Published on

Expert's Corner

Apa itu model bisnis? Berikut pengertian, manfaat, dan 10 jenisnya

Algonz D.B. Raharja

Model_Bisnis.jpg

Model bisnis merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah bisnis. Hal ini perlu diketahui oleh seseorang yang hendak membuat bisnis baru, maupun ia yang akan berkecimpung di sebuah perusahaan. 

Memahami model bisnis berarti pula membuka jalan untuk mengetahui bagaimana merencanakan anggaran, identifikasi produk, dan juga membangun target pasar yang tepat. Model bisnis juga menjadi titik utama dalam sebuah proses usaha yang menentukan pasar konsumen yang akan dituju. Dengan model bisnis, suatu usaha akan menemukan jalur untuk bersaing.

Baca juga: Entrepreneur adalah: Pengertian, tugas, 4 tipe, dan karakteristik yang dimiliki

Definisi model bisnis

Marketplace
Model bisnis marketplace kian berkembang di Indonesia lewat beberapa perusahaan seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak (Sumber: Pexels)

Dalam makalah kerjanya yang diterbitkan Harvard Business School, Casadesus-Masanell dan Heilbron mendefinisikan model bisnis secara bertingkat. Pertama, mereka menggambarkan “bisnis” sebagai aktivitas manusia dalam pengaturan pasar yang kompetitif. Hal ini dicirikan oleh adanya pertukaran barang dan jasa dengan uang.

Kata “bisnis” ini menurut Casadesus-Masanell dan Heilbron juga mengacu pada kumpulan orang yang nyata. Bisnis mencakup adanya keputusan, sumber daya, bangunan, produk, nilai, tindakan, dan hal-hal esensial lainnya. 

Secara utuh, Ramon Casadesus-Masanell dan John Heilbron mendefinisikan model bisnis sebagai proses penentuan yang diperlukan untuk menyampaikan penawaran dan membaginya secara luas ke dalam suatu kebijakan. Secara singkat, model bisnis adalah suatu struktur otoritas yang mampu membuat orang-orang untuk tunduk pada kesepakatan itu.

Jika dilihat dari segi aspek, maka model bisnis dalam perusahaan memiliki dua aspek. Pertama, adalah konstitusi internal yang berupa kekuatan yang dimiliki perusahaan atas para pegawainya. Kekuatan ini yang nantinya dapat memberi perusahaan kemampuan untuk mengkoordinasikan para pegawai untuk kegiatan produktif.

Kedua, adalah aspek eksternal yang merupakan interaksi antara perusahaan dengan agen lain di pasar bebas. Berbeda dengan aspek internal, dalam aspek eksternal ini perusahaan tak memiliki kekuatan mutlak. Hal ini membuat perusahaan harus membeli atau menjual sumber daya dan produk semenarik mungkin untuk kepentingan pihak lain (klien/konsumen). 

Melalui pasar bebas, perusahaan akan mulai membangun otoritas untuk selanjutnya dapat menentukan pihak mana yang berinteraksi dengan perusahaan tersebut. Model bisnis secara langsung akan membuat batas-batas tertentu atas tatanan produksi dalam perusahaan dan pangsa pasarnya sendiri.

Baca juga: 6 Tugas Relationship Officer dan skill-set yang perlu dimiliki

Manfaat model bisnis

Manfaat model bisnis
Model bisnis bermanfaat pada berbagai aspek operasional dan pemasaran perusahaan (Sumber: Pexels)

Tiap usaha atau bisnis memiliki acuan tegas dalam menumbuhkan produktivitasnya. Tak cuma itu, setiap bisnis setidaknya memiliki satu model bisnis yang kuat untuk dapat terus bertahan dan bertumbuh dalam persaingan pasar.

Menurut David Ingram dari Chron model bisnis diperlukan untuk perencanaan usaha dalam mendapat keuntungan. Model bisnis juga dapat dikategorikan sebagai permodelan keuntungan untuk membantu dan memastikan perusahaan terus beroperasi. Selebihnya, model bisnis yang inovatif dan andal dalam bertahan akan menarik investor.

