Register

careers

Kenali perbedaan OKR dan KPI, serta cara tepat menyusunnya

Tsalis Annisa

01 August 2020

OKR-EKRUT.jpg

Setiap organisasi terstruktur membutuhkan sebuah indikator untuk mengetahui efektivitas kinerja semua pihak yang terlibat di dalamnya serta sejauh apa target telah tercapai. Inilah yang menjadi dasar dari terciptanya Key Performance Indicators (KPI) dan Objectives and Key Results (OKR).

Keduanya sama-sama bertujuan untuk merencanakan target dalam jangka waktu tertentu, tapi ada beberapa aspek pada OKR yang tidak terdapat dalam KPI.

Agar lebih memahami mekanismenya, berikut adalah perbedaan KPI dan OKR serta tahap-tahap yang perlu dilakukan untuk menyusun OKR.

OKR vs KPI: Apa perbedaannya?

OKR - EKRUT
Berbeda dengan KPI, OKR menggambarkan tujuan tim dan perusahaan - EKRUT

KPI atau Key Performance Indicators merupakan metrik kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu organisasi tertentu.

KPI dapat diterapkan untuk program, proyek, produk, maupun bentuk lainnya. Menggunakan KPI, perusahaan dapat mengukur keberhasilan penjualan hingga pertumbuhan media sosial.

Beberapa perusahaan seringkali menerapkan KPI yang digunakan oleh perusahaan lain sebagai indikator keberhasilannya. Padahal, ini merupakan tindakan yang keliru karena setiap perusahaan memiliki tujuan spesifik yang berbeda. Dampaknya, KPI yang ditetapkan justru tidak tercapai.

Berbeda dengan KPI, Objectives and Key Results (OKR) menggambarkan tujuan tim dan perusahaan, serta sejauh apa tujuan telah tercapai. Hal ini sesuai dengan dua komponen utama dalam namanya yakni Objectives dan Key Results. 

Objectives adalah tujuan yang ingin dicapai, sementara Key Results adalah ukuran yang digunakan untuk melihat sejauh mana usaha untuk mewujudkan objectives tersebut. Dengan begitu OKR mengandung tujuan yang lebih spesifik dan disertai langkah-langkah terukur untuk mencapai tujuan tersebut.

OKR tidak hanya diberikan dalam tingkat perusahaan, tapi juga tim hingga  perorangan. Tujuan yang tertera pada OKR biasanya memiliki jangka waktu selama tiga bulan hingga satu tahun. Metode OKR ini diadopsi dari teknik perencanaan yang diterapkan oleh Intel dan Google.

Baca juga: Mau karyawan lebih loyal dengan perusahaan? Begini caranya!

Cara menyusun OKR

OKR - EKRUT
Cara menyusun OKR dapat diawali dengan memilih tool yang digunakan - EKRUT

OKR adalah metode penilaian kinerja yang telah berhasil diterapkan oleh berbagai perusahaan besar. Tertarik untuk menggunakannya? Berikut ini adalah sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk menyusun indikator keberhasilan ini.

1. Pilih tool yang akan digunakan

Setelah memastikan bahwa semua orang yang terlibat dalam perusahaan memiliki pemahaman tentang OKR, pilihlah tool yang akan digunakan. Tool yang dimaksud dapat berupa spreadsheet sederhana hingga software khusus.

Apa pun jenis tool yang digunakan, pastikan bahwa semua orang memiliki akses yang mudah untuk memantau, mengikuti, dan mengelola OKR-nya masing-masing. Pengelola OKR juga perlu memiliki akses terhadap OKR yang telah dipenuhi maupun yang akan datang.

2. Merancang OKR

Saat merancang OKR, ada dua pertanyaan utama yang menjadi acuan, yaitu:

  • Apa tujuan yang harus dicapai?
  • Bagaimana cara mencapai tujuan tersebut?

Tujuan yang ditetapkan pada pertanyaan yang pertama idealnya konkret dan ambisius. Namun, perusahaan harus menjaganya tetap realistis melalui langkah-langkah yang menjadi jawaban dari pertanyaan kedua. Semua langkah tersebut harus dapat diukur.

Penyusunan OKR harus melibatkan semua pihak tanpa adanya dikte maupun mandat dari pihak tertentu. Setiap level jabatan harus menentukan tidak lebih dari 5 tujuan utama yang terdiri dari maksimum 4 hasil kunci. Jangka waktunya dapat beragam, tergantung kesepakatan dalam perusahaan.

3. Menyusun OKR perusahaan

OKR perusahaan biasanya disusun oleh para CEO atau orang-orang pada kursi kepemimpinan tertinggi karena mereka memahami hal terpenting yang dibutuhkan perusahaan. OKR pada level ini merupakan gambaran besar yang mewakili seluruh perusahaan.

OKR - EKRUT
Saat menyusun OKR tim, selain membicarakannya dengan CEO, manajer juga perlu mendiskusikannya dengan anggota tim - EKRUT

4. Menyusun OKR tim

OKR tim disusun dalam dua tahap. Tahap pertama melibatkan manajer dengan CEO atau pimpinan tertinggi untuk menyusun rancangan OKR. Kemudian, manajer mendiskusikan rancangan OKR bersama anggota tim dalam tahap selanjutnya. OKR tim harus menggambarkan prioritas tim tersebut dan bukan perorangan.

5. Menyusun OKR perorangan

OKR perorangan menunjukkan berbagai hal yang perlu dikerjakan oleh masing-masing anggota tim. Setiap anggota tim harus memenuhi tugas-tugas yang tertera pada OKR perorangan dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dari sinilah manajer dapat memantau kemajuan anggota timnya.

