Technology

Engagement Rate Adalah: Pengertian, Pentingnya, Cara Mengukur, dan 5 Tips Meningkatkannya

Published on
Min read
5 min read
time-icon
H1.jpg

Engagement rate adalah sebuah istilah yang sering digunakan dalam dunia digital marketing, khususnya social media marketing. Istilah ini digunakan sebagai alat dalam mengukur keterlibatan followers atau pengikut dalam suatu akun media sosial. Untuk lebih jelasnya, artikel kali ini akan mengupas secara mendalam mengenai pengertian, pentingnya, cara mengukur, dan tips meningkatkan engagement rate dalam ranah digital marketing.

Baca juga: Conversion Rate: Definisi, Fungsi, dan 10 Cara untuk Meningkatkan Conversion Rate

Apa itu engagement rate?


Engagement rate adalah matriks perhitungan dasar dalam dunia digital marketing - Freepik

Apa yang dimaksud dengan engagement rate? Dapat diartikan engagement rate adalah sebuah matriks yang digunakan dalam dunia digital marketing. Umumnya, dijadikan sebagai indikator untuk mengukur jumlah interaksi yang diperoleh dari audiens mengenai sebuah konten pada platform media sosial yang dipublikasikan.

Indikator perhitungannya pun ada beberapa macam. Mulai dari berapa lama audiens membaca konten, menyukai, berkomentar, membagikan, melakukan tindakan sesuai perintah (call to action), dan lainnya.

Dikutip dari laman resmi Hopperhq, engagement rate dapat dikatakan sebagai suatu matriks standar yang dimanfaatkan dalam pemasaran media sosial untuk mengukur performa pada suatu konten di platform media sosial, contohnya Instagram.

Engagement rate juga bisa diartikan sebagai mata uang dalam industri social media marketing, karena umumnya keterlibatan publik/audiens adalah suatu pencapaian bagi para content creator dalam sebuah posting-an yang ditayangkan.

Itulah mengapa dalam hal ini, engagement rate sering digunakan sebagai selling point atau nilai jual dalam perangkat social media influencer atau untuk mengukur laba atas investasi yang dikerahkan pada setiap konten ataupun posting-an.

Selain itu, engagement rate juga bisa digunakan sebagai alat riset guna memahami keinginan audiens berdasarkan jumlah interaksi mereka dengan suatu konten tertentu. Jika suatu konten bisa mendapatkan banyak perhatian dari pihak followers ataupun audiens, maka pengetahuan publik pada suatu brand akan secara otomatis meningkat.

Baca juga: 12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Pentingnya engagement rate untuk diperhatikan


Engagement rate menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan konten social media - Freepik

Selain digunakan sebagai alat ukur keberhasilan suatu konten, engagement rate juga berfungsi untuk meningkatkan efektivitas performa tim marketing di media sosial. Berikut adalah kegunaan lain dari engagement rate yang diciptakan dari interaksi audiens.

1. Menilai user experience

Pada setiap konten ataupun posting-an website suatu platform yang dipublikasikan, engagement rate dapat menandakan tingkat ketertarikan pengguna (user) terhadap setiap konten. Jika engagement rate konten yang dipublikasikan kurang baik, maka ada beberapa elemen dari user experience yang harus ditingkatkan.

Element user experience antara lain:

  • User needs

User needs merupakan tujuan dari produk yang berasal dari luar organisasi atau perusahaan, yaitu user/audiens yang akan menggunakan produkmu. Kamu harus mengetahui apa yang user inginkan terhadap produkmu dan seberapa memenuhi goals dari produk tersebut.

  • Product objectives

Product objectives adalah goals yang berasal dari dalam organisasi atau perusahaan, yaitu berupa business goals seperti target revenue perusahaan, target conversion rate, dan lain-lain.

  • Functional specifications

Functional specifications adalah deskripsi dari sekumpulan fitur apa saja yang akan ada di dalam produk, misalkan fitur pemesanan makanan, fitur cart, fitur pembayaran, dan lain-lain.

  • Content requirements

Content requirements adalah deskripsi dari sekumpulan elemen konten apa saja yang akan ada di dalam produk, misalkan maps, video, gambar, ilustrasi, icon, button, dan lain-lain.

  • Interaction design

Interaction design adalah bagaimana sistem merespon terhadap apa yang user lakukan. Intinya, kamu akan membuat sebuah user flow/task flow (alur) yang akan dilalui user dari awal menggunakan produk sampai akhir (sampai goals user terpenuhi)

  • Information architecture

Information architecture adalah pengaturan konten untuk membantu user dalam memahami informasi yang ditampilkan pada produk. Konten-konten tersebut akan dikelompokkan menjadi beberapa kategori atau menu.

