Careers

Memahami Superiority Complex, Perasaan Lebih Unggul dari Orang Lain

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Cover_(4)_(1).jpg

Pernahkah kamu bertemu seseorang yang mempunyai rasa percaya diri sangat tinggi namun cenderung merendahkan orang lain karena merasa dirinya yang paling unggul? Orang dengan perilaku seperti ini biasanya merasa dirinya adalah pusat semesta yang berpeluang bertindak semena-mena. Istilah yang tepat untuk mendefinisikan perilaku tersebut adalah superiority complex.

Apa itu superiority complex?

pengertian superiority complex
Superiority complex adalah perilaku merasa diri lebih unggul dari yang lain (sumber: Freepik)

Melansir dari Mind Body Green, superiority complex adalah kondisi ketika seseorang mempunyai kepercayaan diri yang berlebihan dan melihat dirinya sebagai sosok yang paling unggul jika dibandingkan dengan orang lain. Orang dengan superiority complex gemar merendahkan orang lain, baik dengan tindakan maupun tutur katanya. Sayangnya, orang tersebut biasanya tidak sadar kalau telah memperlakukan orang lain dengan kurang baik.

Istilah superiority complex pertama kali diperkenalkan pada abad ke-20 oleh seorang psikolog bernama Alfred Adler. Beliau percaya bahwa complex ini sebenarnya adalah cara untuk menyembunyikan rasa rendah diri dan menutupi kekurangan. Perasaan minder terhadap kondisi diri adalah perasaan yang tidak menyenangkan sehingga dengan melakukan denial dan merasa superior, orang itu merasa lebih nyaman.

Baca juga: Memahami Inferiority Complex, Perasaan Lebih Rendah dari Orang Lain

Apa saja yang menyebabkan superiority complex?

penyebab superiority complex
Trauma masa kecil bisa jadi penyebab superiority complex (sumber: Freepik)

Mengutip dari Mind Body Green, superiority complex sebenarnya tidak mempunyai penyebab utama. Akan tetapi, pengalaman masa lalu memainkan peranan penting terhadap pembentukan karakter di masa depan. Pada rentang usia 5–12 tahun, anak-anak biasanya mencari validasi dan pada tahap perkembangan ini, anak sebaiknya diarahkan supaya tidak salah dalam mengenali jati dirinya.

Misalnya, sewaktu kecil, seorang anak ditertawakan karena hasil menggambarnya tidak sebagus anak-anak yang lain. Ada anak yang bersikap inferior dengan merasa rendah diri atau langsung menyembunyikan gambarnya namun ada juga anak yang menutupi rasa malunya dengan bersikap superior dan mengatakan bahwa orang lain tidak mengerti seni. Oleh sebab itu, superiority complex bisa jadi berakar dari rasa rendah diri yang ingin ditutupi dengan cara menyombongkan diri dan merendahkan orang lain.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Insecure di Tempat Kerja

Bagaimana ciri-ciri orang dengan superiority complex?

ciri-ciri superiority complex
Merasa diri menjadi pusat semesta adalah ciri-ciri orang dengan superiority complex (sumber: Lifeberrys)

Orang dengan superiority complex biasanya mempunyai ciri-ciri berikut ini.

  • Terlihat mempunyai self-worth yang tinggi.
  • Sering kali mengklaim dirinya berhasil melakukan banyak hal atau mempunyai banyak kemampuan walau pada kenyataannya dia tidak sehebat itu.
  • Sangat memperhatikan penampilan, baik dari segi pakaian maupun impresi yang diterimanya dari orang lain.
  • Memandang dirinya secara berlebihan.
  • Tidak mau mendengarkan orang lain karena merasa dirinya yang paling benar.
  • Mood mudah berubah, biasanya diperparah jika ada orang yang tidak setuju dengan pendapatnya.
  • Sebenarnya menyembunyikan perasaan rendah diri dan merasa inferior.

