Technology

Karyawan NSO Group melaporkan Facebook ke Pengadilan

Published on
Min read
3 min read
time-icon
Nur Lella Junaedi

Enthusiastic to be part of the creative world especially as a content writer.

NSO-melaporkan-facebook-EKRUT.jpg

Delapan orang karyawan perusahaan spyware dari Israel NSO Group, melaporkan perusahaan sosial media Facebook ke Pengadilan Tel Aviv.

Laporan ini dilatar belakangi atas dugaan Facebook memblokir akun media sosial mereka tanpa alasan dan pemberitahuan sebelumnya. 

Dalam gugatannya, delapan orang ini menggunggat Facebook atas keinginan pribadi, karena Facebook telah melanggar hukum privasi di Israel.

Dengan cara mengumpulkan informasi pribadi dan mengindetifikasi bahwa ke delapan orang ini bekerja sebagai karyawan di NSO Group. Bukan karena melanggar aturan Facebook. 

Facebook melaporkan kembali

Sementara, Facebook sendiri pada Oktober lalu telah melaporkan perusahaan NSO Group ke pengadilan California.

Sosial media milik Mark Zuckerberg itu menuduh NSO Group telah memanfaatkan kelemahan server milik WhatsApp untuk menyadap 1.400 pengguna sejak April hingga Mei tahun ini.

Akun WhatsApps yang disadap kebanyakan berasal dari kalangan birokrat, aktivis, jurnalis, diplomat, pejabat senior, akademisi dan kritikus di 20 negara lima benua.

Di mana hasil penyadapan ini akan diberikan oleh NSO Group kepada kliennya. Akan tetapi, NSO Group membantah tuduhan ini dan mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

NSO Group sendiri merupakan perusahaan mata-mata swasta yang terkenal di dunia. Lembaga ini mengklaim bahwa mereka bisa mengawasi pergerakan dari para teroris untuk mencegah kejahatan.

Baca juga: Fitur clear history jamin keamanan data di Facebook?

Hasil penyelidikan Facebook

Menindak lanjuti penyadapan ini, Facebook dibantu oleh Citizen Lab University of Toronto mencoba melakukan penyelidikan.

Hasilnya melaporkan bahwa penyadapan yang dilakukan oleh NSO menggunakan spyware Pegasus milik mereka.

Caranya Spyware ini akan membuat panggilan WhatsApp kepada para korban dan korban tidak perlu menjawab panggilan telepon yang sudah terinfeksi tersebut.

Spyware tersebut bisa mengambil data korban meliputi daftar kontak, kata sandi, kalender, dan panggilan langsung.

Rekomendasi Bacaan: 

Sumber: 

  • Forbes.com
  • CNN.com 
  • Reuters.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cover_(2).jpg

    Technology

    30 Contoh Slogan Unik dan Menarik Serta Cara Membuatnya

    Detty Risetya

    13 February 2023
    4 min read
    H1_jadwal_fyp_tiktok.jpg

    Technology

    Jadwal FYP TikTok 2022: Jam Terbaik untuk Upload Video

    Nurina Ulfah

    16 January 2023
    5 min read
    Ssstiktok_Download_Video_TikTok_tanpa_Watermark_Secara_Online_2022.jpg

    Technology

    SSSTikTok

    Sylvia Rheny

    19 December 2022
    5 min read

    Video