Careers

Mengenal Apa Itu Prospek dari Definisi, Kegunaan, hingga 3 Cara Melakukannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Lita Lia

Long-life learner | Lita Lia writes SEO articles for businesses that want to see their Google search rankings surge.

H1-Mengenal_Apa_itu_Prospek_dari_Definisi__Kegunaan_Hingga_Cara_Melakukannya.jpg

Prospek adalah salah satu istilah dalam bisnis, khususnya berlaku untuk penjualan. Istilah asalnya berasal dari kata dalam bahasa Inggris ‘prospector’ yang mengacu pada usaha seseorang untuk menemukan emas dengan cara menyisir dan memindai pinggiran sungai sampai menganalisis formasi bebatuan. Jika sampai ada tanda-tanda emas, maka orang yang menemukannya akan fokus ke titik tersebut. Prospector akan menghabiskan waktu di sana, membersihkan debu agar menemukan emas untuk dijual. Usaha ini kira-kira sama dengan bisnis di jaman modern, namun tentu pengertian kata prospek beralih ke makna yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak artikel di bawah ini!

Apa itu prospek?


Prospek adalah mereka yang punya potensi menginginkan barang atau jasa (Sumber: Pexels)

Dalam dunia bisnis penjualan, prospek adalah pelanggan potensial yang memenuhi syarat dan kriteria tertentu yang telah ditentukan oleh perusahaan. Atau, prospek adalah mereka yang potensial memiliki keinginan pada barang atau jasa. Karena itu, prospek adalah langkah pertama dalam proses penjualan.

Menentukan seseorang punya prospek atau tidak itu dimulai dari mengidentifikasi konsumen potensial, yang disebut juga sebagai prospek. Tujuan utama dari proses prospek adalah untuk membangun database berisi konsumen serupa.

Jika sudah ada database, salesman atau divisi pemasaran dari suatu perusahaan bisa lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen mereka. Harapannya tentu saja agar bisa menjadikan pihak tersebut target prospek sebagai konsumen tetap. Dengan begitu, secara individual seorang salesman bisa meningkatkan performa penjualan, perusahaan pun diuntungkan dengan penjualan yang naik.

Individu atau perusahaan yang dijadikan prospek bisa saja tidak mengenal si salesman. Justru inilah pentingnya proses prospek. Salesman yang andal harus mampu memperkenalkan diri mereka dengan baik dan merepresentasikan perusahaan serta produk yang mereka jual.

Baca juga: Apa itu Marketing? Berikut Informasi Terlengkap yang Penting

Kegunaan prospek


Menentukan prospek sangat bermanfaat untuk bisnis (Sumber: Pexels)

Menentukan prospek tidak hanya sebatas untuk mengisi database. Tetapi, ada beberapa kegunaan prospek, yaitu:

1. Mencari konsumen baru

Kegunaan paling utama prospek adalah untuk menjual produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Untuk perusahaan baru, prospek sangat penting karena perusahaan baru biasanya belum memiliki konsumen. Seorang salesman dari perusahaan baru harus bisa melakukan prospek dengan baik kepada banyak calon konsumen. Kalaupun akhirnya sudah mempunyai konsumen tetap, prospek tetap harus dilakukan untuk mencari konsumen baru.

2. Meningkatkan penjualan

Dengan adanya konsumen baru, seorang salesman bisa meningkatkan penjualan produk atau jasa perusahaannya. Dengan menjalin hubungan dengan konsumen, mereka yang tadinya hanya membeli sesekali saja bisa juga menjadi konsumen tetap. Jadi, prospek bisa meningkatkan penjualan bagi perusahaan.

3. Membangun relasi baru

Kalaupun seseorang yang menjadi target prospek pada akhirnya tidak menjadi konsumen, setidaknya salesman bisa membangun relasi. Dalam dunia bisnis, memiliki relasi yang luas sangat penting. Sebab, ke depannya mungkin saja akan saling membutuhkan di bidang lain.