Manfaat model bisnis yang utama adalah dapat menentukan keunggulan yang kompetitif. Keuntungan ini menjadi signifikan karena model bisnis yang solid akan unggul dibanding perusahaan dengan model bisnis tak jelas. Penerapan model bisnis yang unik juga akan meningkatkan reputasi perusahaan di pasar.

Manfaat kedua dari model bisnis adalah lebih mudah membuat perencanaan untuk pertumbuhan. Sebuah perusahaan dapat bertahan ketika dapat mencapai titik ekuilibrium tiap bulannya. Meski begitu, perusahan juga harus bergantung pada pembiayaan utang untuk urusan ekspansi usaha. Model bisnis yang solid dan konsisten akan dapat membangun cadangan kas lewat investasi properti, peralatan, dan urusan penelitian serta pengembangan terbaru.

Setelah matangnya perencanaan yang bertumpu pada model bisnis, maka manfaat yang dapat diambil selanjutnya adalah keberlanjutan finansial. Model bisnis yang kuat dapat menjamin keberlanjutan finansial saat menghadapi fluktuasi ekonomi atau perubahan kondisi pasar. Hal ini disebabkan karena model bisnis yang kuat menuntut relevansi manajemen keuangan untuk mengikuti besaran keuntungan.

Keuntungan lain dari model bisnis adalah datangnya pemberi pinjaman atau investor, Bagi sebuah usaha yang hendak melakukan ekspansi atau mengembangkan inovasi produknya, peran investor menjadi amat penting. Investor akan datang dikarenakan perencanaan usaha, keuntungan, dan pengalaman dari sebuah usaha dengan model bisnis yang kuat.

Dari sisi persaingan pasar, model bisnis yang kuat akan secara signifikan dapat unggul dari perusahaan lain di industri serupa. Reputasi perusahaan yang baik di dunia pasar akan menciptakan konsumen dengan loyalitas tinggi. Kepercayaan konsumen yang tinggi ini nantinya akan menjadi pendorong berkembangnya produk di pasaran.

Baca juga: 6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

10 Tipe model bisnis

Manufaktur
Model bisnis manufaktur adalah model bisnis paling umum (Sumber: Pexels)

Model bisnis merupakan rencana menyeluruh yang dibuat perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan jasa atau produk. Secara khusus, model bisnis memberikan garis-garis besar rencana perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa dan memasarkannya.

Sebagai rencana perusahaan, maka model bisnis akan mencakup anggaran serta gambaran keuntungan yang hendak dicapai. Di era teknologi yang semakin modern ini terdapat berbagai model bisnis berbeda, namun menurut Maryville University secara tradisional terdapat 4 tipe utama model bisnis. Keempat model bisnis itu adalah sebagai berikut.

1. Manufaktur

Model bisnis pertama adalah manufaktur. Bisa dikatakan, ini adalah model bisnis yang cukup tua. Sebabnya, model bisnis ini bertumpu pada penggunaan bahan baku untuk membuat produk baru dengan menambahkan nilai pada produk itu untuk kemudian dijual.

Model bisnis jenis ini melibatkan perakitan komponen, dan fabrikasi produk baru. Model bisnis manufaktur ini memiliki dua jenis pemasaran utama yaitu penjualan langsung dari perusahaan utama kepada konsumen dan kedua adalah melalui pelibatan alih daya atau business to business (B2B). Distribusi pemasaran jenis ini mudah ditemui dalam usaha otomotif seperti mobil dan motor.

2. Distributor

Model bisnis paling awal selanjutnya adalah distributor. Model bisnis ini memang bermula sebagai jembatan antara model bisnis manufaktur dengan konsumen. Perusahaan dengan model bisnis ini menjalankan bisnisnya dengan membeli produk langsung dari perusahaan manufaktur dan kemudian menjual kembali produk kepada konsumen.

Distributor secara garis besar adalah penengah antara produsen dan konsumen. Selain itu, distributor memiliki tantangan untuk menentukan harga demi mendapatkan keuntungan. Untuk menjalankan model bisnis ini, perusahaan distributor perlu memanfaatkan strategi promosi yang efektif untuk mengamankan kuatnya penjualan.

Persaingan pasar yang melibatkan para distributor membutuhkan analisis yang terus-menerus. Hal ini dipengaruhi adanya persaingan produk dan juga tolok ukur harga di pasaran.

