Published on

Careers

Apa itu forecasting? Pahami pentingnya forecasting untuk perkembangan bisnis

Anisa Sekarningrum

H1_1._Apa_itu_Forecasting__Pahami_pentingnya_forecasting_untuk_perkembangan_bisnis!.jpg

Dalam dunia bisnis, forecasting adalah hal yang sangat berguna untuk membantu memperkirakan hal-hal yang akan terjadi di masa depan untuk membantu mengambil keputusan.

Baca juga: Mengenal amortisasi, komponen penting dalam menyusun laporan keuangan perusahaan

Apa itu forecasting?


Forecasting adalah sebuah fungsi bisnis yang banyak digunakan oleh investor dalam memprediksi nilai saham - Pexels

Handoko (1999) menjelaskan bahwa forecasting adalah sebuah usaha untuk meramalkan keadaan di masa mendatang dengan menguji keadaan di masa lalu. Sedangkan menurut Gaspersz (2005), forecasting adalah suatu fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat.

Forecasting adalah teknik untuk menentukan apa yang akan terjadi di masa depan dengan menganalisis apa yang terjadi di masa lalu dan apa yang sedang terjadi sekarang. Teknik forecasting dalam bisnis digunakan untuk mengetahui bagaimana mengalokasikan budget bisnis atau merencanakan antisipasi pengeluaran untuk waktu yang akan datang. Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat proyeksi keinginan dari barang atau jasa yang ingin ditawarkan.

Para ekonomi menggunakan forecasting untuk memperkirakan beberapa variabel suku bunga pada tanggal tertentu di masa depan. Investor menggunakan teknik forecasting untuk menentukan apakah peristiwa yang mempengaruhi perusahaan seperti ekspektasi penjualan yang dapat memprediksi kenaikan dan penurunan harga saham di perusahaan tersebut.

Baca juga: Apa Itu Investor? Berikut 2 Jenis Utama Dan Panduan Untuk Memulainya

Forecasting juga memberikan tolak ukur penting bagi perusahaan yang membutuhkan perspektif operasi jangka panjang. Analis saham juga menggunakan forecasting untuk memperkirakan bagaimana tren, seperti angka PDB atau pengangguran yang akan berubah pada kuartal atau tahun mendatang. Semakin jauh perkiraannya, semakin tinggi kemungkinan perkiraannya tidak akurat.

Sementara ahli statistik menggunakan forecasting untuk menganalisis dampak potensial dari perubahan dalam operasi bisnis. Contohnya, mengumpulkan data dampak kepuasan pelanggan dengan mengubah jam kerja atau produktivitas karyawan di beberapa kondisi kerja tertentu.

Render dan Heizer (2004) menyebutkan tiga macam jenis forecasting adalah sebagai berikut.

  1. Peramalan ekonomi (economic forecast) yang menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.
  2. Peramalan teknologi (technological forecast) memperhatikan tingkat kemajuan teknologi dalam meluncurkan produk baru yang menarik serta membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
  3. Peramalan permintaan (demand forecast) adalah prediksi dari proyeksi permintaan untuk produk atau layanan atas sebuah perusahaan.

Baca juga: Memahami Data Warehouse Dan Manfaatnya

Tujuan dan fungsi forecasting


Salah satu fungsi forecasting adalah untuk membantu perusahaan memprediksi masa depan - Pexels

Tujuan investor menggunakan forecasting adalah untuk mengetahui kejadian yang mungkin dapat memberikan efek terhadap perusahaan, contohnya apakah ekspektasi penjualan akan mempengaruhi peningkatan atau penurunan terhadap nilai saham. Beberapa tujuan dan fungsi forecasting adalah sebagai berikut.

1. Membantu memprediksi masa depan

Forecasting membantu manajemen mendapatkan gambaran umum terhadap hal yang dapat diprediksi di masa depan. Dengan bantuan forecasting perusahaan dapat menentukan arah yang lebih baik agar bisnis dapat berfungsi lebih baik juga di pasar.

2. Cocok untuk konsumen

Jika perusahaan dapat memprediksi permintaan konsumen, perusahaan dapat selalu memastikan produk yang dicari selalu tersedia. Dengan ini kemungkinan bisnis dapat memenuhi pesanan dan pengiriman tepat waktu akan lebih tinggi.

3. Membantu perusahaan terus up-to-date

Bisnis yang menggunakan forecasting secara teratur akan selalu berpikir ke depan. Hal ini membantu perusahaan untuk mengantisipasi perubahan tren pasar karena perusahaan yang terus up-to-date akan lebih mampu bersaing dengan para kompetitor.

4. Belajar dari kejadian masa lalu

Mengumpulkan dan menganalisis data masa lalu dapat membantu perusahaan mengingat apa yang berhasil dan hal yang tidak berhasil. Belajar dari pengalaman dapat membuat perusahaan menjadi lebih kuat dan juga meningkatkan peluang bisnis untuk menghasilkan keuntungan.

5. Stay on top of costs

Jika perusahaan dapat memprediksi permintaan di masa depan, maka perusahaan dapat mengetahui seberapa besar tingkat produksi yang ingin direncanakan di masa depan. Perusahaan dapat menggunakan informasi ini untuk menentukan apakah bisnis akan membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit pekerja dengan lebih akurat sehingga pengeluaran bisnis dapat terkontrol dengan lebih baik juga.

