Expert's Corner

Perkiraan Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan dan yang Akan Berkurang di Tahun 2025

Published on
Min read
7 min read
time-icon
Infographics_Prediksi_Pekerjaan_yang_Paling_Dibutuhkan_dan_yang_Akan_Hilang_Tahun_2025.png

Sejak memasuki revolusi industri 4.0, lini bisnis terus berkembang ke era digitalisasi. Berbagai teknologi canggih mulai diterapkan oleh berbagai perusahaan konvensional untuk mempercepat dan mengefektifkan proses produksi. Bahkan, makin canggihnya teknologi, memunculkan berbagai bisnis baru yang memanfaatkan cloud computing, big data, atau artificial intelligence. Maka dari itu, telah terjadi pergeseran kebutuhan terhadap tenaga kerja di berbagai sektor.

World Economic Forum (WEF), selama 5 tahun terakhir telah mengidentifikasi potensi pergeseran kebutuhan tenaga kerja karena teknologi yang terus berkembang. Pada tahun 2020, WEF mempublikasikan hasil surveinya tentang The Future of Jobs. Survei tersebut melihat adanya tren baru dalam jangka pendek dan jangka panjang di pasar tenaga kerja karena dampak adopsi teknologi di dunia bisnis.

Selain itu, WEF memprediksi adanya pekerjaan yang paling dibutuhkan dan pekerjaan yang akan berkurang permintaannya hingga tahun 2025.  Lalu, apa saja pekerjaan yang paling dibutuhkan dan pekerjaan yang akan berkurang itu? Pada artikel kali ini, kami akan membahasnya lebih jauh. Yuk, kita simak!

Baca juga: Revolusi Industri 4.0 dan Segala Hal Tentang Seluk Beluknya

Dampak dari adopsi teknologi

Sebelum membahas tentang pekerjaan yang paling dibutuhkan dan yang akan berkurang, kamu harus mengetahui dulu mengapa hal tersebut dapat terjadi. Berdasarkan survei WEF, ternyata hal itu karena dampak dari adopsi teknologi oleh berbagai industri. Teknologi yang akan banyak diadopsi di berbagai industri pada tahun 2025 di antaranya, cloud computing, big data, dan internet of things. Selain itu, hasil survei juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan di bidang encryption dan cybersecurity dibandingkan dengan survei serupa yang dilakukan di tahun 2018.


Teknologi yang mungkin akan diadopsi di tahun 2025. (Sumber: WEF)

Pola adopsi teknologi tersebut bervariasi sesuai dengan industrinya. Seperti teknologi kecerdasan buatan yang banyak diadopsi oleh industri informasi dan komunikasi digital, layanan keuangan, perawatan kesehatan, dan transportasi. Sedangkan untuk teknologi big data, internet of things, dan robotika nonhumanoid banyak diadopsi oleh industri pertambangan dan logam. Sementara industri pemerintah dan sektor publik menunjukkan fokus pada teknologi encryption dan cybersecurity.

Baca juga: Memahami Big Data Mulai Dari Kegunaannya, Tipe, Karakteristik, dan 3 Best Practices

Pekerjaan yang paling dibutuhkan dan yang akan berkurang di tahun 2025

Adanya adopsi teknologi yang diterapkan oleh berbagai lini bisnis, membuat permintaan terhadap tenaga kerja pun berubah. WEF memprediksi di tahun 2025 mendatang, 85 juta pekerjaan mungkin akan digantikan oleh mesin, sedangkan 97 juta posisi baru mungkin akan muncul dengan penyesuaian pembagian kerja antara manusia, mesin, algoritma, di 15 industri dan 26 ekonomi yang mengikuti survei WEF 2020 ini.

Selaras dengan adopsi teknologi yang makin meningkat di berbagai bidang, pekerjaan yang diprediksi akan sangat dibutuhkan berkaitan dengan pengoprasian teknologi dan otomatisasi. Posisi Data Analyst and Scientist, AI and Machine Learning Specialist, dan Big Data Specialist masih menjadi 3 teratas yang paling dibutuhkan. Berikut adalah 10 pekerjaan yang paling dibutuhkan di tahun 2025.


10 pekerjaan yang paling dibutuhkan tahun 2025. (Sumber: WEF)

Sementara itu, posisi yang akan menurun permintaannya (bahkan mungkin akan hilang) adalah posisi-posisi yang dapat digantikan oleh mesin, seperti petugas Entry Data, Administrative and Executive Secretaries, dan petugas Accounting and Bookkeeping and Payroll. Berikut 10 pekerjaan yang akan berkurang permintaannya di tahun 2025 versi WEF.


