Published on

Careers

“Apa pekerjaan yang disukai?”, Ini 6 contoh jawabannya!

Nelson Simbolon

cara_menjawab_pertanyaan_pekerjaan_yang_disukai.jpg

Saat wawancara, ada beberapa pertanyaan yang terkadang seperti jebakan bagi kandidat seperti pertanyaan tentang pekerjaan yang disukai. Salah satunya ialah dalam menjawab pertanyaan, "Apa pekerjaan apa yang disukai?" ini. Jika kamu belum tahu cara menjawabnya, cobalah berlatih dan perhatikan beberapa hal berikut ini.

Alasan HRD bertanya, “Pekerjaan yang disukai?” kepada kandidat

Alasan HRD bertanya, “Pekerjaan yang disukai?” kepada kandidat
Pertanyaan HRD mengenai, "Pekerjaan yang disukai?” - EKRUT

Saat melakukan interview, terkadang pewawancara memberikan beberapa pertanyaan yang jawabannya dapat menggambarkan perilaku dan soft skill kandidat, seperti pertanyaan pekerjaan yang disukai. Cara kandidat menjawab pertanyaan ini akan mencerminkan sifat kandidat terhadap pengalaman mereka di pekerjaan sebelumnya. 

Baca juga: Tips interview kerja di berbagai jenis wawancara yang berbeda

Cara menjawab pertanyaan “Pekerjaan yang disukai?”

Cara menjawab pertanyaan “Pekerjaan yang disukai?”
Menjawab pertanyaan dengan fokus dan positif adalah hal penting. - EKRUT

Untuk bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan mengenai pekerjaan yang disukai, kamu harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Fokus menjawab pertanyaan dengan pembawaan positif

Untuk menjawab pertanyaan ini, HRD lebih tertatik pada jawaban yang positif dan konstruktif, yang dapat memperlihatkan keunggulan dari diri kandidat misalnya pribadi yang bisa belajar dari kesalahan. Memberikan jawaban positif dengan respon aktif juga akan lebih mudah memberi gambaran pada HRD bahwa kamu sudah siap untuk tantangan dan pekerjaan baru yang sudah disiapkan. 

Berpikir positif akan sangat membantu kamu dalam menjawab pertanyaan HRD dengan lebih tenang. Intonasi dan nada yang positif juga akan memberikan kesan yang baik untuk jawaban yang kamu berikan. Walaupun kamu memiliki pengalaman buruk di tempat kerja sebelumnya, cobalah untuk fokus mencari hal positif dari pengalaman tersebut. 

Sebagai contoh, jika kamu memiliki pengalaman dengan buruknya sistem kerja di posisi sebelumnya, sampaikan bahwa sistem tersebut justru membuat kamu menjadi pribadi yang inisiatif dan pintar mengatur diri sendiri untuk menyelesaikan setiap proyek dengan hasil yang maksimal. Cobalah untuk mengubah pengalaman negatif menjadi sebuah hal positif di setiap kesempatan yang ada. 

Tamara Rasberry, seorang Manager HRD di Washington DC menyampaikan bahwa, “Jangan membiarkan dirimu fokus terlalu dalam pada sesuatu yang tidak kamu suka, bahkan jika kamu ingin menyampaikan pengalaman buruk, tegaskan bahwa hal tersebut tidak lagi mengganggu kamu.”

Pribadi yang positif tentu akan lebih menyenangkan untuk direkrut ketimbang mereka yang suka mengeluh, karena energi positif merupakan salah satu aset yang baik untuk sebuah tim. 

2. Fokus dengan pekerjaan bukan pekerja 

Jika kamu ingin menceritakan secara lebih spesifik tentang tugas kamu di posisi sebelumnya, cobalah untuk tetap fokus pada tanggung jawab yang kamu kerjakan daripada menceritakan tentang siapa saja yang terlibat untuk tugas tersebut. Ceritakan lebih detail tentang apa saja yang kamu kerjakan hingga pencapaian kamu selama mengerjakan tugas tersebut. 

Akan menjadi nilai tambah jika kamu dapat menyampaikan pencapaian tersebut dengan ukuran seperti angka atau persentase.  Sebesar apapun pengalaman tidak menyenangkan yang kamu alami di pekerjaan sebelumnya, cobalah untuk tetap menjelaskan bahwa kamu tetao dapat menjalankan pekerjaan tersebut terlepas dari masalah yang ada.

Conrad Woody, seorang firma pencarian dan perekrutan eksekutif di Odgers Berndston, menjelaskan bahwa terkadang pewawancara ingin mengetahui apakah kamu adalah tipe orang yang bersikap negatif ketika diberi kesempatan untuk curhat.  Jangan sampai jawabanmu membuat pewawancara berpikir bahwa mereka akan menjadi korban gosip kamu yang berikutnya jika keadaan tidak berjalan dengan baik. 

Ingatlah bahwa berbicara buruk tentang seseorang hanya akan meninggalkan kesan buruk pada diri kamu sendiri, bukan kepada orang yang kamu bicarakan atau pun perusahaan mereka. 

3. Jelaskan bagaimana pengalaman kamu sebelumnya dapat mempersiapkan kamu untuk posisi yang baru

Jika kamu menghadapi kesulitan atau tantangan pada pekerjaan kamu sebelumnya, cobalah untuk menekankan bahwa kamu bisa menghadapi tantangan tersebut dan hal itu justru membuat kamu lebih siap untuk posisi kamu yang baru. Jelaskan juga bahwa tantangan itu memberikan kamu pengalaman dan wawasan yang lebih luas untuk menjadi pegawai yang efektif dalam menyelesaikan masalah. 

