Published on

startup

Apa itu investor? Berikut 2 jenis utama beserta panduan untuk memulainya!

Sylvia Rheny

investor_adalah.jpg

Apa yang pertama kali muncul dalam pikiranmu ketika mendengar kata investor? Mungkin kamu akan berpikiran mengenai saham, keuntungan, high risk high return, analisis fundamental, analisis teknikal, dan sebagainya.

Namun, apakah kamu sudah memahami dengan betul apa saja jenis dan manfaat menjadi seorang investor? Mari memahami lebih dalam tentang investor serta bagaimana cara menjadi seorang investor dan sistem kerjanya berikut ini.

Baca juga: Kenali Obligasi Ritel Indonesia (ORI) beserta cara membelinya

Apa itu investor?

Apa itu investor?
Investor adalah individu yang menempatkan uangnya ke dalam suatu entitas untuk memperoleh keuntungan. (Sumber: Pexels)

Dari laman CFI, investor adalah individu yang menempatkan uangnya ke dalam entitas seperti bisnis dengan tujuan untuk memperoleh pengembalian finansial. Tujuan utama dari setiap investor adalah untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan pengembalian. 

Berbeda dengan spekulan yang mau berinvestasi pada aset berisiko dengan harapan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Sedangkan bersumber dari Investopedia, investor adalah setiap orang atau entitas lain (seperti perusahaan atau reksa dana) yang memberikan modal dengan harapan menerima pengembalian finansial.

Investor biasanya akan bergantung pada instrumen keuangan yang berbeda untuk mendapatkan tingkat pengembalian dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang seperti mempersiapkan tabungan pensiun, menyiapkan dana pendidikan, atau mengumpulkan kekayaan tambahan dari waktu ke waktu.

Baca juga: 5 Cara membuat proposal untuk menggaet investor

Jenis-jenis investor

Jenis-jenis investor
Dua jenis investor adalah individu dan perusahaan. (Sumber: Pexels)

Investor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan jumlahnya dan berdasarkan risiko yang diambil. Penjelasan tentang jenis-jenis investor adalah sebagai berikut: 

1. Berdasarkan jumlahnya

Jika melihat kepada jumlah individu yang melakukan investasi, jenis investor dapat dibedakan menjadi individu (perorangan) dan institusi atau perusahaan. Lalu apa perbedaan kedua jenis investor ini?

  • Investor individu (retail) adalah seseorang yang melakukan investasi dengan menggunakan nama pribadi mereka, umumnya investasi dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi.
  • Investor perusahaan atau institusi adalah suatu kelompok yang melakukan investasi atas nama suatu entitas, yaitu institusi atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk keuntungan perusahaan dan nilai yang diinvestasikan biasanya sangat besar, bisa sampai miliaran rupiah. 

2. Berdasarkan risiko yang diambil

Investor juga dibedakan berdasarkan risiko yang diambil, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Lalu apa yang membedakan ketiga jenis investor tersebut? 

  • Konservatif / Risk Averse: Conservative investor adalah tipe investor yang sangat berhati-hati dalam memilih risiko investasi, mereka cenderung memilih instrumen investasi yang aman dan memiliki risiko yang rendah. Biasanya pemula dalam dunia investasi tergolong ke dalam conservative investor.
  • Moderat / Risk Medium: Moderate investor adalah tipe investor yang lebih berani mengambil risiko besar, namun tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi. Misalnya, meskipun memilih instrumen investasi yang sama dengan tipe konservatif, namun moderate investor mengalokasikan sedikit lebih untuk instrumen yang lebih berisiko. 
  • Agresif / Risk Taker: Aggressive investor adalah kebalikan dari investor konservatif, tipe aggressive investor adalah yang paling berani mengambil resiko tinggi dibanding tipe-tipe yang sebelumnya. Fokus dari aggressive investor adalah menghasilkan keuntungan yang besar.

Baca juga: Pengertian pitch deck dan 8 cara membuatnya

Bagaimana cara menjadi investor?

