Published on

Lainnya

B2C: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, serta Bedanya dengan B2B dan C2C

Ningtyas Dewanasari Kinasih

B2C-Definisi__Kelebihan__Kekurangan__serta__Bedanya_dengan_B2B_dan_B2C.jpg

Terdapat berbagai macam jenis model bisnis yang dapat kamu pelajari untuk meningkatkan skill dalam berkarier. Salah satu model bisnis yang penting untuk kamu ketahui adalah business-to-consumer (B2C). B2C adalah model bisnis yang melibatkan perusahaan dalam menawarkan produk dan layanan secara langsung kepada konsumen. Berbagai bisnis yang berbeda tentunya memiliki jenis pelanggan yang bervariasi tergantung dari industri perusahaan itu sendiri.

Dengan mengetahui hal yang terlibat dalam transaksi B2C, kamu bisa lebih memahami cara mengelola bisnis dan memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai B2C, perhatikan pengertian, kelebihan, kekurangan, jenis, dan perbedaanya dengan B2C berikut ini.

Baca juga: Bisnis plan: Tujuan dan 6 Panduan Lengkap Membuat Proposal

Apa itu B2C?


B2C adalah proses penjualan produk secara langsung pada konsumen. (Sumber: Pexels)

Melansir dari investopedia.com, business-to-consumer atau B2C adalah proses penjualan produk dan layanan secara langsung antara perusahaan dan konsumen yang merupakan pengguna akhir dari produknya. Dapat dikatakan penjualan dengan B2C tidak memerlukan bantuan dari grosir atau perantara lainnya. B2C adalah model yang cukup familiar karena secara tradisional mengacu pada saat kamu berbelanja di toko retail, makan di restoran, menonton di bioskop, dan lainnya.

Nah, munculnya internet menciptakan saluran baru untuk model B2C dalam bentuk e-commerce atau melakukan penjualan melalui internet. Bisnis apapun yang bergantung pada penjualan dengan B2C harus menjaga hubungan baik dengan konsumennya. Hal tersebut untuk memastikan bahwa konsumen akan kembali membeli produk kamu.

Baca juga: 12 Jenis Strategi Pemasaran yang Paling Efektif Beserta Contohnya

Kelebihan B2C


Salah satu kelebihan B2C adalah berbiaya rendah. (Sumber: Pexels)

B2C adalah model atau strategi yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan dalam pemasaran produknya. Apabila kamu tertarik untuk berkarier dalam perusahaan B2C, jangan lupa untuk mempelajari kelebihannya. B2C adalah model bisnis yang berbiaya lebih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh biaya overhead yang dikeluarkan lebih kecil untuk jumlah karyawan dan entry data.

B2C juga memiliki siklus penjualan yang cenderung lebih pendek karena konsumen merupakan pengambil keputusan akhir. Sehingga konsumen tidak perlu berkonsultasi dengan pihak ketiga untuk mengambil keputusan. Salah satu kelebihan utama lainnya dari B2C adalah tidak diperlukannya pihak ketiga karena kamu bisa menjual produk secara langsung pada konsumen.

Sedangkan, kelebihan yang paling populer dalam e-commerce B2C adalah memiliki jangkauan secara global. Hal tersebut akan memberikan kesempatan pada perusahaan kecil untuk menjual produknya secara lebih luas ke belahan dunia lain. Akses jangkauan global membantu perusahaan untuk meningkatkan keuntungan.

Baca juga: Manajemen pemasaran: Pengertian, tujuan, tugas, dan strateginya

Kekurangan B2C


Kekurangan utama B2C adalah bisnis yang sangat kompetitif. (Sumber: Pexels)

Sama halnya dengan model bisnis lain, B2C juga memiliki kekurangan yang penting untuk kamu perhatikan. Dengan mengetahui kekurangan tersebut, kamu bisa lebih memahami bagaimana model bisnis ini bekerja. Perlu kamu pahami bahwa B2C adalah bisnis yang sangat kompetitif, persaingannya ketat karena terdapat banyak bisnis dan merek lain. Eksposur terhadap produk pun terbatas yang disebabkan oleh tidak dilakukannya promosi secara intens. Hal itu menyebabkan pelanggan tidak begitu banyak mendapatkan eksposur terhadap produk yang dijual. Kurangnya promosi dapat menyebabkan sulitnya mempertahankan pelanggan tetap.

Baca juga: 10 Strategi promosi penjualan yang efektif dalam bisnis saat ini

Jenis-jenis B2C


Jenis yang paling populer dari B2C adalah direct selling. (Sumber: Pexels)

B2C adalah model bisnis yang saat ini masih cukup populer untuk diterapkan oleh berbagai perusahaan. Terdapat beberapa jenis B2C yang masing-masing memiliki kelebihan dan manfaat tersendiri. Tidak jarang perusahaan menggunakan lebih dari satu jenis B2C untuk menjangkau target yang diinginkan. Adapun beberapa jenis B2C sebagai berikut.

1. Penjual langsung

Jenis yang paling populer dari model B2C adalah direct selling atau penjualan langsung. Tipe ini memungkinkan penjual atau pengecer menjual produknya secara langsung kepada konsumen. Proses penjualan langsung dapat dilakukan melalui toko fisik, situs online, dan aplikasi pada ponsel.

Beberapa perusahaan yang menggunakan metode ini juga membuat atau memproduksi langsung produknya untuk menghilangkan berbagai perantara dan meningkatkan keuntungan. Sedangkan, penjual langsung lainnya mengambil produknya dari perusahaan lain dan disimpan dalam gudang untuk selanjutnya dijual pada toko retail maupun online.

