Published on

Technology

Mengenal Web Server: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Jenisnya

Natasya Primatyassari

H1_Mengenal_Web_Server.jpg

Ketika sedang berselancar di dunia maya, pernahkah kamu menemukan web yang membutuhkan waktu sangat lama untuk memuat halamannya atau bahkan gagal memuat halaman web tersebut? Bisa jadi hal itu dikarenakan web server yang kurang memadai. Simak penjelasan lengkap tentang web server melalui artikel di bawah ini.

Apa itu web server?


Web server membantu proses transfer data dari situs web menuju browser (Sumber: Unsplash)

Menurut hostinger.com, secara sederhana, web server adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menyimpan, memproses, dan mengirimkan data dari situs web menuju browser atau peramban web. Web server terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) untuk merespon permintaan pengguna web yang dilakukan melalui World Wide Web.

Melalui proses ini, web server memuat dan mengirimkan halaman yang diminta agar dapat muncul di web browser pengguna, seperti Google Chrome atau Firefox. Web server juga menggunakan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) dan File Transfer Protocol (FTP) untuk memproses file yang digunakan untuk berkirim email, transfer file, dan penyimpanan.

Baca juga: Apa Itu Server? Berikut Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan 12 Jenisnya

Bagaimana cara web server bekerja?


Web server bekerja menggunakan sistem klien-server (Sumber: Freepik)

Web server bekerja menggunakan struktur klien-server. Dengan metode ini, suatu program yang bertindak sebagai klien, misalnya Google Chrome atau Firefox, akan meminta sumber daya atau layanan dari program lain yang disebut server. Untuk memproses permintaan tersebut, web server melakukan langkah-langkah sebagai berikut seperti dilansir dari hostinger.com.

  • Ketika pengguna web ingin memuat konten dari sebuah situs web, browser web yang digunakan akan meminta akses melalui internet. Hal ini disebut permintaan HTTP.
  • Kemudian browser web mencari alamat IP situs web yang diminta dengan menerjemahkan URL halaman web melalui Domain Name System (DNS) atau dengan mencari melalui cache-nya. Proses ini akan melacak web server yang digunakan untuk menyimpan data-data dari situs tersebut.
  • Web server menerima permintaan HTTP dan memprosesnya melalui server HTTP yang dimiliki. Setelah server HTTP menerima permintaan, ia akan mencari melalui file server untuk mendapatkan data yang relevan.
  • Setelah itu, web server meneruskan file situs ke browser web yang digunakan oleh klien agar pengguna web dapat melihat konten dari situs web tersebut.

Namun, jika server HTTP gagal menemukan atau memproses file yang diminta, server akan merespons browser web dengan mengirimkan notifikasi eror. Salah satu yang paling umum adalah 404 eror atau 403 eror yang dapat muncul jika terdapat masalah perizinan. Selain itu, jika web server gagal menerima respon dengan tepat waktu dari server lain yang bertindak sebagai proxy atau gateway, notifikasi yang muncul adalah 504 eror.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, 5 Jenis Web Hosting, dan Tips Memilihnya

Fungsi web server


Salah satu fungsi web server adalah menampilkan data yang diminta oleh pengguna (Sumber: Unsplash)

Web server merupakan bagian dari jaringan internet dan intranet yang memiliki tiga fungsi utama sebagai berikut seperti dikutip dari niagahoster.co.id.

1. Mengirimkan data yang diminta oleh pengguna

Tugas utama yang dijalankan oleh web server adalah mengirimkan data yang diminta oleh pengguna atau klien. Data yang dimaksud dapat berupa skrip, teks, gambar, dan sebagainya.

2. Menjaga keamanan sistem

Dalam menjalankan tugasnya mengirimkan data, web server dibantu juga oleh HTTP/HTTPS. HTTP/HTTPS ini ibarat kurir pembawa informasi yang hanya melayani lalu lintas antara web yang diakses dengan web server. Oleh karena itu, proses transfer data bersifat privat dan tidak bisa diakses begitu saja oleh publik.

