Media

Apa itu back-end, front-end, dan full-stack developer?
By Maria Yuniar - 20 August 2018
3 min read 562 Views
Photo by Fabian Grohs on Unsplash
Photo by Fabian Grohs on Unsplash

Pernahkah kamu mendengar atau melihat perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk back-end developer, front-end developer, atau full-stack developer? Apakah kamu mengetahui pekerjaan dari setiap profesi itu?

Seiring kemajuan teknologi, web telah berkembang menjadi lebih kompleks. Ini membuat developer juga menjadi lebih terspesialisasi. Artinya, seorang developer tidak harus melakukan keseluruhan proses membangun web lagi, tetapi fokus pada bagian tertentu saja. Entah itu salah satu bahasa pemrograman, framework, atau bagian teknis lainnya. Berikut ini penjelasan lebih detail mengenai back-end developer, front-end developer, dan full-stack developer.

 

Back-end developer

Back-end bisa diibaratkan sebagai halaman belakang suatu website. Kinerja back-end tidak dapat dilihat kasat mata. Sebab, pekerjaan ini sifatnya 'di balik layar'. Meski cenderung tak terlihat, back-end memegang peranan yang begitu penting. Tanpa kehadiran back-end yang baik, kita tentu tak bisa menikmati tampilan website yang menarik.

Apa saja yang masuk dalam kategori back-end? Server, database, serta aplikasi. Jadi, seorang back-end developer mesti memiliki keterampilan dalam berbagai teknologi yang berkaitan dengan komponen-komponen back-end tersebut.

 

Front-end developer

Dari namanya, apakah kamu bisa menerka cakupan profesi ini? Yang masuk dalam bagian front-end adalah tampilan website yang dilihat oleh user. Pada bagian ini, user juga bisa melakukan interaksi.

Developer membangun front-end sebuah website dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, serta JavaScript. Para developer front-end membuat desain website dan memastikannya berfungsi. Beberapa bagian website memang menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Namun, bagian-bagian lainnya membutuhkan back-end programming language.

 

Full-stack developer

Seorang full-stack developer dalam pembangunan sebuah website, menjalankan peranan lintas fungsional. Jadi, tanggung jawabnya bukan sebatas back-end, tapi juga front-end. Tak mengherankan, job description full stack developer lebih kompleks, dengan melibatkan berbagai keahlian. 

Untuk menjadi full-stack developer, kamu harus memahami sisi back-end. Selain itu, kamu pun wajib mengerti kebutuhan klien, yang menjadi cakupan front-end. Bahasa pemrograman yang harus kamu kuasai tentu saja HTML, JavaScript, dan CSS. Untuk bisa mengembangkan JavaScript, kamu pun diharapkan mengerti jQuery/Ajax, AngularJS atau ReactJS. Selain itu, full-stack developer juga bertanggung jawab mengembangkan user interface dengan HTML5/CSS maupun iOS/Android SDKs.

 

Pilih mana?

Biasanya, pengguna memilih untuk merekrut developer dengan keterampilan yang luas. Tak harus seorang spesialis, tapi developer ini harus memahami bahasa pemrograman dan fasih menggunakan berbagai tool untuk membangun website, baik di sisi back-end maupun front-end.

Bagaimana dengan kamu? Dari ketiga profesi ini, mana yang kamu pilih? Kamu bisa mendapatkan peluang untuk meraih posisi tersebut dengan bergabung di talent marketplace EKRUT. Ada ratusan perusahaan di bidang IT yang membutuhkan kandidat terampil untuk back-end developer, front-end developer, serta full-stack developer seperti kamu!

 

 

Rekomendasi bacaan:
Talent marketplace: apa itu dan bagaimana cara kerjanya?
Kok mata uang digital bisa diretas?
Windows 10 gunakan machine learning untuk hentikan update

Sumber:
hacktiv8.com
medium.com

Tags: EKRUT, talent marketplace, full-stack developer, front-end developer, back-end developer

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang