Published on

Careers

Cara ampuh menjadi Back-end Developer yang andal di startup

Tsalis Annisa

back-end-developer-EKRUT.jpg

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat pekerjaan di dunia teknologi seperti web development memiliki daya tarik sendiri. Salah satu profesi yang cukup menarik adalah Back-end Developer. 

Jika kamu tertarik untuk menjadi yang andal di bidang ini, kamu perlu tahu cara menjadi Back-end Developer yang andal! Tapi, sebelumnya, pahami dulu peran profesi yang satu ini. 

Apa peran seorang Back-end Developer?

back-end dveloper - EKRUT
Back-end developer bertanggung jawab dalam pembuatan situs agar berfungsi baik - EKRUT

Back-end merupakan bagian belakang layar dari sebuah situs. Biasanya bahasa pemrograman yang digunakan seorang Back-end Developer adalah Ruby, PHP, Python, dan yang lainnya. Secara singkat, seorang Back-end Developer bertugas untuk mebuat logika dalam pembuatan situs agar dapat berfungsi dengan baik.

Selain membuat situs dapat berfungsi dengan baik, Back-end Developer juga bertanggung jawab untuk mengoptimalkan kecepatan dan efisiensi dari sebuah aplikasi situs.

Lebih dari itu, Back-end Developer juga secara rutin membuat solusi ruang penyimpanan dengan database. Ini merupakan komponen yang krusial untuk sebuah situs karena menyimpan banyak informasi (seperti data user, komentar, dan yang lainnya). Database yang umum termasuk MySQL, MongoDB, dan PostgreSQL.

Baca juga: 4 kelebihan bahasa pemrograman Python

Apa langkah awal untuk menjadi seorang Back-end Developer?

back-end developer - EKRUT
Terus mempelajari bahasa pemrograman dapar menjadi salah satu cara menjadi seorang Back-end Developer andal - EKRUT

Langkah awal untuk menjadi seorang Back-end Developer yang andal di startup adalah mempelajari bahasa pemrograman.  

Ada banyak sekali pilihan bahasa pemrograman yang bisa digunakan. Untuk kamu yang masih pemula, direkomendasikan untuk memilih bahasa yang scripting karena banyak sekali yang mencarinya.

Kamu yang sudah mengetahui beberapa bahasa scripting juga direkomendasikan tidak memilih bahasa scripting lain. Sebagai contohnya, jika kamu sudah menggunakan PHP atau Node.js, jangan gunakan Python atau Ruby. Cobalah gunakan Erlang atau Golang. 

Kemudian, latihan terus menggunakan bahasa pemrograman yang kamu gunakan. Tidak ada cara yang lebih baik dari berlatih secara rutin. 

Saat kamu sudah memilih salah satu bahasa pemrograman dan dapat memahami dasar dari konsepnya, buatlah aplikasi sederhana yang kamu bisa.

Baca juga: Ini 8 skill yang perlu dimiliki oleh DevOps, sudah tahu?

Apa saja keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Back-end Developer?

back-end developer - EKRUT
Back-end developer setidaknya harus memahami HTML dengan baik - EKRUT

Selain mempelajari bahasa pemrograman, kamu juga harus mempelajari database program seperti MySQL, PostgreSQL, SQL Server, dan masih banyak lagi. Jika sudah terbiasa menggunakan SQL, maka kamu bisa dengan mudah menggunakan program lainnya.

Keahlian lainnya adalah paham dengan HTML. Seorang Back-end Developer tidak harus membuat semua koding dalam HTML, karena itu merupakan tugas seorang Front-end Developer. Akan tetapi, kamu juga harus tetap memahami HTML dengan cukup baik agar dapat memasukkan data di dalam HTML.

Selain itu, kamu juga diharapkan mengerti Application Programmer Interface atau API untuk mengambil data agar dapat ditampilkan.  

Salah dua format paling popular untuk API data adalah JSON dan XML. Keahlian menggunakan program tersebut sangat penting sebagai Back-end Developer. Banyak situs dan perpustakaan yang menunjukan secara jelas tutorial untuk mempelajarinya. 

Dengan menguasai seluruh pemrograman tersebut dan terus berlatih, kamu pasti bisa menjadi seorang Back-end Developer yang andal di startup. Jangan pernah menyerah!

back-end developer - EKRUT

Rekomendasi bacaan:

Sumber:

Tags

Share