Published on

Expert's Corner

Headhunter: Tanggung jawab, skill-set, peran, dan proyeksi karier 2021

Widyanto Gunadi

headhunter---EKRUT.jpg

Pencarian pekerjaan memang tidak selalu mudah. Kamu mungkin pernah mengirim lamaran kerja ke ratusan bahkan ribuan perusahaan tanpa satu pun membuahkan hasil yang berarti. Namun, suatu saat mungkin kamu justru berhasil mendapat pekerjaan dengan bantuan dari Headhunter.

Nah, apa itu Headhunter? Apa saja peran dan cara kerja Headhunter? Berikut ini ulasannya!

Baca juga: Tips berpakaian ke interview buat fresh grads

Apa itu Headhunter?

headhunter - EKRUT
Jasa Headhunter biasanya digunakan perusahaan yang ingin mencari kandidat untuk perusahaannya - EKRUT

Headhunter adalah konsultan yang bertugas mencari kandidat untuk direkrut oleh perusahaan-perusahaan klien. Kandidat yang diinginkan klien biasanya adalah, orang-orang berkualitas untuk mengisi posisi manajer hingga direktur. Mereka memberikan konsultasi kepada perusahaan klien, atas kualifikasi kandidat yang layak direkrut. 

Baca juga: Apa sih sifat-sifat yang dimiliki orang sukses?

Tanggung jawab seorang Headhunter

Tanggung jawab seorang Headhunter
Headhunter berhubungan dengan kandidat dan manajer perekrutan. (Sumber: Pexels)

Secara umum, Headhunter memiliki tanggung jawab mendefinisikan kriteria perekrutan, mencari kandidat potensial menggunakan platform media sosial dan menjangkau mereka melalui telepon atau email. Tujuan utamanya adalah untuk menempatkan kandidat yang memenuhi syarat secara tepat waktu dan membangun jaringan talenta yang kuat untuk kebutuhan staf perusahaan saat ini maupun di masa depan.

Lebih detailnya, berikut ini adalah sederetan tanggung jawab profesi Headhunter yang perlu kamu ketahui:

  • Bertemu dengan manajer perekrutan untuk menentukan persyaratan untuk posisi yang kosong.
  • Mencari database resume dan situs portofolio.
  • Menggunakan talent marketplace dan opsi pencarian lainnya untuk menemukan kandidat yang memenuhi syarat.
  • Mengirimkan tawaran pekerjaan kepada kandidat yang berpotensi.
  • Memasang iklan di situs lowongan kerja dan di media sosial.
  • Menghadiri bursa kerja untuk mencari kandidat baru dan membangun jaringan.
  • Menghubungi profesional industri untuk meminta referensi.
  • Memelihara database kandidat.
  • Negosiasi persyaratan perekrutan dengan kandidat potensial.
  • Mempersiapkan dan menyajikan laporan untuk staf manajerial.

Baca juga: Apa sih sifat-sifat yang dimiliki orang sukses?

Skills yang dibutuhkan seorang Headhunter

Skills yang dibutuhkan seorang Headhunter
Headhunter perlu memahami lingkungan dan tren bisnis saat ini. (Sumber: Pexels)

Untuk menjadi seorang Headhunter yang sukses, kamu perlu menguasai beberapa skill yang dibutuhkan seorang Headhunter. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

1. Memahami lingkungan dan tren bisnis saat ini

Seorang Headhunter dituntut untuk selalu up-to-date dengan perkembangan tren dan lingkungan bisnis saat ini. Sebagai seorang Headhunter, kamu harus memahami posisi apa saja yang sedang tren dicari seiring dengan perkembangan bisnis saat ini dan tren lingkungan kerja seperti apa yang dibutuhkan oleh kandidat. Dengan memahami tren yang ada, maka akan lebih mudah mengkomunikasikan kebutuhan perusahaan dan kebutuhan dari kandidat.