10 pekerjaan yang permintaannya akan berkurang tahun 2025. (Sumber: WEF)

Baca juga: Data Scientist: Tanggung Jawab, Keahlian, dan Kisaran Gaji 2022

Top 5 Pekerjaan yang paling dibutuhkan tahun 2025

Pekerjaan yang paling dibutuhkan di tahun 2025 ini umumnya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan berbagai teknologi yang membantu mengembangkan bisnis. Di antara teknologi tersebut adalah big data, cloud computing, dan kecerdasan buatan. Dari 10 pekerjaan paling dibutuhkan tahun 2025 yang dirilis oleh WEF, berikut adalah top 5-nya.

1. Data Analyst and Data Scientist

Ketika berbagai aktivitas manusia sudah terhubung dengan internet dan mesin, data yang dihasilkan dapat menjadi referensi untuk perkembangan bisnis yang dijalankan. Namun, agar data-data tersebut dapat digunakan sebagai referensi bisnis, diperlukan orang-orang yang bertugas untuk menganalisis, memproses, dan memodelkan data tersebut. Peran itu yang dilakukan oleh seorang Data Analyst dan Data Scientist. 

Meskipun kedua posisi ini berhubungan dengan data, tetapi secara peran dan tanggung jawab, keduanya memiliki perbedaan. Data Analyst bertanggung jawab untuk menganalisis dan mencari alasan kenapa sesuatu terjadi berdasarkan data yang ada. Sementara itu, Data Scientist bertanggung jawab untuk menggambarkan kesimpulan, membuat model, dan membuat prediksi di masa yang akan datang berdasarkan data yang dimiliki.

2. AI and Machine Learning Specialist

Di era digital seperti saat ini, AI atau kecerdasan buatan dan machine learning makin populer diterapkan dalam berbagai macam bisnis. AI dan machine learning memungkinkan sebuah sistem untuk “belajar sendiri” dari big data yang sudah dimiliki. Misalnya, seperti FYP Tiktok yang bekerja berdasarkan apa yang disukai user, sehingga bisa menyajikan konten-konten diinginkan oleh user. Contoh lain seperti pada search engine di Google yang dapat memberikan rekomendasi pencarian saat kita mengetikkan sesuatu.

Untuk membuat AI dan machine learning berjalan dengan baik, tanpa eror, ada peran seseorang di baliknya, dia adalah AI and Machine Learning Specialist. Profesi ini yang bertugas untuk merancang program dan algoritma untuk mesin, serta mengendalikan atau mengevaluasi saat sistem tersebut dijalankan. Sehingga mesin dapat belajar dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.

3. Big Data Specialist

Pekerjaan yang berkaitan dengan big data akan menjadi salah satu yang paling dibutuhkan hingga tahun 2025 mendatang. Hal itu dikarenakan peran big data yang sangat krusial untuk membantu sebuah perusahaan mengambil keputusan. Maka dari itu, profesi Big Data Specialist makin populer dan dibutuhkan oleh berbagai perusahaan.

Seorang Big Data Specialist akan berfokus pada pengembangan, pemeliharaan, pengujian, dan pengevaluasian solusi dari big data. Selain itu, seorang Big Data Specialist juga harus bisa menemukan insight sebagai acuan dan saran untuk pengembangan bisnis perusahaan Sehingga, selain harus memiliki skill rekayasa perangkat lunak, seorang Big Data Specialist juga harus memiliki kemampuan analisis yang mendalam.

4. Digital Marketing and Strategy Specialist

Berubahnya kebiasaan manusia saat ini, membuat kebutuhan marketing juga berubah. Jika di tahun 90-an kamu akrab dengan iklan-iklan produk di brosur, selembaran, atau di koran-koran, kini iklan pun beralih media. Makin banyaknya aktivitas manusia di dunia digital, membuat perusahaan mengubah strategi pemasarannya ke dunia digital juga. Kini kita akrab dengan iklan-iklan yang bermunculan di media sosial, web, atau blog.

Agar iklan yang dijalankan di dunia digital tersebut berjalan maksimal, maka dibutuhkan peran seorang Digital Marketing and Strategy Specialist. Profesi tersebut akan bertanggung jawab dalam mengidentifikasi target pasar, membuat campaign, menciptakan brand image, dan mendistribusikan iklan dengan internet dan teknologi digital.

5. Process Automation Specialist

Teknologi yang makin canggih dapat membuat pekerjaan yang berulang menjadi otomatis. Pekerjaan yang otomatis tentunya bisa membuat aktivitas perusahaan lebih efektif dan efisien. Dengan proses otomatisasi, pekerjaan yang awalnya membutuhkan orang banyak, bisa dilakukan oleh seorang saja. Hasilnya pun lebih cepat dan akurat.

