Published on

Lainnya

Coffee Break: Pengertian, Sejarah, Manfaat, dan Istilah Lainnya

Anisa Sekarningrum

H1_1._Coffee_Break_Pengertian__Sejarah__Manfaat__Istilah_Lain.jpg

Saat mengikuti sebuah meeting atau seminar, di dalam jadwal acara biasanya ada sesi istirahat yang dinamakan dengan coffee break. Apa itu coffee break? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa yang dimaksud dengan coffee break


Coffee break adalah sesi istirahat minum kopi setelah bekerja - Pexels

Coffee break adalah sebuah sesi istirahat singkat sekitar sepuluh hingga 20 menit setelah bekerja. Dinamakan coffee break atau rehat minum kopi karena biasanya kegiatan istirahat ini diisi dengan menikmati secangkir kopi, teh dan camilan.

Coffee break adalah sebuah istilah yang berfungsi sebagai waktu istirahat dan juga pertemuan sosial singkat antara karyawan atau peserta dalam pertemuan yang diadakan. Coffee break umumnya dilakukan sesaat setelah tiba di tempat kerja, sebelum istirahat makan siang, atau saat sore hari sebelum pulang kerja.

Pekerja umumnya melakukan coffee break dengan minum secangkir kopi, teh, soda, coklat panas ditemani camilan. Ada juga mereka yang menggunakan waktu coffee break ini untuk merokok.

Baca juga: 10 Manfaat Kopi untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

Sejarah singkat coffee break


Mesin espresso pertama adalah buatan Luigi Bezzera pada tahun 1901 - Pexels

Dipercaya bahwa coffee break pertama kali dimulai pada akhir tahun 1800-an di kota Stoughton, Washington. Saat itu, kota ini terus merayakan Festival Coffee Break Stoughton setiap tahun.

Pada awal tahun 1900-an, coffee break resmi menjadi tunjangan untuk karyawan. Beberapa perusahaan mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali menerapkan keuntungan tersebut, namun belum ada bukti konkret terkait hal tersebut.

Salah satu perusahaan pertama yang menawarkan istirahat resmi selama hari kerja adalah Buffalo, sebuah perusahaan barcalounger di New York. Perusahaan kursi malas ini memberikan fasilitas istirahat selama 15 menit untuk karyawannya dengan kopi gratis pada tahun 1902.

Ada pendapat lain bahwa istilah coffee break dikaitkan dengan penemuan mesin espresso buatan Luigi Bezzera pada tahun 1901 yang menciptakan mesin untuk menggiling biji kopi dan air secara bersamaan menggunakan tenaga uap sehingga para pekerja dapat meminum kopi mereka secara lebih cepat.

Bezzera mematenkan proses inovatif dalam cara menyiapkan kopi dengan mesin kopi espresso pertama yang dipamerkan di Milan International Fair pada tahun 1906. Setelah perang dunia kedua, mesin penjual kopi pertama mulai bermunculan di kantor-kantor.
 
Setelah itu, istilah dan kegiatan coffee break terus meningkat popularitasnya sepanjang tahun 1950-an. Namun, baru pada tahun 1952 saat coffee break menjadi istilah resmi, terutama karena kampanye dari iklan Biro Kopi Pan-American.

Perusahaan tersebut dibuat untuk mendorong orang Amerika untuk minum kopi yang dihasilkan dari negara tetangga mereka, yaitu Kolombia dan Brazil. Kampanye ini mendesak orang-orang untuk memberikan diri mereka istirahat coffee break.

Titik balik terbesar untuk pelembagaan coffee break adalah pada tahun 1964 saat perebutan coffee break sebagai hak pekerja. 

Kegiatan ini hampir menyebabkan pemogokan antara anggota United Auto Workers dan perusahaan manufaktur mobil besar seperti Chrysler, Ford dan GM, karena mereka menginginkan 12 menit untuk coffee break setiap harinya. 

Hingga sekarang, akhirnya coffee break menjadi sebuah hal yang umum yang dilakukan di tempat kerja juga kegiatan MICE seperti seminar dan konferensi.

Baca juga: 5 Kedai kopi di Jakarta ternyaman untuk kerja

Manfaat melakukan coffee break


Coffee break adalah sesi istirahat yang diberikan kepada peserta seminar agar mereka bisa rileks dan mendapatkan ekstra fokus setelah minum kopi - Pexels

Ada beberapa manfaat dari coffee break, yaitu sebagai berikut.

1. Sesi istirahat

Umumnya, coffee break menjadi sebuah sesi istirahat di sela waktu seminar atau konferensi yang berlangsung dalam waktu yang lama. Biasanya coffee break akan diberikan pada pertengahan waktu acara untuk memberikan peserta waktu istirahat.

Coffee break umumnya disertakan dalam rangkaian acara supaya peserta dapat lebih rileks dan kembali fokus ke acara setelah melakukan coffee break.

2. Mengatasi lapar, haus, dan ngantuk

Sesi coffee break juga biasanya disediakan sebelum acara dimulai. Hal ini bertujuan untuk mengakomodasi peserta yang belum sempat sarapan karena acara yang dimulai di pagi hari.

Sehingga biasanya panitia acara akan menyediakan kopi untuk mengatasi rasa kantuk agar peserta dapat lebih terjaga dan menyediakan snack agar dapat mengatasi rasa lapar peserta sehingga mereka dapat lebih fokus mengikuti jalannya acara.

3. Sesi networking

Sesi coffee break tidak hanya bermanfaat sebagai sesi istirahat tapi juga kesempatan networking yaitu ruang bagi peserta acara untuk menciptakan relasi dengan sesama peserta yang hadir.

