Expert's Corner

Benarkah wholesale adalah strategi penjualan terbaik? Berikut cara mendapatkan keuntungannya!

Published on
Min read
6 min read
time-icon
Algonz D.B. Raharja

A passionate ecological researcher and writer who loved to learn about SEO and content writing for marketing purposes

H1_Wholesale.jpg

Dunia bisnis retail umumnya erat kaitannya dengan apa yang disebut wholesale market atau hanya istilah wholesale saja. Proses distribusi barang atau produk hingga suplai barang ke konsumen juga memiliki relasi dengan wholesale ini. Lantas, apa yang dimaksud dengan wholesale tersebut? Dan, apakah wholesale merupakan strategi penjualan terbaik? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Apa itu wholesale?


Wholesale atau grosir merupakan proses penjualan barang yang dibeli dari produsen kepada konsumen (Sumber: Pexels)

Dilansir dari Financial Dictionary, wholesale atau grosir adalah proses penjualan barang dari pasar ke pengecer. Dalam hal ini, pengusaha wholesale menerima barang dalam jumlah besar dari produsen dan lantas mendistribusikannya ke toko-toko retail atau eceran, di mana setelah itu produk dijual ke produsen. Pedagang wholesale umumnya mendapat harga lebih rendah dari produsen karena membeli barang dengan jumlah besar. Meski barang-barang ini dibeli dalam jumlah besar, namun pengusaha wholesale biasanya telah menganalisis keperluan dan relevansi konsumen atau pengecer sehingga barang tersebut tetap habis terjual.

Menurut risalah dalam situs The Food and Agriculture Organization (FAO), wholesale amat berguna untuk pemasaran barang-barang konsumsi dan produksi makanan dari pedesaan ke perkotaan. Seperti yang umum diketahui, bahan pokok atau sembako umumnya memiliki lahan produksi di pedesaan untuk kemudian dipasarkan secara masif ke perkotaan. Hal ini membuat wholesale dapat mendukung atau menjembatani rantai pasokan produsen ke konsumen dari area surplus ke area kebutuhan. 

Menurut Investopedia, wholesale merupakan tindakan membeli barang dalam jumlah ebsar dari produsen dengan harga diskon dan menjual ke pengecer dengan harga lebih tinggi. Pengusaha wholesale atau grosir biasanya juga mengemas ulang suatu produk dan dijual kembali dalam jumlah lebih kecil dengan harga tertentu kepada konsumen. Oleh karena membeli barang dengan harga diskon, maka pengusaha wholesale juga dapat menjual barang dengan lebih murah kepada konsumen atau pengecer. 

Baca juga: Riset pasar: Manfaat, jenis, dan 4 metode umumnya

Cara wholesale mendapatkan keuntungan


Wholesale mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dari produsen dengan harga jual kepada konsumen (Sumber: Pexels)

Seperti telah dijelaskan di bagian sebelumnya, pengusaha wholesale mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual suatu barang. Misalnya, Toko Grosir “Banda Jaya Grosir” membeli 50 kuintal atau 5.000 kilogram beras dari PT Piala Dunia dengan harga Rp50.000.000 atau dihargai Rp10.000 per kilogram. Karena membeli dalam jumlah besar, maka PT Piala Dunia memberikan diskon 15% kepada Toko “Banda Jaya Grosir” sehingga toko grosir tersebut hanya membayar Rp42.500.000.

Sedangkan, harga beras di pasaran umumnya berkisar pada Rp10.750 sampai Rp12.500 per kilogramnya. Karena memperoleh harga diskon dari produsen, Toko “Banda Jaya Grosir” berani menjual beras tersebut seharga Rp9.750 per kilogram. Dengan begitu, Toko “Banda Jaya Grosir” mendapat untung besar dari selisih harga beli total Rp42.500.000 dengan harga jual (Rp9.750 x 5.000 kg) yaitu Rp48.750.000, dengan total keuntungan Rp6.250.000.

Baca juga: 12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif

4 Jenis wholesale


Berikut beberapa empat jelas wholesale (Sumber: Pexels)

Adapun empat jenis wholesale yang umum dikenal dalam pasar antara lain sebagai berikut.

1. Merchant wholesaler


Merchant wholesale merupakan jenis grosir paling umum seperti pada toko-toko grosir dengan harga murah (Sumber: Pexels)

Jenis wholesale yang satu ini adalah jenis grosir paling umum yaitu pedagang wholesale (wholesaler) terlibat dalam pembelian produk dengan volume lebih besar dengan harga lebih rendah. Lalu, mereka menjual lagi barang dengan jumlah lebih kecil dengan harga sedikit lebih tinggi. Pedagang wholesale tidak memproduksi produk mereka sendiri, tetapi memiliki pengetahuan dan relasi mendalam tentang produk. Terlebih, pedagang wholesale memiliki analisis tertentu untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mulai menjual suatu produk ke bisnis eceran sehingga permintaan lebih tinggi.