2. Memantau efektivitas campaign

Engagement rate dapat menjadi salah satu indikator keefektifan campaign marketing. Sebab, kamu dapat mengetahui seberapa banyak audiens yang terlibat dan melakukan pembelian. Nah, jika engagement rate masih rendah, kemungkinan campaign kurang diminati. Entah itu dari segi kontennya, media yang digunakan, atau faktor lainnya. Jadi, kamu bisa mengevaluasi dan memperbaiki konten campaign lebih baik.

3. Memantau kinerja kompetitor

Selain mengecek kinerja akun atau website pribadi, kamu juga bisa memantau kinerja kompetitor melalui engagement rate.  Untuk bisa mengetahui engagement rate kompetitor, kamu bisa menggunakan tools analisis seperti SocialBlade. Semisal kamu ingin melihat engagement rate akun Instagram kompetitor, kamu hanya perlu tulis akun kompetitor pada kolom pencarian. Hasilnya, kamu akan melihat data mulai jumlah posting, followers, following, engagement rate, bahkan rata-rata like dan komentarnya.

Jika engagement rate kompetitor kamu baik, kamu dapat meniru strategi pemasaran yang mereka lakukan. Contohnya, kompetitor memberikan penawaran e-book gratis untuk mendapatkan leads dengan cepat. Nah, kamu juga bisa meniru strategi tersebut dan membuatnya lebih menarik.

Baca juga: Prediksi tren digital marketing di tahun 2022

Cara mengukur engagement rate


Ada beberapa faktor yang bisa menentukan nilai engagement rate seperti reach dan impression - Freepik 

Cara mengukur engagement rate dapat dilakukan melalui beberapa matriks antara lain adalah likes, comment, dan share. Namun pada beberapa platform, matriks tersebut sangat beragam, tergantung pada platform apa yang digunakan untuk mempublikasikan sebuah konten. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur engagement rate pada media sosial.

1. Engagement rate by reach

Perhitungan matriks engagement rate berdasarkan jumlah reach dilakukan melalui riset terhadap jumlah reach, bukan hanya terhadap jumlah followers. Karena yang dimaksud sebagai reach adalah jumlah total dari orang yang telah melihat konten kamu.

Rumus ini adalah cara paling umum untuk menghitung keterlibatan audiens terhadap suatu konten. Berikut ini adalah cara menghitung engagement rate berdasarkan reach (jangkauan).

  • ERR (engagement rate reach) = engagements per post / reach per post x 100
  • Rata-rata ERR (engagement rate reach)  = total ERR / total posts

2. Engagement rate by impression

Perhitungan kedua adalah perhitungan matriks berdasarkan impression. Yang dimaksud dengan impression adalah berapa kali konten maupun iklan kamu telah tampil di layar, baik yang mendapatkan klik maupun tidak. Berikut ini adalah cara perhitungan engagement by impression.

  • ER impressions = total engagement on a post / total impressions x 100
  • Rata-rata ER impressions = total Impressions / total posts

3. Engagement rate by post

Secara teknis, rumus ini mengukur keterlibatan followers pada setiap posting-an. Dengan kata lain, perhitungan engagement rate yang dilakukan berdasarkan post bisa kamu gunakan jika media sosialmu mempunyai angka reach post yang cukup fluktuatif. Dengan pembagian melalui angka followers, maka nilai engagement rate nantinya akan lebih stabil.

Tapi, perhitungan ini tidak akan mempengaruhi nilai engagement rate pada viral post dengan reach yang lebih tinggi. Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk mengukur engagement rate by post.

  • ER post = total engagements on a post / total followers x 100
  • Average ER by post = total ER by post / total posts

4. Engagement rate by view

Nilai perhitungan yang dilakukan berdasarkan views ini sangat cocok digunakan jika brand atau merekmu menjadi suatu konten utama dalam meraih engagement. Perlu diketahui bahwa views berbeda dengan unique views. Itu artinya, 1000 jumlah views yang kamu dapatkan bisa saja berasal dari 300 users yang menonton berulang kali.

Berikut adalah rumus perhitungan untuk menghitung engagement rate by view

  • ER view = total engagements on video post / total video views x 100
  • Average ER view = total ER view / total posts

Baca juga: Copywriter adalah: Tanggung Jawab, Skill-set dan Kisaran Gajinya

Tips meningkatkan engagement rate


Setiap perusahaan harus menentukan strategi meningkatkan Engagement rate dari sebuah konten - Freepik 

Berikut beberapa cara meningkatkan efektivitas dari suatu engagement rate dari sebuah konten.

1. Analisis ketertarikan user terhadap suatu konten

Meningkatkan engagement rate bisa dilakukan melalui sebuah analisis data. Analisis setiap konten melalui banyaknya atau sedikitnya komentar dan share yang didapatkan dari rata-rata per posting-an yang dilakukan oleh followers. Pastikan analisis ini dilakukan secara berkala agar mengetahui nilai suatu konten dari sudut pandang audiens.

2. Gunakan strategi yang efektif

Nilai engagement rate juga bergantung pada merek maupun konten yang ditawarkan melalui media sosial. Sasaran setiap perusahaan juga harus memiliki strategi yang efektif.

Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan strategi yang efektif:

  • Mengubah persepsi publik terhadap brand yang pasarkan
  • Mengembangkan prospek terhadap pelanggan baru
  • Mengumpulkan tanggapan dari audiens terhadap produk baru

3. Kenali audiens

Sulit untuk melibatkan audiens bila kamu tidak benar-benar tahu kepada siapa kamu memasarkan sebuah produk di media sosial. Terkait dengan persoalan ini, perusahaan harus melakukan riset audiens agar mengetahui target pasar.

Berikut ini adalah cara untuk membantu mengetahui dan menentukan audiens:

  • Situs/platform apa yang digunakan dalam mempublikasikan suatu konten
  • Kapan harus mempublikasikan suatu konten
  • Jenis/tipe konten seperti yang digunakan
  • Brand voice terkait kepada siapa kamu memasarkan, perusahaan harus dapat menentukan bahasa yang tepat untuk menarik audiens

4. Buat dan bagikan konten yang bernilai

Ketika perusahaan sudah mengetahui siapa yang menjadi followers dan kenapa perusahaan melakukan pendekatan terhadap followers tersebut, perusahaan dapat membagikan suatu konten yang menarik dan bernilai terhadap karakteristik followers tersebut.

Cara berikut ini akan membantu dalam memahami jenis konten yang terbaik guna meningkatkan ketertarikan followers:

  • Lakukan riset pertanyaan mengenai brand kepada followers melalui ask me anything session
  • Lakukan polling terhadap produk maupun brand yang di-posting
  • Uji pengetahuan followers terhadap setiap brand yang posting
  • Ajukan pertanyaan kepada followers
  • Buat sticker atau filter khusus untuk Story Instagram

Dengan memahami beberapa poin di atas, maka perusahaan dengan mudah mencari tahu konten mana yang bisa memberikan nilai untuk meningkatkan engagement rate.

5. Kestabilan percakapan dengan followers

Dengan menjaga kestabilan secara terus menerus kepada followers maupun audiens non-followers, terbukti dapat meningkatkan interaksi audiens terhadap suatu brand. Hal ini juga dapat memicu meningkatnya engagement rate melalui komentar yang disampaikan oleh audiens.

6. Mempertahankan waktu respon dengan cepat

Secara istilah, frequently asked questions atau disingkat FAQ, berarti pertanyaan yang sering diajukan. Demi meningkatkan sebuah engagement rate, perusahaan harus membuat tanggapan sebelum adanya beberapa pertanyaan dari audiens. Hal ini dapat membantu menjawab setiap pertanyaan dengan tanggapan yang bijaksana dan informatif.

7. Penjadwalan untuk setiap posting-an

Idealnya, proses mem-posting konten pada media sosial dilakukan satu hingga tiga kali sehari, demi mendapatkan eksposur audiens yang maksimal. Namun, aktualnya perusahaan tidak dapat bekerja 24/7 di depan komputer. Maka dari itu, perusahaan harus memanfaatkan alat penjadwalan terhadap setiap posting-an, cara ini akan membantu produktivitas kerja serta meningkatkan fokus terhadap beberapa aspek kerja yang harus dijalankan lainnya, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai engagement rate itu sendiri.

Demikian penjelasan mengenai engagement rate. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa engagement rate adalah suatu matriks standar yang digunakan dalam pemasaran media sosial guna mengukur performa pada suatu konten di sebuah platform media sosial maupun website.

Matriks ini sangat penting digunakan oleh setiap tim marketing terutama social media marketing, agar strategi yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan perusahaan bisa berkembang dengan cepat dan stabil.

Selain melalui artikel dari EKRUT Media, kamu juga bisa memperoleh berbagai informasi dan tips menarik seputar karier melalui YouTube EKRUT Official. Tak hanya itu, jika kamu tertarik mendapatkan berbagai kesempatan untuk mengembangkan karier, sign up EKRUT sekarang juga. Hanya di EKRUT, kamu dapat memperoleh berbagai peluang kerja yang dapat disesuaikan dengan minatmu.

Sumber:

  • Hootsuite
  • Grin
  • Hopperhq
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    cache-dan-cookies-EKRUT.jpg

    Technology

    Fungsi cache dan cookies yang tak banyak diketahui!

    Maria Yuniar

    28 November 2022
    4 min read
    Google_Data_Studio_Fungsi__Fitur_Utama__Integrasi_Platform_dan_Cara_Menggunakannya.jpg

    Technology

    Google Data Studio: Fungsi, Fitur Utama, Integrasi Platform, dan Cara Menggunakannya

    Sartika Nuralifah

    28 November 2022
    8 min read
    Ssstiktok_Download_Video_TikTok_tanpa_Watermark_Secara_Online_2022.jpg

    Technology

    SSSTikTok Download Video TikTok Tanpa Watermark Online 2022

    Sylvia Rheny

    25 November 2022
    5 min read

    Video