3. Retail

Retail
Model bisnis retail mudah dijumpai lewat gerai-gerai atau toko yang menjual produk manufaktur (Sumber: Pexels)

Sebagai penyambung titik antara perusahaan manufaktur dan distributor, maka model bisnis retail berdiri untuk menyajikan produk langsung kepada konsumen. Model bisnis retail atau eceran umumnya bergerak pada persediaan produk melalui gerai-gerai atau toko-toko.

Perusahaan dengan model bisnis retail membeli produk langsung dari distributor atau grosir untuk kemudian menjualnya kepada publik. Model bisnis ini biasanya berupa toko, gerai minimarket, dan department store. Perusahaan retail umumnya memiliki rantai bisnis skala luas, baik tiap regional, nasional, hingga internasional.

Perusahaan retail biasanya memakai lokasi fisik untuk menawarkan produknya. Namun belakangan, perusahaan retail juga sudah memakai ranah daring sebagai lokasi pemasarannya. Contoh model bisnis jenis ini amat mudah dijumpai seperti Indomaret, Hero, Alfamart, Carrefour, Guardian, dan lain sebagainya.

Baca juga: 10 Contoh deskripsi diri yang profesional dan menarik HRD

4. Waralaba (Franchise)

Waralaba (Franchise)
Model bisnis waralaba sering dijumpai dengan nama atau merk yang sama di berbagai tempat (Sumber: Pexels)

Model bisnis tradisional yang terakhir adalah waralaba. Model bisnis jenis ini berdiri sesuai dengan layanan atau produk yang dijual. Model bisnis waralaba diadopsi oleh pembeli waralaba yang akan menjadi penerima waralaba. 

Para penerima waralaba yang telah membeli lisensi diharuskan mematuhi protokol bisnis yang telah disepakati. Hal ini membuat model bisnis ini acapkali tak fleksibel dikembangkan di berbagai wilayah. Meski begitu, model bisnis jenis ini amat mudah diadopsi karena investor tidak perlu repot memikirkan ide bisnisnya.

Beberapa contoh waralaba adalah gerai makanan cepat saji seperti McD dan KFC. Bahkan, kedua waralaba internasional ini akhirnya juga mengikuti permintaan pasar Indonesia yang menyajikan nasi sebagai menu pendamping. Hal-hal semacam ini umumnya terjadi di luar protokol dasar waralaba tetapi lantas disepakati untuk kepentingan pasar.

Dalam perkembangannya, tipe model bisnis semakin bertambah banyak. Hal ini terutama dipengaruhi oleh teknologi yang semakin memperluas jangkauan produk di pasaran. Dilansir Nerdwallet, berikut adalah 6 model bisnis baru yang berkaitan dengan teknologi.

5. Subscription (Berlangganan)

Subscription
Model bisnis berlangganan kian menjamur seiring perkembangan teknologi (Sumber: Pexels)

Model bisnis subscription (berlangganan) diterapkan untuk bisnis berbasis daring. Model bisnis jenis ini diterapkan dengan cara pembayaran berulang setiap bulan dengan jangka waktu tertentu untuk dapat mengakses ke layanan atau produk. Perusahaan dengan model bisnis ini dapat mengirimkan produknya secara langsung lewat aplikasi. Contoh dari model bisnis jenis ini adalah Netflix, Spotify, dan berbagai usaha daring berbasis aplikasi yang menerapkan sistem langganan berbayar.

Baca juga: 6 macam metode analisis data yang perlu diketahui

6. Crowdsourcing

Model bisnis crowdsourcing adalah usaha yang melibatkan penerimaan informasi atau pekerjaan dari banyak orang berbeda. Umumnya, model usaha ini berbasis pada internet atau media sosial. Jenis usaha dengan model bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan jaringan luas dan mengumpulkan bakat atau pengetahuan tanpa harus mempekerjakan karyawan.

Aplikasi-aplikasi yang bersifat real time seperti pelaporan lalu lintas, kecelakaan, dan lainnya bisa menjadi contoh dari model bisnis ini. Beberapa situs global seperti Wikipedia, IMDb, dan YouTube juga menggunakan model bisnis ini, meski di sisi lain YouTube juga memakai model bisnis beragam.

