Published on

jobs

7 Tips strategi social media marketing di saat krisis

Maria Tri Handayani

strategi-social-media-marketing---EKRUT.jpg

Di tengah situasi krisis karena pandemi, brand mungkin akan dibuat bertanya-tanya ketika merancang strategi social media marketing yang tepat. 

Apakah lebih baik tetap fokus dengan pesan dan rutinitas yang  biasa, atau justru harus  merubah strategi agar relevan dengan situasi saat ini?

Bila kamu dihadapkan pada kebingungan yang sama, mungkin ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa tips dalam menyusun strategi social media marketing di saat krisis berikut. 

Tips strategi social media marketing saat krisis 

strategi social media marketing - EKRUT
Jangan ragu mengubah strategi yang dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini - EKRUT

Rancanglah strategi social media marketing saat krisis dengan memperhatikan beberapa hal berikut. 

1. Tinjau, prioritaskan dan jadwalkan ulang 

Bila kamu sudah memiliki strategi social media marketing sebelumnya, penting untuk meninjau kembali rencana kamu dengan mempertimbangkan situasi saat ini. Cek kalender untuk memastikan konten yang akan kamu posting tidak hanya tepat waktu namun juga relevan, kontekstual, peka dan menunjukkan empati dengan apa yang sedang terjadi. 

Bukan berarti setiap postingan media sosial brand kini harus selalu dikaitkan dengan Covid-19. Namun, yang terpenting adalah selalu mempertimbangkan tone hingga materi visual yang digunakan dan bagaimana interpretasi orang dengan situasi yang berbeda dengan kamu. Misalnya pertimbangkan untuk tidak menggunakan pesan dengan taktik hard selling karena mungkin tidak begitu diterima dengan baik oleh audiens saat ini

2. Tawarkan nilai yang lain 

Dalam strategi social media marketing di saat krisis, hal yang tepat untuk dipertimbangkan adalah berfokus pada keterlibatan dengan audiens. Salah satunya yakni dengan memberi nilai, edukasi dan informasi tambahan yang bermanfaat. Dengan melakukan hal ini, secara tidak langsung dapat membuat media sosial brand menjadi alternatif sumber daya yang berharga dan berguna bagi audiens.

Di saat krisis, pengguna media sosial biasanya mencari konten positif, ringan, memberi harapan atau kepercayaan diri sebagai salah satu cara untuk mengalihkan perhatian mereka dari situasi saat ini.  Pertimbangkan hal ini dalam membuat konten-konten organik yang bermanfaat, seperti konten untuk mendukung produktifitas mereka di rumah selama pandemi, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Tips social media marketing yang wajib kamu ketahui

3. Posting dengan rutin 

Di tengah pandemi, pengguna media sosial menghabiskan lebih banyak waktu dengan online di media sosial. Manfaatkan situasi ini dengan menjaga agar kamu tetap terhubung dan tetap berada dalam top of mind mereka.

Jika tidak dapat memasarkan atau menjual produk dan layanan kamu saat ini, fokuslah untuk membagi konten yang bermanfaat namun tetap relevan dengan brand. Jagalah agar media sosial brand kamu tetap aktif. 

Tidak ada salahnya pula bila kamu memanfaatkan waktu untuk mencoba jenis konten yang mungkin selama ini belum kamu jangkau, seperti video. Bisa dari video yang dibuat internal atau video review produk yang dibuat oleh influencer.

Maksimalkan fungsionalitas platform media sosial seperti polling, feedback, dan sebagainya untuk menjaring pendapat audiens atau sekedar untuk menghibur audiens. Kamu pun dapat memanfaatkan user generated content dengan mendorong mereka untuk berbagi tentang brand melalui  media sosial mereka.

4. Definisikan kembali metrik kesuksesan 

Bila selama ini metrik yang biasa digunakan untuk mengukur kesuksesan media sosial adalah leads, konversi dan ROI, maka di saat pandemi ini ada baiknya mengevaluasi apakah indikator tersebut tetap sesuai.

Karena fokus saat ini lebih kepada membangun hubungan dengan audiens, pertimbangkan untuk lebih fokus pada metrik engagement seperti likes, shares, dan komen untuk memantau kesuksesan strategi social media marketing kamu. 

Strategi social media marketing saat krisis menurut Senior Social Media Specialist Tokopedia 

strategi social media marketing - EKRUT
Menurut Fernanda sebaiknya brand fokus membangun audiens di saat situasi krisis seperti ini - EKRUT

Selain beberapa tips di atas, ada pula beberapa hal mengenai strategi social media marketing di saat krisis dari Fernanda Gunsan, Senior Social Media Specialist Tokopedia yang berkolaborasi dengan EKRUT dalam sesi Instagram Live bersama EKRUT beberapa waktu lalu. 

Menurut Fernanda ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan dalam strategi social media marketing di saat krisis, yaitu:

1. Cari alternatif untuk membuat aset media sosial 

Pemberlakuan PSBB di saat pandemi bisa jadi  membuat kegiatan pembuatan aset untuk media sosial brand seperti pemotretan dan pembuatan video menjadi terhambat.

Untuk mengatasinya carilah konten sederhana yang bisa diposting dengan materi konten dapat kamu buat sendiri di rumah. Selain itu kamu juga dapat memanfaatkan aset-aset lama yang masih relevan. 

2. Fokuslah membangun audiens

Di saat pandemi seperti ini mungkin akan banyak brand yang beralih ke media sosialnya. Akibatnya akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa unggul di banding brand lainnya. Meski demikian jangan terlalu terjebak dalam pemikiran untuk menjadi berbeda dan lebih unggul. 

Menurut Fernanda, akan lebih baik bila kamu fokus membangun komunikasi dengan customer dan calon audiens kamu. Mulailah merapikan media sosial, menaikkan target engagement di media sosial dengan posting secara reguler. Membangun audiens yang loyal tidak kalah penting dengan membuat kampanya yang eksentrik.  

Baca juga:8 Skills yang harus dimiliki social media specialist

3. Posisikan brand sebagai pemberi solusi 

Salah satu strategi media social marketing di saat krisis yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana caranya memposisikan brand sebagai solusi untuk audiens di tengah krisis.  

Ketahui apa kebutuhan audiens saat ini. Misalnya banyak audiens yang memulai bisnis saat pandemi atau mencari kegiatan untuk mengisi produktivitas harian saat diam di rumah. Maka cobalah untuk mengakomodir kebutuhan audiens akan hal tersebut dengan merancang konten yang sesuai. 

Misalnya mengadakan sesi sharing di media sosial dengan orang yang berpengalaman di bisnis, membagikan ilmu untuk pengembangan diri audiens atau membagikan konten-konten berupa ide kegiatan di tengah pandemi. Tentunya akan lebih baik lagi bila konten yang dirancang tetap relevan dengan brand DNA kamu.

Dengan begitu di satu sisi tidak hanya dapat menarik orang terhadap brand itu sendiri, kamu juga secara tidak langsung memberi solusi untuk kebutuhan audiens saat ini.

Meskipun situasi pandemi ini jelas memberi beberapa perubahan yang tidak bisa dielakkan, namun dengan ulasan di atas semoga kamu tetap dapat merancang strategi social media marketing dengan tepat, ya. 

strategi social media marketing - EKRUT

Sumber:

  • later.com
  • adroll.com
  • wetpac.com
  • @ekrutofficial

Tags

Share