Careers

Content Marketing Adalah: Pengertian, Jenis, dan Strategi Penerapannya di Tahun 2022

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1_Content_Marketing_adalah_Pengertian__Jenis__dan_Strategi_Penerapannya_di_Tahun_2022_(1).jpg

Hal perkontenan sudah menjadi bagian erat dalam hidup kita, tidak terkecuali dalam aspek bisnis. Nyatanya, kalau tidak membuat konten, penjualan juga tidak akan berjalan. Maka dari itu, memahami strategi marketing melalui konten sangat krusial bagi kamu si pemilik bisnis. Yuk, pelajari lebih dalam tentang content marketing melalui artikel ini!

Apa itu content marketing?


Content marketing adalah strategi yang efektif untuk menarik audiens potensial. (Sumber: Unsplash)

Kira-kira, bentuk konten apa saja yang kamu ketahui? Kamu pasti sering berinteraksi dengan posting-an media sosial, artikel, bahkan video di YouTube. Melalui media ini, kamu jadi terinformasi, tertarik, bahkan termotivasi untuk melakukan atau berpikir selaras dengan konten tersebut.

Nah, content marketing merupakan strategi pemasaran yang bertujuan untuk menarik, melibatkan, serta mempertahankan audiens. Tujuan ini dicapai dengan membuat dan membagikan konten-konten berkualitas seperti yang telah disebutkan tadi, ditambah dengan e-mail, podcast, dan masih banyak lagi.

Bisnis yang menjalankan strategi ini ingin memperkenalkan dan menjelaskan value yang dimiliki, keahlian dan keunggulan, dan menciptakan brand awareness sehingga mereka yang akan muncul pertama kali di kepala audiens ketika mereka mencari referensi produk, saran, bahkan panduan di luar usaha tersebut.

Memberikan konten yang relevan, konsisten, dan berkualitas kepada audiens menunjukkan bahwa kamu peduli dengan mereka. Tumbuhnya rasa percaya ini membina dan menjaga hubungan baik bisnismu dengan konsumen potensial dan yang sudah ada. Lakukan content marketing dengan efektif agar tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai.

Baca juga: 7 Tren Content Marketing yang Dapat Kamu Terapkan di Tahun 2022

5 Jenis content marketing di tahun 2022


Pilih jenis content marketing yang sesuai dengan objektif bisnismu. (Sumber: Pexels)

Kamu sudah banyak membaca, melihat, menonton, dan mendengar konten yang mendorong kamu untuk menggunakan layanan atau produk tertentu. Di tengah ramainya dunia perkontenan, ada 5 jenis konten yang terbukti efektif dan sering digunakan di tahun ini, lho! Lihat daftarnya di bawah ini.

1. Media sosial

Penggunaan media sosial dalam content marketing bukanlah tanpa alasan. Selain karena beragam jenisnya (Facebook, Instagram, bahkan LinkedIn) dan memiliki pengguna lebih dari 3,6 miliar di seluruh dunia, audiens dapat berinteraksi dan memberi feedback secara langsung. Engagement dengan konsumen jadi meningkat dan berdampak pada pertumbuhan bisnis.

Di media sosial, kamu dapat membagikan hampir seluruh bentuk konten, mulai dari caption, foto, video, live streaming, hingga story. Coba bereksperimen dengan berbagai format ini dan temukan preferensi audiensmu untuk dilanjutkan dengan menganalisis performanya.

2. Konten blog

Blogging dan sejenisnya mungkin terkesan kuno, tetapi nyatanya konten blog adalah jenis konten yang mayoritas dilakukan oleh pemilik bisnis. Selain membawakan hasil yang signifikan dan positif, konten ini menguntungkan dalam aspek anggaran bagi pelaku usaha mikro kecil menengah.

Kamu dapat menyampaikan apapun dengan leluasa. Pada umumnya, konten blog akan memuat informasi produk atau layananmu. Saatnya kamu mengambil angle yang berbeda, seperti insight atau tips yang dapat menjawab pertanyaan audiens tanpa perlu terang-terangan mempromosikan bisnismu. Jangan lupa gunakan keyword yang sesuai dan tampilan yang menarik.

3. Video

Terlepas dari menjadi konten sosial media ataupun individu seperti di YouTube, video adalah jenis konten yang ideal untuk menjadi sekreatif mungkin dan menunjukkan sisi lain dari usahamu. Format ini bekerja secara maksimal untuk konten terkait tutorial, profil yang lebih mendalam, serta penjelasan hal yang kompleks.