7. Marketplace

Model bisnis marketplace adalah penyediaan platform di mana para vendor dapat berkumpul untuk menjual produk atau layanan mereka kepada pelanggan yang telah melalui proses kurator. 

Peran perusahaan dengan model bisnis marketplace adalah mempertemukan atau menyatukan vendor dengan pelanggan yang tepat. Perusahaan dengan model bisnis ini umumnya menggunakan situs daring di dunia maya untuk menjadi pihak ketiga dengan menyediakan fitur jual-beli serta fasilitas transaksi yang aman. 

Model bisnis marketplace secara umum adalah usaha yang menyediakan diri sebagai perantara. Contoh dari model bisnis ini di Indonesia dapat ditemui pada perusahaan-perusahaan seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lain-lain.

8. Dropship

Model bisnis dropshipping dapat diartikan sebagai metode pemenuhan ritel di mana toko tidak menyimpan stok produk yang dijualnya. Proses dari usaha dengan model bisnis ini adalah sebuah toko menjual produk dengan membeli barang dari pihak ketiga lalu mengirimkannya langsung ke pelanggan.

Jika dipahami secara seksama, model bisnis jenis ini hampir sama dengan metode reselling. Sebab, keuntungan pemilik usaha dropshipping didapat dari selisih harga beli dari supplier dan harga jual ke konsumen. Bedanya hanyalah pada tidak adanya tempat untuk menampung barang yang dibeli oleh pelanggan. Keuntungan dari model bisnis ini adalah dapat dilakukan dengan modal dan risiko yang minimalis.

Baca juga: Prospek kerja Ekonomi Pembangunan dengan gaji tertinggi tahun 2021

9. Data selling

Model bisnis dengan data selling atau penjualan data adalah bisnis penjualan data sebagai layanan. Hal ini akrab disebut dengan Data as Service, di mana pelanggan membayar untuk data apa yang mereka gunakan dengan komitmen terbatas dan penetapan harga variatif.

Model bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan model berlangganan, sekali pakai, atau per kepala. Bisnis jenis ini dapat dilakukan dengan menjual data pada perusahaan tertentu yang memerlukan data sebagai potensi pasar. Data yang diambil dapat berasal dari yang ada di dunia maya sebagai basis data. 

10. Affiliate marketing

Model bisnis affiliate marketing adalah model bisnis yang dilakukan dengan pelibatan afiliasi untuk memperoleh komisi dengan promosi produk atau layanan oleh pengiklan. Model bisnis ini berbasis pada monetisasi di mana para mitra afiliasi akan diberi imbalan pembayaran karena memberikan hasil tertentu kepada pengiklan.

Jadi, seorang mitra afiliasi akan dibayar jika ada orang yang membeli produk yang telah ia promosikan melalui sebuah tautan (link) dalam beberapa situs daring. Model bisnis ini dapat dilakukan dengan adanya konten-konten promosi yang umumnya dilakukan dengan review. Pembuatan review yang semenarik mungkin akan menentukan capaian produk kepada konsumen.

Baca juga: COO (Chief Operating Officer): Tugas, tipe, dan 7 kualifikasi yang dibutuhkan

Dari berbagai model bisnis di atas, dapat dilihat bagaimana perkembangan teknologi amat membantu bisnis. Jika pada mulanya secara tradisional sebuah usaha hanya bertumpu pada 4 model bisnis, namun seiring berkembangnya teknologi muncul berbagai model bisnis baru yang amat menjanjikan dan mudah diterapkan.

Peran internet sebagai penyedia jasa yang mempertemukan pengusaha, pihak ketiga, hingga konsumen amat vital di sini. Model bisnis berbasis daring menjadi amat berkembang dengan berbagai variannya. Begitu pula konsumen juga lebih mudah mendapatkan apa yang mereka perlukan melalui berbagai model bisnis yang dijalankan di internet. Hal ini membuat usaha atau bisnis lebih mungkin dilakukan dengan modal minimal di masa kini.

sign up EKRUT

Sumber:

  • The Business Model: Nature and Benefits
  • Critical Success Factors in New Businesses Business Planning & Strategy
  • Traditional Types of Business Models | Maryville Online
  • What Is a Business Model?

Tags

Share