Published on

jobs

System analyst: Tugas dan 6 skills yang harus dimiliki

Maria Tri Handayani

system-analyst---EKRUT.jpg

Prospek karier sebagai system analyst atau analis sistem terus bertumbuh seiring berkembangnya industri dan permintaan akan tenaga profesional TI. 

Nah, bila kamu tertarik menekuni profesi ini, kenali dulu beberapa tugas dan skill yang harus dimiliki oleh seorang system analyst berikut ini. 

Tugas dan tanggung jawab system analyst 

system analyst - EKRUT
Salah satu tugas system analyst adalah memeriksa sistem baru yang hendak diterapkan sesuai kebutuhan organisasi - EKRUT

System analyst atau analis sistem adalah salah satu profesi di bidang teknologi yang berperan dalam pengembangan, pemeliharaan dan pemecahaan masalah infrastruktur teknologi perusahaan digital. 

Biasanya system analyst bekerja di dalam perusahaan, institusi ataupun klien independen. Selain sebutan system analyst, profesi ini juga terkadang dikenal dengan sebutan system architects, IT analyst atau system administrator.

Namun apa pun sebutannya, tugas dari system analyst adalah memeriksa proses teknologi perusahaan dan memastikan semua berjalan secara efektif dan efisien sesuai strategi bisnis perusahaan. 

Seorang system analyst akan memberi saran atau rekomendasi kepada pengusaha, manajemen atau klien tentang perangkat lunak apa yang mereka butuhkan, untuk kemudian diimplementasikan dan memastikan dapat berfungsi dengan baik, termasuk bagi pengguna. 

Selain itu, tugas dan tanggung jawab umum dari system analyst adalah:

  • Memelihara dan mengatasi data warehouse dan sistem penyimpanan data
  • Melakukan riset tren teknologi
  • Mengidentifikasi kebutuhan organisasi dari sistem TI 
  • Merancang dan mengimplementasikan solusi teknologi khusus 
  • Meningkatkan fungsionalitas dan kinerja sistem serta jaringan komputer yang ada
  • Menguji sistem baru
  • Membahas kebutuhan klien dan pengguna, mengidentifikasi kerentanan atau area dengan kinerja buruk untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan akurasi 
  • Mempersiapkan dan menganalisa laporan cost and benefit untuk peningkatan kualitas 
  • Mengkomunikasikan keputusan strategis dengan karyawan di departemen TI lainnya
  • Melatih pengguna akhir dan menulis instruksi manual untuk penggunaan karyawan atau pelanggan 

Baca juga: 6 profesi terbaik untuk lulusan baru bidang IT

Skill yang harus dimiliki system analyst 

system analyst - EKRUT
Tidak hanya harus menguasi skill teknis, system analyst juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik - EKRUT

Demi menunjang pekerjaannya, seorang system analyst harus memiliki keterampilan, di antaranya seperti: 

1. Keterampilan teknis 

Ini merujuk pada hard skill yang dibutuhkan system analyst dalam melakukan tugas-tugasnya yang melibatkan tekonologi. 

Keterampilan ini begitu penting untuk mengevaluasi solusi teknologi atau merancang solusi baru demi memenuhi kebutuhan organisasi. 

Karena mereka harus membantu tim merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan seorang system analyst harus memiliki pengetahuan tentang sistem operasi yang umum, bahasa pemrograman dan platform perangkat keras. 

Selain itu beberapa keterampilan teknis yang diperlukan seperti:

  • SQL 
  • System analysis 
  • Business process maping 
  • Business analysis 
  • Oracle
  • Business system 
  • Software development 
  • Project management

2. Berpikir kritis 

Tugas analis sistem fokus pada pemecahan masalah dalam beberapa tahap. Mulai dari menganalisa kebutuhan organisasi, hinggga merancang dan mengimplementasikan solusi. 

Untuk melakukan tugas ini dengan baik system analyst harus menggunakan keterampilan berpikir kritis yang kuat. Dengan begitu ia dapat mengidentifikasi masalah, mempertimbangkan solusi, mengimplementasi rencana dan mengevaluasi perbaikan yang ada. 

3. Komunikasi 

System Analyst akan secara teratur berkomunikasi dengan banyak pihak dalam pekerjaannya, seperti supervisor, kolega, staff hingga klien.

Karena akan sering berkolaborasi dalam berbagai projek dengan kolega dan manajer, system analyst dituntut dapat mengkomunikasikan informasi teknis sehingga klien dapat memahamminya. Itu sebabnya kemampuan komunikasi yang mumpuni menjadi satu skill yang harus dimiliki.

Baca juga: 8 Skill teknologi yang paling banyak dicari di 2020

4. Analisis Bisnis 

Kemampuan analisis bisnis perlu dimiliki system analyst karena mereka harus mengidentifikasi kebutuhan bisnis atau perusahaan. 

System analyst harus mengembangkan sistem perangkat lunak dan memberikan saran inovasi program atau keamanan seperti apa yang tepat dan dapat melindungi data perusahaan. 

Karena itulah system analyst perlu memiliki kemampuan dalam  menganalisa pilihan produk dan menemukan inovasi sistem yang juga paling ekonomis bagi perusahaan dengan mempertimbangkan hasil baik jangka pendek maupun panjang. 

5. Kreatif

Seorang system analyst harus inovatif. Ia harus bisa mendekati masalah dengan solusi non-tradisional.Pasalnya semakin banyak teknologi baru yang memasuki pasar, semakin menantang pula pemecahan masalah yang harus dihadapi system analyst.

6. Perencanaan

Seorang system analyst juga diharapkan ahli dalam merencanakan berbagai tahapan dimana sebuah proyek harus dieksekusi. 

Ia harus mampu membuat kerangka rencana tentang bagaimana produk itu akan terlihat dan memastikan semua detail rencana dan tahapan yang berbeda dieksekusi dengan sempurna. 

Itulah beberapa tugas dan skill yang harus dimiliki oleh seorang system analyst. 

Seiring berkembangnya industri, banyak perusahaan semakin mengandalkan keberadaan system analyst atau analis sistem untuk menilai bagaimana infrastruktur digital dan prosedur komputasi mereka. Tentu ini menjadi peluang baik bagi kamu yang ingin mengembangkan karier di bidang ini, bukan. 

system analyst - EKRUT

Sumber: 

  • computerscience.org
  • online.maryville.edu
  • rasmussen.edu
  • indeed.com

Tags

Share