Published on

Careers

Begini cara menghitung take home pay dengan benar

Nur Lella Junaedi

cara-menghitung-take-home-pay-EKRUT.jpg

Beberapa orang kerap menyamakan gaji pokok dengan take home pay, padahal keduanya adalah hal yang berbeda. 

Take home pay adalah pembayaran upah yang diterima oleh karyawan di mana proses penghitungannya mempertimbangkan penambahan pendapatan rutin, pendapatan insidental serta dikurangi komponen pemotongan gaji. 

Agar memberimu gambaran lebih jauh tentang apa itu take home pay dan bagaimana cara menghitung take home pay, simak ulasannya berikut ini. 

Komponen penghitungan take home pay

cara menghitung take home pay EKRUT
 
Ada tiga komponen penghitungan dari take home pay-EKRUT

Dalam pengertian tentang take home pay di atas, telah disebutkan beberapa istilah yang menyertainya seperti:

  • Pendapatan rutin. Apa itu pendapatan rutin? Pendapatan rutin adalah komponen gaji rutin yang diberikan perusahaan kepada karyawan berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian tertulis yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tidak tetap dan tunjangan tetap.
  • Pendapatan insidental adalah pendapatan tidak tetap yang didapatkan oleh karyawan karena alasan tertentu, contohnya mendapatkan bonus, lembur, laba hingga prestasi dari perusahaan. 
  • Komponen pemotongan gaji bentuknya seperti iuran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, PPh 21, utang atau tunggakan kepada perusahaan dan sebagainya.

Baca juga: Cara menghitung gaji prorata yang tepat

Komponen penghitungan upah 

cara menghitung take home pay EKRUT 
Antara komponen take home pay dan penghitungan upah keduanya berhubungan satu sama lain-EKRUT

Selain harus mengetahui tentang komponen penghitungan take home pay, kamu pun harus mengetahui tentang komponen penghitungan upah sebab keduanya saling berkaitan satu sama lain.

Untuk memudahkanmu mengerti tentang hal tersebut, setidaknya pemerintah melalui Perpu Nomor 78 tahun 2015 sudah mengatur tentang tiga komponen upah mulai dari: 

  • Gaji pokok adalah upah yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan berdasarkan jenis pekerjaan atau tingkatannya. Besarnya gaji pokok ini didapatkan saat adanya kesepakatan dalam kontrak kerja terkait upah yang diinginkan oleh karyawan. 

Dalam UU 78 tahun 2015 disebutkan, bila persentase gaji pokok ini sekitar 75 persen dari total gaji pokok dan tunjangan tetap. 

  • Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran secara langsung dan tidak langsung yang dibayarkan secara tidak tetap kepada pekerja atau keluarganya dan terkadang dibayarkan tidak berbarengan dengan pembayaran upah pokok. 

Contoh, tunjangan makan dan tunjangan transportasi yang diberikan atas dasar kehadiran karyawan.

  • Sedangkan tunjangan tetap adalah pembayaran teratur yang diberikan kepada karyawan atau keluarga karyawan bersamaan dengan pembayaran gaji pokok. 

Contoh tunjangan tetap yakni tunjangan istri, tunjangan anak, tunjangan makanan bila tidak berdasarkan kehadiran, tunjangan transportasi bila tidak berdasarkan kehadiran dan sebagainya.

Baca juga: Catat, ini tips ampuh agar kamu naik gaji!

Selain memahami 3 komponen upah di atas, kamu juga sebaiknya memahami tentang istilah Upah Minimum Provinsi (UMP). UMP adalah standar minimum yang digunakan oleh perusahaan untuk memberikan upah kepada pekerja, di mana setiap daerah memiliki nilai UMP yang berbeda-beda. 

UMP ini penting untuk diketahui lantaran saat perusahaan memberikan tawaran gaji pokok, tentunya mereka juga akan mempertimbangkan UMP setempat dan pasaran gaji dari bidang pekerjaanmu. 

Cara menghitung take home pay

cara menghitung take home pay EKRUT 
Kamu dapat menggunakan rumus penghitungan take home pay di bawah ini untuk mendapatkan gambaran jelas-EKRUT

Agar semakin membuatmu paham, tidak ada salahnya kamu mempelajari terlebih dahulu tentang rumus dan cara menghitung take home pay. Adapun rumus menghitung take home pay adalah: 

Take home pay = (Pendapatan rutin + pendapatan insidental) - (komponen pemotongan gaji)  

Contoh: 

Ezra adalah seorang karyawan swasta yang setiap bulannya memiliki gaji pokok Rp 5.000.000 per bulan. Setiap bulan Ezra mendapat tunjangan tetap makan sebesar Rp 500.000 dan kebetulan di bulan ini Ezra mendapatkan bonus sebesar Rp 3.500.000. Walaupun begitu, Ezra juga setiap bulan memiliki pemotongan pinjaman kredit laptop sebesar Rp 50.000 per bulan, pemotongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Rp 200.000, serta pengurangan PPh 21 Rp 250.000. Lalu berapakah take home pay Ezra bulan ini?

Diketahui: 

Gaji pokok Ezra : Rp 5.000.000
Tunjangan tetap makan Rp 500.000
Bonus Ezra : Rp 3.500.000 

Komponen pemotongan gaji

Cicilan kredit laptop  per bulan: Rp 50.000
Iuran BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan:  Rp 200.000
Pajak PPh 21 Rp 250.000

Rumus THP

(Gaji rutin + pendapatan insidental) - (komponen pemotongan gaji) = THP
(Rp 5.000.000 + Rp 500.000 + 3.500.000) - (Rp 50.000 + Rp 200.000+ Rp 250.000) = THP
(Rp 9.000.000 - Rp. 500.000) = Rp 8.500.000 

Jadi, take home pay yang di bawa oleh Ezra pada bulan ini adalah Rp 8.500.000 

Begitulah penjelasan mengenai cara menghitung take home pay yang bisa kamu simak. Sederhananya, gaji pokok adalah salah satu komponen dalam penghitungan take home pay atau gaji bersih yang kamu terima setiap bulan.

Cara mengelola take home pay dengan bijak

cara menghitung take home pay EKRUT 
Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk mengelola uang take home pay dengan bijak - EKRUT

Setelah memahami cara menghitung take home pay, kini kamu juga perlu memahami bagaimana caranya mengelola take home pay dengan bijak, agar tidak menjadi pendapatan yang tak berarti. 

1. Tetapkan konsep penghitungan THP dengan formula 50-30-20

Formula 50-30-20 ini adalah konsep pengeluaran dengan membuat pos-pos dimana 50 persen THP yang kamu miliki akan digunakan untuk kebutuhan seperti makan, membeli perlengkapan sehari-hari, transportasi dan sebagainya.

Lalu pisahkan juga 30 persen dari THP untuk bentuk keinginan atau hiburan seperti menonton film, jalan-jalan atau melakukan hobi lain. Sementara 20 persennya disisihkan untuk menabung atau membayar tunggakan utang. Dengan cara ini diharapkan keuangamu semakin sehat.

2. Rencanakan dengan baik setiap proses mengeluarkan uang 

Terkadang perencanaan menjadi hal yang diremehkan padahal perencanaan yang benar saat kamu mengeluarkan uang itu perlu lho, supaya dana yang kamu siapkan tidak berlebihan.

Begitupun saat kamu berbelanja kebutuhan sehari-hari ada baiknya dipersiapkan dan dicatat segala keperluan dan pengeluarannya agar semakin hemat. 

3. Investasikan keuangan kamu dalam bentuk lain

Selain ditabungkan di bank kamu juga bisa menyimpan uang dengan cara lain yaitu melalui bentuk investasi seperti investasi properti, reksadana, saham, sampai dengan menabung emas. 

Dengan beberapa alternatif ini kamu bisa menyiapkan tabungan jangka panjang dan tidak hanya mengandalkan tabungan simpanan semata.  

Nah itulah beberapa cara yang bisa kamu coba lakukan untuk mengelola take home pay dengan bijak. 

Baca juga: 9 tips negosiasi gaji yang perlu kamu pertimbangkan

Kini kamu sudah memahami apa itu take home pay dan bagaimana cara menghitungnya dengan begitu kamu akan lebih terbantu ketika sedang mempertimbangkan negosiasi gaji sebelum menandatangani kontrak kerja. 

cara menghitung take home pay EKRUT

Last update 29 August 2020

Sumber:

  • online-pajak.com
  • talenta.co
  • moneynomad

Tags

Share