6. Mengevaluasi OKR

Perusahaan harus mengevaluasi OKR untuk mengetahui sejauh apa tujuan telah tercapai. Pada umumnya, pencapaian yang sukses berada pada rentang 60-70%. Persentase pencapaian kurang dari rentang tersebut belum tentu menandakan kegagalan, melainkan target yang hendak dicapai terlampau tinggi.

Sebaliknya, persentase keberhasilan OKR yang selalu mencapai 100% dapat menandakan bahwa target perusahaan kurang ambisius. Jika demikian, maka perusahaan perlu menilai kembali target yang hendak dicapai untuk jangka waktu berikutnya.

Kesalahan yang harus dihindari saat menerapkan OKR 

OKR - EKRUT
Terlalu ambisius dalam menyusun OKR justru akan membuat karyawan mengalami demotivasi - EKRUT

Meskipun pada dasarnya OKR merupakan metode yang terbilang sederhana, namun penting untuk memperhatikan seberapa efektif penerapannya. Agar efektif, penting untuk menghindari kesalahan umum seperti berikut.  

1. Menciptakan tujuan yang tidak dapat diraih 

Menjadi ambisius tidak ada salahnya, namun ini bukan menjadi pembenaran untuk menetapkan tujuan yang terlalu besar dan tidak mungkin diraih. Dengan melakukan kesalahan ini karyawan justru bisa merasakan demotivasi saat bekerja. 

Agar kesalahan ini tidak terjadi, libatkan karyawan dalam menetapkan tujuan yang menantang tapi tetap dapat dicapai. 

Baca juga: Kenali sejak dini, ini 5 penyebab demotivasi kerja karyawan

2. Gagal melacak perkembangan 

Alasan OKR disebut metode yang efektif karena dapat memudahkan pemimpin untuk memeriksa kemajuan perusahaan dan karyawan. Karena itu bila seorang pimpinan gagal memantau progress maka penyusunan OKR akan percuma. 

Untuk menghindari ini konsistenlah dalam  mendiskusikan perkembangan setiap minggu dari masing-msing anggota tim. 

3. Menggunakan bahasa dan ukuran yang tidak jelas saat menyusun OKR 

Penting untuk menggunakan bahasa dan ukuran yang tepat dalam menyusun OKR. Dengan begitu karyawan tidak akan salah menerjemahkan tujuan yang harus dicapai.

Misalnya, alih-alih memasukan "meningkatkan penjualan" pada OKR, buatlah ukuran yang tepat di dalamnya seperti "meningkatkan penjualan dalam persentase dan jangka waktu tertentu". 

4. Memiliki terlalu banyak objektif 

Ketika ada terlalu banyak hal yang harus dilakukan, maka karyawan akan mudah kehilangan fokus sehingga kewalahan dan pada akhirnya meninggalkan pekerjaan mereka.   

Untuk menghindarinyya tetapkan tidak lebih dari 3-5 objektif dalam jangka waktu triwulan dan bahkan bisa lebih sedikit lagi bila kamu baru memperkenalkannya kepada perusahaan. Jika tim kamu secara konsisten memenuhi semua objektif secara keseluruhan setiap kuartal, maka kamu baru dapat mempertimbangkan untuk menambah satu atau dua objektif pada periode berikutnya. 

5. Alokasi sumber daya yang buruk 

Mendorong karyawan untuk melakukan sesuatu tanpa menyediakan sumber daya yang tepat bagi mereka adalah salah satu kesalahan terburuk dalam menetapkan OKR. Pasalnya, karyawan tentu jadi tidak dapat menyelesaikan banyak hal. 

Untuk menghindari kesalahan ini, tanyakan pada diri sebelum menyetujui OKR pada kuartal mendatang untuk melihat apakah kamu benar-benar dapat menyediakan sumber daya untuk membantu karyawan mencapai OKR tersebut. Jika tidak, pertimbangkan bagaimana kamu dapat merestrukturasi OKR atau solusi kreatif lainnya. 

Agar kamu dapat menghindari kesalahan-kesalahan umum lainnya saat menerapkan OKR, kamu dapat memperhatikan pula beberapa tips yang dijelaskan dalam video berikut ini. 

Baca juga: 11 Cara menjadi manajer yang baik dan sukses

Meski memiliki bentuk yang berbeda, KPI dan OKR sama-sama merupakan indikator penting untuk mengetahui kemajuan suatu perusahaan. Keduanya juga berguna untuk memacu setiap pihak yang terlibat dalam perusahaan untuk menjadi lebih produktif sambil tetap mempertahankan target yang realistis.

Walaupun beberapa perusahaan umumnya sudah memberikan KPI atau OKR yang jelas, beberapa perusahaan mungkin belum benar-benar menerapkan hal ini. Padahal, hal ini selain memberikan kejelasan atas apa yang kamu lakukan, juga dapat membantumu dalam mengembangkan diri.

Jika hal ini membuatmu merasa tidak nyaman, mungkin inilah saatnya kamu bekerja di perusahaan yang lebih baik. Kamu bisa mendaftarkan dirimu di situs talent marketplace untuk mendapatkannya. Langkah ini akan lebih memudahkanmu karena kamu tidak perlu lagi mengirim cv ke sana-kemari.

tahun baru kantor baru - EKRUT

Last updated: 1 Agustus 2020 

Sumber:

Tags

Share