startup

Begini tantangan e-commerce di Indonesia

Published on
Min read
0 min read
time-icon
Maria Yuniar

Experienced Content Editor with a demonstrated history of working in the information technology and services industry. Skilled in News Writing, Headline Writing, Breaking News, Editing, and Feature Writing. Strong media and communication professional with a Graduate focused in Applied English Linguistics from Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

e-commerce.png

E-commerce  saat ini banyak tersedia dan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan barang maupun jasa yang dibutuhkan tanpa perlu keluar rumah. Konsumen cukup meng-klik pilih barang, memasukkan dalam keranjang belanja, kemudian memilih metode pembayaran dan pengiriman. Barang yang dipesan langsung diproses pengirimannya ke tempat tujuan. 

Tentu sangat praktis dan hemat tenaga, bukan? Akan tetapi, e-commerce di tanah air ternyata juga menghadapi berbagai tantangan mulai dari logistik hingga karakteristik konsumen. Seperti apa sih tantangan tersebut?

Layanan sistem pembayaran

tantangan e-commerce di Indonesia - EKRUT
Pelaku e-commerce masih banyak yang menadopsi layanan pembayaran manual - EKRUT

Tantangan pertama ini banyak dibicarakan oleh pegiat e-commerce. Mengenai masalah pembayaran. Di satu sisi, saat ini memang semakin banyak dijumpai layanan pembayaran online. Namun di sisi lain, para pelaku e-commerce masih banyak mengadopsi layanan pembayaran manual.

Caranya, melalui transfer antarrekening maupun kartu kredit. Seharusnya, persoalan ini menjadi isu yang patut diperhatikan para pelaku e-commerce, untuk memajukan iklim industri perdagangan online Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Semakin berkembang, ini potensi e-commerce di Indonesia

Arus logistik


Pengiriman logistik antar daerah masih membutuhkan biaya relatif mahal - EKRUT

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau. Kondisi geografis ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi e-commerce. Misalnya, pengiriman barang dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur, masih membutuhkan biaya yang relatif mahal.

Komponen biaya ini tentu menjadi pertimbangan konsumen sebelum melakukan transaksi di e-commerce. Oleh karena itu, promosi bebas ongkos kirim pun gencar ditawarkan e-commerce. 

Tak selesai sampai di situ, para pedagang yang mengimpor barang-barang dari luar negeri pun harus berurusan dengan dwelling time, alias waktu tunggu di pelabuhan. Problem klasik ini disebut-sebut terjadi akibat ruwetnya rantai distribusi dan proses birokrasi.

Karakter konsumen

tantangan e-commerce di Indonesia - EKRUT
Kebanyakan konsumen masih mendasarkan loyalitas berdasar harga - EKRUT

Karakter konsumen menjadi tantangan e-commerce berikutnya. Misalnya, sebagian besar konsumen menginginkan transaksi yang lebih personal. Caranya, dengan menghubungi penjual secara langsung melalui WhatsApp dan LINE. Masih ada kelompok konsumen yang menilai transaksi ini lebih personal dan terpercaya, dibandingkan lewat website yang kaku. Untuk menyiasatinya, e-commerce menghadirkan  chatbot maupun fitur messenger, untuk memfasilitasi komunikasi pedagang dan pembeli.

Selain itu, tantangan lainnya adalah kecenderungan konsumen untuk memilih e-commerce yang menawarkan banyak promosi dan harga murah. Saat masa berlaku promosi ini selesai, konsumen pun akan mencari e-commerce lain dengan tawaran serupa.

Baca juga: Bagaimana blockchain untungkan platform e-commerce?

Jumlah produk lokal masih kalah dibanding produk impor 

tantangan e-commerce di Indonesia - EKRUT
Meski potensi besar, namun produk di e-commerce Indonesia masih banyak impor  - EKRUT

Salah satu tantangan lain yang masih dihadapi e-commerce Indonesia adalah dalam hal jumlah produk lokal dan impor yang masih belum sebanding. 

Dilansir dalam aline.id, meskipun e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500% selama empat tahun terakhir, namun produk-produk asal Indonesia yang dijual di platform e-commerce masih di bawah 10%. Ini membuat Indonesia masih menjadi sebatas market saja.

Nah, ternyata menjadi pedagang di e-commerce banyak tantangannya, ya? Jika kamu ingin merambah bisnis e-commerce, perhatikan hal-hal di atas tadi ya!

tantangan e-commerce di Indonesia - EKRUT
Last update 7 Juni 2020

Sumber:

  • iprice.co.id
  • kompas.com
  • supplychainindonesia.com
  • shiftindonesia.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    struktur-organisasi-perusahaan---EKRUT.jpg

    startup

    Struktur Organisasi Perusahaan: Fungsi, Manfaat, Contoh, dan 7 Jenisnya

    Maria Tri Handayani

    02 November 2022
    4 min read
    Daftar-perusahaan-yang-menerapkan-wfh-secara-permanen-setelah-pandemi---EKRUT.jpg

    startup

    Daftar Perusahaan yang Menerapkan Sistem WFH

    Maria Tri Handayani

    12 October 2022
    4 min read
    EKRUT.jpg

    startup

    Raih pendanaan baru, EKRUT akan tingkatkan teknologi data science

    Tsalis Annisa

    06 October 2022
    4 min read

    Video