Published on

jobs

Mengenal Segmenting Targeting Positioning (STP) Marketing

Maria Tri Handayani

Segmenting-Targeting-Positioning-adalah---EKRUT.jpg

STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran  yang sesuai pada segmentasi target audiens tertentu. 

Model pemasaran ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan populer digunakan hingga saat ini. Agar kamu lebih mengenal apa yang disebut sebagai  STP marketing ini coba perhatikan ulasan berikut. 

Pengertian dan kelebihan Segmenting Targeting Position

Segmenting Targeting Positioning - EKRUT
Model STP Marketing sering digunakan perusahaan dalam merancang strategi pemasaran - EKRUT

Pada dasarnya STP marketing atau Segmenting Targeting Position adalah salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai. 

Fokus utama dalam model pemasaran STP ini adalah pada pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling bernilai bagi bisnis pada saat merancang  strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut.

STP marketing sendiri merupakan pendekatan atau model yang populer diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran. Beberapa kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning adalah:

  • Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan sumber daya untuk segmentasi target. 
  • Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan penggunaan produk
  • Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar
  • Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif

Cara menerapkan model Segmenting Targeting Positioning

Segmenting Targeting Positioning - EKRUT
Menentukan segmentasi target market membantumu merancang pendekatan pemasaran yang tepat - EKRUT

Seperti yang dijelaskan sebelumnya untuk menerapkan model STP marketing ini kamu harus melakukan 3 langkah,  yaitu: 

1. Segmentasi pasar (Segmenting / Segmentation)

Tahapan segmenting atau segmentation dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi sekelompok orang dengan karakteristik dan kebutuhan yang sama. 

Langkah ini dilakukan agar kamu dapat menyesuaikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok dengan cara yang lebih efektif dibanding hanya menggunakan satu pendekatan untuk semua pelanggan. 

Untuk melakukan segmentasi pasar, kamu bisa menggunakan pendekatan, seperti: 

  • Demografis. Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan. 
  • Geografis. Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar negara, wilayah, kota atau lingkungan tertentu.
  • Psikografis. Segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup tertentu.
  • Perilaku. Mendasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari. 

Baca juga: 4 Cara mudah menentukan niche market

2. Menentukan target atau sasaran (Targeting)

Tahapan kedua dalam model Segmenting Targeting Positioning adalah menentukan segmen mana yang akan menjadi target pemasaran. 

Untuk melakukan langkah ini kamu harus mampu berpikir secara realistis. Kamu harus mengevaluasi potensi dan daya tarik dari segi komersial pada masing-masing segmen yang telah dikelompokkan tadi. Dengan begitu kamu bisa melihat kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki dengan target segmen yang dinilai paling potensial membawa keuntungan bagi brand dan perusahaan. 

Untuk mengevaluasi dan memilih target, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan, seperti:

  • Ukuran. Seberapa besar segmentasi pasar tersebut dan potensinya untuk bertumbuh di masa depan 
  • Profitabilitas. Segmen mana yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan lebih tinggi bagi produk atau layanan kamu? Bagaimana dengan Lifetime Value Customer di segmen tersebut?
  • Aksesibilitas. Seberapa mudah atau sulit bagi kamu mencapai segmen target market tersebut dengan pesan pemasaran yang kamu lakukan? Pertimbangkan segala hambatan yang ada ketika kamu harus mengomunikasikan pesan pemasaran ke segmen pasar yang ditargetkan.
  • Fokus pada manfaat. Masing-masing segmen membutuhkan manfaat yang berbeda.
  • Perbedaan. Harus ada perbedaan terukur antar segmen.

3. Memposisikan produk (Positioning) 

Tahapan positioning dapat diartikan menentukan bagaimana produk atau brand kamu direpresentasikan dalam benak pelanggan potensial. Tujuannya tentu agar produk atau brand kamu dilihat lebih unggul dari kompetitor. 

Itu sebabnya pada langkah terakhir dalam model STP marketing ini kamu harus mengetahui bagaimana caranya agar dapat memposisikan produk kamu untuk target segmen pasar yang paling menarik dan memiliki potensi keuntungan yang lebih besar tadi. 

Untuk merumuskan positioning, perhatikan beberapa tips berikut: 

  • Tawarkan solusi. Periksa kembali kebutuhan dan potensi masalah atau hambatan dari masing-masing segmentasi target pasar kamu tadi. Dengan mengetahui hambatan atau potensi masalah yang dihadapi kamu pun bisa merancang pesan yang tepat tentang bagaimana produk atau layananmu dapat menyelesaikan masalah mereka secara lebih efektif.
  •  Identifikasi Unique Selling Proposition (USP). Temukan jawaban yang tepat dari pertanyaan mengapa pelanggan harus membeli dan menggunakan produk atau layanan kamu tersebut? Pikirkan penawaran yang bisa kamu berikan dan tidak dapat ditemukan pada kompetitor lain. 
  • Kembangkan kampanye pemasaran yang spesifik pada segmentasi target pasar. Pastikan kamu memberi penawaran menarik yang sulit untuk mereka tolak. 

