Technology

Perkembangan Media Online di Indonesia dari Konvensional Hingga 2022

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1-Perkembangan_Media_Online_di_Indonesia_dari_Konvensional_Hingga_Saat_Ini.jpg

Indonesia tak hanya dikenal sebagai salah satu negara terbesar di dunia, tetapi juga dikenal memiliki media yang paling banyak. Hingga kini, menurut data Jurnal Dewan Pers, ada lebih dari 43.300 media online. Selain sebagai penyampai informasi, media juga dijadikan cara untuk mendapatkan penghasilan. Tetapi, tahukah kamu bagaimana sejarah terbentuknya media online di Indonesia? Simak informasi selengkapnya di artikel ini!

Baca juga: Proyeksi Pekerjaan Masa Depan 2022: Inovasi Teknologi yang Dapat Bersaing Secara Global

Sejarah media online di Indonesia


Media online hadir seiring dengan perkembangan internet (Sumber: Pexels)

Sejarah media online dimulai pada akhir tahun 1980-an dimana saat itu industri media di Indonesia sudah berkembang, tetapi masih di bawah pengaruh besar pemerintah. Ini terus berlangsung hingga era reformasi di tahun 1998. Jatuhnya rezim yang berkuasa membawa perubahan besar pada industri media. Dari yang awalnya dikontrol pemerintah, kini media lebih dikontrol oleh bisnis.

Kebebasan pers memang jauh sekali dibandingkan masa sebelum reformasi. Tetapi selama dua dekade terakhir, para ahli menganggap industri media sangat bergantung pada kepemilikan. Ini bisa menyebabkan dampak negatif, yaitu rakyat jadi melihat sesuatu dari perspektif si pemilik media. Hal ini pun bisa menyetir pandangan politik dan berbagai bidang lainnya ke satu sisi saja.

Dengan perkembangan internet yang makin besar, konsumen yang bosan dengan pemberitaan media lokal menjadi lebih mudah beralih ke media internasional. Apalagi dengan minat baca orang Indonesia yang menurun, semakin banyak konsumen yang lebih suka membaca koran elektronik atau menonton berita dari situs luar negeri yang sudah menyediakan media online. Karena itu, media di Indonesia pun mengalami:

  • Beberapa grup media cetak terbesar di Indonesia mengakui kejatuhan mereka di era internet.
  • Grup media yang besar dan memiliki modal bisa dengan cepat membangun media online.
  • Dalam satu dekade terakhir, sudah banyak media cetak berupa koran maupun majalah yang beralih ke media online. Konsumen bisa mencari informasi secara gratis maupun berbayar.
  • Agar lebih menarik, media yang tadinya hanya berbentuk cetak, kini harus menyediakan informasi seperti wawancara dengan video dan konten yang lebih modern lainnya. Ini karena persaingan di media online yang begitu besar, sehingga harus membuat konten yang menarik agar bisa bertahan.
  • Media lain seperti radio juga terkena dampaknya karena sekarang tidak semua gadget hadir dengan fitur radio. Hampir semua radio harus mempunyai platform online, agar konsumen bisa streaming via internet. Radio juga membuat konten siaran langsung bernama viewing radio, jadi bisa ditonton dengan jaringan internet.

Baca juga: Semakin berkembang, ini potensi e-commerce di Indonesia

Kelebihan dan kekurangan dari media online


Ada banyak kelebihan dan kekurangan dalam media online (Sumber: Pexels)

Sama seperti hal lain, media online juga punya kelebihan dan kekurangan. Berikut beberapa kelebihan media online:

  • Informasi bisa didapatkan siapa saja, bukan hanya tersedia untuk kalangan elit.
  • Orang bisa bertemu dengan orang lain yang punya kegemaran serupa.
  • Bisa lebih global dan berkomunikasi dengan orang dari negara mana saja.
  • Opini kaum minoritas bisa jauh lebih didengar daripada dulu.
  • Berita bisa didapatkan dengan instan dan cepat.
  • Produser dan tim berita bisa mendapat feedback dengan cepat pula.

