Technology

Node.js Adalah: Cara Kerja, Frameworks dan Tools Beserta Kelebihannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Algonz D.B. Raharja

A passionate ecological researcher and writer who loved to learn about SEO and content writing for marketing purposes

H1_Nodejs.jpg

Bagi kamu yang memiliki profesi sebagai programmer atau ahli teknis di bidang bahasa pemrograman, istilah Node.js tentu tidak asing lagi buatmu. Namun, bagi kamu yang masih awam dengan dunia pemrograman tentu akan bertanya-tanya mengenai apa itu Node.js dan mengapa ia berperan penting dalam pengembangan perangkat lunak berbasis JavaScript. Ingin tahu alasannya? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Apa itu Node.js?


Node.js merupakan platform untuk melakukan pemrograman berbasis JavaScript (Sumber: wikimedia.org)

Node.js merupakan platform untuk menjalankan pengkodean JavaScript untuk kebutuhan back-end developing atau kerap disebut sebagai runtime environment. Sebelum ada Node.js yang dibuat oleh Ryan Dahl dan diluncurkan pada 27 Mei 2009 ini, runtime JavaScript secara umum dilakukan di dalam peramban atau browser. Keberadaan Node.js memungkinkan seorang pengembang atau programmer bisa membangun aplikasi terskala di luar browser.

Secara umum, Node.js menjalankan mesin JavaScript V8 di luar browser seperti Google Chrome. Oleh karena itu, dalam pembuatan perangkat lunak atau aplikasi, Node.js dapat menjalankan suatu proses tanpa membuat thread baru untuk setiap permintaan karena sifatnya yang asinkron. Node.js juga menyediakan pengeoperasian I/O atau input/output yang berperan untuk membaca jaringan, mengakses basis data atau sistem dokumen menggunakan respons aktif pengguna.

Baca juga: Mengenal Profesi Developer, Mulai dari Kualifikasi Hingga Peluang Karier

Arsitektur dan cara kerja Node.js


Node.js memiliki arsitektur dasar berupa Engine V8 yang umum digunakan oleh Google Chrome (Sumber: medium.com/technofunnel)

Karena sifatnya yang open source dan lintas platform, Node.js kemudian berkembang menjadi salah satu runtime environment terbaik oleh para web developer. Secara arsitektur, Node.js dibangun dengan tiga pokok utama yang meliputi:

  • V8 Engine, mesin kompiler JavaScript ini merupakan mesin milik Google yang juga digunakan dalam membangun peramban Google Chrome. V8 dibangun dengan C++ dan mendapatkan input pengkodean berbasis JavaScript yang nantinya akan dikompilasi menjadi kode terbangun.
  • Pola desain, Node.js memiliki dua pola desain yang dapat digunakan dalam pemrosesannya. Kedua pola ini adalah Facade yang bertugas memberi tampilan antarmuka dan Object Pool dengan peran berisi kumpulan objek untuk digunakan dalam proses pengembangan.
  • Libuv Library, bagian dari Node.js ini merupakan sebuah Library C++ dengan tugas mengelola pengoperasian I/O secara asinkron dan bersifat loop pada main event. Di dalam Libuv juga ada thread pool reserve untuk mengelola potensi thread pada setiap operasi input/output.

Selain ketiga hal di atas, V8 dalam Node.js memiliki tiga komponen yang meliputi kompiler dengan peran mengubah JavaScript menjadi bahasa pemrograman, optimizer untuk menciptakan abstrak syntax tree dan mengubahnya menjadi assignment tunggal statis, serta garbage collector dengan peran sebagai penyimpanan lama dan baru untuk objek-objek lama ke penyimpanan lama.

Secara umum, Node.js memiliki konsep thread tunggal dan tanpa blocking. Hal ini berarti ada sebuah algoritma program yang tidak berhenti pada satu proses jika proses selanjutnya tidak memerlukan luaran dari proses sebelumnya. Pemrograman seperti yang dijalankan Node.js juga memiliki alokasi thread pada sebuah pengoperasian aktif saja, tidak termasuk pada proses yang belum/tidak aktif.

Baca juga: Ikuti Tips Ini dan Dapatkan Posisi Software Developer

Frameworks dan tools dari Node.js


Node.js memiliki kerangka kerja dan alat yang berbasis komunitas (Sumber: Pexels)

Karena sifatnya yang open source dan dapat diakses bebas, Node.js juga terbuka atas segala masukan berbasis komunitas untuk mempermudah pengembang. Masukan ini bisa berupa frameworks dan tools yang berasal dari kontribusi para pengembang dari seluruh dunia dalam berbagai kurun waktu.

