Published on

Careers

Multinasional company: Pengertian, 5 karakteristik beserta kelebihan dan kekurangannya

Felixitas Yolanda

H1.jpg

Apakah kamu salah satu orang yang bermimpi ingin bekerja di multinasional company—alias perusahaan multinasional? Tidak sedikit memang orang yang berburu kesempatan untuk bekerja di multinasional company, karena biasanya identik dengan gaji tinggi, kesempatan bekerja di luar negeri dan budaya kerja yang lebih global.

Meskipun terdengar menggiurkan, ternyata keberadaan perusahaan multinasional juga ada kelebihan dan kekurangannya. Jika kamu salah satu yang sedang mencari peluang kerja di multinasional company, ada baiknya kenali lebih dalam seluk-beluk dan karakteristiknya di artikel ini.

Apa itu multinasional company?


Multinasional company adalah perusahaan yang memiliki kantor atau fasilitas di negara lain. (Sumber: Pexels)

Multinasional company (MNC) atau kadang disebut juga multinasional corporation atau transnational corporation adalah perusahaan berskala besar yang memiliki kantor atau fasilitas di negara lain selain kantor pusat atau induknya. Artinya, perusahaan ini bisa memiliki cabang atau pabrik di negara lain namun seluruh manajemen, kebijakan, modal, saham, dll. harus berasal dari perusahaan induk.

Umumnya, multinasional company membangun kantor cabang di negara berkembang. Keberadaan perusahaan dapat berperan penting dalam aktivitas perdagangan internasional di negara tersebut, aktivitas ekspor dan impor hingga penanaman modal asing. Hal ini tentunya akan memengaruhi kondisi ekonomi negara setempat.

Baca juga: Mengetahui seluk beluk aturan tenaga kerja asing di Indonesia

5 Karakteristik multinasional company?


Perusahaan multinasional identik dengan teknologi canggih dan visi misi yang mendunia. (Sumber: Pexels)

Nah untuk memahami lebih lanjut tentang multinasional company, tentunya kita juga harus mengetahui perbedaannya dengan perusahaan dalam negeri. Berikut ini adalah 5 karakteristik multinasional company:

1. Memiliki cabang di luar negeri

Sesuai namanya, multinasional company pastinya memiliki cabang atau anak perusahaan di berbagai negara. Umumnya, mereka akan memproduksi produk atau jasa yang sudah disesuaikan dengan budaya di negara setempat agar bisa diterima oleh masyarakat dengan lebih mudah.

2. Memiliki teknologi canggih

Untuk ukuran perusahaan yang dapat membangun anak perusahaan di luar negeri, tentunya multinasional company memiliki pendapatan atau budget yang besar sehingga mampu menggunakan teknologi termutakhir untuk menjalankan aktivitas produksinya. Hal ini bisa terlihat dari tools produksi atau komunikasi yang digunakan. Digitalisasi juga merupakan hal yang lumrah.

3. Kontrol terhadap modal

Modal adalah salah satu hal yang sangat memengaruhi jalannya perusahaan. Modal yang tinggi akan memberikan kemudahaan untuk mengembangkan perusahaan. Pada multinasional company, kontrol modal baik untuk perusahaan induk maupun perusahaan cabang dikendalikan sepenuhnya.

Baca juga: Mengetahui pentingnya manajemen kinerja perusahaan

4. Memiliki visi dan misi mendunia

Memiliki anak perusahaan di berbagai negara berarti perusahaan multinasional harus memiliki visi dan misi global yang mampu mencakup semua kalangan. Perusahaan harus memperhatikan budaya dan kebiasaan di negara setempat dan menyesuaikan metode atau cara kerja agar mampu masuk ke pasar negara yang dituju. Sebaliknya, karyawan harus mampu berpikir secara global karena harus bekerja bersama orang-orang dari berbagai belahan dunia.

5. Komunikasi dalam bahasa asing

Tidak bisa dihindari, orang yang bekerja di perusahaan multinasional setidaknya harus mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Di multinasional company, kamu akan bertemu dengan orang-orang dari luar negeri, bisa saja atasan atau rekan kerjamu ternyata tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga  komunikasi verbal dan tertulis dengan bahasa asing cukup penting.

