Published on

Careers

7 Teori kepemimpinan yang perlu manajer kuasai

Nur Lella Junaedi

teori-kepemimpinan-EKRUT.jpg

Studi pada bidang psikologi menunjukkan bahwa kemampuan kepemimpinan seseorang, pada dasarnya telah melekat sejak mereka dilahirkan. Meski begitu, kamu tetap bisa mengasahnya dalam teori kepemimpinan yang satu ini. 

Memahami teori kepemimpinan dalam bekerja

teori kepemimpinan EKRUT 
Teori kepemimpinan menjelaskan tentang bagaimana seseorang bisa menjadi pemimpin - EKRUT

Teori kepemimpinan menjelaskan tentang bagaimana dan mengapa seseorang menjadi pemimpin. 

Pemimpin di sini dalam artian yang sesungguhnya tentang bagaimana kamu bisa memengaruhi orang lain atau tim di luar jabatan yang kamu miliki. 

Meskipun dua hal ini tidak bisa dipisahkan, karena jabatan pada dasarnya akan memberikan pengaruh, tapi seberapa besar pengaruh itu berjalan dengan baik di dalam organisasi?

Jawaban dari pertanyaan ini sebaiknya kamu identifikasi, sebab tipikal pemimpin yang hebat biasanya akan mampu membawa timnya menuju tujuan utama yang diinginkan oleh perusahaan. 

Apabila ini tidak tercapai, maka kamu perlu mempelajari teori kepemimpinan lebih dalam lagi.  

Baca juga: Kuasai crisis leadership, kemampuan memimpin di tengah krisis

Faktor yang memengaruhi kepemimpinan 

teori kepemimpinan EKRUT 
Ada berbagai faktor yang memengaruhi kepemimpinan seperti peran karyawan - EKRUT

Beberapa cara di atas bisa kamu coba untuk mengaplikasikan teori kepemimpinan. Walaupun memang dalam praktiknya tentu ini tidak mudah dilakukan karena gaya setiap pemimpin akan selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Budaya organisasi yang kerap sulit diubah karena dipengaruhi oleh sejarah perusahaan, krisis, pendiri di masa lalu dan pemimpin saat ini.
  • Lingkungan kerja juga biasanya telah mewarisi nilai-nilai dari kepemimpinan masa lalu dan saat ini
  • Peran karyawan dalam mendukung pemimpin.
  • Teknologi yang turut mengubah gaya pemimpin agar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. 

7 Teori kepemimpinan

teori kepemimpinan EKRUT 
Ada beberapa teori kepemimpinan yang perlu kamu pelajari - EKRUT

Ada beberapa jenis teori kepemimpinan, berikut adalah beberapa di antaranya.

 1. Teori kepemimpinan orang hebat (Great Man Theory)

Teori kepemimpinan orang hebat (Great Man Theory)
Menurut teori ini, sosok pemimpin telah melekat dalam diri seseorang sejak lahir. - Pexels

Merujuk pada studi Psikologi di atas yang menyebutkan bila sosok pemimpin telah melekat dalam diri seseorang sejak lahir. Begitu juga cara Great Man Theory ini dijelaskan. Teori kepemimpinan ini menyebutkan bahwa sifat dan kemampuan bawaan yang membuat sosok pemimpin ini hebat, kedua hal tersebut tidak bisa diajarkan atau pun dipelajari. Namun, teori Great Man ini juga menerima banyak kritik. Letak kritik tersebut, sebagian besar karena seseorang baik yang terlahir atau tidak dengan sifat kepemimpinan, tidak perlu melakukan usaha apapun untuk menjadi leader. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin telah ditentukan sebelumnya dan tidak bisa datang dari sembarang orang.

Dengan begitu, seseorang layak menjadi pemimpin karena sifat khusus yang dimiliki. Menurut teori kepemimpinan ini, para pemimpin dilahirkan dengan memiliki karakteristik internal bawaan seperti kecerdasan, keterampilan sosial, karismatik dan rasa percaya diri. Bentuk dari pemimpin hebat ini digambarkan sebagai sosok yang heroik, mistis dan sangat dibutuhkan oleh kelompoknya.