2. Mampu melakukan analisis

Seorang Headhunter juga harus memiliki kemampuan melakukan analisis terhadap kandidat. Evaluasi kandidat ini bertujuan untuk memastikan bahwa kandidat memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Analisis ini bisa dilakukan saat wawancara dengan cara mempersiapkan pertanyaan yang sekiranya membantu Headhunter untuk menemukan jawaban untuk bisa memastikan kecocokan kandidat dengan klien atau perusahaan.

3. Memiliki keterampilan sales

Skill ini terbukti sangat dibutuhkan ketika kamu menjadi seorang Headhunter. Ketika kamu menemukan kandidat yang benar-benar cocok, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah meyakinkan kandidat untuk mau bekerja di perusahaan tersebut. Ada situasi dimana kandidat yang memenuhi kriteria perusahaan ternyata sedang bekerja di perusahaan lain, maka disitulah seorang Headhunter harus memiliki keterampilan sales untuk meyakinkan bahwa perusahaan kliennya memiliki tawaran yang lebih menarik agar kandidat tersebut mau berpindah dari perusahaan lamanya. 

4. Memahami teknologi

Memiliki keterampilan dan pemahaman yang cukup terhadap teknologi tentu akan sangat memudahkan Headhunter dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Teknik yang dilakukan dalam menemukan kandidat yang tepat saat ini sudah jauh lebih maju dan melibatkan teknologi dalam prosesnya. Oleh karena itu, memahami perkembangan teknologi akan sangat membantu Headhunter dalam melakukan tugasnya dengan lebih efisien dalam segi waktu dan tenaga. 

5. Mampu membangun networking

Selain kemampuan dalam memahami teknologi, memiliki networking yang luas juga terbukti membantu kinerja Headhunter dalam hal memperoleh informasi saat proses pencarian kandidat. Sebagian besar Headhunter mengandalkan networking yang telah dibangunnya untuk menemukan kandidat yang tepat.

6. Kerahasiaan

Tidak jarang Headhunter mendapatkan request untuk membantu mengisi role penting yang bisa memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan. Untuk itu, Headhunter diminta untuk merahasiakannya dan disinilah Headhunter harus terampil dalam menjaga rahasia kliennya tersebut.

Baca juga: Pentingnya kehadiran social worker di perusahaan

Perbedaan Headhunter dengan HRD

headhunter - EKRUT
Meski menggunakan jasa headhunter, namun tanggung jawab pemilihan kandidat tetap berada di tangan HRD - EKRUT

Apa bedanya Headhunter dari HRD? Yang membedakan adalah posisi mereka di struktur perusahaan tempat bekerja. HRD adalah divisi yang bertanggung jawab memilih kandidat, dan merupakan bagian internal dari perusahaan. Proses wawancara kerja pun akan dilakukan oleh HRD. Akan tetapi, berbeda dari HRD, Headhunter posisinya ada di luar struktur perusahaan. Mereka memang membantu HRD memilih kandidat, dan memberikan konsultasi rekrutmen. Meski demikian, Headhunter tidak melakukan wawancara secara langsung dengan kandidat. 

Baca juga: Outsourcing dan talent marketplace, apa bedanya?

Perbedaan Headhunter dengan outsourcing 

headhunter - EKRUT
Setelah direkrut klien, kandidat yang tadinya ditemukan oleh headhunter akan menjadi karyawan di perusahaan tersebut- EKRUT

Apa yang membedakan Headhunter dengan outsource? Hak milik atas karyawan. Dalam praktik Headhunter, setelah direkrut klien, kandidat resmi menjadi karyawan perusahaan tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan outsourcing. Penyedia tenaga outsourcing akan melatih kandidat yang mereka punya, untuk kemudian dipindahkan, ke berbagai perusahaan klien yang membutuhkan. Hak milik atas karyawan hasil outsource tersebut, tidak serta-merta dialihkan kepada klien. Dengan kata lain, jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan klien tak perlu memberi uang pesangon.

