Published on

jobs

Pengertian buzz marketing, contoh, dan cara membuatnya

Nur Lella Junaedi

apa-itu-buzz-marketing---EKRUT.jpg

Campaign yang sukses adalah campaign yang bisa menjadi perbincangan khalayak ramai. Untuk melakukan ini brand sebaiknya mempertimbangkan strategi buzz marketing yang tepat. 

Namun apa itu buzz marketing? Berikut penjelasan lengkapnya yang perlu kamu tahu.

Pahami dulu pengertian buzz marketing

Pahami dulu pengertian buzz marketing - EKRUT 
Buzz marketing merupakan teknik pemasaran viral yang banyak digunakan oleh brand - EKRUT

Sederhananya buzz marketing adalah teknik pemasaran viral yang digunakan untuk memaksimalkan campaign produk dari mulut ke mulut baik itu secara online maupun offline

Teknik ini dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh para buzzer. Di mana buzzer sendiri merupakan aktor di media sosial yang berperan untuk menggiring opini followers tentang topik tertentu. Tujuannya untuk membuat topik itu dibicarakan oleh khalayak ramai. 

Melalui teknik ini, diharapkan campaign akan terkenal dan pada akhirnya menimbulkan dampak terhadap peningkatan followers, kenaikan traffic situs, prospek, dan penjualan. 

Buzz marketing juga merupakan bagian dari viral marketing. Kendati demikian, buzz marketing dan viral marketing memiliki perbedaan masing-masing. Viral marketing adalah campaign yang menjangkau audiens secara bertahap lalu menciptakan momentum yang membuatnya viral. 

Sementara buzz marketing prosesnya adalah ketika pesan dikirimkan kepada audiens atau follower dengan jumlah yang sangat besar. Baik melalui content di media sosial, maupun melalui kolom komentar di media sosial.

Selain itu, brand juga dapat mengkampanyekan apapun dalam buzz marketing meskipun di luar produk contohnya seperti tagline, frasa, atau ide.

Baca juga: 7 Tips membuat tagline perusahaan

Kenapa buzz marketing penting dilakukan? 

Kenapa buzz marketing penting dilakukan - EKRUT 
Kesuksesan buzz marketing terjadi karena mencakup semua konten yang ada - EKRUT

Sebagai salah satu bagian dari marketing, lantas kenapa brand perlu mengusahakan untuk melakukan buzz marketing ini? Berikut beberapa alasannya. 

Menekankan perasaan fear of missing out (FOMO)

Buzz marketing juga dalam campaign-nya secara tidak disadari menekankan fear of missing out. Fear of missing out atau FOMO merupakan kekhawatiran yang dirasakan oleh audiens apabila tertinggal dari tren yang ada.

Buzz marketing bekerja sangat baik dalam peran FOMO ini untuk merangsang audiens ikut terlibat dalam percakapan yang tengah ramai tersebut. 

Bagian dari fenomena baader meinhof

Fenomena baader meinhof atau ilusi frekuensi adalah fenomena dimana seseorang mengalami ilusi keterkinian. Contoh ketika kamu membeli suatu produk lalu kemudian kamu menyadari bahwa banyak orang membeli produk yang sama sepertimu. 

Nah, buzz marketing ini membangun pengalaman seperti ini, di mana saluran informasimu dibanjiri oleh hal atau topik yang sama yang kemudian ada dalam alam bawah sadar audiens.  

Contoh nyata dari fenomena baader meinhof biasanya terjadi pada gambar meme yang fenomenal, membuat banyak orang menyadarinya dan kemudian dijadikan bahan meme serupa. 

Mencakup semua aspek konten 

Alasan terakhir kenapa brand memerlukan apa itu buzz marketing adalah karena strategi ini mencakup banyak hal. 

Kesuksesan buzz marketing bisa menghasilkan PR organik yang meningkatkan percakapan brand di ruang publik, rujukan situs hingga peningkatan follower. 

Bagaimana cara membuat buzz marketing yang sukses?

Bagaimana cara membuat buzz marketing yang sukses - EKRUT 
Untuk membuat jangkauanmu luas kamu bisa menggunakan kampanye PPC - EKRUT

Setelah kamu mengetahui betapa pentingnya buzz marketing, lalu bagaimana cara membuat buzz marketing yang sukses. Kamu bisa menemukan jawabannya di bawah ini. 