Baca juga: 10 Tahap membuat Marketing Plan yang efisien untuk bisnis

4 Contoh penerapan Segmenting Targeting Positioning (STP)

Berikut beberapa contoh penerapan segmenting, targeting, dan positioning pada perusahaan lokal maupun internasional.

Wardah

Wardah memposisikan brandnya sebagai pionir kosmetik halal di Indonesia yang modern dengan membuat produk-produk high-quality menggunakan standar inovasi internasional. Brand ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan wanita di Indonesia, sehingga setiap produknya sudah disesuaikan. Tidak hanya kosmetik, wardah juga memproduksi skincare, perawatan rambut dan badan, dengan berbagai macam varian.

Dengan menggandeng banyak influencer dan artis, brand ini memiliki pengguna dari usia remaja hingga dewasa. Wardah memiliki varian produk dengan harga yang beragam, akan tetapi hampir semua produknya tergolong terjangkau.

Hal tersebut membuat wardah memiliki banyak konsumen loyal. Selain itu, wardah juga selalu melakukan inovasi baik dari segi produk, kemasan, dan promosi yang mengikuti tren.

Bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk wardah pun cukup mudah, agen dari brand ini tersebar di seluruh Indonesia mulai dari pasar, pusat perbelanjaan, hingga online shopping.

Indomie

Siapa yang tidak tahu Indomie? brand ini menyebut dirinya sebagai pionir mie instan di Indonesia dan salah satu produsen mie instan terbesar di dunia yang diproduksi oleh Indofood. Brand ini memiliki segmen pasar yang sangat luas, selain harganya yang terjangkau juga karena rasanya yang khas dan memiliki banyak varian.

Tidak hanya di Indonesia, Indomie tersedia lebih dari 100 negara di dunia seperti Australia, USA, Canada, negara-negara di Asia dan Eropa, dan lainnya.

Kian besarnya konsumen dari produk ini membuat Indomie terus berinovasi dengan menciptakan berbagai macam rasa lain dengan harapan untuk memperluas target pasar. Disamping tetap memproduksi varian favorit dan populer seperti Indomie Mi Goreng.

Produk-produk Indomie sangat dekat dengan masyarakat karena dengan mudah bisa didapatkan, dari mulai warung kelontong hingga supermarket besar. 

Hinge

Saat ini aplikasi online dating kian populer, salah satunya adalah Hinge. Aplikasi ini baru saja dirilis beberapa tahun yang lalu, namun popularitasnya kian meningkat sebagai aplikasi dating online yang terpercaya. 

Hinge menjadi favorit banyak orang karena membantu orang untuk saling bertemu dan membuat hubungan yang real. Hinge memposisikan diri sebagai aplikasi yang tidak diperlukan. Bahkan misi dari aplikasi ini adalah "Kami membangun aplikasi yang di desain untuk di hapus".

Aplikasi ini juga mengedepankan kebutuhan dan keinginan penggunanya ini, sehingga menciptakan pengalaman kencan online yang terpercaya. Hal inilah yang membedakan Hinge dengan aplikasi lain.

Panera Bread

Panera bread merupakan salah satu perusahaan chain store di pada bidang restoran cafe bakery. Memiliki lebih dari 2000 lokasi, semuanya berada AS dan Kanada.

Brand ini telah berhasil menonjolkan "health-conscious" dan "climate-conscious" dalam segmen industri makanan cepat saji. Walaupun tidak sepenuhnya makanan yang disajikan berbeda dengan restoran fast food lainnya.

Namun, Panera Bread tetap menjadi pilihan bagi banyak orang untuk mendapatkan makanan cepat saji yang berkualitas. Hal ini karena branding yang dilakukan dengan perspektif "we believe that good food, food you can feel good about, can bring out the best in all of us". 

Baca juga: 8 Tahap membuat Marketing Plan yang efisien untuk bisnis

Nah, kamu sudah semakin paham dengan model Segmenting Targeting Positioning atau yang biasa disebut STP Marketing ini, bukan? 

Pertimbangkanlah untuk memanfaatkan model ini ketika kamu hendak menyusun strategi pemasaran produk atau layanan demi mengembangkan brand dan bisnis perusahaan. Sebab,  model STP marketing ini bisa membantumu mengenal target pasar dan pendekatan pemasaran yang lebih tepat dan efektif.

Rekomendasi video: 

EKRUT

Sumber:

  • smartinsights.com
  • mindtools.com
  • leadquizzes.com
  • devrix.com

Tags

Share