Published on

Careers

5 Tips Melakukan Pitching yang Baik dan Hal-hal yang Harus Dihindari

Sartika Nuralifah

H1_5_Tips_Melakukan_Pitching_yang_Baik_dan_Hal-hal_yang_Harus_Dihindari.jpg

Apakah kamu pernah mendengar istilah pitching? Pitching adalah presentasi ide bisnis yang dipaparkan kepada para calon investor. Sebuah bisnis dalam keberhasilannya tentu membutuhkan sumber daya. Jika tujuannya adalah untuk mengumpulkan modal awal, biasanya target pitching adalah investor.

Ada pula beberapa bisnis lainnya yang melakukan pitching dengan cara menawarkan produk kepada pelanggan yang sesuai dengan target pasar perusahaan. Tujuan perusahaan melakukan promosi tersebut karena perusahaan membutuhkan mitra atau sumber daya untuk membantu mencapai misi perusahaan.

Apa itu pitching?


Pitching adalah kegiatan yang bertujuan untuk promosi dan menarik minat audiens. (Sumber: Pixels)

Pitching adalah suatu proses yang mengacu pada bagaimana kamu mempresentasikan sebuah ide kepada pihak lain. Misalnya, kamu dapat menawarkan sebuah bisnis rintisan yang kamu tekuni kepada calon investor, atau contoh lainnya adalah bila sebuah perusahaan memiliki produk maka perusahaan tersebut menawarkan kepada calon pelanggan.

Dalam proses promosi, tentu kamu perlu untuk memberi audiens pemahaman yang jelas tentang rencana dan tujuan adanya suatu produk atau bisnis untuk mendapatkan dukungan mereka. Melalui pitching, kamu harus mengumpulkan dan berbagi hasil analisis yang relevan kepada audiens. Ketika kamu melakukan pitching secara efektif, maka kamu dapat memotivasi dan membujuk audiens untuk mengikuti ide yang kamu ajukan dan merealisasikannya.

Baca juga: 15 Tips Presentasi yang Efektif dan Tepat untuk Kebutuhanmu

Apa itu pitch deck?


Pitch deck umumnya berdurasi singkat. (Sumber: Pexels)

Pitch deck adalah sebuah presentasi yang dipaparkan dengan tujuan menyajikan ide bisnis untuk menambahkan investor ke proyek yang sedang dikerjakan sebagai mitra. Umumnya, pitch deck dilakukan dengan jumlah materi presentasi bisnis sekitar 15 hingga 20 slide. Dalam melakukan pitch deck, komponen visual akan menjadi salah satu komponen yang sangat penting untuk mengkomunikasikan sebuah ide dengan jelas dan berguna untuk memotivasi audiens.

Baca juga: Pitch Deck: Tujuan, Elemen, Cara Pembuatan, dan 3 Contohnya

Komponen penting dalam pitch deck


Salah satu komponen penting pada saat pitching adalah menjelaskan model bisnis. (Sumber: Pexels)

Dalam melakukan pitch deck, ada beberapa komponen yang penting dan umumnya menjadi pembahasan. Komponen tersebut terdiri mulai dari  penjelasan mengenai identitas perusahaan, pemaparan masalah yang akan diselesaikan atau peluang yang perusahaan akan ambil, value proposition, keunggulan atau kelebihan dari sebuah ide atau produk yang ditawarkan, model bisnis yang digunakan, rencana pemasaran, analisis kompetitor, manajemen tim, proyeksi keuangan serta kondisi terkini.

Baca juga: 5 Tips Pembukaan Presentasi yang Baik Beserta Contohnya

5 Tips melakukan pitching yang baik dan benar


Cara menyampaikan pitching adalah salah satu sorotan bagi para audiens. (Sumber: Pexels)

Untuk melakukan pitching yang baik dan benar serta mendapatkan hasil yang efektif, kamu dapat melakukan beberapa tips untuk pitching seperti berikut ini.

1. Melakukan riset terlebih dahulu

Jika kamu akan membuat klaim selama proses promosi, kamu tentu perlu memberikan data atau hasil riset yang akurat untuk mendukung klaim tersebut. Informasi-informasi terkait riset di lapangan dapat menunjukkan kredibilitas perusahaan dan menarik kepercayaan dari audiens. Riset juga dapat membantu perusahaan  untuk menjawab pertanyaan potensial atau kekhawatiran yang mungkin dimiliki audiens.

2. Pahami audiens

Selain melakukan riset terlebih dahulu, tips yang perlu kamu lakukan saat pitching adalah memahami audiens. Cobalah untuk mempelajari latar belakang dan minat individu untuk memahami apa yang menjadi motivasi audiens. Dengan memahami audiens, perusahaan dapat menyesuaikan pitching untuk menarik minat audiens secara langsung. Cara ini dapat memberikan kesan lebih personal bagi audiens, sehingga mereka akan termotivasi untuk mencoba produk atau ide yang perusahaan tawarkan.

