Careers

Solusi Mengatasi Stres Saat WFH dengan Retail Therapy yang Bikin Bahagia

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Detty Risetya

Writing articles, review product, copywriter, digital marketing, SEO writing and web content writer.

cover_(5).jpg

Kebanyakan orang mungkin masih asing dengan istilah retail therapy. Padahal, bisa saja kamu pernah melakukannya. Coba ingat-ingat, pernahkah kamu merasa senang setelah belanja tas branded atau sepatu idaman? Kalau pernah, aktivitas inilah yang populer dikenal sebagai retail therapy. Bagi sejumlah orang, berbelanja bisa menjadi terapi untuk mengangkat suasana hati, melupakan kesedihan atau kebosanan, serta menghibur diri agar perasaan jauh lebih bahagia. Di artikel kali ini akan membahas manfaat dari retail therapy, serta bagaimana cara meredakan stres dengan retail therapy.

Apa itu retail therapy?


Retail therapy membantu sejumlah orang merasa bahagia dan meredam stres. (Sumber: Pexels)

Sepintas, pasti kamu sudah mulai memahami apa itu retail therapy, kan? Pada dasarnya, retail therapy adalah cara seseorang menyenangkan diri sendiri dan memuaskan keinginannya dengan pergi berbelanja. Studi menemukan bahwa sekitar 62% pembeli berbelanja sesuatu untuk menghibur atau menyenangkan diri sendiri.

Selain itu, terdapat sekitar 28% orang yang berbelanja atau membeli sesuatu hanya karena merayakan momen spesial dalam hidupnya. Padahal, mungkin mereka sedang tidak membutuhkan barang tersebut. Namun, retail therapy menjadi suatu kegiatan yang tetap dilakukan. Sebab, pembeli ingin memenuhi keinginan dan memuaskan keinginannya saat membeli suatu produk yang diidamkan.

Baca juga: Mengenal Apa itu Art Therapy

Manfaat retail therapy


Belanja dapat mengalihkan kesedihan atau stres dengan memenuhi keinginan. (Sumber: Pexels)

Sejumlah orang menganggap bahwa retail therapy hanya pemborosan uang. Akan tetapi, sebetulnya terdapat beberapa manfaat retail therapy sebagai berikut.

1. Mengembalikan kendali diri 

Para ahli mengatakan berbelanja dapat mengembalikan perasaan kendali atas hidup dan rasa percaya diri. Penelitian menemukan bahwa membeli barang yang disukai dapat 40x lebih efektif memberikan rasa kendali atas hidup dibandingkan ketika sedang tidak berbelanja.

2. Meningkatkan suasana hati

Berbelanja dapat melepaskan hormon dopamin di otak yang menciptakan perasaan bahagia, bersemangat, dan antusias. Inilah mengapa kamu merasa lebih baik dan gembira. Dopamin adalah hormon otak yang bisa membuat perasaan jauh lebih baik.

3. Interaksi sosial

Berbelanja membuatmu pergi ke luar rumah dan menemukan suasana berbeda. Terlebih lagi, di mall atau pertokoan banyak dekorasi yang menarik, bertemu banyak orang, mengobrol, dan interaksi sosial. Sehingga, dapat menghibur dan mengalihkan perhatian dari kesedihan.

Baca juga: 3 Cara Menghitung Diskon yang Benar dengan Rumus

5 Solusi mengatasi stres dengan retail therapy


Belanja bersama teman atau sendiri memberikan kepuasan yang berpengaruh pada suasana hati. (Sumber: Pexels)

Meskipun siapa saja bisa berbelanja, namun tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat retail therapy. Ada kalanya setelah berbelanja, seseorang malah merasa bersalah atau menyesal karena mengeluarkan terlalu banyak uang untuk barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Agar retail therapy dapat menjadi solusi mengatasi stres, mari ikuti beberapa tips berikut.

