Published on

Technology

Kok mata uang digital bisa diretas?

Maria Yuniar

hacker-bitcoin-EKRUT.jpg

Minat publik terhadap mata uang digital seperti cryptocurrency terus bertambah. Hal ini terlihat dari semakin membumbungnya investasi di sana. Alhasil, Bitcoin sebagai salah satu mata uang virtual semakin diburu. Kabar buruknya, selain investor, hacker atau peretas pun kemudian mengincar cryptocurrency. Nyatanya, cryptocurrency memang pernah diretas. Kok bisa ya?

Software bajakan

Para ahli dari Kaspersky Lab menemukan adanya modus penipuan lewat perangkat lunak (software) untuk melakukan penambangan mining mata uang kripto. Software ini diam-diam didistribusikan dan dipasang ke PC pengguna.

Hacker melakukan aksi ini dengan memanfaatkan software bajakan, termasuk software untuk mengedit foto dan teks.

Baca juga: Investor berangsur-angsur tinggalkan Bitcoin, kenapa?

Selanjutnya, para peretas mengeksploitasi PC pengguna, dengan melakukan mining dan tentunya mengeruk semua keuntungan ke kantong sendiri.

Apalagi, pengguna memang tidak sadar telah dimanfaatkan para peretas. Mereka pun dengan mudahnya melakukan kecurangan terhadap pengguna yang awam soal IT.

Cryptomining jadi tren 2017

Berdasarkan laporan tahunan Kaspersky Security Bulletin, penambangan mata uang kripto menjadi salah satu tren tahun 2017. Analis malware di Kasperskry Lab, Alexander Kolesnikov mengatakan, baru setehun kemudian, para penambang bermunculan di mana-mana.

Selanjutnya, peretas menggunakan alat dan teknik yang berbeda. Contohnya, rekayasa sosial dengan menggunakan cracked software.  Tujuannya, untuk melakukan infiltrasi PC sebanyak mungkin.

Pencegahan peretasan

Bagaimana caranya agar PC pengguna tidak disusupi untuk kegiatan cryptomining? Kaspersky Lab menyarankan pengguna untuk mengunduh software origisal dan memasang solusi keamanan untuk melindungi komputer.

Meski demikian, pendiri sekaligus CEO BBXCoin, Ronald Kumalaputra menuturkan, mata uang virtual dan crypto exchange adalah dua hal berbeda. Sehingga, apabila cryptocurrency  diretas, yang bertanggung jawab harusnya pihak exchanger. Ronald malah berani menjamin cryptocurrency sebagai satuan yang tak akan bisa diretas.

Baca juga: Trojan pencuri cryptocurrency ini sudah masuk ke Mac

Ronald pun mengibaratkannya seperti sebuah bank yang menyimpan uang kemudian terjadi peretasan sehingga uang nasabah hilang. Ia mengungkapkan, dalam kasus seperti bank ini, peretasan bisa saja dilakukan pihak internal, selain orang luar bank. Jadi, bukan hanya cryptocureency yang berisiko kena retas.

Blockchain jamin transaksi?

Ronald pun meyakini blockchain, teknologi di balik cryptocurrency, mampu menjamin keamanan dalam bertransaksi. Ia menyebut blockchain sebagai solusi keamanan dan privasi, terutama untuk keuangan yang berbasis Internet. Sebab, ia mengklaim, semua kecurangan bisa dicegah.

Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu percaya dengan sistem keamanan yang ditawarkan blockchain?

hacker bitcoin EKRUT

Sumber:

  • jawapos.com
  • kompas.com
  • viva.co.id

Tags

Share

Artikel Terkait

H1_Phishing.jpg

Technology

Phising: Pengertian, Jenis, Ciri dan Tips yang Penting Untuk Menghindarinya

Algonz D.B. Raharja

21 January 2022
5 min read
digital_payment.jpg

Technology

Pilihan cara pembayaran di zaman digital, sudah coba semua?

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read
youtube_ramadan.jpg

Technology

Begini kebiasaan netizen Indonesia nonton YouTube selama puasa

Maria Yuniar

21 January 2022
0 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read