Published on

Technology

Google akan ikut meramaikan industri perbankan tahun depan

Nur Lella Junaedi

google-buka-bank-EKRUT.jpg

Setelah membangun kerja sama dengan lembaga keuangan termasuk Citigroup, Google tahun depan akan menawarkan rekening giro kepada penggunanya.  Layanan perbankan yang bersifat smart checking bank itu dinamakan Cache.  

Proyek tersebut Google jalankan bersama dengan perbankan Citigroup dan Stanford Federal Credit Union.

Layanan awal yang tersedia yakni memberikan penawaran rekening giro kepada konsumen mulai tahun depan. Tetapi urusan regulasi dan aturannya, Google menyerahkan seutuhnya kepada pihak perbankan.

Serta dari pihak mereka juga yang akan mengatur strategi pemasarannya melalui Google Pay. Sayangnya Google belum memutuskan apakah pembukaan akun ini akan dikenakan biaya atau tidak.

Juru bicara Google, Caesar Sangupata mengatakan dengan membuka rekening ini, pelanggan akan dijamin oleh lembaga resmi perbankan di Amerika seperti NCUA dan FDIC.

Perusahaan teknologi berlomba membidik bisnis keuangan

Bergabungnya Google dengan sektor keuangan tidak membuat ini sebagai pencetus pertama. Pasalnya sudah banyak perusahaan teknologi serupa yang melakukan strategi tersebut.

  • Facebook, melalui proyek pembuatan uang digital yang diberi nama cryptocurrency Libra di tahun ini dan proyek Facebook Paynya 
  • Amazon, tertarik pula dengan membuka rekening giro
  • Apple, bekerja sama dengan Goldsman Sachs meluncurkan kartu kredit. Serta layanan Apple pay bagi pelanggan iPhone

Baca juga: Lawan Alibaba, Google investasi ratusan juta dolar di JD

Prediksi pengamat keuangan

Direktur Pelaksana Penelitian Ekuitas dari Wedbush Security Dan Ives mengatakan bahwa faktor perusahaan membidik bisnis keuangan lantaran perusahaan memiliki data konsumen yang cukup besar.

Di mana data itu bisa dikelola untuk menawarkan layanan baru dalam keuangan.

Ives mengatakan, bahwa sampai saat ini Google belum begitu menjadi ancaman besar bagi perusahaan perbankan.

Akan tetapi, bisa jadi di masa depan justru sebaliknya. Mengingat perusahaan teknologi terus melebarkan sayapnya dibidang bisnis finansial big tech.

Rekomendasi bacaan: 

Sumber:

 

Tags

Share