Careers

Software Development: Ketahui Proses, Tipe, dan 3 Daftar Pekerjaannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Algonz D.B. Raharja

A passionate ecological researcher and writer who loved to learn about SEO and content writing for marketing purposes

H1_Software_Development.jpg

Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana cara membuat program-program komputer? Atau, bagaimana proses pengembangan program komputer? Nah, jawaban dari pertanyaan di atas adalah software development. Apa dan bagaimana proses kerja software development bisa kamu simak lewat ulasan berikut ini.

Baca juga: Microservices Adalah: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan, serta 3 Tools-nya

Apa itu software development?


Software development merupakan proses pengembangan perangkat lunak (Sumber: Pexels)

Merujuk pada ITChronicles, software atau perangkat lunak merupakan sesuatu yang dikembangkan menggunakan pemrograman komputer dan dilakukan oleh software development. Sedangkan, software development sendiri merupakan proses pembuatan perangkat lunak, baik secara tim maupun pribadi.

Menurut IBM, software development merupakan serangkaian kegiatan ilmu komputer yang didedikasikan untuk proses pembuatan, perancangan, penerapan, dan perangkat lunak pendukung kinerja komputasi. Software sendiri merupakan sekumpulan instruksi atau program yang memberi tahu komputer mengenai apa yang harus dilakukan.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa software development adalah proses yang digunakan oleh programmer untuk membangun atau membuat program komputer. Pemrosesan ini umum dikenal sebagai SDLC (Software Development Life Cycle). Proses ini mencakup beberapa fase yang berisi metode dalam pengembangan produk sesuai spesifikasi teknis dan beberapa persyaratan pengguna (requirements).

Baca juga: Ikuti Tips Ini dan Dapatkan Posisi Software Developer!

Pentingnya software development


Software development penting bagi berbagai urusan teknis organisasi dan juga bisnis berbasis data dan teknologi informasi (Sumber: Pexels)

Software development secara umum penting karena perkembangan kebutuhan manusia akan teknologi pun terus berjalan maju. Kita kini mengenal internet of things dalam kehidupan sehari-hari, dan hampir semua hal yang berkaitan dengan teknis komputasi memerlukan software development.

Selain dalam urusan teknis, peran software development juga penting bagi perkembangan bisnis berbasis informasi digital. Dengan adanya software development, persaingan dalam bisnis akan lebih kompetitif karena muncul potensi berbagai inovasi produk yang efisien dan meningkatkan user experience.

Perkembangan tempat penyimpanan data digital secara cloud atau daring juga menuntut peran penting software development secara integratif untuk penghematan ruang. Dalam urusan bisnis, pengelolaan data berbasis software development seperti ini bisa meningkatkan keamanan kepentingan data internal.

Secara khusus, software development berperan penting pula untuk menganalisis data yang terkumpul secara terpusat. Hal ini nantinya dapat menunjang proses pengembangan bisnis dan pengambilan keputusan berdasarkan dinamika data bisnis yang dicatat secara digital berbasis perangkat lunak.

Baca juga: Mengenal Profesi Developer dan Kualifikasinya

Tahapan software development process


Software development merupakan proses tahapan berbentuk siklus yang terus berkembang (Sumber: Pexels)

SDLC (Software Development Life Cycle) memiliki enam tahapan yang terdiri dari sebagai berikut.

1. Identifikasi

Tahapan pertama adalah identifikasi kebutuhan suatu instansi atau pengembang lewat sebuah riset pasar. Riset pasar yang baik untuk mengawali sebuah identifikasi pra pengembangan umumnya bersifat ekstensif. hal ini nantinya dapat menentukan kelayakan produk.

Identifikasi kebutuhan dalam urusan bisnis umumnya bisa dilakukan dengan menganalisis umpan balik dari pelanggan lewat data survei. Hal ini nantinya disalurkan kepada tim TI dan divisi terkait untuk mendiskusikan strategi pengembangan yang tepat. Proses software development sendiri akan dimulai jika semua parameter produk sudah ditentukan secara rinci dan efektif.

2. Analisis kebutuhan

Berbeda dengan identifikasi, proses analisis kebutuhan secara khusus melibatkan berbagai pihak seperti pengembang, penguji, manajer proyek, divisi quality assurance. Tahapan ini dilakukan saat para programmer memilih pendekatan pengembangan perangkat lunak dan dikonsultasikan selama proses implementasi proyek.

3. Pembuatan desain

Pembuatan desain merupakan tahapan tengah dari proses software development yang telah melibatkan praktik teknis. Umumnya, para stakeholders memiliki susunan spesifikasi teknis dengan cakupan luas seperti tingkat risiko, komposisi tim, teknologi yang akan digunakan, waktu, anggaran, batasan proyek, metode, dan desain arsitektur. Keseluruhan hal ini dibuat dalam sebuah Design Specification Document (DSD).

4. Implementasi dan pengembangan

Setelah desain dan arsitektur perangkat lunak dirancang, tahapan selanjutnya adalah implementasi dan pengembangan itu sendiri. Dalam hal ini, dibutuhkan pengkodean berdasarkan kesepakatan persyaratan produk sesuai pedoman dan basis data yang ditinjau oleh seluruh pemangku kepentingan. Proses implementasi baru bisa dijalankan ketika seluruh kesepakatan atas DSD dipahami oleh setiap pihak.