Baca juga: 4 Manfaat Self Reminder yang Perlu Direnungkan beserta Cara untuk Memulainya

Bagaimana cara menghadapi orang dengan superiority complex?

cara menghadapi superiority complex
Mengajak orang dengan superiority complex berdiskusi bisa jadi pilihan (sumber: Freepik)

Jika kamu bertemu orang dengan superiority complex di tempat kerja, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan supaya bisa menghadapinya dengan baik.

1. Perhatikan dan pahami perilaku orang tersebut

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memperhatikan perilakunya. Apakah perilaku superiornya ditunjukkan kepada semua orang atau hanya pada dirimu seorang? Jika hanya kamu yang diperlakukan secara superior, kamu bisa kembali menyelidiki alasan orang tersebut berperilaku demikian. Apakah kamu menunjukkan tingkah laku inferior yang membuatnya merasa puas? Setelah itu, kamu bisa memutuskan perilakumu. Entah itu menjaga jarak, memberanikan diri untuk mengkonfrontasi secara profesional, atau mengabaikannya dan menganggapnya angin lalu.

2. Berusaha melihat dari sudut pandang yang lain

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang dengan superiority complex bisa jadi punya trauma atau rasa rendah diri yang sangat ingin ia tutupi dari orang lain. Kamu bisa mencoba melihat diri orang tersebut dari sudut pandang yang berbeda sehingga kamu dapat menunjukkan empati padanya. Dengan begitu, kamu tidak akan terlalu peduli dengan apa pun yang dia katakan.

3. Mengajak orang tersebut untuk berdiskusi

Jika orang yang bertingkah superior ini sangat mengganggumu namun kamu tidak bisa menjaga jarak darinya karena satu dan lain hal, kamu bisa mengajaknya untuk tukar pikiran. Apabila memungkinkan, sampaikan keresahanmu dengan gaya bicara yang kira-kira bisa ia terima. Bicarakan dengan nada santai namun tegas, sabar, dan perhatian. Dengan begitu, boleh jadi ia luluh dan pada akhirnya mengetahui letak kesalahannya.

4. Mengambil jarak supaya minim interaksi

Apabila kamu punya kesempatan dan tidak berniat untuk mengajak orang tersebut berdiskusi, kamu bisa mengambil jarak darinya. Perlu diingat bahwa berdiskusi dengan orang yang merasa dirinya superior bisa mengonsumsi energimu dan belum tentu dia mendengarkan pendapatmu. Oleh sebab itu, bila memungkinkan, kamu bisa mengambil jarak. 

Baca juga: Pentingnya Self Improvement dan 20 Tips untuk Memulai Karier

Nah, demikian penjelasan tentang superiority complex yang mungkin pernah kamu temukan. Semoga ketika kamu menemukan orang yang sangat suka membanggakan diri dan merendahkan orang lain, kamu sudah lebih tahu, ya, cara menyikapinya. Manusia memang harus menyayangi diri sendiri dan punya rasa bangga. Akan tetapi, jika rasa bangga tersebut malah melukai orang lain, ada baiknya untuk mengintrospeksi diri. 

Selain artikel tentang superiority complex, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya melalui artikel yang dimuat di EKRUT Media. Jangan lupa juga untuk mengunjungi kanal YouTube EKRUT Official untuk mendapatkan tips karier dan pekerjaan, ya! Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • healthline.com
  • mindbodygreen.com
  • lifestyle.kompas.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    BEP_(Break_Event_Point)_Pengertian__konsep__tujuan__3_komponen_dan_cara_perhitunganya.jpg

    startup

    BEP (Break Event Point): Pengertian, Tujuan, dan 3 Komponennya

    Sylvia Rheny

    06 December 2022
    5 min read
    tipe-tipe-kepemimpinan-EKRUT.jpg

    Careers

    10 Tipe Kepemimpinan Dalam Tim, Kamu Termasuk yang Mana?

    Tsalis Annisa

    06 December 2022
    5 min read
    cara-membuat-grafik-di-excel---EKRUT.jpg

    Technology

    Cara Membuat Grafik di Excel dengan Mudah Beserta Contohnya

    Maria Tri Handayani

    05 December 2022
    6 min read

    Video