Technology

Apa Itu Server? Berikut Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan 12 Jenisnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Algonz D.B. Raharja

A passionate ecological researcher and writer who loved to learn about SEO and content writing for marketing purposes

H1_Server.jpg

Dalam dunia teknologi informasi, keberadaan server menjadi penting karena berhubungan dengan penyimpanan, pemrosesan, hingga pengelolaan data untuk suatu kebutuhan tertentu. Keberadaan server juga kini digunakan untuk menunjang perkembangan bisnis berbasis TI seperti e-commerce dan fintech. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan server serta apa saja jenisnya? Mari simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, 5 Jenis Web Hosting, dan Tips Memilihnya

Apa itu server?


Server merupakan komputer atau perangkat keras maupun lunak yang bertugas menyimpan, memproses, dan mengelola data jaringan (Sumber: Pexels)

Dilansir dari ServerWatch, server diartikan sebagai komputer berdaya tinggi yang dibuat untuk menyimpan, memproses, dan mengelola data jaringan, perangkat, dan sistem. Secara teknis, server merupakan mesin yang secara organisasional bergerak untuk menyediakan perangkat dan sistem jaringan dengan sumber daya tertentu. Dalam ranah bisnis atau perusahaan, server digunakan dengan skalabilitas kritis tertentu untuk memenuhi efisiensi dan kelangsungan bisnis.

Menurut Techtarget, server merupakan perangkat atau program komputer yang menyediakan layanan ke program-program komputer lain. Sementara itu, sebagai pusat data, server didefinisikan sebagai komputer fisik atau non-fisik yang dapat memproses permintaan program klien tertentu. Secara umum, server merupakan ruang komputasi yang mampu menampung dan memproses beban kerja intensif dari seluruh program komputer di suatu jaringan tertentu dan melampaui kemampuan komputer konvensional.

Baca juga: Mengenal Rest API Server Beserta Kelebihan dan Cara Membuatnya

Bagaimana cara kerja server?


Server bekerja dengan mengumpulkan data yang akan diakses klien lalu mendistribusikan data sesuai permintaan klien (Sumber: Pexels)

Secara sederhana, cara kerja server dapat dijelaskan sebagai pengelola sumber daya jaringan antar klien. Pengelolaan jaringan ini seperti misalnya terdapat pada akses ke jaringan tertentu, melakukan pengiriman surel, pengelolaan situs jejaring, hingga pengelolaan pekerjaan cetak di suatu kantor dengan basis server komputer.

Server umumnya digunakan untuk menampung dan memproses segala bentuk data atau kinerja seperti surel dan beberapa situs jejaring dalam hosting. Dilansir dari situs HewlettPackard, secara teknis server bekerja sebagai penyimpan, pengirim, dan penerima data. Dengan kata lain, server bertugas “melayani” berbagai kepentingan komputasi berbasis data.

Baca juga: Mengenal Jaringan Komputer Mulai dari Tujuan Hingga Cara Kerjanya

Manfaat dan fungsi server


Manfaat utama server adalah untuk menjadi basis perantara antara pengguna dan data dengan akses mudah (Sumber: Pexels)

Jika diringkas, server memiliki manfaat untuk menjadi basis pengelolaan suatu data dalam suatu jaringan agar mudah diakses dan disimpan. Adapun beberapa fungsi server yang umum diketahui adalah sebagai berikut.

  • Fungsi skalabilitas, server bertugas untuk melayani sejumlah perangkat atau komputer yang dioperasikan oleh pengguna dengan beban kerja fluktuatif. Hal ini membuat server memiliki kemampuan skalabilitas tertentu dalam mengakses dan mengelola data.
  • Fungsi teknis, server merupakan komputer yang lebih berdaya tinggi dan berkemampuan lebih dari komputer konvensional. Hal ini membuatnya memiliki kemampuan pemrosesan tinggi dengan spesifikasi prosesor dan memori tinggi agar bisa menanggapi beban kerja jaringan.
  • Fungsi kolaborasi, server dibangun dari data-data dalam jaringan yang bergerak dari sejumlah komputer atau pengguna. Hal ini membuat server berdiri sebagai sumber daya jaringan bersama. Sehingga, keberadaan server bisa dikatakan sebagai titik kolaborasi data komputer dalam suatu jaringan tertentu.
  • Fungsi ekonomis, jika ditilik dari efisiensi ekonomisnya, server dapat menghemat biaya dan waktu dalam pemrosesan dan mengurangi tekanan pada perangkat jaringan internal yang berbasis pada server terkait.

Baca juga: IT Support: Pengertian, Gaji, Skills, Tools & KPI

12 Jenis server


Server dibedakan menjadi berbagai jenis berdasarkan bentuk, ukuran, dan desainnya (Sumber: Pexels)

Server dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan bentuk, ukuran, dan desain. Berikut ini adalah berbagai jenis server yang umum diketahui.

1. Application server

Application server merupakan kerangka kerja atau lingkungan di mana suatu aplikasi dapat berjalan. Server jenis ini digunakan dalam proses pengembangan aplikasi dan juga menjalankan aplikasi berbasis web. Contoh server jenis ini adalah .NET Framework. Keunggulan application server adalah menyediakan integritas data dan kode yang memungkinkan pendekatan terpusat pada pembaruan dan peningkatan kinerja aplikasi.