2. Retailer berbasis periklanan

Jenis selanjutnya dari model B2C adalah pengecer berbasis iklan. Perusahaan yang menerapkan tipe tersebut akan menyediakan konten gratis untuk menarik pengguna ke situs dimana terdapat berbagai iklan untuk produk dan retailer lain. Blog dan majalah online gratis biasanya biasanya menggunakan cara ini untuk meningkatkan lalu lintas situs. Beberapa retailer menggunakan kombinasi model berbasis iklan dan biaya yang memungkinkan pelanggan yang membayar dapat mengakses konten tanpa iklan.

3. Retailer berbasis biaya

B2C adalah model bisnis dengan lima tipe, salah satunya adalah pengecer berbasis biaya. Tipe model ini menawarkan layanan kepada konsumen dengan biaya tahunan atau bulanan. Perusahaan online menggunakan website atau aplikasi sebagai tempat konsumen untuk membeli dan menggunakan produk layanannya. Perusahaan dengan tipe tersebut juga menyediakan beberapa layanan gratis, walaupun untuk mendapatkan layanan tambahan kamu harus melakukan pembayaran.

4. Perantara online

Jenis lain dari B2C adalah perantara online yang memungkinkan perusahaan lain untuk menjual produk kepada konsumen dengan menggunakan platform situs retail. Dengan kata lain, perantara online hanya menghubungkan penjual dengan pembeli, sehingga tidak memiliki produk secara langsung.

Konsumen dapat menelusuri dan membeli produk dalam situs perantara online. Akan tetapi penjual asli yang akan mengirimkan produk yang sudah dibeli setelah menerima pembayaran. Perantara online akan mendapatkan komisi atau keuntungan dari setiap penjualan.

5. Retailer berbasis komunitas

Nah, mungkin kamu pernah melihat iklan saat membuka sosial media dan platform komunitas online lainnya. Seringkali iklan tersebut akan memasarkan langsung kepada konsumen berdasarkan hal yang disukai oleh pengguna. Iklan tersebut akan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, lokasi, dan lainnya. Jenis tersebut dalam B2C adalah retailer berbasis komunitas. Beberapa situs juga melacak data pengguna dan menampilkan iklan yang berhubungan dengan riwayat pembelian.

Baca juga: Kenali apa itu direct selling dan 5 tips melakukan direct selling yang efektif

Bedanya dengan B2B dan C2C


B2B, B2C, dan C2C adalah model bisnis yang memiliki benefit masing-masing. (Sumber: Pexels)

Selain B2C, terdapat pula model bisnis lain, yaitu B2B dan C2C. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, B2C adalah model bisnis yang mengacu pada business-to-consumer. Sedangkan B2B mengacu pada business-to-business dan C2C mengacu pada customer-to-customer.

Model bisnis C2C sangat mirip dengan model B2C. Mereka sama-sama menargetkan konsumen yang membeli dalam jumlah terbatas. Motivasi dan pengambilan keputusannya juga sangat personal dan berlangsung cepat. Persaingan dan strategi marketing yang dijalankan pun serupa. C2C banyak menggunakan media sosial untuk membuat promosi produk terbaru.

Namun selain lewat media sosial, C2C juga banyak melakukan promosi di marketplace itu sendiri. Pelaku C2C harus rajin-rajin melakukan promosi agar produknya bisa tampil di halaman depan marketplace.

Baik model bisnis B2B maupun B2C memiliki pro dan kontra masing-masing. Perbedaan B2B dan B2C, antara lain:

1. Penetapan harga

Metode penetapan harga B2C adalah dengan menawarkan satu tingkatan harga untuk semua konsumen yang hanya terpengaruh oleh penjualan atau diskon. Bisnis B2B biasanya menawarkan beberapa tingkatan harga diskon berdasarkan kuantitas dan frekuensi pesanan.

2. Struktur website

B2C adalah model bisnis yang berhubungan langsung dengan konsumen, karenanya dalam pembuatan halaman situs harus dilakukan semenarik mungkin. Perusahaan B2C membutuhkan investasi dan karyawan yang mumpuni untuk menjaga website tetap up-to-date. Sedangkan website B2B digunakan sebagai dashboard bagi bisnis agar dengan mudah mengakses produk yang ingin dibeli atau mengakses informasi akun.

3. Manajemen perusahaan

Perusahaan e-commerce B2C akan menggunakan customer service sebagai representatif untuk menanggapi pertanyaan, keluhan, dan masalah pelanggan lainnya. Sedangkan B2B diwakilkan oleh akun manajer yang mendatangkan pelanggan grosir baru dan menjaga hubungan dengan klien untuk memberikan bantuan dan meningkatkan penjualan.

Baca juga: Apa itu model bisnis? Berikut pengertian, manfaat, dan 10 jenisnya

B2C adalah model bisnis yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan terutama yang berbasis retail. Sama halnya dengan bisnis model lain, B2C adalah jenis yang memiliki pro dan kontra saat diterapkan pada suatu bisnis. Ada baiknya kamu memahami berbagai hal mengenai B2C apabila ingin berkarier pada perusahaan yang menerapkan model tersebut.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • bluecart.com
  • uk.indeed.com
  • investopedia.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_grross_adalah.jpg

    Careers

    Bedanya Gross, Nett, dan Gross Up yang Wajib Karyawan Ketahui

    Alvina Vivian

    04 July 2022
    5 min read
    h1_proaktif.jpg

    Careers

    Proaktif Adalah: Definisi, Manfaat, Ciri, hingga Contohnya

    Tio Derma

    04 July 2022
    6 min read
    0-kata-kata-motivasi.jpg

    Lainnya

    25+ Kata-kata Motivasi untuk Penyemangat Diri Sendiri!

    Arin Khurota

    01 July 2022
    7 min read

    Video