Published on

Technology

6 Poin penting kebijakan privasi WhatsApp yang baru

Nur Lella Junaedi

kebijakan-privasi-WhatsApp-yang-baru-EKRUT.jpg

Tahun baru 2021 menjadi catatan bagi pengguna WhatsApp di luar Eropa untuk menyadari bahwa aplikasi milik Mark Zuckerberg ini memperbaharui kebijakan privasi dan persyaratan layanan yang akan segera berlaku 8 Februari 2021 nanti.

Jika kamu belum menyetujui kebijakan WhatsApp yang dikeluarkan ini, kemungkinan beberapa notifikasi kebijakan baru ini akan terus muncul di ponsel pengguna ketika membuka WhatsApp. 

Isi beberapa notifikasi tersebut memberitahukan bila WhatsApp sedang memperbaharui ketentuan dan kebijakan privasi dimana inti pembaharuannya meliputi informasi mengenai, 

  • Layanan WhatsApp dan cara WhatsApp memproses data pengguna. 
  • Cara bisnis menggunakan layanan yang dihosting oleh Facebook untuk menyimpan dan mengelola WhatsApp chat pengguna. 
  • Cara WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi di seluruh produk perusahaan Facebook.

Jika kamu pengguna WhatsApp, sebaiknya kamu tidak mengabaikan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh aplikasi komunikasi ini.

Pasalnya ini akan berdampak pada data-datamu di WhatsApp. Berikut beberapa poin penting kebijakan WhatsApp yang harus kamu cermati.   

1. Berhati-hati saat mengirimkan pesan kepada akun WhatsApp bisnis 

Kenapa? Sebab, di dalam kebijakannya disebutkan bahwa, “saat kamu mengirimkan pesan kepada akun WhatsApp bisnis, konten yang kamu bagikan dapat terlihat oleh beberapa orang dalam bisnis tersebut".

Selain itu, beberapa bisnis juga mungkin bekerja sama dengan penyedia pihak layanan ketiga (yang dapat termasuk Facebook) yang dapat membantu mengelola komunikasi mereka dengan pelanggan. 

Jadi, akun bisnis bisa memberi akses kepada pihak ketiga untuk mengirim, membaca, menyimpan, mengelola atau memprosesnya untuk akun bisnis. 

Baca juga: WhatsApp kenakan biaya berlangganan Rp 14 ribu per tahun

2. Informasi yang dikumpulkan WhatsApp dari pengguna

Dalam kebijakan barunya di tahun 2021, WhatsApp akan mengumpulkan berbagai macam informasi atau data pengguna yang meliputi, 

  • Informasi yang pengguna sediakan contohnya data-data tentang informasi perangkat seluler, kontak, foto profil, tentang kamu, status, data transaksi dan pembayaran, bahkan email jika pengguna sempat menghubungi WhatsApp. 
  • Informasi yang dikumpulkan secara otomatis seperti informasi perangkat dan koneksi, operator seluler, perangkat keras, aktivitas pengguna di layanan WhatsApp termasuk panggilan, status, grup, informasi lokasi, alamat IP, kode area nomor telepon, kekuatan sinyal, bahasa, zona waktu dan sebagainya.

3. Informasi yang dibagikan dengan Facebook 

Sejak WhatsApp dibeli oleh Facebook pada 2014 silam, pada akhirnya perusahaan induk Facebook bisa menguasai data-data pengguna WhatsApp hampir semuanya. 

Lantaran informasi yang dibagikan dengan Facebook termasuk informasi pendaftaran akun pengguna seperti informasi terkait layanan, nomor telepon, alamat IP dan sebagainya. 

4. WhatsApp akan memberikan informasi secara global

Perlu kamu tahu bahwa WhatsApp akan memberikan informasi secara global baik untuk internal perusahaan Facebook maupun pihak eksternal dengan mitra atau penyedia layanan serta semua orang yang berkomunikasi dengan pengguna.

Nantinya informasi yang didapatkan oleh pengguna akan bisa ditransfer, dikirim, disimpan atau diproses di negara Amerika, di negara atau wilayah tempat mitra perusahaan Facebook atau penyedia layanan berada. 

5. Tidak ada iklan di platform WhatsApp

Sejauh ini dalam kebijakan barunya WhatsApp tampak belum berniat untuk mengizinkan adanya iklan di dalam aplikasinya.

Akan tetapi, ini bukanlah suatu kepastian karena, tertulis juga kalimat dalam kebijakan itu, “jika kami melakukan hal tersebut kami akan memperbaharui kebijakan itu.” Ini artinya kemungkinan ke depan mungkin iklan akan muncul. 

6. Menghapus akun WhatsApp tidak serta merta menghapus data pengguna

Menghapus akun WhatsApp dari perangkat tanpa menggunakan fitur hapus akun saya dalam aplikasi, akan menyebabkan informasimu tetap tersimpan dalam waktu yang lama. 

Selain itu, ketika kamu menghapus akun hal ini juga tidak mempengaruhi informasi yang dimiliki pengguna lain tentang kamu, seperti salinan pesan yang sudah dikirim atau informasi tentang grup yang kamu buat. 

Dari uraian di atas, tampak cukup banyak informasi yang dikumpulkan oleh WhatsApp dan dibagikan kepada induk perusahaannya. 

Kendati demikian dalam kebijakan tersebut tertulis juga bila fitur WhatsApp bersifat opsional yang jika digunakan harus mengumpulkan informasi tambahan untuk menyediakan fitur tersebut. 

Namun, bila tidak diberikan informasi yang dibutuhkan maka kamu sebagai pengguna juga tidak bisa menggunakan fitur tersebut. Hal ini tergantung pada settingan yang kamu atur dalam perangkat Android atau iOS yang dimiliki. 

Akibat kebijakan baru ini, menuai banyak kontroversi dari masyarakat terutama yang tidak setuju. Termasuk CEO Tesla Elon Musk juga merekomendasikan aplikasi Signal untuk digunakan oleh para followersnya di Twitter karena dinilai lebih aman. 

Baca juga: Ditinggal pendirinya, WhatsApp akhirnya mulai monetisasi

Sementara pengguna yang lain juga ada yang memilih Telegram sebagai alternatif pengganti WhatsApp. Kalau kamu sendiri bagaimana? 

kebijakan privasi WhatsApp yang baru EKRUT

Sumber: 

  • Whatsapp.com
  • gadgetsnow
 

Tags

Share