Media

Apa itu machine learning?
By Widyanto Gunadi - 5 June 2018
238 Views

Sejak pertama kali komputer diciptakan, manusia sudah memikirkan cara agar komputer dapat belajar dari pengalaman. Hal tersebut terbukti pada tahun 1952. Arthur Samuel menciptakan program bernama game of checkers, pada sebuah komputer IBM. Program tersebut dapat mempelajari gerakan untuk memenangkan permainan checkers dan menyimpan gerakan tersebut ke dalam memorinya. Kemudian muncullah machine learning.

 

Proses mempelajari data

Istilah machine learning pada dasarnya menjelaskan proses komputer dalam mempelajari data. Oleh karena itu, kita pasti akan terus bersinggungan dengan data, ketika mempelajari machine learning. Data bisa saja sama, akan tetapi, algoritme dan pendekatannya berbeda-beda untuk mendapatkan hasil yang optimal. Machine learning sendiri merupakan salah satu cabang dari disiplin kecerdasan buatan (artificial intellegence) yang membahas pembangunan sistem berdasarkan data. 

 

Ikuti cara manusia

Program machine learning mengikuti cara belajar manusia, yakni belajar dari contoh-contoh. Machine learning akan mempelajari pola dari contoh yang dianalisis untuk menentukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

Memang, tidak semua masalah bisa dipecahkan dengan program machine learning. Namun, seringkali algoritma yang bersifat kompleks ternyata bisa dipecahkan dengan mudah oleh machine learning.

Beberapa contoh program berbasis machine learning yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah pendeteksi spam, pendeteksi wajah, rekomendasi produk, asisten virtual, diagnosa medis, pendeteksi penipuan kartu kredit, perdagangan saham, segmentasi pelanggan, dan mobil dengan kemudi otomatis.

 

Cara kerja

Pada dasarnya, ada empat jenis cara kerja machine learning. Keempatnya adalah  pembelajaran terarah (supervised learning), pembelajaran tak terarah (unsupervised learning), pembelajaran semi terarah (semi-supervised learning), dan reinforcement learning.

Alur kerja machine learning meliputi pengumpulan data, eksplorasi data, pemilihan model (regresi linear, regresi logistik, neural network, dan lain-lain), pemberian latihan terhadap model yang dipilih, evaluasi model, dan prediksi.

Akurasi awal dari program machine learning biasanya sangat buruk. Sebab pada awalnya, program ini ‘tidak tahu apa-apa’. Namun, seiring berjalannya waktu, semakin sering kita melatih program, semakin banyak contoh-contoh yang dipelajari oleh program. Maka, program ini akan semakin ‘cerdas’ dan akurat.

Misalnya saja saat kita bermain game Role Playing Game (RPG) yang menggunakan artificial intelligence. Pertama kali kita bermain dengan RPG tersebut, maka dengan mudah kita akan bisa memenangkan permainan. Namun, setelah beberapa kali permainan, engine atau algoritme game itu akan belajar dari pola-pola sebelumnya, sehingga akan semakin sulit dikalahkan.

Bagaimana pendapat Anda? Ternyata, konsep machine learning tak serumit yang dibayangkan, ya?

 

Rekomendasi bacaan:
Tahukah Anda, 2 merek terbesar dunia berasal dari Tiongkok?
Mengapa voice assistant sering pakai suara perempuan?
Punya Apple Watch? Pasang 5 aplikasi ini

 

Sumber:
codepolitan.com
medium.com

Tags:

  • AI
  • artificial intelligence
  • kecerdasan buatan
  • machine learning
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang