Published on

Careers

5 Contoh Algoritma Pseudocode dan Panduan Menulisnya Dalam Pemrograman

Anisa Sekarningrum

5_Contoh_Algoritma_Pseudocode_dan_Cara_Menulisnya.jpg

Bagi orang awam, istilah bahasa pemrograman seperti pseudocode adalah kata-kata yang terdengar sulit untuk dipahami. Namun bukan berarti kamu tidak bisa memahaminya, ayo kita belajar lebih dalam mengenai pseudocode. 

Jadi setelah kamu membaca artikel ini, kamu tidak hanya paham tapi juga bisa langsung mempraktekkan algoritma pseudocode agar lebih memahaminya secara menyeluruh.

Apa itu pseudocode?

Mengenal pseudocode dan fungsinya untuk pemrograman
Mempelajari arti dan fungsi pseudocode untuk pemrograman - EKRUT

Sebelumnya mengenal pseudocode, kamu harus paham dulu tentang apa itu bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman adalah bahasa yang akan dibaca oleh mesin/software dalam membuat sebuah program. Sedangkan pseudocode sebenarnya bukan bahasa pemrograman, tapi sebuah bentuk penulisan algoritma menggunakan kode yang berisi bahasa tiruan dari bahasa pemrograman. 

Fungsinya adalah untuk memecahkan sebuah masalah dalam kalimat sederhana yang bisa lebih mudah dibaca manusia, karena itu pseudocode banyak digunakan. Pseudocode sendiri berasal dari kata pseu yaitu imitasi atau tiruan dan code, yang berarti kode atau simbol.

Berbeda dari bahasa pemrograman yang harus mengikuti beberapa aturan tertentu supaya terbaca oleh mesin, penulisan pseudocode lebih bebas dan tidak memiliki aturan baku atau rumus tersendiri. Jika bahasa pemrograman diciptakan untuk dibaca oleh mesin atau komputer, pseudocode diciptakan untuk dibaca oleh manusia. Intinya, pseudocode adalah cara yang lebih sederhana untuk menuliskan kode pemrograman. 

Adapun ciri-ciri dari pseudocode adalah:

  • Menggunakan pola bahasa Inggris yang sederhana 
  • Tidak memiliki standar aturan tertentu dalam penulisannya
  • Pseudocode menggunakan simbol atau sintaks dari suatu program, seperti ←, <, >, <=, >=, dan sebagainya.
  • Notasi pseudocode bisa digunakan untuk bahasa pemrograman
  • Tidak menggunakan diagram melainkan ditulis dalam urutan suatu kejadian atau permasalahan.
  • Pseudocode berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan sebuah masalah (seperti halnya algoritma), akan tetapi bentuk masalahnya sedikit berbeda dari algoritma.
  • Sering digunakan para pengguna untuk menuliskan suatu algoritma dari suatu permasalahan.

Baca juga: 7 Tips belajar programming untuk kamu yang pemula

Pseudocode memiliki beberapa fungsi untuk pemrograman, antara lain: 

1. Mempermudah pengguna memahami cara penyelesaian suatu masalah

Fungsi utama dari pseudocode adalah untuk mempermudah manusia membaca atau menyelesaikan suatu permasalahan dari sebuah algoritma atau bahasa pemrograman. Hal ini bisa terjadi karena pseudocode dapat dibaca dengan mudah oleh penggunanya yaitu manusia. 

Tanpa pseudocode, permasalahan akibat kesalahan penulisan bahasa pemrograman akan sangat sulit dideteksi. Namun hal ini bisa diatasi karena pseudocode bisa mengkonversi kode bahasa pemrograman. Sehingga ketika terjadi masalah atau error terhadap kode yang diterima atau sedang dibuat, pengguna dapat memanfaatkan pseudocode untuk mendeteksi masalah tersebut. 

2. Alat dokumentasi penyelesaian masalah

Tidak hanya membantu menyelesaikan sebuah permasalahan, pseudocode juga bisa menjadi alat dokumentasi. Yaitu sebagai jembatan penghubung antara pengguna dan bahasa pemrograman. Pseudocode akan mendokumentasikan seluruh proses pengolahan data tersebut. 

Pseudocode berperan penting dalam membantu pengguna menerjemahkan bahasa pemrograman dengan lebih cepat. Orang awam tidak bisa menganalisa tentang proyek pembuatan algoritma matematika atau suatu hal yang melibatkan bahasa pemrograman dengan komputer tanpa pseudocode. 

Sehingga pseudocode menjadi alat dokumentasi yang membantu manusia menerjemahkan bahasa pemrograman ke dalam bahasa yang lebih sederhana agar dapat dimengerti oleh manusia.

3. Menuliskan rumus algoritma yang lebih mudah dibaca

Pseudocode juga berguna untuk menuliskan rumus-rumus algoritma dengan lebih sederhana. Sehingga algoritma yang ditulis dengan pseudocode menjadi lebih mudah dipahami daripada algoritma yang ditulis dengan bahasa pemrograman. Akhirnya, pengguna akan lebih cepat mendapat gambaran tentang tingkat kerumitan suatu program yang akan dibuat, dengan menuliskan algoritma tersebut dalam bentuk pseudocode.

4. Lebih ringkas dan praktis

Pseudocode lebih mudah dibuat karena tidak bergantung pada suatu sistem tertentu dan juga algoritmanya lebih ringkas dan mudah dibaca.

Baca juga: 12 Bahasa pemrograman yang paling banyak dicari tahun 2020

3 Struktur dasar algoritma pseudocode

3 Struktur dasar algoritma pseudocode
Menuliskan algoritma pseudocode - EKRUT

Untuk menuliskan algoritma pseudocode, dibutuhkan tiga struktur dasar, yaitu:

1. Judul

Judul yang dipakai dalam pseudocode adalah judul algoritma yang akan dipakai atau judul yang ingin dibuat oleh penulis. Contohnya jika kamu ingin membuat sebuah program untuk menentukan keliling persegi, maka judul akan ditulis seperti ini:

Program <NamaProgram> maka ditulis,

a. Program Menentukan_Keliling_Persegi
b. Program Menghitung_luas_persegi_panjang

2. Deskripsi

Bagian ini berisi deklarasi dari keterangan algoritma yang akan dibuat, yaitu keterangan variabel (var) atau konstanta yang digunakan untuk menghitung suatu rumus tertentu. Variabel adalah wadah dari data yang akan digunakan.

Deskripsi <namaVariabel: <tipe_data>; maka ditulis

a. Deskripsi 
Var sisi, keliling : integer;

b. Deskripsi
var panjang, lebar, luas : integer;

3. Implementasi

Bagian ini berisi proses atau langkah-langkah yang akan dilakukan algoritma atau inti dari algoritma itu sendiri. Maksudnya adalah pengguna harus menuliskan besaran angka pada masing-masing variabel yang akan dihitung dan sebagainya. Contoh penulisannya seperti ini, 

Implementasi (berisi inti dari Algoritma tersebut); maka ditulis

a. Implementasi
    Read(sisi);
    keliling ← isi*4; 
    Write (keliling); 

b. Implementasi
    Read(panjang);
    Read(lebar);
    luas ← panjang*lebar;
    Write (luas);

Setelah mengetahui struktur-struktur dari pseudocode, berikutnya kamu akan menuliskan struktur-struktur di atas tadi menjadi runtut agar menjadi sebuah algoritma yang utuh. Sebagai contoh:

Algoritma pseudocode untuk menentukan keliling persegi
Judul: Program Menentukan_Keliling_Persegi
Deklarasi
Var sisi,keliling: integer; 
Implementasi
Read(sisi);
Keliling ← sisi*4;
Write(keliling);

Algoritma pseudocode untuk menentukan luas persegi panjang
Judul: Program Menghitung_luas_persegi_panjang
Deklarasi
var panjang, lebar, luas : integer;
Implementasi 
Read(panjang);
Read(lebar);
luas ← panjang*lebar;
Write (luas);

Perlu diingat, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam penulisan algoritma pseudocode, seperti:

  • Menggunakan struktur yang terkontrol
  • Menggunakan penamaan judul yang sesuai
  • Buatlah algoritma yang sederhana dan ringkas
  • Kuncinya adalah tetap menyisakan spasi dan lekukan
  • Jangan membuat kode yang abstrak
  • Jangan membuat kode yang terlalu umum
  • Atur urutan tugas dan tulis kodemu dengan benar
  • Mulailah dengan pernyataan kode yang menetapkan tujuan
  • Jangan memasukkan terlalu banyak istilah teknis yang sulit dimengerti orang awam
  • Periksa kembali apakah semua bagian dari pseudocode sudah lengkap, terbatas, dan jelas untuk dimengerti. 

5 contoh algoritma pseudocode

5 contoh algoritma pseudocode
Menuliskan algoritma pseudocode - EKRUT

Agar kamu lebih paham lagi mengenai pseudocode, mari kita lihat contoh-contoh algoritma pseudocode berikut ini:

1. Mencari luas lapangan sepak bola

Judul
Program luas_lapangan_sepak_bola

Deskripsi
var panjang, lebar, luar : integer;

Implementasi
panjang ← 100;
lebar ← 64;
luas ← panjang*lebar;
print luas;

2. Menentukan sebuah bilangan adalah ganjil atau genap

Judul
Program ganjil_genap

Deskripsi
var bilangan : integer

Implementasi
READ bilangan
IF (bilangan modulus 2 = 0) THEN
    PRINT “genap”
ELSE
    PRINT “ganjil”
ENDIF

3. Menghitung mundur

Judul: Program hitung_mundur

Deskripsi
var bilangan : integer

Implementasi 
FOR (bilangan ← 5; nilangan > 0; bilangan--)
         PRINT bilangan
ENDFOR

4. Menghitung luas segitiga

Judul: Program hitung_luas_segitiga

Deskripsi
var luas, alas, tinggi : integer;

Implementasi
alas ← 25 ; tinggi ← 30 ;
luas ← ½*alas*tinggi
write (luas)

5. Menghitung luas lingkaran

Judul: Program hitung_luas_lingkaran

Deklarasi
var phi, float; var r, luar, integer;

Implementasi
phi ← 22/7 ; read (r) ; (diinput user)
luas ←phi*r*r
write (luas);

Baca juga: 5 Tips belajar pemrograman yang perlu kamu ketahui

Kita sudah memahami apa itu pseudocode, berikut fungsi dan contohnya. Sekarang kamu sudah bisa menuliskan algoritma kamu sendiri tanpa harus berpikir terlalu rumit atau menghafalkan rumus algoritma yang sulit. 

Nah, kalau kamu mau tahu lebih banyak mengenai dunia pemrograman dan seperti apa saja pekerjaan seorang engineer. Yuk nonton cerita Yediva Kovara selaku VP of Engineering di Ekrut, supaya kamu lebih familiar dan tertarik untuk bekerja juga sebagai seorang engineer.

sign up EKRUT

Sumber: 

  • geeksforgeeks
  • bilabil
  • pressburner
  • Youtube Pintaar
  • Youtube Study with Student
  • Youtube Afiana Nabilla
  • Youtube Kost Dev

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    rapid-application-development-adalah-EKRUT.jpg

    jobs

    Informasi lengkap Rapid Application Development dan tahapannya

    Nur Lella Junaedi

    16 August 2022
    5 min read
    Sql_HL.jpeg

    Technology

    SQL: Pengertian, Manfaat, hingga 5 Daftar Pekerjaan yang Memerlukan Skill SQL

    Chey Yuanita

    15 August 2022
    5 min read
    engineering-manager-EKRUT.jpg

    Careers

    8 Tips sukses menjadi Engineering Manager

    Tsalis Annisa

    15 August 2022
    5 min read

    Video