Published on

Technology

Teknologi AI yang banyak pengaruhi dunia bisnis

Maria Yuniar

artificial-intelligence-untuk-bisnis---EKRUT.jpg

Mungkin sebagian dari kita masih mengira bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) baru akan digunakan dalam beberapa tahun ke depan. Kenyataannya, AI sudah ada dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, ketika kamu meminta Siri atau Google Maps untuk menunjukkan arah dan menemukan restoran terdekat, kamu sedang berinteraksi dengan AI yang mudah digunakan. AI pun semakin banyak merambah berbagai sektor bisnis. Sejauh mana pegaruh kecerdasan buatan sudah diterima dunia bisnis?

AI selesaikan tantangan besar

artificial intelligence untuk bisnis - EKRUT
Kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan dalam visualisasi data - EKRUT

Sebenarnya tak hanya itu, AI juga bisa digunakan untuk menyelesaikan tantangan perusahaan dengan skala besar. Genpact merupakan perusahaan jasa profesional global yang sedang mengembangkan teknologi ke arah sana. Mereka ingin memanfaatkan kecerdasan buatan dan menggunakannya dalam skala besar, misalnya dalam bidang otomatisasi robot dan visualisasi data.

Namun, ada perbedaan mendasar antara Genpact Cora dengan asisten virtual yang biasa kamu gunakan. Wakil Presiden Senior Genpact, Nitin Bhat menjelaskan, karena Cora dibangun dengan AI dan teknologi canggih lainnya, ia dapat mempelajari dan menyarankan tindakan yang harus dilakukan perusahaan untuk meningkatkan posisi di pasar.

Ubah ekosistem bisnis

artificial intelligence untuk bisnis - EKRUT
Sebagian besar proses perusahaan dapat diotomatisasi - EKRUT

Dampak kecerdasan buatan terhadap masa depan pun sangat besar. Secara fundamental, AI akan mengubah ekosistem bisnis dan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan di masa depan. Genpact memperkirakan, lebih dari 70 persen proses perusahaan dapat diotomatisasi. Misalnya, dengan otomatisasi robot atau pembelajaran mesin atau machine learning.

“Dengan ledakan teknologi digital baru dan adanya berbagai pilihan solusi, perusahaan akan berjuang untuk menentukan inovasi-inovasi digital dalam cara pragmatis, terindustrialisasi, dan mampu mengurangi risiko yang ada,” kata Bhat.

Baca juga: 8 Peran artificial intelligence dalam dunia marketing masa depan

Kolaborasi manusia dan AI

artificial intelligence untuk bisnis - EKRUT
Campur tangan manusia tetap dibutuhkan - EKRUT

Sama seperti dengan asisten virtual yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bisnis juga harus bergantung pada keharmonisan antara mesin dan manusia untuk memastikan bahwa semuanya berjalan lancar. Pada akhirnya, kontrol yang dimiliki oleh manusia dan didukung oleh AI dapat mengurangi risiko kesalahan yang mungkin terjadi.

Meskipun AI sangat canggih dan memberikan banyak solusi bagi bisnis, campur tangan manusia tetap dibutuhkan, lho!

Teknologi AI dalam strategi customer relation perusahaan 

artificial intelligence untuk bisnis - EKRUT
Perusahaan akan banyak mengembangkan solusi perangkat lunak AI untuk strategi customer relation - EKRUT

Kini teknologi Artificial intelligence untuk bisnis juga bisa dilihat dalam strategi customer relation perusahaan. Pasalnya terlibat dengan pelanggan adalah bagian integral dalam bisnis dan proses ini akan semakin efektif berkat kehadiran teknologi AI. 

Beragam solusi perangkat lunak yang diberdayakan oleh teknologi AI akan membantu bisnis secara lebih efektif merespon masalah, keluhan, dan pertanyaan pelanggan. Itu sebabnya banyak perusahaan akan memasukkan AI dalam strategi customer experience untuk membangun keterlibatan dan kepercayaan konsumen yang lebih kuat

Untuk memperluas pemahamanmu tentang bagaimana penerapan teknologi AI dalam bisnis  lebih lanjut, simak video berikut

Itulah beberapa contoh pengaruh dan penerapan teknologi Artificial Intelligence untuk bisnis. Dengan memasukkan teknologi AI dalam strategi dan pengembangan bisnis, tentu perusahaanmu akan lebih bisa mengikuti tren dan tetap kompetitif di masa sekarang. 

artificial intelligence untuk bisnis - EKRUT

Last update: 3 Mei 2020

Rekomendasi bacaan:

Sumber:

  • mashable.com
  • forbes.com

Tags

Share