2. Teori kepemimpinan perilaku

Teori kepemimpinan perilaku
Pemimpin ada karena hasil pelatihan dan observasi menurut teori ini - Pexels

Berkebalikan dengan teori sebelumnya, konsep teori kepemimpinan perilaku menjelaskan bahwa sosok pemimpin ada karena hasil dari pelatihan dan observasi.  Aturan dalam teori ini juga menitikberatkan penilaian pemimpin yang dilihat dari tindakan spesifik dan tingkah lakunya, ketimbang karakteristik dan sifat yang dimiliki. Dalam teori kepemimpinan ini menyebutkan bahwa individu membutuhkan tiga kemampuan utama untuk memimpin, yaitu teknis, manusia, dan konseptual. Kemampuan teknis mengacu pada pengetahuan pemimpin akan proses atau teknik.

Human skills berarti kemampuan untuk berinteraksi dengan individu lain. Sedangkan kemampuan konseptual merupakan kemungkinan pemimpin untuk menciptakan ide-ide dalam menjalankan sebuah tim atau perusahaan.

3. Teori kepemimpinan manajemen

Teori kepemimpinan manajemen
Teori manajemen disebut juga teori kepemimpinan transaksional.  - Pexels

Teori kepemimpinan manajemen dikenal juga sebagai teori transaksional, mendasarkan pemimpin pada sistem penghargaan dan hukuman. Fokus dari teori ini adalah pengawasan, keorganisasian, dan performa tim. Konsep ini banyak digunakan dalam bisnis di mana ketika karyawan sukses, maka akan diberikan penghargaan dan bila gagal diberikan teguran.

Gaya kepemimpinan manajemen ini bisa sangat efektif, karena akan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik lagi. Akan tetapi, ada banyak kritik mengenai teori ini, karena sifatnya yang transaksional maka persaingan antar karyawan demi mendapatkan rewards akan menjadi sangat ketat. Hal tersebut dapat berdampak negatif untuk karyawan dan dapat menurunkan moral apabila persaingan dilakukan secara tidak sehat. Cara rewards dan punishment dari teori kepemimpinan manajemen relatif sederhana untuk memimpin karyawan, sehingga sering disebut gaya kepemimpinan yang malas.

4. Teori kepemimpinan kontingensi

4. Teori kepemimpinan kontingensi
Teori kepemimpinan kontingensi memiliki gaya pemimpin yang bisa disesuaikan dengan situasi. - Pexels

Menurut teori kepemimpinan kontingensi tidak ada gaya kepemimpinan yang sempurna di semua situasi. Teori kontingensi menekankan pada berbagai macam variabel dalam menentukan gaya kepemimpinan, tergantung dari situasi yang dihadapi.Oleh sebab itu, untuk menjadi pemimpin yang baik seharusnya kamu mampu untuk menyesuaikan perilakunya dengan lingkungan, memperhatikan situasi, dan menilai kebutuhan dari tim.

Teori kontingensi memiliki kelebihan dimana pemimpin mampu bekerja secara efektif dalam berbagai situasi. Akan tetapi kekurangan dari teori ini adalah terlalu fokus terhadap konteks situasi sehingga mungkin kurang memperhatikan psikologi atau kondisi dari karyawan sendiri.Terdapat faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi situasi kepemimpinan pada teori kepemimpinan ini. Faktor internal berupa jenis perusahaan, ukuran tim, dan gaya kepemimpinan bawaan dari individu. Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah marketplace dan perilaku atau perasaan konsumen.

5. Teori kepemimpinan partisipatif

Teori kepemimpinan partisipatif
Teori ini jarang diterapkan pada perusahaan korporat. - Pexels

Dalam aturan ini menunjukkan bila gaya kepemimpinan ideal dibentuk karena saran atau masukan yang diberikan oleh orang lain. Para pemimpin yang seperti ini akan mendorong timnya untuk memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan. Teori kepemimpinan partisipatif jarang digunakan di dunia korporat. Teori yang disebut juga kepemimpinan demokratik ini menyarankan bahwa tiap karyawan dapat terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di perusahaan mereka. 

Pemimpin hanya memfasilitasi diskusi yang selanjutnya menampung semua saran dan menentukan keputusan yang terbaik. Setiap orang sangat terlibat menurut teori ini, pemimpin hanya mengarahkan saja. Kelebihan dari teori ini tentunya keterlibatan karyawan dalam keputusan dan hasil akhir akan memotivasi mereka dalam bekerja. Sedangkan kekurangan dari teori partisipatif adalah pemimpin akan tampak lemah dan tidak diperlukan. Selain itu, pemimpin tidak akan mendapatkan hasil terbaik karena terlalu melibatkan keinginan karyawan lebih dari yang perusahaan butuhkan.