Baca juga: 6 Contoh pertanyaan interview bahasa Inggris di perusahaan

Kelebihan dan kekurangan multinasional company


Salah satu kelebihan multinasional company adalah mendorong modernisasi. (Sumber: Pexels)

Peluang kerja di multinasional company memang cukup menarik, ya? Tapi apakah kamu sudah siap menghadapi kelebihan dan kekurangannya? Untuk membantumu memahami dengan lebih mudah berikut ini tabel perbandingan kelebihan dan kekurangan multinasional company:

Kelebihan Kekurangan
Perusahaan mampu memenuhi demand produk dengan low cost karena tidak diperlukan shipping antar negara Mengalahkan bisnis/perusahaan lokal yang lebih kecil
Menurunkan harga produk sehingga meningkatkan angka pembelian konsumen Mematikan kompetisi dan berisiko menciptakan monopoli produk
Menambah devisa negara dengan adanya penanaman modal asing dan meningkatkan tax revenue Keuntungan dikembalikan ke pemilik modal sehingga keuntungan di perusahaan cabang lebih kecil
Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat Pembangunan yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap lingkungan
Mendorong modernisasi dan pembangunan nasional Ada risiko pelanggaran hukum dan standar etika di negara setempat

Baca juga: 8 Skill teknologi yang paling banyak dicari ci 2021

Daftar multinasional company di Indonesia


Beberapa perusahaan asal Indonesia juga ada yang menjadi multinasional company dengan membuka pabrik di luar negeri. (Sumber: Pexels)

Mari kenali lebih jauh contoh-contoh multinasional company yang berasal dari Indonesia dan telah mengembangkan sayapnya ke luar negeri. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Semen Indonesia
    Perusahaan BUMN satu ini telah berhasil mengakuisisi perusahaan asing dan memasuki pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan. Semen Indonesia memiliki pabrik di Vietnam dengan nama Thang Long Cement Company.
     
  • Garuda Food
    Produsen makanan dan minuman ini telah melakukan ekspansi ke beberapa negara, salah satunya dengan akuisisi perusahaan gula Fuhua Jinjiang Yonghe.
     
  • Gojek
    Siapa yang tak kenal Gojek. Berawal dari startup di Indonesia, kini Gojek juga telah memiliki anak perusahaan di Vietnam, Singapura, dan Thailand.
     
  • Indofood
    Dengan produk makanan yang digemari oleh begitu banyak orang, termasuk di luar negeri, Indofood telah memiliki pabrik di negara-negara seperti Nigeria, Mesir, Turki, dan masih banyak lagi. Sebaliknya, berikut ini beberapa contoh multinasional company yang berasal dari luar negeri yang memiliki kantor atau pabrik di Indonesia:
     
  • Google
    Salah satu perusahaan multinasional yang jadi incaran para pencari kerja di Indonesia ini berasal dari California, Amerika sekarang. Di Indonesia, kamu bisa menemukan kantornya di Sentral Senayan, Jakarta Pusat.
     
  • Nestle
    Perusahaan asal Swiss ini sudah mulai beroperasi di Indonesia sejak 1971. Mereka memiliki 3 pabrik yakni di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung yang memproduksi makanan dan minuman favorit untuk masyarakat Indonesia.
     
  • Nike
    Sepertiga dari total koleksi sepatu Nike ternyata diproduksi di Indonesia, tepatnya di berbagai pabrik yang tersebar di Indonesia seperti Serang dan Tangerang
     
  • Danone
    Perusahaan satu ini memiliki 160 kantor di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, mereka memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan mencapai hingga 15 ribu orang.
     
  • Allianz
    Perusahaan ini bergerak di bidang jasa keuangan ini berkantor pusat di Munich, namun sejak 1989 telah mendirikan perusahaan asuransi di Indonesia lewat PT. Asuransi Allianz Utama Indonesia.

Baca juga: Mengenal ragam istilah pendanaan dalam dunia startup

Multinasional company menjanjikan pengalaman kerja menantang juga benefit dan fasilitas kerja yang terjamin. Tidak aneh jika banyak orang yang mengincar posisi kerja di multinasional company. Jika kamu salah satunya, jangan lupa untuk terus mengasah keterampilan diri agar bisa bersaing dengan kandidat lainnya.

Dapatkan lebih banyak informasi menarik seputar multinasional company dan pengembangan karier di EKRUT. Kamu juga bisa cari info lowongan kerja di multinasional company yang sesuai minat dan kemampuan. Untuk membantumu membuat CV profesional yang sesuai bidang kerja dan menarik perhatian multinasional company, simak pembahasannya di video berikut ini!

Sumber:

  • Investopedia.com
  • Accurate.id
  • Nestle Indonesia

Tags

Share