5. Testing (pengujian)

Setelah proses implementasi dan pengembangan diselesaikan, tahapan software development selanjutnya adalah pengujian. Pada tahap ini, produk yang telah dikerjakan diujikan kepada penguji ahli atau verifikator untuk memastikan kinerja produk sesuai dokumen analisis persyaratan di awal. Proses ini juga mencakup validasi komponen secara kinerja dan juga observasi pada pengkodean untuk dievaluasi.

6. Maintenance

Setelah tahapan testing, secara umum perangkat lunak sudah bisa dirilis kepada pelanggan. Meski begitu, tim pengembang tetap memiliki satu tanggung jawab dalam software development, yaitu maintenance atau pemeliharaan. Tahapan ini dijalankan seiring dengan impresi atau umpan balik pengguna dalam menemukan masalah-masalah terkait perangkat lunak tersebut.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui Developer dan Programmer

Tipe-tipe software


Software merupakan produk dari software development yang memiliki berbagai jenis berdasarkan kategori penggunaannya (Sumber: Pexels)

Secara teknis, software atau perangkat lunak yang dikembangkan lewat software development memiliki berbagai tipe. Adapun tipe-tipe perangkat lunak yang dibagi berdasarkan kategori penggunaan dan aplikasi adalah sebagai berikut.

1. Perangkat lunak berbasis sistem

Perangkat lunak jenis ini sering pula dikenal sebagai Operation System (OS). Dalam software development, OS masuk dalam kategori penggunaan yang berbasis penerjemahan perintah atau masukan ke dalam bahasa tertentu untuk dibaca oleh mesin. OS atau sistem operasi merupakan software berperan untuk mengontrol komponen hardware komputer. Contoh dari software tipe ini adalah Windows dan macOS.

2. Software aplikasi

Salah satu tipe software yang paling umum adalah aplikasi. Aplikasi merupakan pemrosesan otomatis yang dibangun lewat software development untuk melakukan tugas di komputer dan ponsel untuk mengolah berbagai hal seperti media, peramban, penyuntingan foto, dan lain sebagainya.

3. Bahasa pemrograman

Tipe software yang juga berkait kelindan dengan proses software development adalah bahasa pemrograman. Hal ini merupakan bahasa yang digunakan untuk membuat perangkat lunak itu sendiri dan secara simultan dibuat dan digunakan kembali oleh ahli pengkodean dengan tujuan membuat program. Bahasa pemrograman ini misalnya adalah C++ dan Java.

Baca juga: Tips & Trik untuk Jadi Developer Andal

3 Daftar pekerjaan yang memerlukan software development


Software development digunakan dalam berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi informasi dan basis data (Sumber: Pexels)

Software development memang secara khusus berkaitan dengan pekerjaan dalam industri TI. Namun, tak jarang kini berbagai perusahaan juga menggunakan pengembang perangkat lunak untuk mempermudah bisnis mereka. Berikut ini adalah beberapa pekerjaan yang memerlukan software development.

1. Pemrogram komputer (programmer)

Seorang programmer memiliki tugas utama menulis kode, memodifikasi, dan melakukan debugging pada perangkat lunak. Para programmer juga memiliki peran dalam membuat aplikasi server, pemeliharaan, pemantauan, pendokumentasian, dan pengujian perangkat lunak.

2. Quality assurance (QA)

Seorang QA umumnya adalah insinyur yang bertugas khusus untuk memastikan proyek software development berjalan sesuai spesifikasi desain dan persyaratan klien. Tugas utama QA adalah menyusun laporan jaminan kualitas, pengujian produk, dan mengidentifikasi cacat pada produk sebelum dirilis ke pengguna.

3. Database administrator

Seorang database administrator bertugas memantau dan meningkatkan kinerja sebuah sistem basis data. Tanggung jawab ini secara khusus berkaitan dengan software development karena diperlukan kemampuan pengembangan perangkat lunak seperti menginstal, mengkonfigurasi, problem solving, dan memelihara sistem basis data secara optimal dan aman.

Baca juga: 6 Keuntungan Menjadi Software Developer

Itulah tadi beberapa hal terkait software development yang perlu kita ketahui. Meski nampaknya berupa proses teknis, namun software development nyatanya dibutuhkan di berbagai industri atau perusahaan yang membangun bisnisnya dengan basis teknologi informasi. Keberadaan proses software development juga tak bisa lepas dari seorang software developer yang memang berfungsi sebagai key person dalam proses pengembangan perangkat lunak.

Bagi kamu yang kini tengah gamang mencari profesi dengan relevansi paling tepat, mungkin software developer bisa menjadi salah satu pilihan. Tentu saja, diperlukan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidan teknis komputer untuk dapat bekerja di bidang ini. Namun, jika kamu masih bingung dengan jalan kariermu, EKRUT bisa menjadi rekan profesional buatmu.

Dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu berkesempatan mendapat berbagai informasi mengenai karier dan kesempatan untuk direkrut berbagai perusahaan bonafide di Indonesia. Caranya mudah, kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaik yang kamu punya lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • ibm.com
  • indeed.com
  • itchronicles.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    5 Contoh Biografi Diri Sendiri untuk Peluang dan Perkembangan Karier

    Alvina Vivian

    29 November 2022
    6 min read
    business-model-canvas-EKRUT.jpg

    startup

    Segmen Business Model Canvas untuk Merancang Bisnis di Awal

    Nur Lella Junaedi

    29 November 2022
    8 min read
    H1_1._5_Cara_Menjawab_Pertanyaan_“Kenapa_Kami_Harus_Menerima_Anda_”.jpg

    Careers

    Panduan Menjawab “Kenapa Kami Harus Menerima Anda?” Beserta Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    29 November 2022
    7 min read

    Video