1. Buat tabungan khusus retail therapy

Saat mengalokasikan dana atau anggaran belanja, buatlah tabungan terpisah agar tidak mempengaruhi kebutuhan sehari-hari lainnya yang mendesak. Kamu bisa membuat anggaran khusus retail therapy.  Jadi, ketika uang atau dana khusus retail therapy sudah habis, kamu sudah tahu waktunya berhenti berbelanja.

2. Melacak atau mencatat pembelian

Ada beberapa jenis pembelian yang dilakukan berdasarkan kebutuhan, seperti bahan makanan, uang sewa, tagihan bulanan, dan lain-lain. Namun, ada beberapa jenis pembelian lain yang dilakukan hanya karena ingin memperbaiki suasana hati. Catat apa saja jenis pembelian yang bagus untuk meningkatkan suasana hatimu. Dengan begitu, periode retail therapy berikutnya kamu sudah memahami produk apa yang bisa meningkatkan mood. Contohnya, belanja parfum dengan aroma buah, pergi ke tempat spa, dan lain-lain.

3. Pastikan 30% untuk dana tabungan

Selain melacak apapun yang sudah kamu beli untuk meningkatkan mood, pastikan juga agar tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Idealnya, kamu perlu menyisakan 30% dari total penghasilan untuk menabung atau uang simpanan ketika kondisi darurat.

4. Hindari pembelian impulsif

Sebelum memutuskan untuk membeli atau berbelanja sesuatu, pertimbangkan dulu selama 24 jam. Jika kamu bangun keesokan hari dan merasa keuangan masih stabil untuk membeli barang tersebut, maka tidak masalah untuk membelinya. Hindari pembelian impulsif yang akan menjebak finansial dan menghabiskan anggaran di luar kemampuan keuangan. Katakanlah jika tas yang ada saat ini masih bagus, mungkin kamu perlu menunda belanja tas baru dan mengalokasikan dana untuk membeli barang yang lebih penting lainnya.

5. Berburu diskon dan promo

Retail therapy seharusnya membuat kamu merasa gembira dan riang setelah berbelanja, bukan malah merasa stres atau bersalah karena terlalu boros. Jadi, tak ada salahnya rutin memeriksa promo atau diskon di marketplace atau website belanja online agar belanja makin hemat. Bila perlu, kamu bisa membandingkan harga antara toko online atau pedagang lain untuk menghemat pengeluaran belanja.

Baca juga: Kenali Apa itu Direct Selling dan 5 Tipsnya 

Nah, apakah kamu termasuk orang yang suka retail therapy? Boleh saja, asalkan kamu bisa menjaga anggaran tetap seimbang. Agar penghasilan dan pengeluaran tetap stabil, pastikan kariermu makin berkembang dan meraih finansial yang mapan. EKRUT hadir sebagai platform rekrutmen profesional yang siap membantumu meraih kesuksesan. Di laman EKRUT Media dan YouTube Official EKRUT, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi seputar peluang kerja dan tips karier. Yuk, sign up EKRUT sekarang untuk mewujudkan karier sukses sesuai minatmu!

https://lh5.googleusercontent.com/GlphcN_RKLGrATnFMAYFxskIqF0loRi9fR0rb5lD35b1vFlor6NmRhUkUgfqD_lPXe4DkRXmGahtSRCEIAMjyhhRyjpgwvMo5jVUyidD1IZQ68hHiwPXOdE2IA_sSwIPAekeuOhwKhwV6jAPwA

Sumber:

  • webmd.com
  • verywellhealth.com
  • health.clevelandclinic.org
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    13 February 2023
    6 min read
    H1_1._Cara_Menulis_Artikel_yang_Baik_Untuk_Pemula.jpg

    Careers

    10 Cara Menulis Artikel yang Baik dan Benar untuk Pemula

    Anisa Sekarningrum

    19 December 2022
    5 min read
    ucapan_perpisahan_kerja_-_EKRUT.jpg

    Careers

    Tips Menyampaikan Kata-kata Perpisahan Kerja yang Berkesan beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    19 December 2022
    7 min read

    Video