahaan dengan kegiatan usaha di luar sektor perdagangan;
  2. Kantor Cabang dan juga Kantor Perwakilan;
  3. Perusahaan perdagangan mikro dengan kriteria:
  • Usaha Perseorangan atau persekutuan;
  • Kegiatan usaha yang diurus, dan dikelola oleh pemilik atau anggota keluarga dan;
  • Mempunyai kekayaan bersih maksimal Rp50.000.000 (tidak termasuk tanah dan bangunan).

Baca juga: Contoh Business plan dan Poin Penting Yang harus Diperhatikan

4 Jenis SIUP


SIUP memiliki banyak macam sesuai besaran nilai usaha dagang (sumber: pexels)

Surat Izin Usaha Perdagangan ini memiliki jenis berbeda sesuai dengan besaran nilai usaha yang dimiliki sebagai berikut:

  1. SIUP Mikro → SIUP diberikan kepada perusahaan perdagangan mikro dengan modal dan kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta.
  2. SIUP Kecil → SIUP bagi pedagang dengan modal dan kekayaan bersih dari Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan usaha.
  3. SIUP Menengah → SIUP harus dimiliki oleh perusahaan dagang dengan modal dan jumlah bersih seluruhnya dari Rp500 juta menjadi Rp 10 miliar. Tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
  4. SIUP Besar → SIUP harus dimiliki oleh perusahaan dagang dengan modal bersih lebih dari Rp10 miliar tidak termasuk tanah dan bangunan bisnis. Permohonan SIUP ini akan diajukan kepada pejabat penerbit SIUP disertai dengan permohonan yang ditandatangani oleh pemegang saham/pengurus dengan materai dan dokumen yang dipersyaratkan untuk Lampiran II Permendag 36/2007.

Baca juga: 10 Jenis Bukti Transaksi yang Bisa Digunakan dalam Bisnis Beserta Contohnya

Persyaratan SIUP


Persyaratan pembuatan SIUP berbeda tergantung jenis usahanya (sumber: pexels)

Persyaratan pengajuan SIUP akan berbeda tergantung dari jenis usahanya. Berikut persyaratan pembuatannya:

Perorangan

  1. Formulir permohonan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) bermaterai Rp. 6.000,- (Surat Perjanjian, Struktur Modal, Denah Lokasi)
  2. Fotokopi KTP pemilik usaha
  3. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Surat pernyataan dari pemohon SIUP tentang lokasi usaha (mengetahui Kepala Desa/Lurah bila permohonan baru)
  5. Melampirkan izin asli (izin yang akan dimohonkan perpanjangan/perubahan)
  6. Pas foto 4 x 6 cm sebanyak 3 lembar (latar merah)
  7. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa usaha masih tetap beroperasi, tidak mengalami perubahan atau tidak terdapat perluasan tempat usaha serta tidak mengalami pindah lokasi dan atau pindah kepemilikan (bila perpanjangan/daftar ulang)
  8. Map jepit warna merah
  9. Untuk pengurusan perizinan yang dikuasakan kepada pihak lain, terdapat surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,-

Bisnis komanditer (CV)

  1. Mengisi formulir/blanko permohonan. Unduh disini.
  2. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
  3. Fotokopi Izin Gangguan (HO)
  4. Data tentang peralatan, kapasitas produksi, modal, dan tenaga kerja/blanko Isian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Materai Rp6.000,00 sebanyak 2 buah
  6. Untuk penambahan Sub Bidang Usaha, dengan mengisi formulir isian penambahan sub bidang
  7. Fotokopi Akta Pendirian
  8. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  9. Neraca Awal

Perseroan Terbatas (PT)

  1. Mengisi formulir/blanko permohonan. Unduh disini.
  2. Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
  3. Fotokopi Izin Gangguan (HO)
  4. Data tentang peralatan, kapasitas produksi, modal, dan tenaga kerja/blanko Isian Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  5. Materai Rp 6.000,00 sebanyak 2 buah
  6. Untuk penambahan Sub Bidang Usaha, dengan mengisi formulir isian penambahan sub bidang
  7. Surat Keputusan Menteri Hukum (khusus untuk PT)
  8. Surat Keputusan Menteri Koperasi (khusus untuk koperasi)
  9. Data akta
  10. Fotokopi KTP Komisaris dan Direktur

Baca juga: Mengenal Margin dalam Dunia Bisnis dan Panduan Menghitungnya

Prosedur pembuatan SIUP

  1. Pemohon memperoleh informasi pada bagian informasi dan mengambil formulir
  2. Pemohon menyerahkan permohonan pengajuan berkas kepada Customer Service Officer (CSO). Petugas CSO melakukan pemutakhiran data berdasarkan berkas yang diajukan
  3. Untuk permohonan Izin Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Izin Gangguan (HO) baru, dilaksanakan pengecekan lapangan
  4. Pada bagian back office yaitu Ka. Subid Pelayanan, Ka. Subid Verifikasi, dan Ka. Bidang Pelayanan dilakukan proses untuk memutuskan apakah permohonan izin ditolak atau tidak. Jika permohonan ditolak, berkas permohonan dikembalikan kepada pemohon dengan diberikan pemberitahuan penolakan
  5. Permohonan izin yang diterima dilanjutkan untuk diproses dan izin dicetak. Izin yang telah dicetak diserahkan kepada sekretaris untuk ditandatangani oleh Kepala Badan
  6. Pengambilan izin

Baca juga: Break Event Point (BEP): Pengertian, Konsep, Tujuan, Komponen dan Perhitungannya

Demikian penjelasan mengenai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Dengan mengetahui info jenis dan persyaratan pengajuan SIUP ini, diharapkan kamu bisa lebih mudah dalam melalui prosesnya. Selamat mencoba!

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, kalau kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, yuk, sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

sign up EKRUT

Sumber:

  • liputan6.com
  • ukmindonesia.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1-30_Contoh_Kalimat_Aktif_dan_Pasif_beserta_Jenis_dan_Ciri-cirinya.jpg

    Careers

    30 Contoh Kalimat Aktif dan Pasif beserta Jenis dan Ciri-cirinya

    Lita Lia

    15 August 2022
    8 min read
    cover.jpg

    Careers

    Pengertian Surat Perintah Kerja beserta Komponen dan Contohnya

    Detty Risetya

    15 August 2022
    6 min read
    0-kalimat-imperatif.jpg

    Careers

    Kalimat Imperatif: Fungsi, Jenis, dan 30 Contohnya

    Arin Khurota

    14 August 2022
    8 min read

    Video