Lainnya

Biaya Produksi: 5 Jenis, Bedanya dengan Biaya Manufaktur, dan Cara Menghitungnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Sylvia Rheny

A full time learner marketing enthusiast.

Biaya_Produksi_5_Jenis__Bedanya_dengan_Biaya_Manufaktur__dan_Cara_Menghitungnya.jpg

Istilah biaya produksi biasanya digunakan dalam proses produksi pada industri atau perusahaan manufaktur. Apa itu biaya produksi? Singkatnya, biaya produksi mengacu pada semua biaya langsung dan tidak langsung yang dihadapi bisnis dari pembuatan produk atau penyediaan layanan yang bisa mencakup berbagai biaya, seperti tenaga kerja, bahan baku, persediaan manufaktur habis pakai, dan overhead umum. Yuk, ketahui jenis-jenis biaya produksi hingga cara menghitungnya di bawah ini!

Baca juga: Biaya variabel: Fungsi, 5 contoh, bedanya dengan biaya tetap dan cara menghitungnya

Apa itu biaya produksi?


Biaya produksi adalah pengeluaran untuk memperoleh faktor-faktor produksi. (Sumber: Pexels)

Biaya produksi mengacu pada total biaya yang dikeluarkan oleh bisnis untuk menghasilkan jumlah tertentu dari produk atau menawarkan layanan. Biaya produksi dapat mencakup hal-hal seperti tenaga kerja, bahan baku, atau persediaan habis pakai. Dalam ilmu ekonomi, biaya produksi didefinisikan sebagai pengeluaran yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, dan modal, yang diperlukan dalam proses produksi suatu produk.

Baca juga: 3 Jenis biaya overhead beserta panduan cara menghitungnya

5 Jenis biaya produksi


Terdapat 5 jenis biaya produksi. (Sumber: Pexels)

Ada berbagai jenis biaya produksi yang mungkin dikeluarkan oleh bisnis dalam proses pembuatan suatu produk atau menawarkan layanan. Jenis-jenis biaya produksi adalah sebagai berikut.

1. Biaya tetap (fixed cost)

Jenis biaya produksi yang pertama adalah biaya tetap. Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah dengan jumlah output yang dihasilkan. Ini berarti bahwa biaya tetap tidak berubah bahkan ketika tidak ada produksi atau ketika bisnis telah mencapai kapasitas produksi maksimumnya.

Misalnya, bisnis restoran harus membayar sewa bulanan, triwulanan, atau tahunan terlepas dari jumlah pelanggan yang dilayaninya. Contoh lain dari biaya tetap termasuk gaji dan sewa peralatan. Biaya tetap cenderung terbatas waktu dan hanya tetap dalam kaitannya dengan produksi untuk periode tertentu. Dalam jangka panjang, biaya produksi suatu produk bersifat variabel dan akan berubah dari satu periode ke periode lainnya.

2. Biaya variabel (variable cost)

Jenis selanjutnya dari biaya produksi adalah biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan tingkat produksi. Artinya, biaya variabel naik saat volume produksi meningkat dan menurun saat volume produksi menurun. Jika volume produksi nol, maka tidak ada biaya variabel yang dikeluarkan. Contoh biaya variabel adalah komisi penjualan, biaya utilitas, bahan baku, dan biaya tenaga kerja langsung.

Misalnya, di fasilitas manufaktur pakaian, biaya variabel dapat mencakup bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dan biaya tenaga kerja langsung. Jika biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung yang dikeluarkan dalam produksi kemeja adalah Rp90.000 per unit dan perusahaan memproduksi 1000 unit, maka total biaya variabel adalah Rp90.000.000.

3. Total biaya (total cost)

Selain biaya tetap dan biaya variabel, jenis biaya produksi yang selanjutnya adalah biaya total. Biaya total meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Ini memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi atau ketika menawarkan layanan.

Sebagai contoh, asumsikan bahwa sebuah perusahaan tekstil mengeluarkan biaya produksi Rp90.000 per kemeja, dan memproduksi 1.000 unit selama bulan lalu. Perusahaan juga membayar sewa Rp15.000.000 per bulan. Total biaya termasuk biaya variabel sebesar Rp90.000.000 (Rp90.000 x 1.000) dan biaya tetap sebesar Rp15.000.000 per bulan, sehingga total biaya menjadi Rp105.000.000.