Adapun beberapa frameworks dan tools tersebut adalah sebagai berikut:

  • Adonis.js, yang merupakan framework dengan fitur lengkap berbasis TypeScript dan memiliki fokus pada pemrograman yang ergonomis dan stabil.
  • Egg.js, merupakan framework Node.js yang umum digunakan untuk membangun sebuah kerangka kerja pemrograman atau aplikasi perusahaan dengan menggabungkan Node.js dengan Koa.
  • Express, merupakan alat untuk membuat server jejaring secara sederhana dengan pendekatan minimalis dan berfokus pada inti server.
  • Feather.js, merupakan framework jejaring bersifat ringan untuk membuat aplikasi dan REST API real time menggunakan TypeScript dan JavaScript. Framework Node.js yang satu ini bisa menyingkat waktu pembangunan prototipe aplikasi.
  • Koa, merupakan alat yang lebih ringan dalam Node.js yang seringkali dipadukan dalam beberapa frameworks tertentu untuk membuat perubahan pada pemrograman.
  • Loopback.io, alat ini dapat memudahkan pengembang yang menggunakan Node.js untuk pengintegrasian aplikasi secara kompleks.
  • Gatsby, merupakan alat Node.js yang berupa generator situs statis dengan ekosistem plugin dan starter berbasis GraphQL atau React.
  • Hapi, merupakan framework untuk membangun aplikasi dan layanan yang memungkinkan pengembang untuk fokus pada penulisan logika aplikasi dengan sifat penggunaan kembali untuk membangun infrastruktur baru nantinya.

Baca juga: Ingin Dapatkan Mobile App Developer Terbaik? Ini Tipsnya

Kelebihan Node.js


Salah satu kelebihan Node.js adalah mudah dipahami oleh pengembang dan sederhana (Sumber: Pexels)

Node.js hingga kini umum digunakan oleh berbagai perusahaan startup seperti LinkedIn, Uber, dan Netflix, serta perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang teknologi. Hal ini tentu saja didasarkan pada asumsi bahwa Node.js memiliki beberapa kelebihan yang meliputi:

  • Mudah dipelajari, Node.js adalah sebuah platform terbuka tingkat rendah yang memang sengaja dibuat untuk memudahkan pengembangan aplikasi dalam skala tertentu. Pengkodean dalam Node.js secara umum relatif mudah dipahami dengan modal penguasaan JavaScript.
  • Berbasis pada kesederhanaan, penggunaan satu bahasa dengan baik menjadi modal yang cukup untuk dapat menggunakan Node.js. Hal ini dapat menunjang pemaksimalan kapasitas pengembang, baik di sisi server maupun klien tanpa harus beralih antara back-end atau front-end. Pembuatan aplikasi dalam Node.js hanya memerlukan lebih sedikit dokumen dan penulisan kodenya. Sehingga, satu kode, satu penerapan, dan satu tempat menjadi pokok dari Node.js.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui Developer dan Programmer

  • Waktu pemasaran lebih cepat, kesederhanaan Node.js dalam proses pengembangan aplikasi membuat para pengembang bisa lebih cepat melakukan iterasi, pengujian, penerapan, dan pengiriman aplikasi. Hal ini didukung pula oleh anggaran serta tim yang lebih sedikit. Teknologi ringan dari Node.js tentu saja dapat menunjang proses pemasaran aplikasi dengan lebih cepat serta mudah.
  • Skalabilitas, satu hal lain yang menjadi keunggulan Node.js adalah perihal skalabilitas. Hal ini penting bagi sebuah startup yang tengah berpacu untuk bertumbuh seiring waktu dalam pengembangan sistem aplikasinya. Aplikasi yang ringan dan cepat amat dibutuhkan pada awal-awal pengembangan startup, baru kemudian aplikasi dapat ditingkatkan seiring waktu. Skalabilitas vertikal dan horizontal pada Node.js dapat diterapkan dalam arsitektur layanan mikro yang lugas.

Nah, itulah tadi berbagai hal tentang Node.js yang perlu kamu tahu. Secara sederhana, Node.js cocok bagi pengembang pemula maupun tingkat lanjut dalam mengembangkan aplikasi. Kebutuhan waktu dan biaya dalam proses pengembangan aplikasi membuat Node.js menjadi platform sederhana yang digemari. Apakah kamu tertarik untuk mempelajari Node.js?

Baca juga: Tips & Trik untuk Jadi Developer Andal

Bagi kamu yang telah memiliki kemampuan dan kapasitas mencukupi untuk melakukan pengembangan aplikasi dan ingin menjadi web developer atau developer-developer di bidang teknologi lainnya, maka EKRUT bisa menjadi rekan profesional buatmu. Hanya dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai karier dan juga kesempatan kerja dengan mudah.

Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT dan dapatkan potensi direkrut berbagai perusahaan bonafide yang relevan dengan kemampuanmu.

Sumber:

  • nodejs.org
  • nodejs.dev
  • relevant.software
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    API-adalah-EKRUT.jpg

    Technology

    API: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Arsitektur, dan Contohnya

    Nur Rosita Dewi

    14 November 2022
    6 min read
    pexels-sora-shimazaki-5926389.jpg

    Careers

    15 Pertanyaan Interview Kerja Mobile Engineer 2022

    Chrissila Jessica

    10 November 2022
    5 min read
    H1_Coding.jpg

    Technology

    10 Rekomendasi Aplikasi untuk Coding [2022]

    Tio Derma

    09 November 2022
    7 min read

    Video