Technology

Enkripsi: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Bedanya dengan Hashing

Published on
Min read
5 min read
time-icon
Algonz D.B. Raharja

A passionate ecological researcher and writer who loved to learn about SEO and content writing for marketing purposes

H1_Enkripsi.jpg

Pernahkah kamu mendapat notifikasi terkait pesan yang kamu kirim telah terenkripsi? Lantas, apa sih enkripsi itu? Nah, kamu bisa membaca ulasan berikut ini untuk memahami apa itu enkripsi beserta cara kerja dan manfaatnya bagi dunia digital.

Apa itu enkripsi?


Enkripsi merupakan proses penyandian informasi atau data agar tidak bisa diakses untuk keamanan data (Sumber: Pexels)

Dilansir dari Cloudflare, enkripsi didefinisikan sebagai cara mengacak data sehingga hanya pihak berwenang yang dapat memahami informasi tersebut. Secara teknis, enkripsi dilakukan dengan mengubah plaintext yang umum dibaca manusia menjadi chipertext atau teks acak. Enkripsi dijalankan dengan kunci kriptografi atau seperangkat nilai matematika yang telah terseleras secara teknis.

Menurut IBM, enkripsi data merupakan cara menerjemahkan data dari plaintext yang tidak terenkripsi menjadi chipertext (terenkripsi). Hal ini berarti pengguna dapat mengakses data terenkripsi dengan kunci enkripsi dan data terdekripsi dengan kunci dekripsi.

Jika merujuk pada Kaspersky, enkripsi secara khusus berhubungan dengan keamanan siber karena dibuat untuk konversi data dari format yang biasa dibaca menjadi format terkodekan. Format data terenkripsi hanya bisa dibaca dan diproses setelah dilakukan dekripsi. Secara teknis, enkripsi adalah blok bangunan dasar keamanan data.

Enkripsi dengan kata lain merupakan cara paling sederhana dan paling penting untuk memastikan informasi sistem komputer agar tidak dapat dicuri atau dibaca oleh seseorang yang ingin menggunakannya untuk tujuan negatif. Umumnya, enkripsi digunakan oleh pengguna individu dan perusahaan besar untuk melindungi informasi pengguna yang dikirim antara browser dan server. Enkripsi bekerja seperti peran sandi yang terbangun atas skema tertentu.

Baca juga: Security Engineer: Tugas dan Tanggung Jawab Serta Skill-set

Cara kerja enkripsi


Enkripsi dilakukan dengan mengubah data atau informasi plaintext menjadi data terenkripsi atau ciphertext (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, enkripsi serupa dengan kode atau sandi. Enkripsi terbangun dalam blok-blok tertentu dan hanya bisa dipecahkan dengan sejumlah besar daya komputasi. Masih merujuk pada IBM, enkripsi secara khusus dibedakan ke dalam tiga metode kerja yang berbeda. Ketiganya dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan keamanan yang berbeda. Ketiga jenis metode enkripsi tersebut adalah enkripsi asimetris dan simetris.

  • Enkripsi asimetris merupakan kriptografi kunci berbasis publik yang mengenkripsi dan mendekripsi data menggunakan dua kunci asimetris kriptografi secara terpisah. Kedua kunci ini dikenal sebagai “public key” dan “private key
  • Enkripsi simetris merupakan jenis enkripsi di mana hanya ada satu kunci simetris yang bersifat rahasia dan digunakan untuk mengenkripsi plaintext dan mendekripsi ciphertext
  • Enkripsi homomorfik merupakan teknik enkripsi yang didukung oleh jenis algoritma khusus yang memungkinkan jenis operasi tertentu dilakukan pada ciphertext tanpa memerlukan akses ke sebuah kunci rahasia

Secara proses, enkripsi bekerja ketika informasi atau data dibagikan melalui internet. Data dan informasi tadi melewati serangkaian perangkat jaringan di seluruh dunia dan merupakan bagian dari internet publik. Saat data tersebut berjalan melalui internet publik, terdapat potensi atau kemungkinan data tersebut disusupi atau dicuri oleh peretas. Untuk mencegah hal ini, pengguna dapat menginstal perangkat lunak atau keras untuk memastikan transfer data dilakukan secara aman.

Enkripsi hadir sebagai proses pengamanan data atau informasi dalam sebuah blok keamanan jaringan. Enkripsi kini digunakan pula dalam aplikasi berbasis pesan seperti WhatsApp dan sejenisnya untuk menghindari proses pengambilan data chatting. Oleh karena itu, kita akan sering membaca beberapa disclaimer bahwa pesan ini telah terenkripsi dan sebagainya.

Secara teknis, semakin kompleks kunci kriptografi dalam sebuah enkripsi, maka semakin aman enkripsi tersebut karena enkripsi juga bisa digunakan untuk melindungi kata sandi.

Baca juga: Security Network Engineer: Pengertian, Gaji, Skills, Tools dan KPI

Mengapa enkripsi itu penting?


Enkripsi penting bagi keamanan data sensitif atau privat, terutama yang berbasis internet (Sumber: Pexels)

Jika dilihat dari cara kerjanya di atas, enkripsi amat penting bagi keamanan data dan informasi digital, terutama yang berbasis internet. Adapun alasan mengapa enkripsi itu penting bisa dijabarkan melalui tiga hal berikut ini.