Meskipun begitu, HTTPS lebih aman daripada HTTP karena lalu lintas data lebih tertutup dan data yang dikirimkan sudah dienkripsi atau diubah menjadi kode rahasia. Hacker yang ingin mencuri data tidak bisa membaca dan mengambil begitu saja. Berbeda dengan HTTPS, lalu lintas data melalui HTTP tidak dienkripsi sehingga hacker dapat langsung membaca data sensitif, seperti email dan nomor rekening, yang kamu miliki dengan mudah.

3. Membersihkan cache web

Web server sangat mempengaruhi kecepatan web dalam memuat halaman. Hal tersebut dikarenakan web server yang bagus sudah pasti memiliki sistem caching yang canggih. Sistem caching berguna untuk menyimpan data sementara pada sistem. Sebagai contoh, jika kamu sudah pernah mengunjungi web EKRUT, halaman web akan tampil lebih cepat saat kamu mengunjungi kedua kalinya karena web server sudah menyimpan ‘jalan pintas’. Sayangnya, terlalu banyak caching juga dapat memperlambat kinerja website. Nah, di sinilah peran web server memilah cache yang sudah tidak terpakai dan dapat dihapus.

Baca juga: Mengenal Hosting: Pengertian, Fungsi, 5 Jenis Web Hosting, dan Tips Memilihnya

Jenis-jenis web server


Situasi ruang web server (Sumber: Unsplash)

Terdapat beberapa jenis web server yang sering digunakan. Dilansir dari techtarget.com, berikut adalah di antaranya.

1. Apache

Apache adalah salah satu contoh web server yang paling banyak digunakan saat ini. Web server yang dikembangkan oleh Apache Software Foundation ini berbentuk open source dan gratis untuk pengguna Windows, Mac OS X, Unix, Linux, Solaris, dan sistem operasi lainnya.

2. Internet Information Service (IIS)

Web server ini dikembangkan oleh Microsoft untuk sistem operasi Microsoft. Meskipun kurang populer, IIS cukup banyak digunakan dan telah berevolusi secara masif sejak pertama kali dikenalkan sekitar dua dekade yang lalu.

3. Nginx

Nginx (dibaca Engine X) adalah perangkat lunak web server populer yang awalnya hanya berfungsi untuk melayani web HTTP. Nginx dikenal karena kecepatan dan kemampuannya untuk menangani banyak koneksi. Oleh karena itu, banyak situs web dengan lalu lintas tinggi menggunakan layanannya.

Baca juga: Mengenal Jaringan Komputer Mulai dari Tujuan Hingga Cara Kerjanya

Dynamic vs static web server


Web server dapat menyajikan konten statis atau dinamis (Sumber: Freepik)

Web server dapat digunakan untuk menyajikan konten statis atau dinamis. Konten statis mengacu pada konten yang ditampilkan apa adanya, sedangkan konten dinamis dapat diperbarui dan diubah. Menurut techtarget.com, static web server terdiri dari komputer dan perangkat lunak HTTP. Metode ini dianggap statis karena server akan mengirim file yang dimiliki dengan apa adanya ke browser.

Static web dynamic terdiri dari server web dan perangkat lunak lain seperti server aplikasi dan basis data. Metode ini dianggap dinamis karena server aplikasi dapat digunakan untuk memperbarui file yang dimiliki sebelum diteruskan ke browser. Web server dapat menghasilkan konten ketika diminta dari database. Meskipun terlihat lebih fleksibel, cara kerja static web dynamic juga lebih rumit.

Baca juga: 5 Cara Membuat Website Pribadi untuk Personal Branding

Nah, jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai web server atau bahkan ingin meniti karier di bidang tersebut, kamu bisa mulai mewujudkannya dengan sign up di EKRUT. Di sana terdapat berbagai pilihan karier yang dapat kamu sesuaikan dengan minatmu. 

Sumber:

  • hostinger.com
  • techtarget.com
  • niagahoster.co.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    pexels-steve-johnson-13078553.jpg

    Technology

    Animasi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

    Tio Derma

    21 September 2022
    8 min read
    0-youtube-dashboard.jpg

    Technology

    Apa Itu YouTube Dashboard? Berikut Penjelasan dan Cara Menggunakannya

    Arin Khurota

    21 September 2022
    5 min read
    H1.PNG

    Technology

    Apa Itu Twibbonize? Berikut Fungsi dan Panduan Membuatnya 2022

    Mentari Nurmalia

    20 September 2022
    5 min read

    Video