Published on

Lainnya

Valuasi Adalah: Konsep Dasar, Tujuan, Pendekatan, dan 6 Metodenya (Methods of Valuation)

Alvina Vivian

H1_valuasi_adalah.jpg

Ketika kamu berbisnis, tidak jarang akan dihadapkan beberapa istilah baru yang belum pernah dikenali, seperti istilah valuasi. Pada bisnis, valuasi adalah hal yang penting untuk semua tingkat perusahaan mulai dari startup kecil hingga perusahaan dengan skala besar. Cara menghitung valuasi bisa dilakukan dalam berbagai pendekatan dan metode. Selengkapnya, bisa kamu baca di artikel berikut ini.

Apa itu valuasi dalam bisnis?


Valuasi adalah salah satu cara mengukur kesuksesan perusahaan (sumber: pexels)

Secara umum, valuasi adalah memberi penilaian terhadap sesuatu. Kata ini bisa digunakan dalam banyak hal, salah satunya pada bisnis. Valuasi bisnis adalah penilaian terhadap sebuah perusahaan dari performa nilai ekonomi, proyeksi keuntungan dan keuangan, jumlah aset, hingga kualitas manajemen.

Perhitungan valuasi tidak terbatas dari seberapa besarnya sebuah perusahaan. Baik perusahan kecil hingga korporasi besar perlu melakukannya. Hal tersebut dikarenakan setiap perusahaan tentu perlu mengenali bagaimana perkembangan bisnis yang tengah dijalani.

Baca juga: Cost Accounting (Akuntansi Biaya) adalah: Pengertian, Jenis, dan 5 Fungsinya

Tujuan dari adanya valuasi


Valuasi banyak bermanfaat untuk masa depan dan perkembangan perusahaan (sumber: pexels)

Selain untuk mengukur seberapa jauh perkembangan bisnis sebuah perusahaan, terdapat beberapa tujuan valuasi yang perlu kamu pahami berikut ini.

1. Menentukan nilai yang tepat bagi perusahaan

Ada kalanya sebuah perusahaan akan mengalami merger dengan perusahaan lain. Ketika akan melakukan proses penggabungan, kedua perusahaan tersebut tentunya perlu mengenali nilai masing-masing agar ke depannya dapat terjalin kerja sama yang baik tanpa ada yang dirugikan. Perhitungan valuasi akan menghasilkan nilai yang nantinya dapat digunakan sebagai interpretasi berapa nilai jual perusahaan tersebut. Adanya valuasi perusahaan juga diperlukan untuk keperluan penjualan atau pembelian saham hingga perihal perpajakan.

2. Evaluasi internal

Tidak hanya digunakan untuk keperluan merger dengan perusahaan lain, nilai valuasi bisa menjadi bahan evaluasi untuk internal perusahaan tersebut. Dengan mengerti perkembangan atau penurunan nilai ekonomi perusahaan, tentunya internal manajemen dapat menimbang hal apa saja yang perlu diperbaiki. Selain itu, adanya valuasi juga dapat memudahkan manajemen membentuk perencanaan yang tepat.

3. Memberikan nilai yang tepat bagi investor

Jika sebuah perusahaan ingin mencari investor untuk pendanaan operasional dan lainnya, tidak jarang nilai valuasi menjadi hal pertama yang dilihat dan ditimbang. Valuasi akan menjadi salah satu tolak ukur yang digunakan investor apakah ia ingin menaruh sebagian investasinya pada perusahaan tersebut atau tidak, apakah perusahaan tersebut akan menguntungkannya atau tidak.

Baca juga: Apa Itu Rasio Profitabilitas? Pengertian, Fungsi, 8 Jenis

Pendekatan dalam valuasi bisnis


Pendekatan valuasi juga berpengaruh dengan skala dan pendapatan (sumber: pexels)

Ada tiga pendekatan valuasi bisnis yang bisa diterapkan sebuah perusahaan. Berikut merupakan penjelasan singkatnya.

1. Berdasarkan aset

Metode berdasarkan aset merupakan pendekatan dengan cara menjumlahkan berbagai aset yang perusahaan miliki dengan cara basis likuidasi atau basis book value. Pendekatan ini lebih tepat digunakan untuk perusahaan korporasi dengan skala besar, sedangkan untuk perusahaan kecil akan kesulitan ketika melakukan evaluasi.