Peran penting Headhunter

headhunter - EKRUT
Headhunter dapat memudahkan pekerjaan HRD dalam merekrut karyawan - EKRUT

Jika HRD sudah melakukan wawancara dan rekrutmen, mengapa masih perlu Headhunter? Jawabannya satu: untuk merekrut karyawan dengan kualifikasi yang spesifik. Ya, Headhunter berbeda dari HRD dalam hal memilih kandidat. Headhunter berperan untuk merekrut karyawan dengan level manajer hingga direktur, dengan kualifikasi lebih spesifik.

Divisi HRD, selain merekrut kandidat, tentunya akan sangat sibuk. Nah,  Headhunter pun membantu mensortir kandidat, dan mewakili perusahaan ketika HRD sedang penuh dengan kewajiban lain. Namun demikian, hak untuk mewawancarai, dan mengangkat karyawan tetap ada di tangan HRD sepenuhnya. 

Pengupahan jasa Headhunter

headhunter - EKRUT
Perusahaan yang menggunakan jasa headhunter akan membayarkan upah pada perusahaan tempat headhunter bernaung - EKRUT

Kandidat yang berhasil direkrut suatu perusahaan klien dengan jasa Headhunter tentu tidak dibebani biaya satu peser pun. Pasalnya pihak perusahaan klien yang membayar upah perekrutan tersebut. Upah ini dibayarkan kepada perusahaan tempat Headhunter bernaung. Selanjutnya, sesudah kandidat sukses direkrut perusahaan klien, hak atas kandidat menjadi milik klien. Headhunter tidak lagi memiliki hak atas kandidat yang sudah direkrut klien. Upah jasa yang diterima Headhunter sudah menjadi jaminan mereka, atas hak tersebut. 

Proyeksi karier Headhunter 2021

Proyeksi karier Headhunter 2021
Posisi headhunter menjadi profesi yang menarik di tahun 2021. (Sumber: Pexels)

Tahun 2021 menjadi tahun awal bangkitnya kembali perusahaan-perusahaan yang sempat melakukan efisiensi karyawan akibat keadaan perekonomian yang lesu. Tren rekrutmen pun telah mengalami perubahan di tahun ini, salah satunya adalah meningkatnya intensitas war for talent yang didorong oleh adanya pandemi ini. Remote working membuat permintaan untuk rekrutmen kandidat sudah tidak terbatas oleh jarak. Perusahaan di luar Indonesia banyak yang membuka lowongan dan mencari kandidat dari Indonesia. 

Sebagian besar perusahaan baik dari dalam negeri dan luar negeri memanfaatkan jasa headhunting untuk memenangkan war for talent. Untuk itu, posisi Headhunter tahun 2021 ini bisa menjadi salah satu profesi yang menarik dipertimbangkan untuk kamu profesional yang bekerja di bidang rekrutmen.

Baca juga: Business Analyst: Tanggung jawab, skill-set, dan proyeksi karier 2021

Itulah beberapa penjelasan mengenai Headhunter mulai dari pengertian hingga proyeksi kariernya di tahun 2021. Bagaimana pendapat kamu? Apakah kamu saat ini sedang berada di level pekerjaan manajerial ke atas dan sedang menjadi peluang kerja baru? Bila iya, memanfaatkan jasa Headhunter tentu bisa kamu pertimbangkan. Atau kamu justru tertarik dengan profesi sebagai Headhunter?

Yuk, daftarkan dirimu sebagai salah satu talent di EKRUT, karena ada banyak peluang kerja yang bisa disesuaikan dengan minatmu. Kamu juga bisa subscribe YouTube EKRUTtv untuk mendapatkan berbagai tips-tips menarik untuk pengembangan karier kamu.

https://www.ekrut.com/signup?utm_source=blog&utm_medium=media&utm_campaign=artikel
Last update: 14 October 2021

Sumber:

  • beritagar.id
  • blueskyresumes.com
  • karir.com
  • themuse.com

Tags

Share