Media

Pernah dengar soal headhunter?
By Widyanto Gunadi - 25 June 2018
628 Views

Pencarian pekerjaan memang tidak selalu mudah. Anda mungkin pernah mengirim lamaran kerja ke ratusan bahkan ribuan perusahaan. Namun, tak satu pun membuahkan hasil yang berarti. Suatu saat, mungkin Anda berhasil mendapat pekerjaan dengan bantuan dari headhunter. Nah, siapa sih headhunter itu? Apa saja perannya? Berikut ini ulasannya untuk Anda! 

 

Profesi headhunter 

Headhunter sebenarnya konsultan yang bertugas mencari kandidat untuk direkrut oleh perusahaan-perusahaan klien. Kandidat yang diinginkan klien biasanya adalah, orang-orang berkualitas untuk mengisi posisi manajer hingga direktur. Mereka memberikan konsultasi kepada perusahaan klien, atas kualifikasi kandidat yang layak direkrut. 

 

 

 

Headhunter vs. HRD

Apa bedanya headhunter dari HRD? Yang membedakan adalah posisi mereka di struktur perusahaan tempat bekerja. HRD adalah divisi yang bertanggung jawab memilih kandidat, dan merupakan bagian internal dari perusahaan. Proses wawancara kerja pun akan dilakukan oleh HRD. Akan tetapi, berbeda dari HRD, headhunter posisinya ada di luar struktur perusahaan. Mereka memang membantu HRD memilih kandidat, dan memberikan konsultasi rekrutmen. Meski demikian, headhunter tidak melakukan wawancara secara langsung dengan kandidat. 

 

Beda dari outsourcing 

Apa yang membedakan headhunter dengan outsource? Hak milik atas karyawan. Dalam praktik headhunting, setelah direkrut klien, kandidat resmi menjadi karyawan perusahaan tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan outsourcing.  

 

 

Penyedia tenaga outsourcing akan melatih kandidat yang mereka punya, untuk kemudian dipindahkan, ke berbagai perusahaan klien yang membutuhkan. Hak milik atas karyawan hasil outsource tersebut, tidak serta-merta dialihkan kepada klien. Dengan kata lain, jika terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan klien tak perlu memberi uang pesangon.

 

Peran penting headhunter 

Jika HRD sudah melakukan wawancara dan rekrutmen, mengapa masih perlu headhunter? Jawabannya satu: untuk merekrut karyawan dengan kualifikasi yang spesifik. Ya, headhunter berbeda dari HRD dalam hal memilih kandidat.  

Headhunter berperan untuk merekrut karyawan dengan level manajer hingga direktur, dengan kualifikasi lebih spesifik. Divisi HRD, selain merekrut kandidat, tentunya akan sangat sibuk. Nah,  headhunter pun membantu mensortir kandidat, dan mewakili perusahaan ketika HRD sedang penuh dengan kewajiban lain. Namun demikian, hak untuk mewawancarai, dan mengangkat karyawan tetap ada di tangan HRD sepenuhnya. 

 

Pengupahan jasa headhunter 

Kandidat berhasil direkrut suatu perusahaan klien, dengan jasa headhunter, tidak dibebani biaya satu peser pun. Pihak perusahaan klien yang membayar upah perekrutan. Upah ini dibayarkan kepada perusahaan tempat headhunter bernaung. Biasanya, ada satu perusahaan khusus penyedia jasa headhunting, seperti Ekrut. Ekrut melayani semua keperluan pencarian kandidat yang siap rekrut, khususnya, untuk berbagai perusahaan di industri IT

 

 

Selanjutnya, sesudah kandidat sukses direkrut perusahaan klien, hak atas kandidat menjadi milik klien. Headhunter tidak lagi memiliki hak atas kandidat yang sudah direkrut klien. Upah jasa yang diterima headhunter sudah menjadi jaminan mereka, atas hak tersebut. 

Bagaimana pendapat Anda? Apakah Anda saat ini sedang berada di level pekerjaan manajerial ke atas dan sedang menjadi peluang kerja baru? Memanfaatkan jasa headhunter bisa menjadi pilihan jitu!

 

Rekomendasi bacaan:
Tips berpakaian ke interview buat fresh grads
Apa sih sifat-sifat yang dimiliki orang sukses?
Pentingnya kehadiran social worker di perusahaan

 

Sumber:
beritagar.id
blueskyresumes.com
karir.com
themuse.com

Tags:

  • outsource
  • HRD
  • rekrutmen
  • headhunter
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang