Published on

Careers

Kenali quarter life crisis, penyebab, dan 5 cara mengatasinya

Anisa Sekarningrum

1._Memahami_apa_itu_quarter_life_crisis__penyebab__dan_5_cara_mengatasinya.jpg

Pernahkah kamu merasa hidup kamu tidak bermakna, merasa kamu tidak memiliki tujuan hidup, atau kamu merasa tidak bahagia dalam hidup kamu?

Mungkin kamu sedang mengalami quarter life crisis atau krisis seperempat abad. Simak penjelasan mengenai penyebab juga tanda-tanda quarter life crisis dan bagaimana cara mengatasinya di artikel ini untuk membantu kamu.

Apa itu quarter life crisis?

apa itu quarter life crisis
Quarter life crisis menyebabkan kekecewaan pada 86% milenial - EKRUT

Nathan Gehlert, Ph.D., seorang psikologi dari Washington D.C. menjelaskan bahwa quarter life crisis adalah periode pencarian jiwa yang intens dan stres pada pertengahan usia 20 tahun hingga awal 30 tahun karena tidak adanya pencapaian potensi penuh atau tertinggal. 

Quarter life crisis adalah periode ketidakpastian dan pencarian jiwa yang umum terjadi di kalangan anak muda saat mereka merasa terjebak, tidak terinspirasi dan sedang berjuang mempertanyakan arah karir, hubungan percintaan dan tujuan hidup secara keseluruhan.

Disebutkan dalam artikel The Guardian, quarter life crisis menyebabkan rasa tidak aman, kekecewaan, kesepian dan depresi kepada 86% generasi milenial. Contohnya ketika seseorang merasa terjebak dalam karir dan merasa buntu sementara teman-temannya sedang berada di posisi teratas pada pekerjaan mereka. Di sisi lain, teman-teman dia yang lainnya sudah menikah dan memiliki anak sementara dia belum menemukan pasangan yang cocok. 

Baca juga: 5 Cara hadapi quarter life crisis dan bertahan di tempat kerja 

Ternyata inilah 5 penyebab quarter life crisis

penyebab quarter life crisis
Putus cinta adalah salah satu penyebab quarter life crisis - EKRUT

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan quarter life crisis, seperti:

1. Ekspektasi dari orang lain 

Mendapatkan beban ekspektasi dari orang lain dapat menjadi beban mental terhadap diri kamu sendiri yang akhirnya menyebabkan stres berkepanjangan. Contohnya seperti ekspektasi keluarga terhadap kamu yang harus menikah sebelum menginjak usia 30 tahun.

2. Mengalami masalah pekerjaan atau finansial

Seringkali masalah karir seperti diberhentikan dari pekerjaan karena pandemi atau masalah finansial contohnya tidak memiliki tabungan saat tidak memiliki pekerjaan menjadi beban stres yang menyebabkan kamu mengalami quarter life crisis.

3. Mengalami putus cinta setelah menjalani hubungan yang serius 

Kamu mungkin merasakan kecewa, kesedihan, dan putus asa setelah putus cinta dengan pasangan yang telah lama menjalin hubungan bersama yang tentunya wajar jika kamu merasakan stres atau krisis seperempat abad.

4. Melihat teman sebaya sudah mencapai impiannya lebih dulu

Untuk beberapa orang, mungkin tidak mudah saat melihat teman SMA atau bahkan junior saat kuliah mendapat promosi dan memiliki jabatan yang lebih tinggi dari kamu atau saat mereka mendapat kesempatan untuk sekolah ke luar negeri. 

5. Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya 

Pastilah sulit saat kamu memutuskan untuk hidup sendiri dan jauh dari keluarga. Kamu harus bisa mengatur keuanganmu dengan cermat dan bijak sambil menahan godaan dan nafsu untuk berfoya-foya. 

Baca juga: Work-life balance, apakah benar-benar ada? Ini jawabannya 

Pernah mengalaminya? Ini 5 tanda-tanda quarter life crisis

tanda-tanda quarter life crisis
Tanda quarter life crisis adalah tidak bahagia dengan rutinitas - EKRUT

Berikut adalah beberapa tanda-tanda quarter life crisis yang mungkin kamu rasakan:

1. Merasa tidak bahagia menjalani rutinitas saat ini

Salah satu tanda quarter life crisis yang paling mudah dikenali adalah merasa tidak bahagia saat menjalani rutinitas sehari-hari. Kamu merasa tidak bahagia dalam menjalani pekerjaan, kamu bahkan tidak menikmati makanan favoritmu, atau kamu merasa pasanganmu tidak cukup membuatmu bahagia. 

Kamu mungkin terlalu fokus terhadap perasaan tentang ketidakbahagiaan ini, sampai-sampai kamu lupa bahwa ada beberapa hal kecil yang mungkin dengan mudah dapat membuatmu bahagia. Daripada memfokuskan diri kamu ke dalam perasaan tidak bahagia terhadap rutinitas yang kamu jalani, kamu mungkin bisa mencoba mengalihkan perhatianmu yang mencoba hal-hal lain yang bisa membuatmu bahagia, seperti menonton film, berkaraoke bersama teman-teman, dll. 

2. Sering mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan

Mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan adalah hal yang sangat wajar dan terjadi kepada hampir semua orang, karena sederhananya kamu tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti. Kamu mungkin mencemaskan kapan kamu akan berhenti dari pekerjaanmu saat ini, kapan kamu akan menikahi pasanganmu atau berapa jumlah tabunganmu sepuluh tahun nanti. Namun daripada mengkhawatirkan tentang hal yang belum terjadi, kamu bisa mencoba untuk fokus terhadap hal yang bisa kamu lakukan saat ini. Fokus kepada hubungan yang kamu miliki saat ini atau pekerjaan yang sedang kamu jalani sekarang. 

Sambil kamu terus berusaha yang terbaik dalam menjalankan semua hal tersebut agar kamu bisa meyakinkan diri kamu bahwa apa pun yang terjadi di masa depan nanti, adalah hasil terbaik dari usaha yang kamu lakukan sekarang. 

3. Kamu membandingkan diri kamu dengan teman-teman atau orang lain

Pada tahap kehidupan kamu, mungkin ada saatnya ketika kamu pergi ke pesta pernikahan teman atau saat kamu mengucapkan selamat kepada temanmu yang baru mendapat promosi jabatan. Peristiwa-peristiwa ini mungkin bisa membuat kamu stres dan membandingkan diri kamu dengan teman kamu, “Mengapa saya belum mengalami hal tersebut?”

Sebetulnya membandingkan dirimu dengan orang lain adalah hal yang lumrah dan banyak dilakukan orang lain, hanya saja perilaku ini dapat berakibat buruk terhadap kesehatan mental kamu. Daripada membandingkan diri kamu dengan orang lain, cobalah untuk melihat ke dalam diri kamu dan mencoba bersyukur terhadap apa yang sudah kamu miliki bahkan terhadap hal kecil sekalipun. Contohnya, bersyukurlah kamu tidak dipaksa menikah dengan orang yang salah atau tidak terjebak dalam hubungan yang menyedihkan. Kamu juga bisa mengurangi aktivitas scrolling media sosial untuk sementara waktu agar tidak ada kesempatan bagi diri kamu membandingkan dengan orang lain. 

Baca juga: Meningkatkan produktivitas kerja pada 2020 dengan deretan tools ini 

4. Khawatir bahwa kamu tidak akan pernah menemukan soulmate

Kamu mungkin memang harus mengalami beberapa kali putus cinta sebelum bertemu dengan pasangan sejatimu. Bisa jadi menghadiri pernikahan teman dekatmu membuatmu semakin sedih dan putus asa terhadap cinta. Namun di masa sekarang, banyak cara untuk mendapatkan pasangan. Kamu bisa mencoba berkenalan dengan relasi dari teman-temanmu atau bahkan mencoba aplikasi kencan di mana kamu bisa mencari pasangan yang punya ketertarikan yang sama denganmu. 

5. Kamu khawatir dengan kondisi keuangan dan karirmu

Di usia 20 tahun-an, kamu mungkin belum mendapat pekerjaan atau memiliki karir sesuai dengan impian kamu. Kesulitan mencari pekerjaan yang ideal ini akhirnya berhubungan juga dengan kondisi keuanganmu yang akhirnya membuat kamu stres saat kamu tidak memiliki uang sementara tagihanmu semakin banyak. Jangan berhenti untuk mengejar karir impianmu, tapi kamu juga sebaiknya tidak menutup kesempatan yang hadir di depan matamu.

Contohnya mungkin saat ini kamu harus memulai melakukan pekerjaan lepas untuk mengatasi masalah keuangan, tapi kamu tidak boleh berputus asa dan terus melakukan hal yang terbaik terhadap pekerjaan apa pun yang kamu lakukan karena mungkin saja usahamu sekarang akan mengantarkan kamu kepada karir impian yang akan kamu raih di masa depan. 

Baca juga: Yuk, terapkan 6 tips meningkatkan produktivitas kerja berikut! 