1. Bekerja sama dengan brand ambassador dan influencer 

Influencer dan brand ambassador bisa membantu jangkauan dalam campaign yang dilakukan oleh brand. Akan tetapi, kamu juga perlu tahu bahwa jenis influencer ini beragam.

Ada macro influencer, mikro influencer, dan nano influencer. Nah, dari ketiga jenis influencer tersebut, mikro influencer cocok untuk kamu ajak kerja sama. Sebab, mereka cenderung lebih dipercaya oleh audiensnya dibanding influencer lain. 

Atau kamu juga bisa bekerja sama dengan brand ambassador untuk melakukan strategi buzz marketing ini. Di sisi lain, pelanggan yang setia dan memberikan ulasan positif juga bisa lho kamu pilih sebagai brand ambassador. 

Tawarkan mereka akses eksklusif tentang brand, diskon hingga produk gratis lalu ajak mereka untuk berbagi pengalamannya dengan brand kepada rekan dan keluarganya.

2. Gunakan campaign PPC 

Campaign PPC (Pay per click) bisa menjadi salah satu cara membuat buzz marketing yang efektif. Pasalnya campaign jenis ini bisa meningkatkan jangkauan dari campaign tersebut secara luas dan cepat sesuai anggaran yang dimiliki. 

Beberapa jenis campaign PPC seperti Google Display atau Facebook Ads yang keduanya bisa menjangkau audiens yang kamu targetkan.

3. Ciptakan program referral 

Pertimbangkan juga untuk membuat program referal atau rujukan yang membuat audiensmu mengajak rekan, keluarganya untuk memakai produk dari brand milikmu.

Sebagai imbalan atas rujukan tersebut, kamu bisa memberikan hadiah berupa pemberian produk, diskon, hingga akses ke produk eksklusif. 

4. Berbagi ke media sosial

Beberapa upaya di atas juga perlu dilengkapi dengan membagikan campaign di media sosial yang dimiliki oleh brand. Kamu bisa membuat campaign yang menarik perpaduan antara video dan teks. 

Sebarkan ini di seluruh platform media sosial yang dimiliki oleh brand baik itu Facebook, Instagram, LinkedIn, Twitter hingga di situs perusahaan juga. Dengan begitu diharapkan campaign buzz marketing yang diharapkan bisa menjangkau banyak orang.

Baca juga: Panduan belajar iklan PPC dari jenis dan cara membuatnya

Contoh buzz marketing dalam bisnis 

Contoh buzz marketing dalam bisnis - EKRUT 
Salah satu contoh buzz marketing yang efektif seperti yang dilakukan oleh Starbucks - EKRUT

Saat membuat buzz marketing-mu sukses, sebaiknya kamu membuat konten campaign yang inklusif, lucu, inspiratif, bahkan kontroversial. 

Hal tersebut memang bertujuan untuk membuat audiens tertarik dengan konten yang kamu buat dan menjadi perbincangan umum. 

Salah satu contoh buzz marketing yang pernah dilakukan oleh bisnis misalnya saja seperti Starbucks. Sejak kemunculannya Starbucks menyadari bahwa campaign terbaik merupakan pemasaran dari mulut ke mulut. 

Oleh karena itu, perusahaan sangat memerhatikan customers experience dengan cara menyematkan nama pelanggan di cup kopi disertai tanda senyum, memberikan kualitas minuman terbaik, pelayanan yang ramah, bahkan suasana yang nyaman untuk meminum kopi. 

Inilah yang kemudian membuat Starbucks terkenal khususnya di kalangan para pecinta kopi.  

Selain itu, masih ada juga contoh buzz marketing di Indonesia yang cukup terkenal yakni campaign dari tagline ‘Ada Aqua’. campaign ini mengangkat tema bahwa dengan kekurangan cairan dalam tubuh membuat otak kurang berkonsentrasi. 

Oleh karena itu, Aqua hadir untuk kembali meningkatkan konsentrasi tersebut dengan meminum Aqua. Campaign ini pun berhasil viral dan menjadi perbincangan di masyarakat bila mengalami kurangnya konsentrasi yaitu dengan meminum air.

Baca juga: Mengukur efektivitas word of mouth marketing dalam bisnis 

Kini kamu sudah paham tentang apa itu buzz marketing, bukan? Dengan strategi yang tepat dan konsep yang matang diharapkan brand kamu juga bisa mengaplikasikan ini.  

apa itu buzz marketing - EKRUT

Sumber: 

Tags

Share