3. Gunakan visual yang menarik dan interaktif

Menampilkan data yang perusahaan miliki dengan grafik, bagan, atau infografik adalah cara mudah untuk menambahkan daya tarik visual ke presentasi pitching. Saat menjelaskan ide atau produk kepada audiens, jangan lupa untuk selalu libatkan mereka. Audiens yang merasa terlibat cenderung merasa lebih dekat dan memiliki ketertarikan untuk mencoba ide atau produk yang perusahaan presentasikan.

4. Sisipkan data kuantitatif

Gunakan data kuantitatif sesering mungkin pada pitching yang akan perusahaan lakukan. Data kuantitatif yang kredibel dapat menunjukkan bukti bahwa perusahaan akan memberikan sejumlah manfaat bagi audiens. Dengan data kuantitatif perusahaan juga dapat membantu membuat klaim-klaim menarik yang bisa meningkatkan motivasi audiens untuk mencoba ide atau produk yang ditawarkan.

5. Jelaskan informasi perbedaan dengan kompetitor

Investor atau audiens sering kali ingin mengetahui mengapa mereka harus memilih perusahaan kamu dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Maka dari itu, kamu dapat memberikan informasi terkait apa saja nilai lebih dari perusahaan serta dari ide atau produk yang ditawarkan. Contohnya seperti menawarkan lebih banyak fitur atau menunjukkan potensi pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan kompetitor.

Baca juga: 10 Background PPT Keren dan Gratis 2022 Agar Lebih Profesional

Hal-hal yang harus dihindari saat pitching


Hal yang perlu dihindari ketika pitching adalah tidak menjelaskan alur. (Sumber: Pexels)

Saat hendak melakukan pitching, ada baiknya kamu mengetahui hal-hal yang harus kamu hindari ketika pitching. Hal-hal yang perlu kamu hindari saat pitching adalah sebagai berikut.

1. Perusahaan tidak menceritakan alur

Dalam membuat narasi pitching, sebisa mungkin perusahaan barus menjelaskan mengenai alur pitching. Umumnya para investor dan audiens akan lebih tertarik dengan pitching yang memiliki narasi beragam dalam menjelaskan alur. Sebelum masuk ke penjelasan produk, model bisnis dan lain-lain, jelaskan terlebih dahulu mengenai alur agar membuat investor dan audiens tertarik.

2. Jangan mengawali pitching dengan pengenalan produk atau ide

Proses pitching adalah proses yang terbilang singkat. Namun, kamu perlu menghindari mengenalkan produk atau ide pada awal pitching. Hal yang biasanya ingin diketahui pertama kali oleh audiens khususnya investor adalah terkait produk atau ide yang perusahaan keluarkan apakah dapat menciptakan bisnis yang berkembang dan besar atau tidak.

3. Tidak mengawali pitching dengan “Mengapa?

Hal terakhir yang harus kamu hindari ketika pitching adalah tidak mengawali dengan tujuan dari perusahaan. Saat awal proses pitching, kamu perlu menyampaikan tujuan perusahaan, alasan memilih tim dan pendiri, berikut alasan dikeluarkannya produk atau ide dari perusahaan. Karena, sebagian waktu audiens akan dipakai untuk menilai mengapa mereka harus membeli atau menjadi investor untuk perusahaan kamu.

Baca juga: 8 Aplikasi Presentasi Terbaik Selain PowerPoint di Tahun 2022

Demikian informasi mengenai pengertian, komponen, tips melakukan pitching dan hal-hal yang perlu dihindari ketika melakukan pitching. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari tahu seputar bagaimana cara untuk melakukan pitching dengan baik. 

Sekarang, melamar pekerjaan sangat mudah karena kamu bisa langsung melamar dari rumah dengan menggunakan platform EKRUT. EKRUT punya banyak informasi tentang dunia pekerjaan, lho! Kamu bisa mencari informasi seputar lowongan pekerjaan, diskusi tentang pekerjaan, dan berbagai kebutuhan lainnya terkait dengan pekerjaan.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, berbagai informasi dan tips menarik tersedia pula di YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • study.com
  • indeed.com
  • blog.genial.ly
  • hashmicro.com
  • wartaekonomi.co.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    shutterstock_1682336344.jpg

    Careers

    9 Tips Menghadapi Interview Kerja Setelah Terkena Layoff

    Fakhrizal Muttaqien

    23 September 2022
    7 min read
    cara-membalas-email-panggilan-interview---EKRUT.jpg

    Careers

    Cara Membalas Email Panggilan Interview beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    23 September 2022
    7 min read
    tujuan-karier-EKRUT.jpg

    Careers

    Simak! 7 Tips Membuat Tujuan Karir Kamu Lebih Terarah

    Nelson Simbolon

    23 September 2022
    4 min read

    Video