Proses pembuatannya memang cenderung lebih lama karena perlu menulis naskah, shooting, serta mengedit sampai siap disebarkan. Pastikan konten berkualitas dan sesuai dengan ekspektasi audiens. Tambahkan juga caption dan subtitle untuk memfasilitasi teman-teman tunarungu juga sebagai informasi tambahan.

4. Podcast

Podcast merupakan jenis konten di mana pembicaranya mendiskusikan berbagai topik, layaknya ngobrol biasa. Penyebaran konten ini biasanya menggunakan pihak ketiga, tetapi kamu tetap dapat membubuhkannya pada situs web dan media sosialmu. Gunakan peralatan yang memadai, outline yang pas, serta narasumber yang relevan dan asyik agar podcast-mu dapat dinikmati.

5. Infografik

Jenis konten satu ini menyajikan informasi dan data dalam visual yang menyenangkan dan lebih mudah dipahami. Artinya, penerapan infografik cukup terbatas, seperti persentase atau angka pencapaian sesuatu. Infografik yang baik akan terlihat simple namun menarik, singkat namun jelas, serta memiliki nilai dan dampak yang signifikan.

Baca juga: Mengenal Content Creator? 9 Langkah untuk Membangun Karier

Tahap-tahap dalam content marketing


Penerapan content marketing menyesuaikan siklus sales bisnis. (Sumber: Unsplash)

Setiap jenis konten memiliki keunggulan yang dapat kamu optimalkan dengan strategi content marketing. Hal ini menjadikan kontenmu tepat sasaran dan berfungsi dengan efektif. Terapkan content marketing sesuai tahap-tahap dalam siklus penjualan di bawah ini.

1. Awareness stage

Dalam tahap awal ini, fokus kontenmu adalah audiens dan segala isu mereka. Konten edukatif dan yang menjawab pertanyaan mereka dapat meningkatkan engagement. Tahan keinginan untuk promosi produk di tahap awareness. Kamu dapat membuat artikel, konten blog, e-book, video, dan newsletter yang sesuai.

2. Consideration stage

Setelah audiens menjadi tertarik, misi untuk membuat mereka memahami kebutuhan mereka dimulai. Konten tersebut harus bersifat informatif diselingi intensi marketing yang subtle. Konten yang cocok untuk diberikan dalam tahap ini adalah studi kasus, artikel dan video dengan angle “how-to”, dan worksheet.

3. Closing stage

Closing stage adalah waktumu untuk memaksimalkan promosi produk dan layanan. Arahkan audiens untuk menjadi konversi dengan menunjukkan bisnismu adalah yang terbaik melalui keahlian, pengetahuan, serta keunggulan yang hanya dimiliki oleh produk dan layananmu. Gunakan studi kasus, testimoni konsumen, buyer’s guide, video produk, serta hasil riset.

Baca juga: 5 Tips membuat konten yang viral

Strategi content marketing yang efektif


Menerapkan content marketing memerlukan strategi yang matang. (Sumber: Pexels)

Sudah siap untuk menerapkan content marketing dalam bisnismu? Strategi ini tidak sesederhana menciptakan konten yang viral dan menarik saja. Konten yang “berhasil” melalui proses perencanaan dan pembuatan yang matang. Agar hasil yang kamu dapatkan sesuai ekspektasi, lakukan strategi content marketing di bawah ini.

1. Menentukan tujuan dari content marketing

Pencapaian dari penerapan content marketing perlu ditetapkan sejak awal untuk memperjelas langkahmu selanjutnya. Kamu dapat melakukannya dengan mempertimbangkan objektif bisnis dan marketing, dampak konten terhadap bisnismu, dan metrik kesuksesan dari konten tersebut.

Goals ini dapat kamu susun dengan konsep yang familiar seperti SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-Bound) atau CLEAR (Collaborative, Limited in volume and duration, Emotional, Appreciable, Refinable). Contoh dari tujuan yang ingin dicapai misalnya meningkatkan brand awareness ataupun konversi, menarik mitra potensial, membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan konsumen, dan lainnya.

2. Menentukan key performance indicators (KPIs) atas tujuan yang hendak dicapai

KPI merupakan data terukur yang dapat kamu gunakan untuk menilai kesesuaian dan keberhasilan performa konten dengan tujuan yang ditetapkan. Setiap tujuan memiliki indikator kunci yang berbeda-beda. Untuk mempermudah, tentukan 3-4 indikator per objektif dan ukur progres dan hasilnya dalam persentase. Misalnya, KPI dari tujuan peningkatan konversi adalah tingkat conversion rate, rasio pengurangan barang dalam keranjang belanja, tren biaya pengiriman, serta tren harga. Kamu dapat menyesuaikan KPI yang digunakan apabila indikator sudah tidak relevan lagi.