Baca juga: Begini cara menciptakan strategi pemasaran yang efektif

3 Cara melakukannya agar hasil maksimal


Ikuti 3 langkah berikut untuk menentukan hasil prospek maksimal (Sumber: Pexels)

Seorang salesman harus bisa melakukan prospek dengan cara yang tepat. Satu hal yang sangat penting dalam prospek adalah berkomunikasi dengan calon yang berpotensi. Cara berkomunikasi bisa sangat beragam. Yang pasti, cara prospek yang baik harus mengikuti 3 langkah berikut ini:

1. Memulai percakapan

Dalam berbagai kesempatan, seorang salesman harus bisa memulai percakapan dengan baik. Disarankan untuk tidak langsung berjualan, karena banyak orang yang tidak akan menaruh perhatian pada orang yang langsung menawarkan sesuatu.

2. Menentukan apakah lawan bicara bisa jadi prospek

Saat mengajak bicara orang baru, salesman harus bisa menyimpulkan apakah lawan bicaranya cocok untuk dijadikan prospek atau tidak. Kalau cocok, maka proses prospek bisa diteruskan. Kalaupun tidak, maka salesman bisa memperluas jaringan kerjanya dengan membangun relasi baru.

3. Memposisikan produk kamu sebagai solusi dari masalah lawan bicara

Setelah berbincang cukup lama, kamu mungkin jadi tahu apa yang membuat prospekmu resah, serta masalah apa yang mereka hadapi. Kalau cocok dengan produk atau jasa yang kamu jual, kamu bisa menawarkannya sebagai solusi dari masalah mereka. Kalau akhirnya berhasil terjadi penjualan, maka prospek yang dilakukan salesman bisa dikatakan berhasil.

Baca juga: 10 Cara Berkomunikasi yang Baik dan Manfaatnya untuk Karier

Hal yang harus diperhatikan


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan prospek (Sumber: Pexels)

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam prospek adalah:

1. Menargetkan prospek dengan tepat

Sebelum melakukan prospek, sebaiknya seorang salesman mencari info sebanyak-banyaknya mengenai calon individu atau perusahaan yang akan menjadi prospek, siapa saja pihak yang membutuhkan produk atau jasa yang akan ditawarkan namun belum tahu tentang produk yang akan dijual. 

2. Banyak bertanya

Saat melakukan prospek, akan lebih baik kalau kamu banyak bertanya. Jadi, bukannya langsung aktif bercerita tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Sebisa mungkin, cari tahu apa yang dibutuhkan prospek. Kalau memang cocok dengan apa yang kamu tawarkan, baru mulai bicarakan produk atau jasamu.

3. Target prospek punya otoritas

Pastikan target prospek adalah orang yang tepat dan punya otoritas untuk membeli. Misalnya, kamu mengincar sebuah perusahaan. Jadi, pastikan yang kamu ajak bicara adalah mereka yang punya otoritas untuk membuat pembelian kebutuhan perusahaan.

4. Target punya modal

Tujuan akhir seorang salesman adalah bisa menjual dan menghasilkan uang. Maka, harus dipastikan target prospek mempunyai modal untuk membeli. Jika target prospek butuh produk dan jasa kamu namun tidak ada modalnya, tentu ini bukanlah prospek yang baik.

5. Target butuh dalam waktu cepat

Akan jauh lebih menguntungkan bagi salesman dan perusahaan bila target prospek adalah mereka yang membutuhkan produk atau jasa dalam waktu cepat. Jadi, mereka bisa membuat keputusan untuk membeli dengan cepat pula. Hasil prospek pun akan langsung berbuah.

Baca juga: 5 Alasan mengapa email marketing penting untuk bisnismu

Selain dari artikel EKRUT Media, kamu masih bisa memperoleh berbagai informasi dan tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up di EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • thebalancesmb.com
  • shopify.com
  • cognism.com
  • finata.id
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video