Published on

Lainnya

Mengenal Apa Itu Stock Split Beserta Keuntungan dan Kerugiannya Bagi Investor dan Perusahaan

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Mengenal_apa_itu_Stock_Split_beserta_keuntungan_dan_kerugiannya_bagi_investor_dan_perusahaan.jpg

Guna mendapatkan tambahan modal, biasanya perusahaan public akan mengeluarkan saham untuk dijual kepada masyarakat yang disebut calon investor. Para investor yang telah membeli saham tersebut akan mendapatkan hasil atau keuntungan berupa dividen atau margin dari selisih harga beli dan harga jual.

Nah, seiring berkembangnya bisnis, perusahaan mungkin akan melakukan stock split. Stock split pastinya istilah yang tidak asing bagi kamu yang gemar berinvestasi di pasar modal. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai stock split dan tujuannya, perhatikan penjelasannya berikut ini.

Apa itu stock split?


Stock split adalah aksi memecah harga saham. (Sumber: Pexels)

Memahami stock split merupakan bagian penting apabila kamu berniat untuk terjun ke dunia perdagangan saham. Stock split adalah sebuah kegiatan yang kerap dilakukan oleh emiten atau perusahaan agar sahamnya diminati oleh calon investor.

Dilansir dari sikapiuangmu.ojk.go.id, stock split adalah aksi korporasi yang memecah harga saham dalam rasio tertentu. Misalnya, rasio stock split adalah 1:5, berarti harga saham akan dibagi menjadi lima. Hal tersebut akan membuat jumlah saham atau stocks yang ada di pasar mengalami peningkatan dan harga per lembar juga menjadi turun atau lebih murah.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, stock split dapat dilakukan oleh perusahaan yang telah go public dan sudah terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Selain itu, stock split juga dapat dilakukan oleh emiten yang memiliki fundamental bagus tetapi harga sahamnya telah mencapai titik tertinggi.

Tujuan stock split


Salah satu tujuan stock split adalah harga saham menjadi lebih terjangkau. (Sumber: Pexels)

Stock split adalah aksi korporasi yang kerap dilakukan oleh beberapa emiten. Tentunya, dengan melakukan split stock, emiten, atau perusahaan memiliki tujuan-tujuan tertentu. Berikut ini beberapa tujuan dari stock split yang perlu untuk kamu ketahui.

Baca juga: Investasi bodong dan cara menghindarinya

1. Membuat harga saham lebih murah

Salah satu tujuan dari stock split adalah untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar. Nah, dengan meningkatnya jumlah saham tersebut, maka harga saham per lembarnya akan menjadi lebih murah. Diharapkan dari harga saham yang lebih murah, calon investor akan tertarik untuk membelinya dan transaksi pun menjadi lebih ramai.

2. Meningkatkan likuiditas saham


Tujuan stock split adalah dapat membuat saham perusahaan menjadi lebih aktif. (Sumber: Pexels)

Turunnya harga per lembar saham juga berpengaruh pada likuiditas. Tujuan lain dari stock split adalah meningkatkan likuiditas saham yang disebabkan oleh harga per lembar saham menjadi terjangkau.

3. Memberi kesempatan pada investor kecil

Beberapa harga saham yang terbilang cukup mahal, akan membuat banyak investor kecil mengalami kesulitan untuk membelinya. Salah satu kelebihan stock split adalah membuat harga saham menjadi terjangkau. Hal tersebut akan menarik minat investor kecil untuk membelinya.

Keuntungan dan kerugian stock split bagi investor dan perusahaan


Stock split memberikan keuntungan dan kerugian bagi investor dan perusahaan. (Sumber: Pexels)

Tentunya stock split adalah hal yang memiliki banyak keuntungan bagi investor dan perusahaan atau emiten. Namun, stock split juga memiliki efek negatif bagi kedua belah pihak yang terkait. Sebelum melakukan stock split baik sebagai perusahaan maupun investor, perhatikan keuntungan dan kerugiannya berikut ini.

1. Bagi investor

Keuntungan Kerugian
Harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga memberikan kesempatan untuk investor kecil atau retail. Peningkatan jumlah saham yang beredar juga menyebabkan dividen yield yang diterima pun menjadi lebih kecil.
Harga saham yang terjangkau akan membuat porsi kepemilikan saham menjadi lebih banyak.  

Baca juga: 10 startup dengan investasi terbesar di Asia Tenggara

2. Bagi perusahaan

Keuntungan Kerugian
Frekuensi transaksi menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya. Harga saham tidak selalu mengalami peningkatan.
Menjadikan saham perusahaan lebih likuid atau lebih aktif di perdagangan. Berisiko membuat saham perusahaan mengalami delisting oleh Bursa Efek.

Contoh stock split


Nilai saham akan berubah tergantung dari rasio yang ditentukan saat stock split. (Sumber: Pexels)

Melansir di kompas.com, beberapa perusahaan yang melakukan stock split adalah PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

Sebagai contoh dari split stock adalah BBCA yang melakukan stock split dengan rasio 1:5, dimana satu saham dipisah menjadi lima saham baru. Sebelumnya, nominal per saham dari BBCA sebelum stock split adalah Rp62,5. Setelah dilakukan stock split, nilai nominal per sahamnya berubah menjadi sebesar Rp12,5.

Contoh lain stock split adalah harga saham UNVR yang semula Rp42.000 di pasar regular, berubah menjadi Rp8.400 setelah dilakukan aksi korporasi tersebut dengan rasio 1:5. Pada saat suatu perusahaan atau emiten melakukan stock split, maka jumlah lembar saham yang beredar akan bertambah.

Baca juga: 4 Langkah awal mendapatkan investor untuk startup

Stock split adalah bagian dari aksi korporasi yang banyak dilakukan oleh perusahaan. Dengan dilakukannya aksi tersebut, diharapkan perusahaan dapat menjadi lebih likuid atau lebih aktif dari sebelumnya di pasar modal. Investor sendiri bisa membeli saham dengan harga yang lebih terjangkau dengan adanya stock split.

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Selain itu, jika kamu ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru. Yuk, sign up di EKRUT sekarang juga karena banyak peluang kerja dari perusahaan dan startup ternama menantimu!

Sumber:

  • reliableplant.com
  • idxchannel.com
  • kompas.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

    Lainnya

    Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Sylvia Rheny

    28 June 2022
    6 min read
    H1_Honorarium.jpg

    Lainnya

    Honorarium: Definisi, Ketentuan Hukum, dan Bedanya dengan Gaji

    Algonz D.B. Raharja

    27 June 2022
    5 min read
    H1_Total_Cost_Definisi__Manfaat__Jenis__Hingga_Rumus_dan_Contohnya.jpg

    Lainnya

    Total Cost: Definisi, Manfaat, Jenis, hingga Rumus dan Contohnya

    Sartika Nuralifah

    22 June 2022
    5 min read

    Video