5 Cara menghadapi quarter life crisis berikut ini

cara menghadapi quarter life crisis
Memiliki support system dapat membantu kamu menghadapi quarter life crisis - EKRUT

Berikut adalah beberapa cara yang bisa membantu kamu menghadapi quarter life crisis:

1. Ingatkan diri kamu bahwa ini adalah sesuatu yang normal

Quarter life crisis adalah fenomena yang sepenuhnya normal, sehingga kamu perlu mengingatkan diri kamu sendiri bahwa perjuangan yang kamu lakukan juga dilakukan oleh orang lain dan hal ini 100% normal. 

Tidak ada yang salah dengan diri kamu dan perasaan yang kamu rasakan adalah valid. Setelah kamu menyadarinya, kamu akan menemukan cara untuk mengatasi quarter life crisis dalam kehidupan kamu.

2. Kenali diri lebih dalam dan belajar mencintai diri sendiri

Dengan mengenal diri sendiri lebih dalam, kamu bisa melihat kekuatan diri kamu yang sebenarnya, hal yang kamu miliki, dan akhirnya kamu bisa menghargai serta mencintai diri kamu sendiri. 

Mulailah memperhatikan apa yang kamu butuhkan, hal yang kamu sukai dan membuatmu nyaman serta kegiatan yang ingin kamu lakukan. Wujudkan semua hal tersebut satu per satu dan tanpa kamu sadari, hal-hal kecil ini dapat membuat hidup kamu lebih menyenangkan. 

3. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri kamu dengan apa yang sudah dicapai orang lain hanya akan berujung terhadap stres dan membuat kamu semakin khawatir. Sehingga kamu sebaiknya lebih fokus terhadap apa yang kamu inginkan dalam hidup kamu. 

Untuk mencapai hal yang kamu inginkan mungkin akan sulit, namun bukan berarti hal itu mustahil dan tidak bisa kamu raih. Kuncinya adalah fokus melewati hari-hari kamu dan melakukan apa pun yang bisa kamu lakukan sekarang dengan sebaik mungkin. 

Yakinlah bahwa usaha yang kamu kerjakan sekarang perlahan-lahan akan menjadi hasil yang baik dan suatu saat kamu juga akan mencapai tujuan hidupmu sama seperti orang lain.

4. Ubah keraguan menjadi tindakan

Di masa quarter life crisis seringkali seseorang menghabiskan waktu hanya untuk berpikir buruk dan terus khawatir terhadap hidupnya. Sementara di waktu-waktu tersebut, sebetulnya dia bisa memanfaatkannya menjadi hal yang lebih bermakna yang mungkin akan membantunya bangkit dari kekhawatiran. 

Cobalah untuk mengisi hari-hari kamu dengan sesuatu yang positif untuk menemukan jawaban atas keraguan kamu, hingga akhirnya jawaban tersebut akan datang dengan sendirinya. 

Seperti contoh, saat kamu merasa ragu dengan pekerjaan atau arah karir yang kamu pilih, kamu mungkin bisa mencoba menambah wawasan atau pilihan untuk diri kamu sendiri dengan mengikuti kelas online untuk menambah keterampilan atau bahkan berdiskusi dengan temanmu untuk mendapatkan solusi.

5. Temukan support system atau orang-orang yang bisa mendukung kamu

Memiliki support system atau orang-orang yang selalu akan mendukung apa pun yang kamu lakukan adalah hal terbaik untuk mengatasi quarter life crisis. Cobalah untuk terbuka dan bercerita kepada orang-orang terdekat yang kamu percaya seperti keluarga, teman atau pasangan terhadap kekhawatiran yang kamu alami.

Kamu juga bisa mencari orang-orang yang memiliki minat yang sama, atau yang mengalami hal yang kamu rasakan, bahkan yang bisa menginspirasi kamu menjadi orang yang lebih baik. Sehingga kamu tidak merasa sendiri dalam menjalani hidup atau kesulitan yang sedang kamu rasakan. 

Baca juga: 8 Tips pengembangan karir untuk kesuksesan di masa depan 

Untuk kamu yang saat ini masih belum memiliki pekerjaan, yuk coba daftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang juga di Daftar sekarang di EKRUT!!

Itu tadi informasi mengenai quarter life crisis, cobalah untuk terus melakukan hal-hal positif untuk membantu kamu berpikir positif juga. Tonton juga video berikut ini mengenai tips mengambil keputusan yang mungkin bisa membantu kamu. Semoga berhasil!

SIGN UP EKRUT

Sumber: 

  • forbes
  • zipia
  • themuse
  • myimperfectlife.com
  • www.alodokter.com

Tags

Share