Ambil beberapa detail positif dari cerita kamu dan sampaikan bahwa hal tersebut mengajarkan kamu keterampilan baru. Contohnya seperti misalnya saat kamu terpaksa bekerja di area yang sulit menjangkau internet, ceritakan bagaimana bekerja secara manual mengajarkan kamu untuk lebih banyak mencatat dan aktif mencari jawaban dari sumber lain selain internet.

4. Jelaskan bahwa kondisi di posisi baru ini lebih baik

Dengan semua keterampilan yang sudah kamu punya, jelaskan mengapa posisi baru yang ditawarkan ini sangat menarik perhatian kamu. Ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri pertanyaan awal tadi sekaligus memberikan jawaban yang diinginkan oleh HRD. 

HRD ingin mengetahui apa saja yang sudah kamu mempelajari dari posisi kamu di pekerjaan sebelumnya dan tentu saja apakah hal tersebut bisa memberikan kontribusi dan manfaat untuk tim mereka. Jika kamu memiliki keterampilan atau pelatihan yang kamu dapat dari perusahaan sebelumnya, ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakannya tentu dengan memberikan informasi lain seperti sertifikat yang dapat diperiksa oleh HRD.

Cara lain untuk menjawab pertanyaan ini dengan baik adalah dengan menyampaikan bahwa posisi baru ini memberikan tanggung jawab atau tugas yang tidak ditawarkan di pekerjaan kamu sebelumnya. Contohnya posisi baru ini mengharuskan kamu melakukan presentasi kepada kelompok besar, sampaikan bahwa kamu senang hal ini memberikan kamu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan untuk berbicara di depan umum. 

Baca juga: 12 Pertanyaan interview tersulit dan cara menjawabnya

6 Contoh jawaban dari pertanyaan “Pekerjaan yang disukai?”

6 Contoh jawaban dari pertanyaan “Pekerjaan yang disukai?”
Contoh jawaban mengenai pertanyaan, Pekerjaan yang disukai? dari beberapa pekerja - EKRUT

1. Kolaborasi

“Saya senang ketika diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapat. Bos saya selalu mendengarkan ide-ide saya dan seluruh anggota tim, sehingga kami dapat mewujudkan gagasan tersebut. Kami semua mendukung satu sama lain dan bekerja bersama dengan memberikan saran kreatif dan kemudian mewujudkan ide-ide kami menjadi kenyataan. Saya senang saat orang lain menganggap dan mendengarkan saya,” Christine Crum, Public Relations di Veodin Software

2. Keseimbangan antara pekerjaan dan hidup

“Saya senang ketika saya dapat memegang kendali dan kebebasan terhadap pekerjaan saya. Saya dapat bekerja full-time dengan jadwal yang fleksibel, baik di dalam atau di luar kantor. Bos saya mempercayakan saya untuk menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi. Saya bekerja keras untuk mempertahankan kepercayaan tersebut, sehingga hal ini membuat saya sangat terlibat dan bersemangat terhadap pekerjaan, tapi pada saat yang sama, saya juga senang pekerjaan saya memberikan saya kesempatan untuk mencintai dan menikmati passion saya pada hal yang lain,” Kelsey Berry, Rekan dari Korps Ibu New York 

3. Variasi

“Hal yang begitu bervariasi dalam pekerjaan saya inilah yang membuat saya bangun di pagi hari. Kami menyediakan layanan profesional untuk asosiasi perdagangan dan perkumpulan anggota. Saya dapat menyumbangkan pengalaman dan keterampilan saya dalam pemasaran, media sosial, hubungan masyarakat, manajemen, strategi, dan desain untuk berbagai klien. Setiap proyek menghadirkan tantangan yang unik,” Brian Reuwee, Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran di AMR Management Services

4. Budaya

“Saya suka kewajiban memakai jas setiap hari Senin sampai Kamis. Di masa kini, para pria tidak mendapat banyak kesempatan untuk mengenakan setelan jas, jadi hal ini adalah alasan yang bagus untuk mengenakannya. Ditambah lagi karena orang-orang juga memperlakukanmu secara berbeda ketika mengenakan jas,” Eric Younan dari UHY Advisors

5. Tantangan 

“Saya suka bagaimana bos saya terus menerus mempercayai saya. Dia mendorong saya untuk bekerja keras dalam proyek-proyek yang menurut saya jauh di luar kemampuan saya, baik dalam segi usia maupun pengetahuan saya, dan saya sangat berterima kasih atas desakannya. Jika tidak, saya akan terjebak dalam rutinitas,” Sharon Rosenblatt dari Accessibility Partners 

6. Membantu Orang lain 

“Setiap kali saya berbicara dengan penonton, saya mendapat kesempatan untuk membantu seseorang membuat perubahan positif dalam perusahaan atau kehidupan mereka. Ini adalah keadilan yang puitis karena saya sekarang dibayar untuk melakukan apa yang dulu membuat saya bermasalah di sekolah, yaitu berbicara!” Tim Richardson, Penulis & Ahli Berbicara di Depan Umum yang Bersertifikat

Baca juga: Apa saja 10 pertanyaan umum dalam interview kerja?

Itu tadi adalah beberapa cara dan contoh untuk menjawab pertanyaan mengenai pekerjaan yang disukai, agar jawaban kamu dapat memuaskan HRD. 

Pertanyaan mengenai kelemahan dan kelebihan diri juga adalah salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan saat sesi interview. Tonton video berikut ini untuk mengetahui jawaban terbaik yang bisa kamu berikan. Semoga berhasil, ya! 

Sign up EKRUT

Sumber: 

  • themuse.com
  • indeed.com
  • ziprecruiter.com

Tags

Share