  • Pentingnya privasi internet, enkripsi membantu perlindungan privasi daring bagi para pengguna internet. Umumnya, pengguna internet mengisi data pribadi dan enkripsi mengubah informasi pribadi itu menjadi data yang hanya bisa dibuka oleh pihak tertuju saja.
  • Ancaman peretasan, enkripsi adalah garda depan yang menjadi alat preventif terhadap peretasan. Peretasan merupakan bisnis besar di internet saat ini. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kasus penjualan data informasi pribadi, sehingga peran enkripsi bisa menjadi pengaman bagi bocornya informasi atau data pribadi semacam ini.
  • Pencegahan tersebarnya informasi sensitif, secara umum enkripsi amat berguna untuk mencegah tersebarnya informasi sensitif berbasis pesan maupun audio-visual dari media sosial kepada pihak yang tidak berkepentingan. Sebabnya, hal semacam ini dapat merugikan pihak pertama yang tidak tahu-menahu dan nantinya mendapat ancaman eksternal.

Baca juga: 11 Skills yang Dibutuhkan Setiap Ahli Cybersecurity

Manfaat enkripsi


Enkripsi memiliki manfaat umum untuk melindungi data di penyimpanan berbasis cloud (Sumber: Pexels)

Manfaat enkripsi secara umum memiliki relevansi dengan betapa pentingnya enkripsi bagi dunia digital dan perlindungan data atau informasi. Adanya enkripsi secara umum mulai menunjang perpindahan basis data ke ranah multi cloud dan hibrid. Keberadaan data-data yang tersimpan dalam cloud ini menjadikan enkripsi sebagai aspek penting pada manajemen perlindungan data.

Penyedia jasa aplikasi pun kini telah mulai mempertimbangkan dan menggunakan pemrosesan data dan informasi yang terenkripsi. Hal ini utamanya ditujukan sebagai langkah meningkatkan kenyamanan pengguna dan mengontrol akses terhadap pihak ketiga atau peretas di belakang layar.

Umumnya, enkripsi yang kuat harus memiliki pengelolaan data dan enkripsi data terpusat. Enkripsi ini meliputi tingkat dokumen, basis data, dan aplikasi baik secara cloud maupun lokal. Kontrol akses juga dilakukan berbasis personal maupun grup yang memang berkepentingan terhadap keberadaan suatu data atau informasi.

Baca juga: Apa itu Scam? Kenali Jenis Penipuan Berbahaya di Era Digital

Perbedaan enkripsi dengan hashing


Hashing merupakan proses indeks informasi menjadi data terkunci yang tidak bisa diakses kembali dan hanya bisa dicocokkan (Sumber: Pexels)

Hashing merupakan proses mengubah informasi menjadi sebuah kunci menggunakan hash function. Informasi asli tidak dapat diakses dari hash key dengan cara apapun dan umumnya tersimpan dalam sebuah basis data dan digunakan untuk mencocokan keaslian data atau informasi.

Adapun perbedaan hashing dengan enkripsi adalah sebagai berikut:

Enkripsi Hashing
Suatu proses penyandian data dengan aman sehingga hanya pengguna berwenang dan mengetahui kunci/kata sandi yang bisa mengakses data asli untuk orang lain Suatu proses mengubah informasi menjadi nilai tetap yang lebih pendek dan dikenal sebagai hash key serta digunakan untuk mewakili informasi asli
Bertujuan untuk mengubah data agar tetap rahasia dari orang lain yang tidak berkepentingan Bertujuan untuk mengindeks dan mengambil item/dokumen dari basis data
Informasi asli dapat dengan mudah diakses jika mengetahui kode enkripsi dan algoritmanya Kode dan kunci hash tidak dapat dikembalikan ke informasi asli dengan cara apa pun dan hanya bisa dipetakan atau diperiksa, informasi asli tidak bisa diakses
Kurang aman jika dibandingkan dengan hashing Lebih aman jika dibandingkan dengan enkripsi

Baca juga: Fraud Adalah: Pengertian, 3 Faktor Pendorong serta Jenisnya

Nah, itulah tadi beberapa hal yang perlu kamu pahami mengenai enkripsi. Kamu bisa mempelajari tentang enkripsi jika ingin berkarier di bidang security engineer.

Bagi kamu yang tengah mencari jalan karier terbaik, EKRUT hadir untuk menjadi rekan profesional buat kamu. EKRUT menyediakan berbagai informasi terkait karier dan peluang rekrutmen dari perusahaan-perusahaan bonafide di Indonesia. Kamu hanya perlu menyiapkan CV terbaikmu lalu klik tautan di bawah ini untuk langsung mendaftar lewat EKRUT.

Sumber:

  • ibm.com
  • cloudflare.com
  • geeksforgeeks.org
0

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    aaron-weiss-_x6XZ_jp0g8-unsplash_(2).jpg

    Technology

    Cara Berjualan di TikTok Shop dan 6 Tips Agar Cepat Laris

    Fakhrizal Muttaqien

    05 December 2022
    6 min read
    H1_Wifi_Portable.jpg

    Technology

    8 Rekomendasi WiFi Portable Terbaik dan Lengkap dengan Daftar Harganya

    Algonz D.B. Raharja

    05 December 2022
    6 min read
    cache-dan-cookies-EKRUT.jpg

    Technology

    Fungsi cache dan cookies yang tak banyak diketahui!

    Maria Yuniar

    28 November 2022
    4 min read

    Video