2. Nilai penghasilan

Pendekatan ini didasari oleh laporan penghasilan di masa lalu dan perkiraan di masa depan. Pendekatan dengan melihat nilai penghasilan umumnya digunakan ketika akan dilakukan merger atau kolaborasi dan penjualan perusahaan. Sebuah perusahaan bisa menggunakan metode perhitungan dari riwayat masa lalu atau prediksi di masa depan (DCF).

3. Melihat nilai pasar

Sebuah perusahaan bisa menentukan nilai pasar dari perusahaan lain yang dijual dalam kurun waktu dekat. Meskipun pendekatan ini terkadang tidak valid karena mematok harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, namun kamu bisa menghindari hal tersebut dengan menyewa profesional di sektor penjualan bisnis.

Baca juga: Apa itu revenue? Pengertian, 3 cara menghitung, dan perbedaannya dengan income

6 Metode dalam valuasi (methods of valuation)


Banyak metode perhitungan yang bisa dicoba sesuai dengan bisnis perusahaan (sumber: pexels)

Terdapat beberapa metode cara menghitung valuasi yang bisa digunakan. Berikut 6 metode dalam valuasi atau yang sering disebut dengan methods of valuation.

1. DCF (discounted cash flow)

Metode DCF adalah cara yang menggunakan proyeksi arus kas di masa depan yang telah disesuaikan. Meskipun hampir sama dengan cara earning multiplier, namun bedanya DCF memasukkan inflasi sebagai salah satu elemen yang diperhitungkan.

2. Likuidasi

Liquidation atau nilai likuidasi adalah nilai kas bersih yang perusahaan terima ketika aset yang dimilikinya telah dilikuidasi serta modal dan semua biaya operasional telah dilunasi.

3. Kapitalisasi pasar

Metode market capitalization atau kapitalisasi pasar merupakan metode yang cukup sederhana untuk menghitung valuasi. Dua variabel yang dihitung, yakni saham dan harga saham yang ditetapkan. Cara menghitungnya, yaitu dengan mengalikan jumlah saham yang tersebar dengan total harga saham.

4. Metode times revenue

Cara ini menggunakan penjumlahan dengan mengalikan nilai pendapatan dalam jangka waktu yang ditentukan dengan nilai valuasi per jenis industri. Misalnya, untuk ceruk bisnis perusahaan teknologi, nilai pendapatan pertahun akan dikalikan 3, serta untuk perusahaan penyedia jasa akan dikalikan 0,5.

5. Melipatgandakan pendapatan

Earning multiplier adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan gambaran yang riil pada pendapatan perusahaan di masa depan. Metode ini didasari oleh perhitungan arus kas yang dapat diinvestasikan dengan bunga saat ini dalam satu periode yang sama. Untuk menghitung tingkatan bunga saat ini, kamu bisa melakukan penyesuaian terhadap rasio P/E yang ada sekarang.

6. Book value

Perhitungan menggunakan metode book value didasari dengan cara mengurangkan jumlah kewajiban perusahaan dengan total aset yang dimilikinya. Nilai ini sama dengan nilai ekuitas pemegang saham yang tertera pada laporan neraca.

Beberapa sumber menyatakan bahwa banyak metode yang bisa digunakan untuk menghitung valuasi. Namun, itulah contoh cara menghitung serta penjelasan mengenai valuasi dalam bisnis. Setelah mengenali pentingnya menentukan valuasi, tentu tidak ada salahnya untuk mulai menghitung valuasi dari sekarang.

Selain dari artikel EKRUT Media, kamu masih bisa memperoleh berbagai informasi dan tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up di EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • investopedia.com
  • cfi.com
  • uschamber.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    h1.jpg

    Lainnya

    Goodwill: Definisi, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Tio Derma

    30 June 2022
    6 min read
    Kenali_Investasi_Reksa_Dana_Pendapatan_Tetap_(RDPT)_beserta_Kelebihan_dan_Kekurangannya.png

    Lainnya

    Kenali Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) beserta Kelebihan dan Kekurangannya

    Sylvia Rheny

    28 June 2022
    6 min read
    H1_customer_onboarding_adalah.jpg

    Careers

    Customer Onboarding: Definisi, Manfaat, Matriks Penting, dan Panduan Melakukanya

    Alvina Vivian

    28 June 2022
    5 min read

    Video