Sebagai gantinya, diperlukan posisi yang bisa membuat sistem, mengatur, dan mengoperasikan proses otomatisasi tersebut. Sehingga muncullah pekerjaan Process Automation Specialist. Profesi ini akan berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk membuat pekerjaan manual menjadi otomatis untuk mendapat hasil yang lebih maksimal.

Baca juga: Machine Learning: Pengertian, Cara Kerja, dan 3 Metodenya!

Top 5 Pekerjaan yang akan berkurang tahun 2025

Selain pekerjaan yang paling dibutuhkan, WEF juga merilis pekerjaan yang permintaannya akan berkurang di tahun 2025. Profesi ini akan berkurang dikarenakan munculnya berbagai teknologi yang makin canggih. Dari 10 pekerjaan yang permintaannya akan berkurang di tahun 2025 yang dirilis oleh WEF, berikut adalah top 5-nya.

1. Data Entry Clerks 

Seorang Data Entry Clerks bertugas untuk mengetik atau memproses data dan memasukkannya ke dalam komputer. Seorang Data Entry Clerks bertanggung jawab dalam menyiapkan, menyortir, dan memasukkan data ke dalam database perusahaan. Selain itu, profesi tersebut bertugas memeriksa dan memastikan keakuratan data yang sudah dimasukkan ke database. Makin berkembangkannya teknologi, proses data entry dapat dilakukan secara otomatis oleh komputer. Hal itu membuat permintaan terhadap profesi Data Entry Clerks akan makin berkurang hingga tahun 2025.

2. Administrative and Executive Secretaries

Pekerjaan berikutnya yang diprediksi akan berkurang permintaannya adalah Administrative and Executive Secretaries. Profesi yang bertugas memberi dukungan administratif bagi para eksekutif ini diperkirakan akan berkurang karena makin banyaknya aplikasi atau software yang dapat menggantikan tugasnya.

3. Accounting, Bookkeeping, and Payroll Clerks

Makin maraknya otomatisasi dalam aktivitas bisnis, akan mengurangi permintaan terhadap staf yang bertugas dalam accounting, pembukuan, dan penggajian. Ketiga tugas operasional tersebut sudah dapat dilakukan secara otomatis menggunakan aplikasi atau software. Bahkan saat ini sudah banyak perusahaan yang memberikan layanan kepada perusahaan lain untuk menangani accounting, bookkeeping, dan payroll, sehingga akan mengurangi staf yang bertugas untuk menanganinya.

4. Accountant and Auditor

Seorang Akuntan bertugas untuk membuat laporan keuangan dan memastikan dokumen keuangan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sedangkan seorang Auditor bertugas untuk melakukan dan mengontrol siklus audit perusahaan, menganalisis, mengevaluasi, serta mengembangkan rencana keuangan perusahaan. Makin berkembangnya teknologi, tugas-tugas tersebut perlahan dapat dilakukan oleh mesin. Selain lebih cepat, hasilnya juga bisa lebih akurat, sehingga membuat permintaan terhadap profesi tersebut akan berkurang.

5. Assembly and Factory Workers

Pekerjaan terakhir yang mengisi top 5 pekerjaan yang permintaannya akan berkurang versi WEF, adalah pekerja perakitan dan pabrik. Pekerjaan tersebut memang tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi jumlahnya akan berkurang seiring dengan banyaknya mesin yang digunakan oleh perusahaan. Selain dinilai lebih canggih, penggunaan mesin dalam proses produksi juga akan menambah kecepatan, ketepatan, dan akurasi dalam proses produksinya.

Baca juga: Manfaat Talent Marketplace EKRUT untuk Mendapatkan Pekerjaan Impian

Itulah pekerjaan yang paling dibutuhkan dan yang akan berkurang peminatnya di tahun 2025 versi World Economic Forum. Meskipun ini hanya perkiraan, tetapi tidak ada salahnya untuk kita bersiap dengan pergeseran tren karier saat ini.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • weforum.org
  • pluralsight.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Header-Pro_Kontra_Pengesahan_RUU_KIA_yang_Mengatur_Cuti_Melahirkan_6_Bulan.png

    Expert's Corner

    Pro Kontra Pengesahan RUU KIA yang Mengatur Cuti Melahirkan 6 Bulan

    Fakhrizal Muttaqien

    09 November 2022
    10 min read
    Infographic_Ekspektasi_Atasan_yang_Ideal_beserta_Alasan_yang_Membuat_Karyawan_Resign.png

    Expert's Corner

    Ekspektasi Atasan yang Ideal dan Alasan yang Membuat Karyawan Resign

    Nurina Ulfah

    05 October 2022
    7 min read
    Header_Individual_Contributor_vs_Manager_Kamu_Tipe_yang_Mana.png

    Expert's Corner

    Individual Contributor vs Manager: Kamu Tipe yang Mana?

    Natasya Primatyassari

    30 September 2022
    8 min read

    Video