2. Cloud computing

Jenis server yang umum digunakan saat ini adalah server berbasis cloud computing. Server jenis ini digunakan untuk menyediakan layanan melalui jaringan oleh kumpulan server jarak jauh. Sistem cloud atau awan penyimpanan ini menyediakan kekuatan pemrosesan dan penyimpanan besar dan terdistribusi dengan aksesibilitas tinggi. Meski begitu, tentu saja server jenis ini amat tergantung pada koneksi internet.

Baca juga: Mengenal Web Server: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Jenisnya

3. Blade

Blade merupakan jenis server berdasarkan bentuknya. Server ini merujuk pada router jaringan dan perangkat lain yang umumnya disebut sebagai expansion module. Server jenis ini memiliki kepadatan tinggi dalam satu unit rak yang mampu menampung banyak server berbeda. Selain menghemat ruang, server jenis ini juga memudahkan pemeliharaan.

4. Dedicated server

Dedicated server merupakan server yang bersifat khusus dan umumnya digunakan oleh satu perusahaan untuk akses privat internal saja. Server jenis ini juga memberikan kebebasan klien untuk menentukan sistem operasi maupun perangkat keras apa yang akan digunakan.

5. Database server

Database server merupakan sistem komputer yang menyediakan layanan kepada komputer lain dengan layanan terkait akses dan pengambilan data. Umumnya, server jenis ini menggunakan siklus front-end dan back-end untuk dapat mengakses informasi dalam basis data terkait secara otomatis. Data yang diminta ini nantinya akan tersampaikan kepada pengguna sesuai permintaan.

6. File server

File server merupakan jenis server berupa komputer di sebuah jaringan yang digunakan untuk menyediakan akses bagi pengguna terhadap berbagai dokumen.

Baca juga: 5 Cara Membuat Website Pribadi untuk Personal Branding

7. Mail server

Berdasarkan cara kerjanya, server jenis ini bekerja hampir serupa dengan peran kantor pos yang menyimpan surat, memilah dan menyortir, hingga didistribusikan sesuai tujuannya. Server jenis ini umumnya berupa komputer jarak jauh yang menyimpan berbagai pesan surel untuk klien. Server ini banyak digunakan dalam platform penyedia jasa layanan surat elektronik.

8. DNS server

DNS server merupakan domain name system atau server dengan layanan menerima permintaan klien yang berisi nama domain, nama host, dan memberikan respons sesuai alamat IP.

9. Print server

Print server merupakan komputer atau perangkat mandiri yang bertanggung jawab untuk mengelola satu atau lebih printer di dalam satu jaringan tertentu. Server jenis ini merupakan server untuk pekerjaan cetak yang tidak memerlukan komputer berkecepatan tinggi.

10. Proxy server

Server jenis proxy merupakan program atau bagian dari komputer lain yang memisahkan jaringan lokal (internal) dengan jaringan eksternal. Sederhananya, server jenis ini merupakan perantara koneksi komputer klien dengan halaman situs yang akan diakses lewat internet. Proxy umumnya dapat melindungi komputer klien dari malware dari situs tertentu.

11. SAS server

SAS merupakan standalone server atau server yang berdiri sendiri atau tidak bergantung pada layanan atau server lain.

12. Web server

Web server merupakan server yang terdiri dari komputer atau kumpulan komputer yang digunakan untuk mengirimkan halaman situs dan konten situs lain ke berbagai pengguna. Contoh server jenis ini adalah Nginx, Savant, Tomcat, Apache, dan IIS.

Baca juga: Memahami Big Data Mulai dari Kegunaan dan Tipenya

Nah, itulah tadi penjelasan singkat dan sederhana mengenai apa itu server. Bagi awam yang tidak mempelajari komputer, tentu pengetahuan mengenai server ini berguna buatmu. Apalagi, jika kamu bekerja di perusahaan yang seluruh data operasionalnya berbasiskan sebuah server internal (dedicated).

Bagi kamu yang belum berkesempatan untuk mendapatkan kesempatan berkarier, EKRUT bisa menjadi teman profesional untuk menjawab kekhawatiranmu. Dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu bisa mendapatkan berbagai informasi perihal karier dan kesempatan berkarier. Caranya mudah, kamu hanya perlu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT dan temukan karier pertamamu bersama EKRUT.

Sumber:

  • hp.com
  • serverwatch.com
  • computerhope.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    aaron-weiss-_x6XZ_jp0g8-unsplash_(2).jpg

    Technology

    Cara Berjualan di TikTok Shop dan 6 Tips Agar Cepat Laris

    Fakhrizal Muttaqien

    05 December 2022
    6 min read
    H1_Wifi_Portable.jpg

    Technology

    8 Rekomendasi WiFi Portable Terbaik dan Lengkap dengan Daftar Harganya

    Algonz D.B. Raharja

    05 December 2022
    6 min read
    cache-dan-cookies-EKRUT.jpg

    Technology

    Fungsi cache dan cookies yang tak banyak diketahui!

    Maria Yuniar

    28 November 2022
    4 min read

    Video