Lainnya

Cost of Goods Sold (COGS): Pengertian, Tujuan, dan 3 Langkah untuk Menghitungnya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1-_Cost_of_Goods_Sold_(COGS)_Pengertian__Tujuan__dan_3_Langkah_untuk_Menghitungnya.jpg

Kalau kamu adalah seorang pebisnis atau pengusaha yang memproduksi barang atau jasa, maka Cost of Goods Sold atau COGS adalah salah satu istilah yang harus kamu pahami. COGS disebut pula Harga Pokok Penjualan (HPP). Istilah ini merujuk pada biaya yang perusahaan gunakan untuk memproduksi barang. Pastinya tidak semua biaya termasuk COGS. Biar lebih paham apa itu COGS, berikut ulasannya.

Apa yang dimaksud dengan Cost of Goods Sold (COGS)


COGS biasanya disebut pula dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) – G-Drive

Melansir dari Investopedia, COGS adalah biaya langsung dalam produksi barang yang dijual perusahaan. Biaya ini termasuk bahan baku dan tenaga kerja langsung yang digunakan dalam produksi barang.

Baca juga: COO (Chief Operating Officer): Tugas, Tipe, 7 Kualifikasi

COGS atau harga pokok penjualan mencakup semua biaya serta pengeluaran yang berhubungan langsung dengan produksi barang. Nilai dari HPP ini akan berubah tergantung dari standar akuntansi yang digunakan dalam perhitungan.

Tujuan Cost of Goods Sold (COGS)


Menghitung COGS sangat penting untuk menentukan harga jual produk - Pixabay

COGS dihitung bukan tanpa alasan. Tujuan perhitungan COGS adalah sebagai berikut: 

  • Bertujuan agar perusahaan bisa mengevaluasi kinerjanya. Dari biaya yang tertera akan terlihat apakah biaya tersebut realistis atau sebaliknya.
  • Perhitungan hpp berkaitan dengan penyusunan laporan laba rugi.
  • Agar perusahaan bisa tahu besarnya biaya-biaya yang diperlukan dalam produksi barang.
  • Adanya laporan laba rugi yang jelas membantu perusahaan dalam memutuskan sesuatu terkait produksi berdasarkan data yang valid.

Manfaat dari perhitungan Cost of Goods Sold (COGS)


Mengetahui harga jual adalah salah satu manfaat menghitung COGS - Pixabay

Melansir dari Jurnal Entrepreneur, manfaat perhitungan COGS adalah:

1. Menentukan harga jual

COGS berperan dalam menentukan harga jual sesuai dengan biaya produksi, permintaan, hingga spesifikasi secara jelas. Dengan tahu nilai COGS berarti tahu berapa harga jualnya

Baca juga: Six Sigma: Pengertian, Metode, dan 8 Teknik Sistem Produksi

2. Pemantau realisasi biaya produksi

COGS juga bisa digunakan sebagai alat pemantau realisasi biaya produksi. Jadi besar kecilnya nilai produksi bakal ketahuan cukup hanya dengan melihat nilai COGS saja.

3. Cocok menilai besaran laba rugi

Perhitungan HPP yang akurat sangat cocok untuk menilai besaran laba dan rugi perusahaan. Jika harga jual lebih besar dibandingkan HPP, berarti perusahaan memperoleh untung. Sebaliknya jika lebih rendah dari HPP, berarti kerugian didera perusahaan.

Biaya yang termasuk Cost of Goods Sold


biaya tenaga kerja langsung menjadi salah bagian yang harus dimasukkan dalam COGS - Pixabay

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tidak semua biaya masuk dalam COGS. Beberapa biaya yang masuk dalam COGS adalah: 

1. Inventory atau persediaan

Inventory merupakan barang persediaan dari stok persediaan yang ada pada periode sebelumnya. Untuk menghitung besarnya persediaan dari jumlah persediaan awal dan pembelian barang dagang ketika periode sedang berjalan. Setelah itu, jumlah tersebut dikurangkan dengan sisa persediaan akhir barang.

Baca juga: Operator Produksi: Pengertian, Tugas, serta Kualifikasi

2. Tenaga kerja langsung

Tenaga kerja langsung bisa juga disebut direct labour cost. Dalam konteks COGS, tenaga kerja langsung berarti upah yang dibayarkan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi.

Istilah tenaga kerja langsung merujuk pada jumlah upah yang dibayarkan dengan melihat jumlah unit produk yang dihasilkan dalam sehari atau bisa dengan hitungan jam. Untuk jenis biaya ini biasanya ada pada perusahaan manufaktur.

3. Overhead

Biaya yang muncul selain dari inventory dan tenaga kerja langsung masuknya ke biaya overhead. Jenis biaya ini juga bisa disebut biaya tak langsung. Variasinya sangat beragam karena berdasarkan pada beberapa hal. Mulai dari skala usaha, jenis usaha, hingga sumber daya. Untuk lebih jelasnya, beberapa contoh berikut masuk ke overhead.

  • Depresiasi peralatan maupun mesin
  • Biaya air dan listrik
  • Biaya sewa gedung
  • Ongkos kirim
  • Packaging
  • Biaya pemeliharaan
  • Biaya penyusutan gedung
  • Biaya sampel produksi, dan lain sebagainya.

Baca juga: Account Executive: Tugas, skill-set, dan proyeksi karier 2022

Cara menghitung COGS


Menghitung COGS bisa dilakukan dengan memasukkan beberapa rumus - Pixabay

Untuk dapat mengetahui berapa besarnya COGS, ada empat tahap perhitungan yang perlu dilakukan. Pertama-tama adalah menghitung penjualan bersih, kemudian pembelian bersih, biaya produksi penjualan, serta laba. Agar lebih mudah memahami, ini dia ringkasannya.

1. Menghitung penjualan bersih

Penjualan Bersih = Penjualan Bruto – Retur Penjualan – Potongan dari Penjualan

2. Menghitung pembelian bersih

Pembelian Bersih = Pembelian – Biaya Pengangkutan Pembelian – Retur Pembelian – Potongan Pembelian

3. Menghitung biaya produksi penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang Awal = Pembelian Bersih – Persediaan Akhir

Langkah-langkah menghitung Cost of Goods Sold


Cara menghitung COGS bisa kamu lakukan dengan beberapa langkah – Pixabay

Agar lebih mudah memahami bagaimana cara menghitung Cost of Goods Sold, kamu bisa mencoba dalam penerapannya secara langsung. Misalnya sebuah Perusahaan bernama Glostar Indonesia di bidang manufaktur. Perusahaan tersebut pada bulan Oktober memiliki persediaan bahan baku sebanyak Rp600.000. Glostar Indonesia memproduksi sale pisang dengan total produksi per bulan mencapai 10.000 bungkus.

Kemudian, perusahaan membeli persediaan bahan baku lagi dengan total nilai Rp10.000.000. Dalam produksi, perusahaan tersebut memiliki 15 karyawan dengan biaya karyawan per bulannya sebanyak Rp9.000.000. Selama proses produksi, terdapat biaya overhead selama sebulan sebanyak Rp8.000.000. Pada akhir Oktober, terdapat sisa bahan baku mentah sebanyak Rp5.500.000.

Berapakah besar COGS Harga Pokok Penjualan di Perusahaan Glostar Indonesia?

1. Hitung biaya bahan baku

  • Biaya bahan baku = Saldo bahan baku awal + pembelian bahan baku – Saldo di akhir untuk bahan baku
  • Biaya bahan baku = Rp600.000 + Rp10.000.000 – Rp5.500.000 = Rp5.100.000

2. Hitung biaya produksi

  • Biaya produksi = bahan baku yang digunakan + biaya tenaga kerja langsung = overhead 
  • Rp5.100.000 + Rp9.000.000 – Rp8.000.000 = Rp6.100.000

3. Hitung HPP

  • HPP = Biaya produksi total + saldo persediaan awal barang dalam proses produksi – saldo persediaan akhir barang
  • Dalam contoh soal di atas, tidak ada persediaan dalam proses produksi. Sehingga total HPP diambil dari total biaya produksi, yakni Rp6.100.000. Berarti biaya produksi per satuannya adalah Rp6.100.000/10.000 bungkus, yakni Rp610. Sedangkan harga jual ditetapkan Rp3.000

Baca juga: Benarkah Wholesale adalah Strategi Penjualan Terbaik? Berikut Cara Mendapatkan Keuntungannya!

COGS adalah cara untuk melihat besaran HPP, besaran laba pun bisa dihitung secara jelas dengan perhitungan tersebut. Kalau kamu kesulitan menghitung COGS, kamu bisa cari talent yang bisa membantu kamu menghitung COGS dengan mendaftar di EKRUT. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Selain tahu bagaimana cara menghitung COGS, sebagai pengusaha atau pebisnis kamu juga harus tahu bagaimana cara membuat laporan tahunan pajak. Kalau masih bingung, kamu bisa lihat video di bawah ini.

Sumber:

  • Investopedia
  • Jurnal Entrepreneur
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_1._Mengenal_Apa_itu_Dispatching__Cari_Tahu_Mulai_dari_Definisi_hingga_Jenisnya_Di_Sini!.jpg

    Careers

    Dispatching Adalah: Pengertian, Definisi, dan Jenis-Jenisnya

    Anisa Sekarningrum

    09 November 2022
    5 min read
    business-model-canvas-EKRUT.jpg

    startup

    Simak! Segmen Business Model Canvas untuk Merancang Bisnis Startup

    Nur Lella Junaedi

    07 November 2022
    8 min read
    H1_fixed_asset.jpg

    Lainnya

    Fixed Asset Adalah: Pengertian, Karakteristik, dan Jenisnya

    Nurina Ulfah

    24 October 2022
    6 min read

    Video