Published on

Careers

5 Cara menata meja kerja agar terhindar dari sakit punggung

Tsalis Annisa

shutterstock_1186870219.jpg

Tahukah kamu? Bahwa ternyata penataan meja yang salah dapat memicu nyeri pada bagian pinggang dan punggung, lho!

Nah, jika ini yang sering terjadi, kamu perlu tahu cara tepat mengatur meja kerja yang tepat. Misalnya, memastikan tatanan meja dan kursimu sesuai dengan tinggi atau postur tubuhmu. 

Agar semakin paham, yuk simak beberapa tips menata meja kerja yang ergonomis berikut ini. 

1. Posisikan layar komputer sejajar dengan kamu

anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Tambahkan ganjalan di bawah laptop agar tinggi layar dan pandanganmu sejajar - EKRUT

Agar terhindar dari sakit punggung, cobalah untuk memposisikan layar komputer berada tepat di depan kamu sehingga kamu pun dapat melihatnya dengan leher lurus.

Usahakan pula agar bagian atas layar setinggi atau sedikit di bawah ketinggian mata saat kamu duduk. Jika kamu mengggunakan laptop, kamu bisa meletakkan tumpukan buku atau kotak agar posisi pandang ke layar nyaman, tepat di depan kamu. 

Baca juga: 6 Tips menata ruangan kerja ini bantu tingkatkan produktivitasmu

2. Perhatikan jarak layar dengan badan

Anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Usahakan jarak antara layar dan badan sejauh satu lengan - EKRUT

Jika posisi layar terlalu jauh, maka tanpa disadari kamu akan cenderung membungkukkan punggung atau menjulurkan leher ketika bekerja. Agar hal ini tidak terjadi atur jarak antara monitor dengan badan yang nyaman.

Untuk mendapatkan posisi yang tepat, cobalah duduk dan rentangkan lengan kamu. Atur letak monitor kira-kira sejauh satu lengan dari posisi kamu duduk di depannya.

3. Perhatikan penempatan keyboard dan mouse 

anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Letakkan keyboard dan mouse pada ketinggian permukaan yang sama - EKRUT

Tempatkanlah mouse pada posisi yang mudah dijangkau dan di atas tinggi permukaan yang sama dengan keyboard. 

Keyboard dan mouse harus diposisikan sedemikian rupa sehingga ketika bekerja siku kamu tetap berada di samping dan menekuk hingga membentuk sudut 90 derajat. Dengan cara ini beban otot akan berkurang dan kamu tidak akan cepat merasa tegang atau pegal. 

4. Perhatikan ketinggian meja

anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Usahakan selalu ada ruang antara paha dan bawah permukaan meja - EKRUT

Pastikan meja yang kamu gunakan memiliki tinggi yang pas dan membuatmu nyaman ketika harus duduk dan bekerja berjam-jam. Meja dengan ketinggian yang pas adalah yang memberikan jarak atau ruang di bawahnya untuk lutut, paha dan kaki kamu.

Jika meja kerja kamu terlalu rendah, coba ganjal bagian kaki meja dengan balok yang kokoh. Namun jika meja terlalu tinggi dan tidak bisa untuk diatur ketinggiannya, maka sesuaikanlah tinggi kursi kerja kamu.

Baca juga: Kerja seharian? Ini bahaya duduk terlalu lama yang perlu kamu hindari

5. Sesuaikan tinggi kursi 

anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Atur ketinggian kursi agar posisi duduk kamu nyaman - EKRUT

Kursi yang ergonomis penting kamu gunakan agar tidak cepat sakit punggung selama bekerja. Pilihlah kursi yang dapat menyangga pinggang dan menopang lekuk tulang belakang  dengan baik.

Lalu, atur ketinggian kursi sehingga kaki kamu tetap bertumpu rata di lantai dan paha sejajar dengan lantai. Sesuaikan juga sandaran lengan kursi sehingga kamu bisa bertumpu di atasnya dan membuat bahu bisa sedikit lebih rileks. 

Jika memang kursi yang kamu miliki terlalu tinggi sehingga kamu tidak dapat meletakkan kaki di lantai, maka cobalah untuk menggunakan bangku kecil atau pijakan kaki di bawahnya. 

Setelah menata meja kerja berdasarkan tips di atas, pastikan juga kamu selalu mengambil jeda saat bekerja untuk sekedar berdiri, bergerak atau melakukan peregangan. Hal ini tentu akan membantumu mengatasi rasa pegal dan sakit punggung karena duduk terlalu lama. 

anti sakit punggung, ini cara menata meja kerjamu yang benar - EKRUT
Last update: 19 September 2020

Sumber:

  • mayoclinic.org
  • cnet.com

Tags

Share