4. Biaya rata-rata (average cost)

Biaya rata-rata dalam biaya produksi mengacu pada total biaya produksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Ini juga dapat diperoleh dengan menjumlahkan biaya variabel rata-rata dan biaya tetap rata-rata. Manajemen menggunakan biaya rata-rata untuk membuat keputusan tentang penetapan harga produknya untuk pendapatan atau laba maksimum. Tujuan perusahaan harus meminimalkan biaya rata-rata per unit sehingga dapat meningkatkan margin keuntungan tanpa meningkatkan biaya.

5. Biaya marjinal (marginal cost)

Biaya marjinal adalah biaya produksi satu unit tambahan output. Ini menunjukkan peningkatan biaya total yang berasal dari produksi satu unit produk lagi. Karena biaya tetap tetap konstan terlepas dari peningkatan output, biaya marjinal terutama dipengaruhi oleh perubahan biaya variabel. Manajemen perusahaan bergantung pada biaya marjinal untuk membuat keputusan tentang alokasi sumber daya, mencari untuk mengalokasikan sumber daya produksi dengan cara yang menguntungkan secara optimal.

Misalnya, jika perusahaan ingin meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan akan membandingkan biaya marjinal dengan pendapatan marjinal yang akan direalisasikan dengan memproduksi satu unit output lagi. Biaya marjinal bervariasi dengan volume output yang diproduksi. Mereka dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti price discrimination, eksternalitas, asimetri informasi, dan biaya transaksi.

Baca juga: Cost Accounting (Akuntansi Biaya) adalah: Pengertian, jenis dan 5 fungsinya

Perbedaan biaya produksi dengan manufaktur


Perbedaan antara biaya produksi dengan biaya manufaktur. (Sumber: Pexels)

Biaya produksi mencerminkan semua biaya yang terkait dengan perusahaan yang menjalankan bisnisnya sementara biaya manufaktur hanya mewakili biaya yang diperlukan untuk membuat produk. Kedua angka ini digunakan untuk mengevaluasi total biaya operasi bisnis manufaktur. Pendapatan yang dihasilkan perusahaan harus melebihi total biaya sebelum mencapai profitabilitas.

Baca juga: Cost of Goods Sold (COGS): Pengertian, tujuan, dan 3 langkah untuk menghitungnya

Cara menghitung biaya produksi


Rumus menghitung biaya produksi. (Sumber: Pexels)

Rumus untuk menghitung biaya produksi adalah sebagai berikut.

Biaya Produksi = Biaya Material Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung + Biaya Overhead Pabrik.

Baca juga: BEP (Break Event Point): Pengertian, Tujuan, 3 Komponen

Sekian penjelasan tentang biaya produksi mulai dari jenis-jenis biaya produksi, perbedaannya biaya produksi dengan manufaktur, dan cara menghitung biaya produksi. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Selain dari artikel EKRUT Media ini, kamu masih bisa memperoleh informasi dan berbagai tips bermanfaat lainnya melalui YouTube EKRUT Official. Nah, jika ingin mengembangkan karier dan mencari pekerjaan baru, kamu cukup sekali sign up di EKRUT untuk mendapatkan lebih dari satu kali undangan interview oleh berbagai perusahaan ternama!

Sumber:

  • jurnal.id
  • investopedia.com
  • corporatefinanceinstitute.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Cost_Structure_Definisi__Fungsi__Jenis__Elemen_dan_Contohnya.jpg

    Expert's Corner

    Cost Structure: Definisi, Fungsi, Jenis, Elemen dan Contohnya

    Anisa Sekarningrum

    18 November 2022
    5 min read
    pexels-thibault-luycx-3975062.jpg

    Lainnya

    Economies of Scale: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Keuntungan Melakukannya

    Fakhrizal Muttaqien

    17 November 2022
    5 min read
    H1_Laporan_Keuangan.jpg

    Lainnya

    6 Contoh Laporan Keuangan Beserta Panduan dalam Penyusunannya

    Algonz D.B. Raharja

    17 November 2022
    5 min read

    Video