Bagaimana cara menjadi investor?
Cara menjadi retail investor adalah mendaftarkan diri pada sekuritas. (Sumber: Pexels)

Langkah-langkah untuk menjadi investor ritel atau individual di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan dokumen pribadi seperti KTP, NPWP, dan buku tabungan. 
  2. Pilih sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
  3. Pilih cara mendaftar, misalnya secara online atau offline karena beberapa sekuritas menyediakan fitur pendaftaran online.
  4. Ikuti alur pendaftaran secara menyeluruh dengan mengisi form yang disediakan hingga proses penandatanganan. 
  5. Setorkan dana awal ke nomor rekening dana investor untuk deposit dengan besaran dana tergantung kebijakan perusahaan sekuritas.

Manfaat menjadi investor

Manfaat menjadi investor
Manfaat menjadi investor adalah meningkatkan kekayaan dan aset. (Sumber: Pexels)

Banyaknya orang yang ingin terjun dalam dunia investasi tentunya bukan tanpa sebab. Berikut ini adalah manfaat yang bisa diperoleh jika menjadi investor.

1. Mendapatkan keuntungan

Ketika memutuskan untuk berinvestasi, kebanyakan orang pasti ingin mendapatkan keuntungan atau profit dan memang itulah yang ditawarkan oleh produk-produk investasi. Dengan menyetorkan uang sebagai modal awal investasi, kamu akan memperoleh keuntungan pada saat perusahaan mendapatkan profit.

2. Meningkatkan kekayaan dan aset

Manfaat selanjutnya menjadi seorang investor adalah kamu dapat mengembangkan uang yang dimiliki dalam jumlah yang lebih banyak tanpa harus bekerja keras. Namun, pada awalnya, sebaiknya kamu melakukan analisis hingga dapat menentukan dan memilih investasi yang tepat sesuai dengan profil risiko.

3. Memenuhi kebutuhan di masa depan

Manfaat ketiga menjadi investor adalah mendapatkan jaminan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Apa yang terjadi di masa depan tidak bisa diprediksi, untuk itu kamu perlu mempersiapkan cara untuk bisa memenuhi kebutuhan di masa depan, salah satunya adalah dengan berinvestasi ini.

4. Menghindari inflasi

Manfaat keempat menjadi investor adalah menghindari inflasi. Inflasi terjadi hampir setiap tahun sehingga membuat nilai mata uang mengalami penurunan. Tingkat suku bunga juga tergolong rendah dibanding persentase inflasi, sehingga kamu perlu melakukan manajemen investasi yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan uang.

Baca juga: Mengenal IPO (Initial Public Offering) dengan lengkap

Bagaimana sistem kerja investor?

Bagaimana sistem kerja investor?
Pembagian keuntungan investor adalah melalui dividen. (Sumber: Pexels)

Sistem kerja investor adalah biasanya sebagai seorang investor, kamu hanya memberikan modal dan tidak ikut terlibat dalam kegiatan operasional. Jika kamu memilih menjadi investor dalam perseroan terbatas, kamu akan mendapatkan penghasilan yang berasal dari dividen. Nantinya, setelah memasukkan sejumlah modal, kamu akan memperoleh saham kepemilikan atas perusahaan tersebut yang nilainya bergantung pada besarnya modal yang diberikan.

Selain itu, kamu juga bisa memperoleh keuntungan dari menjual saham yang kamu miliki dan besarnya keuntungan tergantung pada selisih harga saat kamu membeli dan menjualnya dikali dengan banyaknya saham yang akan kamu jual. 

Baca juga: Elevator pitch: begini penjelasan dan cara menguasainya

Itulah tadi pembahasan mengenai pengertian investor hingga sistem kerja investor. Semoga bermanfaat untuk kamu yang tertarik memulai investasi. Nah, jika kamu saat ini masih ingin berfokus mengembangkan karier dan tertarik untuk berpindah kerja, kamu bisa mendaftarkan diri melalui EKRUT karena terdapat berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu. Semangat berkarier, ya!

sign up EKRUT

Sumber:

  • Corporate Finance Institute
  • Investopedia
  • Capital

Tags

Share