2. Agen/broker

Kita mengenal istilah makelar dalam dunia perdagangan barang. Makelar yang legal dan berbadan usaha disebut broker atau agen/pialang. Dalam wholesale juga dikenal istilah agen atau pialang yaitu pengusaha yang tidak memiliki produk dan menjual produk tertentu sebagai perantara. Agen dalam wholesale meraup untung dari komisi penjualan barang dari operator grosir kepada konsumen. Contoh dari agen wholesale ini adalah agen Pertamina yang biasanya menjual gas tabung eceran namun bukan bagian dari PT Pertamina (Persero).

Baca juga: Mengenal manajemen pemasaran dan tugasnya

3. Divisi distributor manufaktur

Jenis wholesale yang satu ini adalah jenis wholesale yang dimiliki resmi oleh perusahaan produsen. Secara umum, wholesale jenis ini ditujukan untuk memudahkan perusahaan dalam mengontrol harga dan sebaran kuantitas produk di tengah konsumen. Keuntungan dari wholesale jenis ini juga berbasis pada kesepakatan. Jika distributor resmi berlabel perusahaan, maka keuntungan diatur kesepakatan perusahaan. Sedangkan untuk pedagang wholesale tertentu keuntungan akan diperhitungkan sesuai strategi pasar tertentu.

4. Kantor pusat dan kantor cabang ritel


Salah satu jenis wholesale yang umum adalah toko ritel yang menjual produk dari produsen kepada konsumen dengan harga tertentu (Sumber: Pexels)

Hampir serupa dengan jenis wholesale sebelumnya, adanya kantor cabang ritel ini ditujukan untuk mengontrol laju harga dan kuantitas barang di suatu wilayah dengan menggunakan basis perusahaan. Wholesale jenis ini umum digunakan oleh perusahaan ritel yang membeli sejumlah produk dari produsen dengan jumlah besar lalu disebar ke berbagai cabangnya di berbagai wilayah dengan harga tertentu tiap satuannya.

Baca juga: 8 Strategi dan contoh analisis pesaing dalam marketing

Manfaat dari wholesale


Keuntungan wholesale yang utama adalah harga jual produk lebih rendah daripada harga pasar (Sumber: Pexels)

Melihat beberapa jenis wholesale di atas, kita tentu bisa membayangkan bagaimana manfaat wholesale. Adapun manfaat wholesale dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. Bagi produsen

Bagi perusahaan produsen suatu barang atau produk, wholesale cukup menguntungkan karena mereka dapat meminimalisasi pekerjaan distribusi. Hal ini dikarenakan barang produksi mereka telah dibeli dalam jumlah besar oleh para pedagang wholesale yang nantinya akan dijual secara menyebar di berbagai wilayah.

2. Bagi pedagang wholesale

Keuntungan wholesale bagi pedagang wholesale atau wholesaler adalah mereka mendapat keuntungan cukup besar dari barang yang dibeli dalam jumlah besar. Lebih daripada itu, mereka juga mendapat engagement tinggi dari konsumen jika menjual harga lebih mudah daripada harga umum di pasar. Dengan memotong biaya distribusi, para pedagang wholesale dapat menurunkan harga dari harga pasaran, meski sejatinya harga tersebut sudah termasuk keuntungan bagi mereka.

3. Bagi konsumen

Bagi konsumen, wholesale amat menguntungkan karena umumnya harga barang di sana lebih murah daripada harga toko atau pasar umum. Beberapa gerai wholesale umumnya digemari oleh konsumen yang juga mencari barang tertentu dalam jumlah banyak atau untuk kebutuhan bulanan.

Beberapa keuntungan wholesale tadi dapat menjadi catatan bagi kamu yang tengah merintis usaha grosir. Bermula dari relasi dan usaha untuk memotong biaya distribusi, kamu dapat meraup untung dengan harga rendah saat membeli barang dengan jumlah banyak. Wholesale juga terbukti cukup awet sebagai strategi penjualan di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan tagline “Harga Grosir” juga masih amat mentereng sebagai sarana promosi beberapa toko wholesale.

Baca juga: Pengertian, 5 strategi, dan 8 contoh niche market

Bagi kamu yang berminat untuk menggeluti bidang marketing atau distribusi produk dan ingin mencari lowongan pekerjaan di bidang tersebut, mungkin EKRUT bisa menjadi jalan bagimu.

Dengan mendaftar lewat EKRUT, kamu bisa ditemukan oleh berbagai perusahaan bonafide yang tengah mencari kandidat baru di kantor mereka. Siapa tahu, kamu adalah kandidat yang mereka cari. Silakan klik tautan di bawah ini untuk dapat mendaftar lewat EKRUT.

sign up EKRUT

Sumber:

  • financial-dictionary.thefreedictionary.com
  • fao.org
  • oberlo.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    business-model-canvas-EKRUT.jpg

    startup

    Segmen Business Model Canvas untuk Merancang Bisnis di Awal

    Nur Lella Junaedi

    29 November 2022
    8 min read
    H1_1._Cost_Structure_Definisi__Fungsi__Jenis__Elemen_dan_Contohnya.jpg

    Expert's Corner

    Cost Structure: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    18 November 2022
    5 min read
    pexels-thibault-luycx-3975062.jpg

    Lainnya

    Economies of Scale: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Keuntungan Melakukannya

    Fakhrizal Muttaqien

    17 November 2022
    5 min read

    Video