Published on

Careers

Ekspansi: Pengertian, tujuan, jenis, dan 3 tahapan untuk melakukan ekspansi

Ningtyas Dewanasari Kinasih

Ekspansi_Pengertian__tujuan__jenis__dan_3_tahapan_untuk_melakukan_ekspansi.jpg

Setiap bisnis pasti ingin untuk dapat terus berkembang. Tidak heran apabila perusahaan yang sudah mampu beroperasi dengan stabil akan melakukan ekspansi bisnis. Istilah ekspansi bukanlah sesuatu yang asing bagi pelaku dunia bisnis. Ekspansi adalah suatu aktivitas untuk memperluas bisnis. Jika dilakukan dengan tepat dan matang aktivitas tersebut akan berdampak positif bagi perkembangan perusahaan. Agar dapat menerapkan strategi memperluas bisnis yang baik, perhatikan tujuan, jenis, dan 3 tahapan untuk melakukan ekspansi berikut ini.

Baca juga: Human capital: Fungsi, 4 kategori, dan perbedaannya dengan Human Resources

Apa itu ekspansi?


Contoh bentuk ekspansi adalah membuka cabang bisnis baru. (Sumber: Pexels)

Dilansir dari idxchannel.com, ekspansi adalah aktivitas memperluas usaha yang ditandai dengan menciptakan pasar baru, perluasan fasilitasi, peningkatan ekonomi, dan pertumbuhan dunia usaha. Berbagai macam cara dapat dilakukan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis.

Beberapa contoh bentuk dari ekspansi adalah membuka cabang bisnis baru, menambah karyawan, meningkatkan pemasaran, membangun kerjasama, menciptakan produk baru, hingga mengakuisisi perusahaan lainnya. Ekspansi dalam bisnis umumnya dilakukan saat bisnis sudah mencapai suatu titik pertumbuhan atau perkembangan dan mencari pilihan tambahan untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Ekspansi adalah suatu fase dari siklus bisnis ketika ekonomi bergerak dari bawah menuju puncak. Aktivitas tersebut berlangsung sekitar empat sampai lima tahun, tetapi bisa juga terjadi dalam sepuluh bulan hingga lebih dari satu dekade. Hal tersebut tergantung dari strategi masing-masing bisnis.

Baca juga: 9 Langkah-langkah Usability Testing (UT) pengembangan produk

Tujuan ekspansi bisnis


Salah satu tujuan ekspansi adalah untuk menarik konsumen baru. (Sumber: Pexels)

Ekspansi adalah cara untuk mengembangkan bisnis dan menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi perusahaan. Berikut ini beberapa tujuan dari ekspansi yang perlu kamu ketahui: 

  • Untuk menarik konsumen baru.
  • Menghasilkan keuntungan dengan menjual lebih banyak output kepada konsumen.
  • Mendominasi pasar dengan mengendalikan pangsa pasar yang lebih tinggi.
  • Meningkatkan daya saing dengan membangun sumber daya yang lebih besar.
  • Dapat memimpin market sehingga dapat mempengaruhi harga pasar.
  • Meningkatkan daya tawar terhadap stakeholder, termasuk ke pemasok, konsumen, dan distributor.
  • Meningkatkan skala ekonomi dan dapat memperluas biaya ke lebih banyak output, juga menurunkan biaya per unit.

Selain itu, nilai investor akan meningkat seiring dengan meningkatnya profit. Investor berpotensi akan mendapatkan dividen yang lebih tinggi, yang mana diambil dari laba bersih. Tujuan ekspansi di atas dapat tercapai apabila strategi diterapkan dengan tepat. Hal tersebut karena ekspansi juga memiliki beberapa risiko jika dilakukan tanpa perencanaan.

Jenis-jenis ekspansi dalam bisnis


Contoh jenis ekspansi adalah merger dimana menggabungkan dua atau lebih perusahaan. (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya ekspansi adalah sebuah strategi untuk memperluas bisnis. Untuk menerapkannya tidak bisa sembarangan, kamu harus menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu. Perencanaan yang matang akan meminimalisir risiko kegagalan ekspansi, seperti kerugian finansial, manajemen yang tidak efektif, ketidakstabilan, dan lainnya. Nah, berikut ini beberapa jenis ekspansi yang bisa kamu sesuaikan dengan perusahaanmu.

1. Merger

Jenis pertama dari ekspansi adalah merger dimana dua atau lebih perusahaan digabungkan menjadi satu perusahaan. Jenis ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperluas bisnis. Perusahaan yang lebih dominan akan tetap menjaga identitas perusahaannya, sedangkan perusahaan lainnya identitasnya akan menjadi tidak jelas. Sebelum melakukan merger, penting untuk mengetahui reputasi dari perusahaan yang akan digabungkan.

Merger dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu konglomerasi yang mana mengakuisisi beberapa perusahaan. Lalu, horizontal dimana perusahaan membeli perusahaan lain dengan tingkat atau level operasional lainnya. Sementara vertikal adalah perusahaan berada di industri yang sama namun memiliki perbedaan level operasional.

2. Akuisisi


Tujuan akuisisi dalam ekspansi adalah untuk menambah pemasukan perusahaan. (Sumber: Pexels)

Akuisisi merupakan proses take over atau pengambilalihan suatu kepemilikan saham atau aset perusahaan yang digerakkan oleh satu atau sekelompok investor tertentu. Tujuan akuisisi sebagai bentuk ekspansi adalah menambah pemasukan perusahaan atau untuk meningkatkan income dari sektor lainnya. Mungkin saja sebuah perusahaan akan mengakuisisi produsen bahan baku agar dapat terus mempertahankannya.