Motivasi peserta untuk hadir ke acara tersebut bisa jadi bukan hanya untuk mengikuti jalannya acara tapi juga bertemu dengan pengisi acara atau peserta acara tersebut.

4. Menjamu peserta

Coffee break juga bisa bermanfaat sebagai maksud baik dari penyelenggara acara untuk menjamu peserta yang hadir. Hal ini dapat membentuk citra positif bagi penyelenggara acara.

Baca juga: 8 Cara tepat meningkatkan produktivitas karyawan

Istilah selain coffee break


Ada beberapa istilah lain untuk coffee break seperti coffee run, kaffeeklatsch, dan fika - Pexels

Selain coffee break, ada juga istilah lain yang digunakan untuk menjelaskan sesi istirahat rehat minum kopi ini, yaitu sebagai berikut.

1. Coffee run

Istilah lain dari coffee break adalah coffee run yang dinamakan karena terjadi segera setelah karyawan tiba di tempat kerja atau ketika satu karyawan ditunjuk untuk membeli kopi di kedai kopi terdekat dari kantor untuk semua orang.

2. Kaffeeklatsch

Kaffeeklatsch adalah istilah untuk coffee break yang digunakan di Jerman. Secara harfiah Kaffeeklatsch berarti obrolan kopi dan dulunya sering menjadi kegiatan sore pada hari kerja untuk berinteraksi pribadi dengan teman, kolega, atau tetangga. Istilah ini menggambarkan suasana berkumpul dan mendiskusikan kegiatan di hari tersebut sambil minum kopi.

3. Fika

Sementara di Swedia, mereka menggunakan istilah Fika untuk menyebut coffee break. Fika adalah rehat minum kopi sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari sekitar lima menit. Mereka menyebutkan bahwa Fika adalah rahasia untuk bekerja dengan bahagia. Fika adalah tradisi yang sudah diakui, sebuah cara untuk mengurangi stres kerja. 

Faktanya, peluang untuk pertukaran dan sosialisasi ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas sehingga banyak perusahaan di Swedia yang mewajibkan Fika.

4. Tea time

Di Inggris, istilah yang lebih umum digunakan adalah tea time. Orang Inggris banyak menghabiskan waktu istirahat mereka sambil minum teh dan makan kue. Selain istilah tea time, ada juga istilah afternoon tea dan high tea.

Baca juga: Yuk, terapkan 6 tips meningkatkan produktivitas kerja berikut!

5. Buna tetu

Buna tetu yang berarti minum kopi adalah upacara minum kopi di Ethiopia yang berlangsung tiga kali sehari dengan waktu persiapan selama tiga jam. Buna tetu menjadi waktu bersosialisasi yang merupakan budaya penting di Ethiopia.

Berbeda dengan istilah coffee break, upacara minum kopi ini dilakukan oleh seorang wanita yang dimulai dengan ritual mengusir roh jahat. Upacara ini juga melibatkan pemanggangan biji kopi mentah sampai proses menggiling kopi.

Ketika kopi disajikan, wanita tersebut akan memberikan kopi kepada orang tertua di dalam upacara, barulah kemudian kopi disajikan kepada seluruh keluarga dan tamu. Para tamu dapat meminum sekitar tiga cangkir kopi saat upacara berlangsung.

6. Merienda

Merienda adalah istilah coffee break atau afternoon tea di beberapa lokasi di Amerika Latin. Merienda adalah istilah makan kecil antara makan siang dan malam. 

Sajian merienda di Argentina biasanya adalah pasangan antara kopi susu dan croissant, teh susu dan roti panggang, atau submarino, yaitu susu hangat dengan potongan coklat.

7. Gabel fruhstuck

Gabel fruhstuck adalah istilah coffee break yang digunakan di Austria dan Jerman. Gabel fruhstuck secara harfiah berarti sarapan garpu atau sarapan kedua. Sarapan pertama dilakukan secara cepat sebelum bekerja, seperti meminum kopi dan buah atau pastry.  

Sementara gabel fruhstuck yang menjadi sarapan kedua dilakukan antara pukul 10.00-11.00 untuk minum kopi lagi ditemani dengan makan besar yang lebih mengenyangkan.

8. Smoko

Smoko adalah istilah istirahat untuk para pekerja di pagi atau sore hari di Selandia Baru. Pekerja bisa minum kopi atau teh, juga merokok di waktu ini. Smoko kini tidak lagi dijadikan istilah untuk waktu istirahat kerja namun menjadi istilah slang untuk coffee break atau waktu ngemil.  

Baca juga: 10 Cara Membuat Lingkungan Kerja yang Nyaman dan Produktif

Itu tadi informasi tentang coffee break. Minum kopi dipercaya dapat meningkatkan produktivitas kerja, selain itu kamu juga bisa cari tau tips menjadi produktif lainnya di video berikut ini.

Untuk kamu yang masih mencari pekerjaan, yuk coba daftarkan diri kamu menjadi talent di EKRUT. Semua proses dan bantuan profesional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu – sebagai talent atau employer – bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

sign up EKRUT

Sumber:

  • doctorslide
  • specialcoffeeitaly 
  • wise-geek 
  • detik food 

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_grross_adalah.jpg

    Careers

    Bedanya Gross, Nett, dan Gross Up yang Wajib Karyawan Ketahui

    Alvina Vivian

    04 July 2022
    5 min read
    h1_proaktif.jpg

    Careers

    Proaktif Adalah: Definisi, Manfaat, Ciri, hingga Contohnya

    Tio Derma

    04 July 2022
    6 min read
    0-kata-kata-motivasi.jpg

    Lainnya

    25+ Kata-kata Motivasi untuk Penyemangat Diri Sendiri!

    Arin Khurota

    01 July 2022
    7 min read

    Video