Media

8 kesalahan umum startup di tahun pertamanya
By Maria Yuniar - 17 September 2018
5 min read 157 Views

Kamu mungkin sudah cukup sering menjumpai berbagai macam produk startup, termasuk e-commerce. Beberapa tahun belakangan, aktivitas startup memang bisa dikatakan berkembang cukup pesat. Bahkan, tak sedikit startup yang masih berkembang, sudah membuka rekrutmen besar-besaran. Yang disayangkan, sejumlah startup telah melakukan banyak kesalahan yang merugikan bisnis mereka. Apa saja sih kesalahan umum startup di awal tahun berdirinya? (Baca juga: 10 startup dengan investasi terbesar di Asia Tenggara)

 

Startup mengejar publisitas tanpa pertimbangan matang

Banyak startup gencar mencari publisitas saat meresmikan perusahaan maupun memperkenalkan produk. Langkah ini memang bisa menjadi poin plus dalam hal promosi. Namun, tak jarang banyak startup yang melakukannya tanpa pertimbangan matang. Sebelum merencanakan publisitas, kamu mesti menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini, "Mengapa publisitas diperlukan?", "Apakah sudah siap menghadapi media atau pers?", "Apa saja target dari publisitas ini?" (Baca juga: Kunci keberhasilan startup dalam rekrutmen)

Jadi, jika kamu belum memantapkan model bisnis atau produk, bagaimana nasib publisitasmu? Bagaimana kalau ternyata kamu mengalokasikan begitu banyak dana untuk publisitas tapi startup-mu gulung tikar setahun kemudian? Hal-hal semacam ini harus dipertimbangkan dengan baik. Sebab, nama baik dan personal branding para founder dan co-founder pasti menjadi pertaruhan. 

 

Mencari suntikan dana terlalu besar di awal

Langkah yang sering dilakukan pendiri startup di tahun awalnya adalah mencari suntikan dana terlalu besar. Tujuannya, untuk pengembangan serta perekrutan besar-besaran, serta gaji karyawan. Berhati-hatilah. Para founder dan co-founder yang terlalu mengandalkan investor pada awal bisnis, bisa menjadi kurang hati-hati dalam hal pengeluaran. Akhirnya, valuasi startup malah tidak maksimal di kemudian hari.

Jadi, sebaiknya kamu harus memikirkan alternatif pendanaan. Misalnya, melalui bootstrap. Setelah model bisnis kamu terbukti berjalan baik, kamu bisa mulai keluar mencari investor. Kamu pun bisa exit kapan pun saat valuasi startup-mu telah optimal. (Baca juga: 3 langkah awal jaring investor untuk startup Anda)


Sumber: fourcolorsofmoney.com

 

Menjalankan bisnis startup sendiri

Memiliki banyak keahlian dan pengetahuan tidak lantas membuat seseorang bisa mendirikan startup seorang diri. Kamu tetap membutuhkan rekan sejawat dengan visi yang sama sebagai co-founder atau advisor.  Menjalankan startup di tahun pertama akan menguras banyak waktu. Jangan heran jika kamu bisa kehilangan kehidupan sosial. 

Meskipun kamu memiliki jiwa soliter, manusia tetap memerlukan interaksi. Paling tidak dengan orang-orang yang akan membantu startup-mu berkembang. Jadi, pastikan kamu memiliki tim dengan kesamaan visi untuk membangun startup tersebut. (Baca juga: 

 

Memaksakan sebuah bisnis model 

Apakah kamu berhenti dari pekerjaan untuk menjalankan bisnis dan mengejar passion? Sebenarnya, kamu tidak harus keluar dari pekerjaan sampai kamu punya kesempatan untuk menguji konsep dan ada kesempatan untuk itu. Sebab, bisa jadi nanti kamu tidak akurat memprediksi preferensi target pasarmu. 

Jangan sampai kamu menjadi keras kepala dan memegang teguh ide startup hanya karena kamu jatuh cinta dengan suatu konsep. Terjemahkan idemu dalam sebuah konsep bisnis lengkap, cepat mengambil langkah, dan fleksibel bila ternyata semua tidak berjalan sesuai rencana. Tahukah kamu, beberapa perusahaan terbesar saat ini malah sebenarnya meraih kesuksesan dari hasil pivot?

 

Komunikasi yang buruk 

Jangan pernah meremehkan masalah komunikasi. Sebab, hal ini justru menjadi yang paling penting dalam suatu relasi maupun bisnis. Selain itu, kamu juga perlu mendiskusikan roadmap startup yang ada di pikiranmu bersama tim. Lakukan komunikasi dengan intensif. Yang tak kalah penting, selalu terbuka untuk saran dan kritik. Pelajari cara berkomunikasi yang baik. Jika tidak, kamu dapat menghancurkan hubungan dengan pelanggan dan karyawan.

 

Tidak memiliki mimpi besar

Tak jarang, para pendiri startup tidak memiliki visi maupun mimpi yang besar. Alasannya bisa jadi karena sekadar mengikuti tren atau belum matangnya tujuan yang ingin dicari. Tim startup terbaik harus mempunyai mimpi besar dan merealisasikannya. 

 

Tidak menguasai produk

Hal terburuk yang bisa kamu temui dalam hal kegagalan startup di tahun pertama adalah ketidakpahaman founder tentang produk atau layanan yang dikerjakan. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan hal ini bisa terjadi adalah sang founder tidak pernah melakukan riset, kurang sejalan dengan latar belakang atau studi yang ditekuni, dan faktor lainnya. Hasilnya, founder akan mengalami kesulitan saat menjelaskan produk mereka kepada investor. Tentu hal ini memalukan jika sampai terjadi, kan? Jadi, sebaiknya lakukan riset tentang layanan dan produk yang dibuat. Selanjutnya, lakukan perbandingan dengan produk kompetitor.

 

Tidak memahami target pasar dan pengguna

Selain memahami layanan dan produk dengan baik, founder dan co-founder harus memperlajari karakteristik target pengguna dan pasar. Saat ini ada lebih dari 250 juta penduduk yang tersebar di berbagai wilayah dan terbagi menjadi berbagai kalangan dan umur. 

Dengan menentukan target pasar, selain bisa menyesuaikan produk yang dibuat, kamu juga bisa memproyeksi perkembangan dari pasar dan tentunya memprediksi pertumbuhan startup. Jika tidak, produk dan model bisnis kamu tidak akan diterima oleh target pasar tersebut. Bayangkan kerugian yang bisa muncul!

Dengan memahami sederetan kesalahan tersebut, kamu bisa melakukan antisipasi. Pertimbangkan segala sesuatunya dengan matang dan komunikasikan dengan baik bersama anggota tim. Semoga startup yang akan kamu rintis, kelak berhasil ya!

 

Rekomendasi bacaan:
Aplikasi gratis ini lebih seru dibanding medsos, benarkah?
Ajukan 3 pertanyaan ini jika atasan terus tolak idemu
10 tanda kamu benci pekerjaanmu

 

Sumber:
hackernoon.com
techinasia.com
marketeers.com
dailysocial.id
maxmanroe.com

Tags:

  • investasi
  • startup
  • Share Group 1 Group 3 Group 4
    Bergabung dengan EKRUT

    Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
    Daftar Sekarang