Sedangkan beberapa kekurangan media online adalah:

  • Kalau sampai ada berita yang keliru, bisa tersebar dengan cepat dan akhirnya dipercaya banyak orang.
  • Konsumen bisa semakin idealis karena mereka bebas menonton apa yang mereka suka dan percaya saja.
  • Terjadi kompetisi yang kuat antar media, sehingga terkadang konten yang dihadirkan pada konsumen hanya untuk mengumbar sensasi saja.
  • Anak-anak bisa dengan mudah terpapar pada informasi yang seharusnya tidak pantas menjadi konsumsi mereka.

Baca juga: Mengenal Apa itu Broadcasting? Definisi, Skill, hingga Peluang Karier di Tahun 2022

10 Media online di Indonesia dengan kunjungan tertinggi


Kompas menjadi media online dengan kunjungan tertinggi (Sumber: Pexels)

Per Januari 2022, ini dia 10 media online di Indonesia yang memiliki kunjungan tertinggi:

  • Kompas.com
  • Detik.com
  • Tribunnews.com
  • Pikiran-rakyat.com
  • Suara.com
  • Merdeka.com
  • Liputan6.com
  • Kontan.co.is
  • Cnbcindonesia.com
  • Republika.co.id

Baca juga: Pasar Rekrutmen Kembali Pulih, EKRUT Merilis Salary Report 2021

3 Permasalahan dari media online


Salah satu masalah media online adalah kualitasnya (Sumber: Pexels)

Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, media online memang lebih maju dan modern dibandingkan media konvensional. Meski memiliki berbagai keunggulan, tetap saja ada permasalahan yang harus dihadapi pihak media online maupun rakyat sebagai konsumennya. Di antaranya adalah:

1. Persaingan ketat

Membuat media online bisa dibilang lebih mudah dibandingkan media konvensional. Jadi, jumlahnya pun menjamur. Ini sebenarnya bisa berdampak baik, tetapi sekaligus sulit bagi media kecil yang modalnya rendah untuk menjadi besar. Meskipun mereka menyajikan konten yang bagus, tetapi belum tentu menjadi besar.

2. Konten belum tentu berkualitas

Karena persaingan yang begitu ketat, kadang konten yang dihadirkan media online kurang berkualitas. Tak jarang media menampilkan konten hanya untuk membuat sensasi supaya dapat kunjungan atau views yang besar. Dengan begitu, popularitas media pun meningkat. Inilah yang sering dilihat, media dengan tajuk dan isi yang tak berkualitas.

3. Informasi yang salah langsung tersebar luas

Untuk mendapatkan kunjungan dan views dengan cepat, terkadang media tidak melakukan riset dengan tepat. Jadi, tanpa mengonfirmasi info ke sumber berita, media segera menaikkan berita. Baru kemudian disadari bahwa info yang disajikan salah. Karena dilakukan via online, jelas info tersebut bisa tersebar dengan cepat. Meski salah, banyak konsumen yang terlanjur memercayainya. Memang info ini bisa diralat, tetapi seringkali konsumen sulit untuk diyakinkan dengan info yang benar.

Baca juga: Prediksi tren digital marketing di tahun 2022

Itulah informasi mengenai perkembangan media online di Indonesia dari konvensional hingga saat ini. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu, ya!

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, berbagai informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • republika.co.id
  • sagepub.com
  • untar.ac.id
  • helpfulprofessor.com
  • dewanpers.or.id
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cache-dan-cookies-EKRUT.jpg

    Technology

    Fungsi cache dan cookies yang tak banyak diketahui!

    Maria Yuniar

    28 November 2022
    4 min read
    Google_Data_Studio_Fungsi__Fitur_Utama__Integrasi_Platform_dan_Cara_Menggunakannya.jpg

    Technology

    Google Data Studio: Fungsi, Fitur Utama, Integrasi Platform, dan Cara Menggunakannya

    Sartika Nuralifah

    28 November 2022
    8 min read
    Ssstiktok_Download_Video_TikTok_tanpa_Watermark_Secara_Online_2022.jpg

    Technology

    SSSTikTok Download Video TikTok Tanpa Watermark Online 2022

    Sylvia Rheny

    25 November 2022
    5 min read

    Video