6. Teori kepemimpinan transformasional

Teori kepemimpinan transformasional
Teori ini menekankan hubungan antara karyawan dengan pemimpin - Pexels

Teori kepemimpinan transformasional bisa dikatakan juga sebagai teori hubungan yang lebih menekankan pada interaksi yang terjadi antara karyawan dan pemimpin. Teori transformasional banyak digunakan untuk mengembangkan tim, ide, atau produk dengan pendekatan positif dan motivasional. Melalui teori ini para pemimpin akan banyak memotivasi anggotanya untuk lebih berkembang. Mereka juga akan memiliki standar moral dan etika yang tinggi. Dilansir dari Indeed.com pemimpin transformasional yang baik biasanya mengikuti hal-hal berikut ini:

  • Memberikan dukungan dan pengakuan
  • Menetapkan goal yang jelas
  • Menjunjung keadilan dan integritas
  • Memicu energi positif pada karyawan
  • Menginspirasi karyawan untuk mencapai goal

7. Teori kepemimpinan sifat

Teori kepemimpinan sifat
Dalam teori ini disebutkan bahwa sifat tertentu lebih cocok menjadi pemimpin - Pexels

Konsep dari teori terakhir ini hampir mirip dengan teori pertama yakni orang mewarisi kualitas dan sifat tertentu lebih cocok untuk menjadi pemimpin. 
Contohnya ketika seseorang yang memiliki sifat ektroversi, berani dan percaya diri, diyakini bisa menjadi pemimpin yang hebat. 

Teori tersebut digunakan untuk memprediksi kepemimpinan yang efektif. Biasanya, karakter yang telah diidentifikasi akan dibandingkan dengan dengan para calon pemimpin yang potensial. Hal ini dilakukan untuk menentukan kemungkinan pemimpin terpilih akan  memimpin secara efektif. Adapun karakteristik tersebut dapat diidentifikasi dari berbagai perspektif seperti, fisiologis, demografis, dan kecerdasan.

Baca juga: Kenali gaya kepemimpinan situasional untuk kesuksesan tim

Menerapkan teori kepemimpinan  

teori kepemimpinan EKRUT 
Cobalah untuk menjadi pemimpin yang inklusif - EKRUT

Tak cukup hanya memahami jenis dari teori kepemimpinan. Kini saatnya bagimu untuk mencoba mengaplikasikan konsep ini dalam beberapa langkah.

1. Jadilah pemimpin yang inklusif

Untuk menjadi pemimpin inklusif, kamu perlu melibatkan orang-orang (karyawan) dalam gaya kerjamu. Anggap mereka sebagai anggota yang penting dalam perangkat kepemimpinan yang kamu emban, bukan hanya sebagai tenaga kerja. 

Sebagai contoh, apabila kamu membuat sebuah keputusan coba perhatikan beberapa hal berikut ini: 

  • Apakah keputusan yang kamu buat bisa meningkatkan produktivitas dalam tim?
  • Apakah itu akan meningkatkan kepuasaan tim dan klien? 
  • Apakah strategi ini mendukung orang-orang dalam tim?

2. Memaksimalkan kekuatan yang kamu miliki

Merujuk pada teori sifat, kepemimpinan yang efektif memang kerap bergantung pada sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. 

Oleh karena itu, bila kamu yakin terlahir sebagai pemimpin yang hebat sebaiknya kamu fokus pada kekuatan yang kamu miliki ketimbang kelemahanmu. Bentuk dari kekuatan ini bisa meliputi: 

Keinginan untuk tetap tangguh melewati masa-masa sulit dalam memimpin. Tidak peduli seberapa besar tantangannya tetapi kamu bisa mengatasi semua itu. 

Sikap ketegasan yang berarti ketika tim sedang bingung, kamu sebaiknya membuat situasi yang tenang untuk mengambil keputusan untuk menyatukan semua orang. 

Baca juga: Tips memahami gaya kepemimpinan yang efektif

Dengan memperhatikan beberapa faktor di atas dan tentunya belajar banyak hal tentang teori kepemimpinan diharapkan kamu bisa menjadi pemimpin yang hebat.

teori kepemimpinan EKRUT

Rekomendasi video:

Sumber: 

  • corporatefinanceinstitute
  • verywellmind
  • bizfluent
  • educba

Tags

Share