Baca juga: Contoh business plan dan poin penting yang harus diperhatikan

3. Hostile takeover

Jenis berikutnya dari ekspansi adalah hostile takeover dimana melakukan akuisisi secara paksa yang dilakukan ke suatu perusahaan. Dengan kata lain, seorang pebisnis akan membeli saham dari perusahaan lain. Hal tersebut dilakukan ketika pemilik saham membuka penawaran terhadap bisnisnya. Kemudian, saham tersebut akan diakuisisi dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Perusahaan akan langsung beralih kepemilikan, biasanya akan terjadi perubahan manajemen dan karyawan secara menyeluruh.

4. Leveraged buyout


Kekurangan leveraged buyout dari ekspansi adalah membutuhkan modal yang besar. (Sumber: Pexels)

Leveraged buyout merupakan suatu upaya untuk memiliki bisnis dengan cara meminjam uang untuk melakukan pembelian. Kekurangan jenis ini sebagai ekspansi adalah pebisnis akan mengeluarkan modal yang terlalu besar. Tentunya hal tersebut karena uang atau modal didapatkan dengan cara utang kepada pihak lainnya.

3 Tahapan untuk melakukan ekspansi bisnis


Tahap utama ekspansi adalah perencanaan yang matang. (Sumber: Pexels)

Selain dari jenis ekspansi, kamu perlu mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan untuk dapat menerapkannya dengan tepat. Ekspansi adalah langkah besar yang harus dilakukan perusahaan untuk memperbesar bisnis. Agar dapat berjalan dengan lancar, berikut ini tiga tahapan ekspansi:

1. Buat perencanaan yang matang

Ekspansi adalah upaya yang berisiko, sehingga perencanaan yang matang merupakan langkah mutlak yang harus dilakukan. Perencanaan yang harus disiapkan selama melakukan ekspansi yaitu:

  • Memiliki periode tertentu yang memastikan bahwa bisnis memiliki produk, brand, dan dapat produksi mandiri.
  • Memiliki bisnis stabil baik dalam penjualan maupun konsumen tetap dengan jumlah yang signifikan, sehingga siap untuk berekspansi.
  • Membutuhkan karyawan baru untuk menjalankan operasional perusahaan dengan baik, sehingga penjualan pun menjadi lebih efektif.
  • Meningkatkan jumlah produk untuk melayani permintaan konsumen.
  • Menciptakan produk baru, sehingga konsumen memiliki pilihan yang bervariasi.
  • Mengadakan market baru untuk menampung penjualan apabila sudah memiliki market yang luas dengan permintaan tinggi.

2. Tentukan bagaimana model bisnis nantinya


Membuat model bisnis untuk menentukan standar saat melakukan operasional kantor. (Sumber: Pexels)

Tahapan yang tidak kalah pentingnya saat ekspansi adalah memastikan model bisnis yang akan kamu gunakan. Ketika suatu perusahaan melakukan ekspansi, maka model bisnisnya pasti akan berbeda dari sebelumnya. Kamu akan dituntut untuk membuat SOP (standard operating procedures) yang baru. Ekspansi juga berarti memiliki tambahan pegawai baru yang mana akan merubah aktivitas dalam perusahaan. Tidak hanya itu, berbagai strategi atau metode juga akan mengalami perubahan.

Nah, menentukan model bisnis akan membantu kamu untuk menentukan standar yang tepat dan efektif untuk melakukan operasional perusahaan. Jika nantinya memiliki market dan produk baru, kamu harus menyiapkan strategi yang mencakup target pasar hingga proses penjualannya.

3. Persiapan modal yang diperlukan selama proses ekspansi

Salah satu hal penting yang kamu butuhkan saat melakukan ekspansi adalah modal. Terdapat banyak hal yang akan kamu tambahkan selama proses ekspansi berlangsung mulai dari membangun atau menyewa kantor,  menggaji karyawan, membuat gudang, strategi pemasaran dan lainnya. Menggunakan profit perusahaan bisa menjadi salah satu modal untuk melakukan ekspansi. Walaupun akan ada kemungkinan aliran dana bisnis kamu akan sedikit terganggu sebelum proses ekspansi selesai.

Saat ini  banyak perusahaan sedang melakukan ekspansi, yang mana membutuhkan karyawan baru. Daftarkan diri kamu di EKRUT untuk dihubungkan ke berbagai perusahaan yang sedang mencari karyawan berkompeten.

Baca juga: 6 Media promosi yang efektif untuk mengembangkan bisnis saat ini

Ekspansi adalah sebuah langkah besar yang dilakukan perusahaan untuk memperluas jaringan bisnisnya. Apabila kurang tepat, ekspansi yang dilakukan bisa jadi tersendat atau gagal. Sehingga, sebelum penerapanya setiap perusahaan perlu memiliki kesiapan yang matang untuk menghindari financial loss.

sign up EKRUT

Sumber:

  • Idxchannel.com  
  • wartaekonomi.co,id
  • penpoin.com

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    h1.jpg

    Lainnya

    Goodwill: Definisi, Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya

    Tio Derma

    30 June 2022
    6 min read
    H1_customer_onboarding_adalah.jpg

    Careers

    Customer Onboarding: Definisi, Manfaat, Matriks Penting, dan Panduan Melakukanya

    Alvina Vivian

    28 June 2022
    5 min read
    Mengenal_Good_Corporate_Governance_(GCG)_Mulai_dari_Tujuan__4_Prinsip__dan_Contohnya.jpg

    Careers

    Mengenal Good Corporate Governance (GCG) Mulai dari Tujuan, 4 Prinsip, dan Contohnya

    Ningtyas Dewanasari Kinasih

    27 June 2022
    5 min read

    Video