3. Memilih jenis konten dan channel yang akan digunakan

Dalam tahap ini, kamu harus memiliki wawasan mendalam terkait audiens dan konsumen potensialmu. Ketahui preferensi dan kebutuhan mereka agar jenis konten dan channel yang kamu pilih bekerja secara efektif. Kamu dapat membuat segmen-segmen yang menyesuaikan audiens ini.

Jenis konten harus dapat memfasilitasi intensi bisnismu dan kebutuhan audiens. Channel yang dipilih untuk mempublikasikan konten tersebut lumrahnya akan mengikuti jenis konten tersebut. Perhatikan juga konten dan channel apa yang sering dikonsumsi oleh audiens untuk menentukan kedua hal ini.

4. Menetapkan anggaran

Anggaran tetap perlu dibuat untuk memadai proses produksi dan distribusi konten. Tarif software produksi, perlengkapan shooting, sewa studio, freelancer desain dan penulis wara, dan space iklan adalah sebagian kecil dari hal yang memerlukan pengeluaran biaya. Ingat, ada harga, ada rupa—kelola finansial bisnismu dengan cermat untuk content marketing yang tepat.

5. Membuat kalender konten untuk perencanaan produksi dan publikasi

Memiliki timeline khusus content marketing membantu proses produksi dan publikasi konten lebih teratur dan mencapai target. Lihat gambaran besar prosesmu dan buat daftar prioritasnya. Kalender konten meliputi kategori topik, deadline, headline, format konten, dan lainnya yang meliputi pelaksanaan kampanye, desain klaster topik, riset kompetitor, serta proses produksi konten. 

6. Memulai proses produksi dan publikasi konten

Membuat konten yang tepat memerlukan pemahaman terkait tujuannya dan audiens. Riset dapat menjadi awal prosesmu. Tunjukkan kreativitasmu dengan menyelami berbagai jenis konten untuk menggaet lebih banyak audiens. Konten terdahulu dapat kamu perbarui dan tingkatkan kembali. Pastikan konten tersebut menunjukkan karakter bisnismu, ya.

Agar konten dapat mencapai audiens dengan maksimal, gabungkan channel berbayar dan pribadi untuk menyebarkannya. Pencarian organik konten dapat kamu optimalisasi, salah satunya dengan SEO. Maka, pastikan kontenmu sudah sesuai kaidah bahasa, terstruktur, memiliki visual yang menarik, dan memenuhi aspek-aspek SEO tersebut.

7. Menganalisis dan mengukur hasil yang didapatkan

Perubahan dan peningkatan konten untuk meningkatkan strategi content marketing serta mencapai audiens lebih luas dapat dilakukan dengan hasil analisis konten. Bandingkan tujuan dan KPI yang telah kamu tetapkan sebelumnya—apakah sudah tercapai atau belum? Tools seperti Google Analytics dan Sprout Social dapat mempercepat proses analisismu.

Baca juga: 6 Alasan penting perlunya content plan social media

Melakukan content marketing terlihat dapat membuat kewalahan. Namun, apabila ditekuni, hasil yang didapatkan akan memuaskan. Saat ini, banyak perusahaan dan start-up yang mencari orang dengan keahlian ini, loh! Cari kesempatanmu menjadi spesialis content marketing dengan mendaftarkan diri di EKRUT!

sign up EKRUT
Sumber:

  • hubspot.com
  • semrush.com
  • mailchimp.com
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1.jpg

    Careers

    Contoh Proposal Usaha Pengajuan Dana Investor Beserta Panduan Menyusunnya

    Felixitas Yolanda

    28 November 2022
    6 min read
    Google_Data_Studio_Fungsi__Fitur_Utama__Integrasi_Platform_dan_Cara_Menggunakannya.jpg

    Technology

    Google Data Studio: Fungsi, Fitur Utama, Integrasi Platform, dan Cara Menggunakannya

    Sartika Nuralifah

    28 November 2022
    8 min read
    H1_Surat_Dinas.jpg

    Careers

    10 Contoh Surat Dinas dari Berbagai Instansi Beserta Struktur Penulisannya

    Algonz D.B. Raharja

    25 November 2022
    5 min read

    Video