6. Mendapatkan financing

Jika sebuah perusahaan membutuhkan pinjaman untuk sebuah proyek, pemberi pinjaman akan membutuhkan data dan informasi tentang masa depan, seperti penjualan, keuntungan, dll. Pemberi pinjaman membutuhkan data tersebut sebelum mempertimbangkan untuk menyetujui pinjaman.

Baca juga: Angel Investor Dan Tips Mendapatkan Pendanaan Untuk Startup

3 Jenis model forecasting


Salah satu jenis model forecasting adalah moving averages untuk menghitung peramalan data - Pexels

3 jenis model dari forecasting adalah sebagai berikut.

1. Moving averages model

Model forecasting rataan bergerak adalah model yang menggunakan sejumlah data permintaan aktual masa lalu untuk menghasilkan peramalan dengan rumus berikut ini:

Moving averages model = At + At-1 + ... + At (N-1) / N

Keterangan:
At = Permintaan aktual pada periode t
N = Jumlah data permintaan yang dilibatkan dalam perhitungan

2. Weighted moving averages model

Saat terdeteksi tren atau pola, rumus bobot rataan bergerak dapat digunakan untuk menempatkan penekanan yang lebih pada nilai terkini. Data pada model ini menghasilkan hasil yang lebih responsif. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Weighted moving averages model = āˆ‘ Wt - At 

Keterangan:
Wt = Bobot permintaan aktual pada periode t
At = Permintaan aktual pada periode t

3. Exponential smoothing model

Jenis model penghalusan eksponensial adalah metode peramalan rataan bergerak dengan pembobotan di mana titik-titik data dibobotkan oleh fungsi eksponensial. Rumus model ini adalah sebagai berikut:

Ft = Ft - 1 + š›‚ (At - 1 - Ft - 1)

Keterangan:
Ft = Peramalan baru 
Ft-1 = Peramalan sebelumnya
š›‚ = Konstanta penghalusan (0 ā‰¤ š›‚ ā‰¤ 1)
At-1 = Permintaan aktual periode lalu 

Baca juga: Mengetahui Tujuan Dan Keunggulannya Data Science Dalam Bisnis

Metode forecasting


Salah satu metode forecasting adalah metode kuantitatif - Pexels

Dua metode forecasting adalah kuantitatif dan kualitatif, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Metode forecasting kuantitatif

Metode kuantitatif digunakan karena perusahaan memiliki data yang cukup untuk melakukan analisis dengan pendekatan data dan angka. Metode kuantitatif umumnya digunakan untuk membuat keputusan jangka pendek dan menengah. Dengan metode kuantitatif, perusahaan dapat memperkirakan data masa depan sebagai fungsi dari data masa lalu. Metode ini cocok digunakan saat ada asumsi bahwa beberapa data akan berulang dan memiliki pola yang sama di masa depan.

Metode peramalan kuantitatif mengecualikan pendapat ahli dan memanfaatkan data statistik berdasarkan informasi kuantitatif. Model peramalan kuantitatif mencakup metode deret waktu, diskonto, analisis indikator leading atau lagging, dan pemodelan ekonometrik.

2. Metode forecasting kualitatif

Berbanding terbalik dengan metode kuantitatif, metode ini digunakan ketika perusahaan tidak memiliki data yang cukup untuk dianalisis. Metode ini bersifat subjektif berdasarkan judgement dan opini dari ahli atau konsumen, sehingga hasil analisisnya mungkin berbeda-beda. Orang-orang menggunakan metode kualitatif untuk membuat keputusan jangka sedang menuju jangka panjang. Contoh metode kualitatif adalah riset pasar, polling, wawancara, diskusi dan survei menggunakan metode Delphi.

Baca juga: 6 Macam-Macam Metode Analisis Data Yang Penting & Perlu Diketahui

Menuju tahun baru, apakah kamu salah satu yang sedang mencari pekerjaan baru? Jangan lupa untuk mendaftarkan diri kamu untuk menjadi talent di EKRUT juga ya. Semua proses dan bantuan professional di talent marketplace EKRUT gratis. Kamu ā€“ sebagai talent atau employer ā€“ bisa langsung direkrut dan merekrut kandidat yang sesuai. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang di EKRUT!

Itu tadi penjelasan mengenai forecasting untuk bisa memprediksi arah bisnis agar perusahaan dapat mengantongi keuntungan. Forecasting memberikan data yang dapat digunakan perusahaan, simak cara membuat visualisasi data yang efektif pada video berikut ini.

sign up EKRUT

Rekomendasi Bacaan:

Sumber:

  • investopedia
  • marketbusinessnews
  • corporatefinanceinstitute
  • eprints.ums.ac.id

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_(1).jpg

    Lainnya

    Ingin Punya Event Organizer? Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menjalankannya!

    Gloria Renatha

    05 July 2022
    5 min read
    H1_Customer_Engagement_Pengertian__Fungsi_dan_Cara_Untuk_Mengukurnya.jpg

    Careers

    Customer Engagement: Pengertian, Fungsi, dan Cara untuk Mengukurnya

    Sartika Nuralifah

    05 July 2022
    5 min read
    H1-Bedanya_Sanering__Redenominasi_dan_Devaluasi_dan_Contohnya.jpg

    Lainnya

    Bedanya Sanering, Redenominasi, dan Devaluasi, beserta Contohnya

    Lita Lia

    05 July 2022
    5 min read

    Video