Media

Perbedaan rekrutmen zaman dulu dan sekarang
By Aldo Imanuel - 26 October 2018
4 min read 229 Views
ilustrasi HR dulu dan sekarang
ilustrasi HR dulu dan sekarang

Disadari atau tidak, proses rekrutmen telah banyak mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, utamanya karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Tidak hanya dalam tahapan sourcing talent, teknologi khususnya internet, juga banyak mengubah proses interview.

Phone interview, video interview, software interview scheduling, hingga talent marketplace telah banyak mengubah proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan lebih efisien. Bayangkan dulu pencarian kandidat yang masih mengandalkan koran atau kenalan untuk mendapatkan kandidat yang diinginkan. Atau beberapa dekade lalu saat job portal mulai banyak bermunculan dan membantu HR mendapatkan lebih banyak exposure ke kandidat yang lebih luas lagi.

Menyadari bahwa job portal memiliki banyak kekurangan, utamanya efisiensi waktu dan biaya, belakangan ini muncul platform talent marketplace untuk membantu HR mendapatkan talent berkualitas lebih cepat. Sebagai perbandingan, rerata HR membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk menemukan kandidat yang dirasa cocok dengan job portal. Itu diluar tenaga yang dihabiskan untuk me-review seluruh CV dan portfolio yang masuk. Sedangkan talent marketplace mampu memangkas waktu 4 minggu itu menjadi hanya satu hari.

Lantas, apa saja yang berubah di industri rekrutmen dalam beberapa dekade terakhir ini?

1. Proses dalam sourcing talent

Seperti diinfokan di atas, dulu HR mengiklankan lowongan pekerjaan menggunakan kolom classified di koran. Seiring berkembangnya internet di awal tahun 2000-an, lowongan pekerjaan di koran berpindah ke job portal. Kini, jika menggunakan talent marketplace, HR tidak perlu lagi mengiklankan lowongan pekerjaan, tetapi langsung mencari talent terbaik yang sesuai dengan kebutuhan. HR juga tidak perlu lagi menyortir ratusan hingga ribuan CV masuk, yang mana tidak semua CV relevan.

2. Mengatur jadwal interview antara kandidat dan HR

Jika menggunakan cara konvensional, email dan chat menjadi dua sarana yang umum digunakan oleh HR untuk mengatur jadwal interview dengan kandidat. Namun jika menggunakan platform yang lebih kekinian, seperti talent marketplace, HR bisa dengan mudah mengatur jadwal interview dan mendapat notifikasi lanjutan secara otomatis.

3. Interview kandidat

Proses interview kandidat, biasanya di tahap awal, tidak perlu dilakukan di kantor. Beberapa perusahaan, umumnya startup, ada yang melakukan phone interview atau video interview untuk mempermudah proses interview. Kalaupun harus datang ke daerah kantor, kamu tidak melulu harus interview di kantor atau ruang rapat. Kedai kopi kini sudah menjadi tempat yang umum untuk melakukan interview.

Meski teknologi dan internet telah banyak mengubah proses rekrutmen, namun setidaknya ada dua hal yang menurut Maurice Carr, Partner at BDO Recruitment, tidak berubah.

1. Interview tatap muka

Skype, Google Hangout, bahkan WhatsApp dan FaceTime, telah menjadi medium interview yang banyak digunakan. Berdasarkan data Census Bureau (h/t Forbes) di Amerika, pada tahun 2012 ada 13,4 juta orang Amerika tidak bekerja di kantor yang mana mereka melakukan phone atau video interview. 

Namun menurut Maurice, interview langsung tetap sangat penting agar HR dan kandidat bisa saling berinteraksi lebih dalam. 

2. Karir di bidang rekrutmen

Menjadi seorang HR atau rekruter masih menjadi salah satu karir yang menjanjikan, terlebih jika kamu adalah tipe orang yang suka berinteraksi dengan orang lain. Unsur manusia dalam pekerjaan HR tentunya akan menjadi nilai tambah dan mengurangi rasa bosan ketika harus melakukan pekerjaan sehari-hari yang monoton. 

Namun begitu bukan berati karir seorang rekruter harus terpaku di kantor. Kalau kamu adalah seorang HR atau rekruter dengan banyak koneksi dan jaringan kandidat yang cukup sering pindah kantor, platform seperti EKRUT Network tentunya akan membantu, baik dari sisi karir maupun penghasilan

Beberapa milestone dalam proses rekrutmen:

  • Zaman Mesir / Romawi / Yunani kuno: Pencari kerja di zaman ini menulis banyak hal tentang diri mereka sendiri untuk dibawa ke calon pemberi kerja. Hal ini menjadi cikal bakal CV modern.
  • 1940an: Akibat Perang Dunia II, lahirlah agensi rekrutmen untuk membantu para veteran perang mendapat pekerjaan setelah kembali ke masyarakat.
  • 1950an: CV menjadi lebih lengkap dan detail setelah pencari kerja di zaman itu mulai memasukkan data diri yang lebih lengkap, termasuk skill, dengan tujuan meyakinkan rekruter kalau mereka adalah kandidat terbaik.
  • 1970an: Dengan semakin banyaknya pekerja outsource, peran rekruter pun mengalami perubahan yaitu banyak rekruter yang bekerja untuk mencarikan karyawan di beberapa perusahaan sekaligus. Inilah cikal bakal headhunter modern.
  • 1990an: Internet datang dan sekali lagi mengubah proses rekrutmen. Iklan lowongan kerja di koran menjadi jarang karena HR dan rekruter menggunakan internet untuk mendapatkan banyak kandidat potensial
  • 2000an: Job portal dan media sosial seperti LinkedIn menjadi sumber utama HR dan rekruter mendapatkan kandidat. Teknologi seperti ATS juga membantu HR untuk mengurusi banyaknya CV yang masuk
  • 2010an: Meski job portal dan media sosial masih digunakan, namun tren rekrutmen sudah mengarah ke talent marketplace, dimana HR dan rekruter memiliki peran yang lebih aktif dalam mendapatkan karyawan yang mereka mau. Hal ini terjadi karena mereka tidak lagi hanya berharap dari orang yang melamar kerja, namun juga dari database yang ada di talent marketplace.

 

Source:

linkedin

rivs

sparkhire

options

Tags: rekrutmen, smart hiring

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang