Media

Catat, ini pentingnya paternity leave setelah istri melahirkan
By Tsalis Annisa - 7 March 2019
5 min read 78 Views
Paternity leave sangat dibutuhkan untuk menemani istri yang melahirkan - EKRUT
Paternity leave sangat dibutuhkan untuk menemani istri yang melahirkan - EKRUT

Manfaat cuti melahirkan bagi seorang pekerja wanita atau maternal leave tentu tak bisa dipungkiri. Selain untuk pemulihan, kehadiran sang ibu juga diperlukan demi membentuk ikatan dengan Si Kecil sekaligus merawatnya. Lalu, bagaimana dengan sang ayah? Apakah paternity leave juga dibutuhkan?

Istilah paternity leave mengacu pada cuti bagi pekerja pria ketika istri melahirkan. Secara umum, pekerja pria hanya mengambil cuti selama beberapa hari ketika anaknya lahir. Alasannya bisa karena kondisi keuangan yang kurang mendukung maupun perusahaan yang enggan memberi izin.

Sebagian besar dari kita pun mungkin beranggapan bahwa paternity leave tidak sepenting maternal leave. Padahal kenyataannya, kehadiran sang ayah termasuk krusial bagi masa-masa awal perkembangan Buah Hati sekaligus kondisi kesehatan Sang Ibu. Apa alasannya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Manfaat penting dari paternity leave

Bantuan dan kehadiran sang ayah setelah persalinan tidak hanya akan dirasakan oleh Buah Hati, tapi juga oleh sang istri. Mulai dari dukungan moril hingga bantuan untuk merawat Si Kecil.

Menurunkan risiko depresi pasca melahirkan

Di samping memberikan kebahagiaan tak terbendung, kehadiran seorang bayi juga membutuhkan perhatian dan perawatan yang konstan. Tuntutan ini terkadang bisa terasa terlalu berat jika ditanggung sendirian oleh seorang ibu.

Kelelahan fisik dan mental yang mendera wanita pasca melahirkan sebaiknya tidak dianggap enteng. Bila harus merawat bayi seorang  diri di masa-masa rentan ini, tidak jarang para ibu kemudian mengalami stres yang berujung pada munculnya depresi berkepanjangan.

Dukungan dari keluarga, khususnya sang suami, dapat meringankan tekanan batin yang dirasakan oleh sang ibu. Bantuan dari suami pun bisa beragam, misalnya mengganti popok bayi di malam hari agar istri bisa beristirahat atau sekadar memberikan kata-kata penyemangat supaya istri kembali percaya diri dan rasa cemas tidak terus menghantuinya.

Mempererat ikatan keluarga

Dengan menemani istri selama proses melahirkan hingga membantunya dalam merawat Buah Hati, seorang pria dapat merasakan dan memahami beban yang dijalani oleh istrinya. Hal ini akan dapat mempererat hubungan dan ikatan keluarga.

Mendukung perkembangan anak

Sang ayah yang telah telibat sejak minggu-minggu awal kehadiran Buah Hati akan menciptakan ikatan batin yang kuat. Ikatan inilah yang kemudian dapat memberikan efek positif bagi perkembangan anak.

Ketika berinteraksi dengan anak, seorang ayah cenderung memilih kegiatan yang lebih menyenangkan seperti bermain. Stimulasi sejenis ini dapat memberikan kesempatan pada anak untuk belajar mengatur emosi dan perilakunya.

Dengan demikian, ke depannya sang anak akan berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri, stabil secara emosional, dan memiliki hubungan sosial dan prestasi pendidikan yang lebih baik.

Meningkatkan produktivitas kerja

Paternity leave dapat membantu pekerja pria dalam membagi porsi yang seimbang antara bekerja dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Bila keseimbangan ini tercapai, produktivitas di tempat kerja pun akan turut meningkat.

paternity leave - EKRUT
Beberapa perusahaan sudah memberikan waktu paternity leave lebih lama - EKRUT

Baca juga: Jika alami 8 tanda ini, artinya kamu butuh cuti secepatnya!

Peraturan paternity leave di Indonesia

Di Indonesia sendiri, manfaat paternity leave mungkin belum dikenal secara luas. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa pekerja pria hanya memperoleh hak cuti selama 2 hari untuk mendampingi istrinya melahirkan.

Waktu cuti selama 2 hari tersebut tentu dirasakan tidak memadai. Kenapa? Pasalnya, proses persalinan normal umumnya membutuhkan sang ibu untuk menginap selama setidaknya 2 hari di rumah sakit. Sementara jika menjalani operasi caesar, waktu yang dihabiskan di rumah sakit rata-rata selama 3-4 hari.

Meski demikian, terdapat beberapa perusahaan swasta yang sudah mulai menerapkan kebijakan dalam pemberian cuti bagi para pekerja pria ketika istrinya melahirkan. Misalnya, PT Unilever yang sudah memberikan paternity leave selama 3 minggu, dan PT Johnson & Johnson selama 2 bulan bagi pegawai prianya.

Di samping itu, berita baik juga didapatkan oleh Pekerja Sipil Nasional (PNS) Pria. Dalam peraturan kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 tahun 2017, disebutkan bahwa PNS pria yang istrinya melahirkan bisa mengajukan Cuti Alasan Penting (CAP) yang ditentukan oleh pejabat yang berwenang selama maksimal 1 bulan.

Ini berarti kesadaran akan pentingnya paternity leave bagi pekerja pria ketika sang istri melahirkan mulai meningkat di masyarakat kita. Mungkin tak berlebihan jika kita berharap bahwa pemerintah dapat memberikan peraturan mengenai paternity leave agar para pegawai swasta juga bisa memperoleh manfaat yang sama.

Jika kamu ingin bekerja di perusahaan yang memberikan jatah paternity leave yang lebih lama, dan berniat untuk pindah kerja, cobalah untuk mendaftarkan dirimu di situs talent marketplace. Pasalnya, situs seperti ini akan lebih memudahkan kamu dalam mendapatkan pekerjaan tanpa perlu harus mengirim cv ke sana-kemari.

Rekomendasi bacaan:

Sumber:

Tags: paternity leave, manajerial, cuti

Share Group 1 Group 3 Group 4
Bergabung dengan EKRUT

Bergabung dengan EKRUT dan dapatkan pekerjaan impianmu!
Daftar Sekarang